
"Ada masalah apa pa?, kenapa wajah mu begitu tegang?" Tanya Ivory penuh kelembutan
"Haaaahhh!" Keluh panjang Dion seperti menyesali tindakannya selama ini, yang tetap melindungi Jasmine dan keluarganya itu
"Si Jasmine membuat ulah lagi. Dengan terang terangan menyatakan perang melawan ku." Jawab Dion sambil bersandar di sofa gazebo mewahnya itu
"Bukankah dia orang yang selalu dilindungi, bahkan pernah papa bantu, agar bisa hidup layak. Tapi kenapa malah berbalik melawan papa?" Tanya Ivory keheranan
"Itulah yang papa tidak habis pikir!. Setan mana yang telah mempengaruhinya. Padahal selama ini, dia tidak papa ganggu, hanya sekadar mengawasinya saja, itupun dari jarak jauh, dan tidak mencampuri urusan pribadinya. Namun masih saja ada yang salah baginya." Jawab Dion kesal
"Papa harus sedikit bersabar. Bisa jadi Jasmine melakukan itu, karena ada yang mendukungnya." Ucap Ivory mencoba menenangkan suaminya itu
"Sabar bagaimana sayang!. Jasmine telah menghabisi tiga intelijen terbaik kita!" Respon Dion dengan ekspresi marah
"Apa!. Bagaimana itu bisa terjadi pa?" Reaksi Ivory benar benar kaget
"Kalau berhadapan satu lawan satu, tiga inteljen tersebut tidak akan mudah dikalahkan. Papa yakin mereka berada dibawah tekanan atau ancaman senjata api. Oleh karena itu, dengan mudah mereka bisa dihabisi oleh lawan." Jawab Dion dengan asumsinya yang mendekati kenyataan
"Apakah tidak sebaiknya papa bekali mereka dengan senjata api, sama seperti pengawal elit itu?" Tanya Ivory sambil memberi usul
"Itu juga yang sedang papa pikirkan. Kemungkinan setelah ini setiap pengawal tinggi, akan papa bekali dengan senjata api, apalagi para intelejen itu, agar dalam melaksanakan tugas. mereka tidak terbebani oleh ancaman orang yang bersenjata api juga, walau resikonya sangat besar." Jawab Dion masih ragu ragu
"Lalu bagaimana kelanjutan dengan si Jasmine itu pa, apakah kelompoknya akan dibiarkan atau ditumpas?" Tanya Ivory sekedar menguji suaminya itu
"Tetap harus ditumpas!. Karena keberadaan mereka bisa mengancam keselamatan orang orang kita yang masih hidup!" Jawab Dion mantap
"Untuk itu!, papa sudah memerintahkan pada orang orang kita, untuk membantu Burgon dalam menangani permasalahan tersebut."
"Dibawah komando ku langsung, papa sudah menugaskan pada Leon dan Burgon, serta belasan komandan elit dan ratusan pengawal elit lainnya. untuk pergi ke pulau S, guna menumpas kelompok Jasmine, sekaligus menangkapnya hidup atau mati!" Ucapnya penuh semangat
"Di samping itu, papa juga ingin tahu, siapa si Melviano yang burgon laporkan itu. Kenapa dia bekerjasama dengan Jasmine untuk melawanku?"
"Apakah dia terlibat langsung, atau sekedar dimanfaatkan, itu harus diselidiki dulu, karena papa dengar dia juga seorang pengusaha besar di kota P."
"Papa tidak mau menjatuhkan tangan, pada orang yang belum tentu bersalah."
"Oleh karena itu, papa memerintahkan pada Burgon, untuk menanyakan langsung pada Melviano. Apakah dia berniat untuk melawanku atau tidak!" Ucap Dion panjang lebar
"Melviano?. Sepertinya Ivo pernah mendengar nama itu pa!. Kalau tidak salah, dia seorang pengusaha daerah berasal dari kota P. Tapi dulunya pernah menjalin kerja sama dengan Birawa Group, karena saat itu, Ivo diajak untuk mendampingi kakek dalam penanda tanganan kerja sama antar dua perusahaan."
"Tapi karena tidak tercapai kata sepakat. kerja sama yang digadang gadang bakal meraih untung banyak, akhirnya batal."
__ADS_1
"Sejak saat itu, pengusaha tersebut memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan Birawa Group, lalu berdiri sendiri. dan pada akhirnya sukses sampai saat ini."
"Jadi kalau benarlah orang tersebut si Melviano, orang yang pernah Ivo kenal dulu, papa harus berhati hati dengannya, karena dia terkenal licik, dan mau menghalalkan segala cara, demi mendapatkan apa yang diinginkannya itu." Ucap Ivory memperingatkan suaminya itu
"Jika demikian keadaannya, papa akan berpesan pada orang orang kita, untuk tidak terperdaya dengan tipu muslihatnya." Respon Dion sudah mulai mengerti permasalahannya
"Huuuuhhh!. Kenapa disaat masalah Tommy belum selesai, muncul lagi masalah baru. Kali ini Jasmine pula yang mencoba merongrong kewibawaan kita."
"Yang lebih menyakitkan bagi papa. Kenapa harus Jasmine. orang yang seharusnya papa lindungi, demi untuk menjalankan amanat kakeknya itu?" Guman Dion lirih
"Papa terlalu terobsesi dengan kakek Jasmine, yang katanya pernah menolong papa dulu, hingga membuat papa terus saja merasa terutang budi pada kakeknya itu."
"Tapi satu hal yang papa lupa, bisa jadi kasus penculikan papa dulu, kemungkinan suatu hal yang disengaja, oleh orang yang pernah menolong papa dulu."
"Tapi karena usahanya gagal, dikemudian hari dia berpura pura menolong papa lagi, ketika papa keracunan itu, dan bisa jadi juga, dia dalang dibalik itu semua, karena ada maksud tersembunyi didalamnya." Ucap Ivory dengan prediksinya yang kemungkinan mendekati kenyataan itu
"Hus!. Ngaco saja mama ini!. Kakek Wolf itu tulus menolong papa waktu itu, malah papa dinikahkan dengan si Jasmine cucunya tersebut, walau pada akhirnya harus kandas juga, karena keserakahan keluarganya itu." Hardik halus Dion pada istrinya tersebut
"Untuk membuktikan teori mama itu, perlu pembuktian yang mendalam, dan ditelusuri secara detail, tentang kasus penculikan tersebut. dan harus ditanyakan langsung pada kakek."
"Siapa tahu, kemungkinan kakek wolf itu pernah berhubungan dengan kakek dalam masalah bisnis, atau ada menaruh dendam padanya. kita kan belum tahu segala kemungkinan itu?" Jawab Ivory tetap ngotot
"Ya sudahlah!. Kalau masalah itu, nanti mama tanyakan langsung pada kakek ya, agar rasa penasaran mama itu bisa terjawab.Oke?" Respon Dion datar datar saja
"Maafkan papa ya sayang!. Bukan papa tidak mempercayai perkataan mu, tapi papa tidak mau terlalu memikirkannya, karena masalah papa sudah terlalu banyak. Kalau terus dipikirkan, takutnya nanti papa stres."
"Kalau papa stres, nanti mama malah meninggalkan papa!" Goda Dion pada istrinya itu
Ivory yang mendengar suaminya berkata seperti itu, refleks mencubit perut Dion perlahan, tapi Dion malah menghindar, dan berlari menjauh
Ivory yang merasa dipermainkan, menjadi kesal, lalu mengejar Dion yang menjauh itu, tapi Dion malah berlari lari kecil juga, hingga terjadi drama kejar kejaran di taman villa itu
Tanpa sengaja, Ivory tersandung batu kerikil, dan membuat posisinya oleng, lalu tubuh nya condong ke depan seperti akan jatuh
Reflek Dion berlari kearah Ivory, dan langsung menyambut tubuh istri nya itu, agar tidak jatuh
Seperti di film film atau drama, Dion dan Ivory saling berpandangan, sambil tersenyum menggoda, kemudian dengan perlahan, Dion mengecup bibir Ivory dalam, sampai terdengar desah halus dari mulut Ivory, seperti menginginkan sesuatu yang lebih dari Dion
"Papa!" Ucap Ivory lirih, dan disambut oleh pagutan mulut Dion semakin kuat, kemudian dibawa masuk ke villa, dan langsung menuju kamar, untuk menuntaskan hasrat mereka yang tertunda
***
__ADS_1
Keesokan harinya. Ivory keluar dari dalam kamar dengan wajah berseri seri. Senyumnya mengembang ramah, setiap bertemu dengan para pengawalnya itu, hingga membuat hati mereka bertanya tanya, ada gerangan apa dengan nyonya besarnya itu
Ivory yang sedang diperhatikan tersebut, malah bersikap cuek, dan berlalu begitu saja. Dalam hatinya membatin. "Siapa suruh menjomblo!"
Jika orang lain mendengar apa yang dikatakannya itu, tentu mereka akan protes, dan membantah perkataan Ivory tersebut dengan berkata. " Kenapa tidak beri kami kesempatan, untuk mendapatkan jodoh."
Duh ada ada saja mereka!
***
Kota P sekitar pukul 8 pagi
Jasmine beserta lima orang pengawal itu, saat ini telah sampai ke mansion mewah milik Melviano
Kedatangannya tidak begitu disambut oleh kekasihnya tersebut. Dengan cueknya Melviano berucap.
"Kenapa kau datang kesini?. Bukankah aku sudah mengatakan, agar kau lari saja jauh jauh, agar musuh mu itu tidak bisa menemukan mu!"
"Kenapa tuan berkata seperti itu. Aku berbuat seperti ini, itu karena mu sayang!"
"Jika bukan karena dukungan mu. Mana mungkin aku berani melawan Dion!" Sanggahnya membela diri
"Ah terserah kau sajalah!, Tapi jika orang orangnya Dion datang. jangan libatkan aku dalam urusanmu itu!" Respon Melviano kurang senang
"Terima kasih sayang!" Jawab Jasmine senang
"Lapor tuan besar!" Ucap seorang pengawal ketakutan
"Ada apa Durga, kenapa kau seperti ketakutan seperti itu?" Tanya Melviano marah
"Di..di..diluar ada ratusan orang yang ingin bertemu dengan tuan besar!" Jawab Durga gugup
"Apa!. Siapa mereka?" Bentak Melviano mulai khawatir
Dua orang pemimpinnya mengaku bernama Burgon, dan satu lagi Leon." Jawab Durga apa adanya
"Gawat!. Apa yang aku takutkan itu akhirnya datang juga!" Guman Melviano kesal
"Ini gara gara kau Jasmine!. Kalau kau tidak membujuk ku untuk membantu mu melawan Dion, tidak mungkin orang orang nya akan datang kesini!" Bentak Melviano marah
Jasmine yang mendengar perkataan dari kekasihnya itu, hanya terdiam saja. Dia juga tidak menyangka, bahwa Dion akan secepat itu mengirimkan orang orangnya, untuk menyelesaikan masalah dengannya
__ADS_1
"Maaf tuan besar!. Apa yang harus saya lakukan?" Ucap Durga menyela pembicaraan tuannya itu
"Persiapkan orang orang mu! jika diperlukan, habisi mereka disini!" Jawabnya seperti ingin menantang maut