Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Tunduk


__ADS_3

Tapi tiba tiba terdengar bunyi suara cukup keras menandakan ada sesuatu yang pecah atau meledak


Ternyata bunyi suara itu berasal dari formasi ilusi yang sengaja di buka oleh Dragon, dengan menambahkan efek suara yang bisa membuat nyali seseorang menjadi ciut


Tak lama sesudah bunyi suara itu sirna, menyusul dengan adanya gumpalan asap, yang mengurung mereka semua, hingga tempat tersebut menjadi bertambah gelap. dan tak lama kemudian sirna di tiup angin malam


Kini tinggallah sekumpulan orang, yang sedang berdiri kebingungan, karena setelah bunyi suara dan hilangnya asap tersebut, posisi mereka telah terkepung, dan berada di tengah tengah orang yang tidak mereka kenal


Melihat itu, Haraga segera mengedarkan pandangannya ke arah orang orang tersebut, kemudian bertanya dengan nada marah


"Siapa kalian?, dan kenapa berani mengepung kami?"


"Tak tahukan kalian siapa kami?" Ucap dan tanya Haraga dengan ekspresi marah


"Selamat datang Haraga!. dan selamat juga karena kau telah masuk dalam perangkap kami!" Jawab seseorang dengan suara berat


"Siapa kau?" Tanya Haraga penasaran


"Aku adalah pembantu tuan muda. Yang di utus kemari untuk menghukum mu!" Jawab orang tersebut cuek saja


"Kurang ajar!. Dasar cari mati!"


Dor!


Ting!


Bug!


Bunyi tembakan segera terdengar, dan dentingan benda keras dengan sesuatu juga berbunyi nyaring, mengiringi teriakan kemarahan dari Haraga, kemudian disusul dengan bunyi pukulan cukup keras di malam buta itu


Ternyata karena marah. Haraga menjadi kesal, kemudian menembakkan pistolnya ke arah orang yang berkata tadi


Tapi peluru yang ditembakkan tersebut mendadak terpental, karena bersinggungan dengan belati terbang, yang dilemparkan oleh seorang ahli ke arah lesatan peluru tersebut hingga membuatnya jatuh ke tanah


Bukan hanya itu saja. Dengan gerakan yang sulit diikuti oleh mata biasa, seseorang berlari dengan kencang ke arah Haraga, dan langsung menendang tubuhnya kuat kuat, hingga membuat Haraga terdorong ke belakang dan jatuh terlentang di tanah. Pistol yang dipegangnya mental entah kemana


"Kurang ajar!. Beraninya kau memukul ku!" Maki Haraga semakin marah, kemudian berusaha mencari pistolnya kembali, untuk ditembakkan ke arah orang yang menendang nya tadi. Tapi sayangnya tidak iya ketemu kan


"Untuk orang hina seperti mu, siapapun akan berani memukul apalagi aku!" Jawab seseorang lagi datang menyela


"Siapa kalian. Di desa ini tidak ada orang seperti kalian ini!"


"Apakah kalian orang yang sengaja disewa oleh penduduk desa untuk menangkap kami?" Tanya Haraga penasaran, sambil menyeka darah yang keluar dari mulutnya itu


"Sudah!. Jangan banyak omong!"


"Katakan dengan cara bagaimana kalian ingin mati!" Jawab orang yang mempunyai suara sedikit berat itu memberi penawaran


"Hahahaha!. Usia baru seumur jagung. Kemampuan baru seupil mau menghabisi kami. Mimpi!"


"Pulang sana dan merenung!. Apakah kalian pantas berhadapan dengan kami!" Respon Haraga geli


"Ayo kita buktikan!. Apakah kalian atau orang orang ku yang akan menang!" Ucap seseorang, yang tiba tiba muncul dari tempat yang tidak diketahui


Pemandangan itu sukses membuat Haraga dan orang orangnya menjadi terdiam. Tidak mungkin ada orang yang bisa muncul secara tiba tiba seperti itu


Ditambah Karena kedatangannya, tempat yang semula gelap menjadi terang benderang. Aura spiritual yang dipancarkan oleh tubuhnya membuat tempat itu menjadi seperti sedang terang bulan


Ternyata yang barusan datang itu adalah Dragon, dan yang mempunyai suara berat tadi adalah Mukmin. seorang guru bela diri di perguruan Wahyu Taqwa senior dari Dragon


Karena ulah Dragon tersebut, Haraga tidak bisa berbuat apa apa. Jangankan untuk bergerak bersuara pun tidak bisa. Ternyata Dragon telah mengunci tubuh kelompok pembuat onar itu. Karena dia tidak mau membunuh mereka.


Dikhawatirkan bila terjadi pertarungan, anak buahnya akan bertindak brutal, karena mereka sudah lama tidak bertarung dengan musuh. Mungkin jika dibiarkan, mereka akan berpesta darah atas tubuh tubuh lawannya

__ADS_1


Oleh karena itu, Dragon datang dan langsung memasang formasi pengunci, agar mereka tidak bisa bergerak dan bersuara lagi


"Tuan muda!" Ucap seluruh anak buahnya serempak


Kemudian disusul oleh Mukmin dan 20 murid murid perguruan, termasuk lima murid utama. Mereka semua memberi penghormatan pada Dragon dengan berkata


"Selamat datang pemimpin!" Ucap mereka juga serempak


Kejadian tersebut sekali lagi sukses membuat Haraga dan anak buahnya terkejut. Mereka tidak menyangka, seorang anak kecil yang menurut mereka lemah itu. adalah tuan dari orang orang yang sedang mengepung mereka


Tapi kenyataan telah ada di depan mata. Mau tidak mau mereka harus percaya juga. Kemudian..


Tik!


Blam!


"Aku buka suara mu orang tua! agar kami tahu, apa alasannya kalian datang kemari." Ucap Dragon penuh intimidasi. kemudian berkata lagi


"Katakan!. Kenapa kalian mengganggu penduduk desa?"


"Apakah Karena ingin mengetahui tentang sebongkah batu berlian itu?"


"Kalau memang iya!. Kalian telah bernasib sial, karena bertemu dengan kami!" Ucap Dragon dengan suara penuh intimidasi kembali


"Lepaskan sihir yang mengikat tubuh kami ini anak kecil!"


"Kalau kau berani!. Ayo lawan aku!" Jawab Haraga malah berniat menantang Dragon untuk bertarung, dan bukannya menjawab pertanyaan dari Dragon tadi. Tapi malah berani menantangnya untuk berduel


"Kau tidak pantas berhadapan dengan ku orang tua!"


"Berhadapan dengan pengawal ku saja belum tentu kau bisa menang!" Respon Dragon cuek, dan tidak tersinggung sama sekali, karena dia sudah terbiasa dengan ucapan seperti itu, dari musuh-musuh yang pernah dihadapi sebelumnya


"Kalau begitu ayo kita buktikan!. Kau atau aku yang akan mati!" Teriak Haraga cukup kuat, dan malah berani menantang Dragon kembali


Dia merasa sangat terhina sekali, karena seorang anak kecil seperti Dragon, mampu mengintimidasi dirinya, bahkan sekarang telah mendominasi keadaan


Tapi di hadapan Dragon, kekuatannya tidak berarti sama sekali, malah dianggap suatu kekuatan, yang hanya dimiliki oleh anak kecil saja. Begitu pikirannya


Jadi ketika di ejek akan kalah, hanya cukup berhadapan dengan pengawal Dragon saja, itu membuatnya sangat tersinggung sekali


"Cepat lepaskan sihir mu ini, dan mari kita bertarung!" Teriak Haraga marah tak tertahankan lagi


"Kalau kau memang kuat termasuk enam orang orang mu itu, bukalah formasi yang telah aku pasang itu, dan buat kalian bisa bergerak!"


"Bukankah selama ini kau mengandalkan mereka untuk menakut nakuti penduduk desa ini?"


"Tapi kenapa sekarang mereka malah tidak berdaya?" Jawab Dragon enteng sekali. Kemudian mengedarkan pandangannya ke arah 6 orang yang sudah mati tersebut, kemudian diapun berkata.


"Ada apa dengan mereka?Kenapa kau tega membunuh anak buah mu sendiri?"


"Bukankah mereka adalah orang yang kau utus untuk memata matai penduduk desa?"


"Tapi kau malah membunuh mereka pula!"


"Apakah orang yang seperti kau layak disebut pemimpin?" Ucap Dragon panjang lebar dan penuh ejekan


"Jadi ini semua adalah ulah mu?" Reaksi Haraga kembali marah


"Bukan!. Tapi karena kebodohan mu, termasuk enam orang penyihir itu, dan seluruh anak buah mu!" Jawab Dragon enteng saja


"Kalau begitu lepaskan aku! agar aku bisa memberi pelajaran pada bocah kurang ajar seperti mu!"


"Mungkin orang tua mu tidak pernah mengajari mu, bagaimana harus bersikap pada orang tua!" Respon Haraga penuh ejekan

__ADS_1


"Kurang ajar!. Beraninya kau menghina junjungan kami!" Reaksi Leon marah sekali. Lalu tanpa meminta izin pada tuannya, langsung meluruh ke arah Haraga, dan berniat ingin membunuhnya


Tapi belum juga dia sampai, langkahnya sudah dihentikan oleh teriakan Dragon, yang berisi tenaga dalam cukup tinggi


"Hentikan!. Biarkan aku yang akan memberi pelajaran pada orang sombong seperti itu!" Teriaknya. Kemudian menjentikkan jarinya ke udara


Seketika tubuh Haraga bisa bergerak, termasuk enam orang penyihir itu. Tak lama kemudian Dragon berkata. "Sekarang tubuh kalian sudah bisa bergerak!"


"Silakan serang aku, dengan menggunakan kekuatan sihir yang kalian banggakan selama ini!"


"Dan kau orang tua!. Gunakan kekuatan mu, yang katanya ingin memberi pelajaran pada ku!"


"Aku ingin lihat, seberapa kuatnya diri mu itu!!" Ucap Dragon cukup jumawa sekali


"Kalian semua!. Cepat kerahkan kemampuan sihir kalian, dan buat anak sombong itu menjadi kambing!" Teriak Haraga cukup kuat


"Baik!" Jawab keenam penyihir itu patuh. Kemudian merilis kekuatan sihirnya, untuk membuat tubuh Dragon berubah menjadi apa yang diinginkan oleh bosnya


Seketika dari tubuh keenam penyihir itu, berpendar cahaya cukup terang, tapi beraura negatif, yang menandakan bahwa ilmu sihirnya telah bekerja, dan sebentar lagi akan dikirimkan kepada Dragon, dengan serangan serentak ke arahnya


Dragon yang melihat itu hanya tersenyum saja. Baginya sihir seperti itu hanya mainan anak kecil, dikarenakan tingkatnya masih terlalu rendah


Jika diukur dalam tatanan kekuatan metafisika, maka level sihir mereka masih berada dibawah 5. dan dia tidak perlu mengantisipasinya dengan ilmu Wahyu Taqwa, yang sudah terkenal sangat kuat itu


Dragon hanya mengerahkan aura metafisika yang dipelajarinya selama ini. Kemudian membentengi tubuhnya dengan aura tersebut, sehingga membuat pengaruh sihir dari ke enam orang penyihir itu tidak mampu mengintimidasi nya


Tak lama setelah rilis sihir mereka selesai. Gabungan dari keenam sihir tersebut segera dilontarkan ke arah Dragon dengan berkata."Pergilah!. Jadikan anak itu kambing!" Teriaknya


Blam!


Seketika tubuh Dragon diselimuti oleh asap tebal berwarna hitam, dan diperkirakan tubuhnya telah berubah menjadi kambing


"Hahahaha!. Kalian lihat tuan kalian itu!. Dia tidak berarti apa apa di depan para penyihir ku!"


"Dia bukan lawan dari mereka!"


"Kekuatannya belum sebanding dengan kekuatan anak buah ku!"


"Sebaiknya kalian menyerah saja!, dan ikat tangan kalian dengan tali sihir itu!" Ucap Haraga dengan suara kuat dan tertawa terbahak bahak


"Tidak perlu!. yang harus diikat itu adalah anak buah mu sendiri!" Jawab seseorang dari gumpalan asap tebal tersebut. kemudian terdengar ledakan yang cukup kuat, dan..


Dhuar!


Seketika asap yang mengurung tubuh Dragon hilang begitu saja,. Sementara tubuhnya tidak berubah sama sekali, malah penampilannya semakin membuat keenam penyihir itu menjadi takjub, dan menggigil ketakutan


Tubuh mereka terdorong beberapa langkah ke belakang, akibat tekanan aura yang sangat kuat, yang dilancarkan oleh Dragon ke arah mereka


Dalam pandangan keenam penyihir itu, tubuh Dragon memancarkan aura yang luar biasa. Siluet naga ada di belakangnya, dan bentuknya sangat besar sekali, sehingga membuat keenam penyihir tersebut menggigil ketakutan dan tiba-tiba jatuh. Kemudian segera berlutut di bawah kaki Dragon untuk meminta pengampunan


Haraga yang melihat kelakuan mereka menjadi marah. dan ingin sekali memukul anak buahnya itu, dan tak lama kemudian dia pun berkata." Apa yang kalian lakukan?"


"Kenapa kalian malah berlutut kepada anak kecil tidak tahu diri itu?!" Ucap Haraga dengan ekspresi tidak senang


"Bukankah kalian berenam ini orang hebat, dan selalu bekerja dengan menggunakan sihir!"


"Tapi kenapa malam ini kalian bisa kalah, bahkan berlutut seperti itu?" Ucap Haraga kebingungan


"Silakan bunuh kami tuan muda!. Kami tidak akan berani melawan, karena anda adalah dewa kami!" Jawab salah seorang penyihir itu pasrah, dan bukan menjawab pertanyaan dari pemimpinnya tersebut, tapi malah berkata kepada Dragon dengan sikap tunduk


Perbuatan mereka yang seperti itu, tentu saja membuat Haraga marah, kemudian berkata. "Kurang ajar!. Bukan menolong kelompok mu!, tapi malah berlutut seperti itu pada anak kecil!"


"Cepat bangun dan habisi musuh kalian itu!, agar kerja kita menjadi mudah!" Ucapnya memberi perintah

__ADS_1


Tapi keenan penyihir anak buahnya tersebut tidak bergeming, malah semakin dalam menunduk ke arah Dragon, dengan harapan untuk dihabisi atau untuk diampuni kesalahannya


Semakin marah lah Haraga, atas kebandelan anak buahnya tersebut. Kemudian tanpa berpikir panjang lagi, dia mengambil golok yang ada pada anak buahnya, dan mencabutnya dengan paksa, lalu meluruh ke arah enam penyihir itu, dengan niat untuk membunuhnya


__ADS_2