
"Lalu bagaimana dengan emas batangan juga batu batu mulia lainnya, apakah sudah di pindahkan juga?" Tanya Dion penasaran, karena selama ini dia memang masih awam tentang masalah seperti itu
"Emas batangan dan batu batu mulia, memang sudah berpindah tangan dan berganti pemilik tuan, tapi masih tetap tersimpan di Bank Swiss itu." Jawab Rams cukup jelas, kemudian melanjutkan lagi penjelasannya
"Jika tuan ingin mengambil dalam bentuk utuhnya, maka tuan harus kesana. Tapi jika tuan tidak mau repot, tuan bisa meminta pihak bank untuk mengkonversikan emas dan batu batu mulia itu, ke bentuk surat berharga, atau ke bentuk uangnya langsung."
"Tuan bisa memilih, mata uang mana yang tuan inginkan, Dollar atau Euro." Ucap Rams panjang lebar
"Aku ingin keduanya." Jawab Dion penuh semangat
"Baik tuan, nanti kalau Shio Lung sudah kembali, tuan bisa memintanya untuk melakukan transaksinya, karena terus terang tuan, hanya Shio Lung yang bisa melakukan pekerjaan seperti itu." Ucap Rams lagi
"Baik!. dengan begitu aku jadi mengerti prosesnya." Jawab Dion terus terang
"Oh ya tuan!. Tentang 25 juta lembar saham yang ada di 25 perusahaan besar dunia, saat inipun sudah berganti nama menjadi nama tuan, tapi masih name unknown tuan."
"Bagus kalau begitu!. tapi bagaimana profit sharing nya. apakah langsung di transfer ke rekening pribadi atau ke rekening perusahaan."
"Tim kami sudah memindah bukukan pembagian keuntungan saham itu ke rekening cadangan 2, yang tersimpan di bank UP, agar tidak bisa di deteksi tuan." Jawab Rams lagi
"Orang yang bisa menariknya hanya tuan sendiri. Di buat seperti itu, agar hasil dari profit sharingnya, bisa dideteksi frekwensi pengirimannya."
"Lagi pula akan mengurangi resiko sabotase dari orang yang tidak bertanggung jawab."
"Dengan ini, ada tiga rekening cadangan yang di gunakan untuk menampung harta sitaan dari luar itu." Ucap Rams mengakhiri penjelasannya
"Bagus! sangat bagus. Aku puas dengan hasil kerja kalian. Tidak percuma kakek merekrut kalian semua, untuk bekerja di perusahaannya." Ucap Dion senang
"Itu sudah menjadi kewajiban kami tuan muda, karena tuan besar bersikap sangat baik pada kami. Beliau lah yang telah mengangkat kami dari dunia hitam belasan tahun yang lalu." Ucap Hans membuka cerita
"Dunia hitam?" Tanya Dion keheranan
"Panjang ceritanya tuan muda, sebaiknya tuan tanyakan saja pada kakek tuan nanti." Jawab Hans malu malu
"Baiklah kalau begitu. Mari kita berkeliling kota" Ucap Dion dengan roman wajah senang
***
Malam sebelum pagi, pukul 1.50 dini hari, di sebuah gubuk tua, yang sudah lama terbengkalai di luar wilayah kota J
__ADS_1
"Tuan, lebih baik kita beristirahat di sini dulu, tempat ini sepertinya aman dan terisolir." Ucap salah seorang bawahan Jack, ketika mereka sampai di pinggir laut, dan menemukan sebuah pondok nelayan tak jauh dari bibir pantai
"Lagi pula tidak mungkin kita akan tersusul dan ditemukan oleh musuh kita tuan." Sambung orang itu lagi
"Baiklah kalau itu mau kalian. malam ini sampai besok kita bersembunyi di sini dulu. Setelah aman baru kita menyebrang menuju negara lain." Jawab Jack pasrah
"Besok, beberapa orang di antara kalian, pergi mencari perahu nelayan, yang mau menyeberangkan kita ke pulau seberang."
"Walaupun perahu itu tidak bisa menyeberangkan kita sampai ke negara tetangga, menurunkan kita di sebuah pulau kosong pun tidak masalah." Ucap Jack semakin putus asa
"Tapi bagaimana dengan mobil mobil kita tuan, apakah kita sembunyikan saja di hutan belakang pondok ini?" Tanya anak buah Jack yang lain
"Kau atur saja mana baiknya! aku mau istirahat dan menenangkan diri." Jawab Jack acuh
"Tak ku sangka, petualangan ku akan sampai disini saja. Aku benar benar telah habis, setelah seluruh harta kekayaan ku, disita oleh orang tak dikenal." Batin Jack dalam hati, sambil berjalan memasuki pondok nelayan tersebut
"Siapa sebenarnya orang yang telah begitu kurang ajar berani menyabotase ku, dan merebut semua jerih payah ku selama 20 tahun ini?" Guman nya lirih, sambil menggelengkan kepalanya pelan
"Jika aku tahu siapa orangnya, takkan kubiarkan dia hidup, dan melihat indahnya dunia ini lagi!" Batin Jack dalam hati, sambil menuju tempat istirahat yang sudah di pilihkan oleh anak buahnya sejak tadi
Begitu dia merebahkan badannya ke dipan reot yang ada di pondok itu, tak lama kemudian, Jack tertidur dengan pulas nya
Walaupun tidak ada aliran listrik yang masuk, tapi kondisi pondok dan sekitarnya terang benderang, karena bulan sedang bersinar dengan indahnya
Posisi pondok yang berada di pinggir pantai, membantu sinar bulan bisa masuk ke dalam pondok itu dengan baik
Setelah memastikan tempat itu aman, sebagian anak buah Jack memutuskan untuk tidur juga, sedangkan yang lainnya tetap berjaga di luar pondok
***
Kenapa mereka sampai terdampar ke pinggir laut itu? Apakah di kota J, sudah tidak ada lagi tempat yang aman untuk mereka tinggali?
Ternyata, setelah diperintahkan untuk segera meninggalkan gedung tua yang mereka tinggali selama ini, Jack dan anak buahnya, tidak mempunyai tujuan yang pasti
Yang mereka tahu adalah, mereka harus pergi sejauh jauhnya dari kota J, untuk menghindari kejaran musuh, yang diperkirakan akan datang ke tempat tinggal mereka, sesaat setelah lokasi mereka terlacak
"Ternyata, perkiraan Jack itu benar adanya, sebab setelah lima menit mereka meninggalkan bangunan itu, ratusan orang datang dengan berbagai macam mobil ke tempat mereka, dengan tujuan, menangkap atau membunuhnya
Untunglah saat itu, Jack dan orang orangnya, sudah pergi dengan tiga buah mobil menuju ke wilayah utara, yang lumayan jauh dari kota J
__ADS_1
Mereka terus saja melajukan mobilnya, di jalanan yang agak sepi, semakin lama semakin tidak ada bangunan yang terlihat, dan pada akhirnya, bermuara pada jalan yang tidak beraspal, di kiri kanannya, terdapat hutan yang cukup lebat
Tapi tak jauh dari jalan itu, di sebelah kanannya, terdapat laut yang tidak begitu luas, berbatasan langsung dengan pulau pulau lainnya
Secara tidak sengaja, anak buahnya menemukan sebuah pondok nelayan yang cukup besar, berdiri di pinggir laut, dan tidak terlihat dari jalan karena tertutup lebatnya hutan
Di tempat itulah saat ini, Jack dan orang orangnya sedang bersembunyi dan menenangkan diri
***
Pagi harinya sekitar pukul 7.45 pagi, Jack yang sedang tertidur pulas, dikagetkan dengan bunyi tembakan senjata otomatis ke arah pondoknya
Dia bergegas bangun dan mencoba keluar dari dalam pondok, tapi di cegah oleh anak buahnya yang lain
Dari celah dinding yang tidak begitu rapat, Jack bisa melihat beberapa anak buahnya mati, dengan tubuh berlubang, terkena tembakan senjata api otomatis
Delapan orang yang masih berada di dalam pondok menjadi ketakutan, sebab saat ini, mereka tidak membawa senjata apapun untuk melawan musuh yang menyerang mereka
"Bagaimana ini tuan?. Mereka orang orang bersenjata, sedangkan kita tidak mempunyai apa apa untuk bisa membalas serangannya. Apakah kita menyerah saja tuan?" Tanya salah seorang anak buahnya ketakutan
"Dasar bodoh! menyerah atau tidaknya, kita akan tetap mati, lebih baik kita lari saja dari sini." Jawab Jack marah, sambil berdiri dan berjalan menuju pintu belakang pondok itu untuk menyelamatkan diri, diikuti oleh tujuh anak buahnya yang lain
"Berhenti dan angkat tangan!" Ucap sebuah suara yang cukup keras dari balik pohon besar, tak jauh dari pondok itu, tak lama kemudian dia muncul, di ikuti oleh puluhan orang yang juga bersenjata
Sepuluh orang di antaranya, tidak memegang senjata apapun. tapi di punggung mereka, terikat sebuah katana, yang masih berada dalam sarungnya
Kesepuluh orang itu tidak berpakaian seperti orang lain, tetapi berpakaian ala ninja atau samurai, berwarna biru gelap atau biru navy
Begitu mendengar teriakan yang menyuruh mereka untuk berhenti dan mengangkat tangan, serentak kedelapan orang itu berhenti, dan mengangkat tangannya ke atas, kecuali Jack Napoleon sendiri
Tapi sesaat kemudian, enam orang di antara mereka, mencoba kabur dari orang yang menodongkan senjata otomatis ke arahnya
Namun sayangnya, usaha keenam orang itu, malah membuat mereka celaka, karena dengan tiba tiba, tubuh mereka ambruk ke tanah, setelah leher mereka ditembus sebuah shuriken yang melaju cukup kencang, karena dilemparkan oleh para ninja tersebut
Jack menggigil karena menahan marah, betapa tidak, anak buahnya di habisi begitu saja oleh mereka, tanpa kenal ampun sedikitpun
Kini tinggallah Jack dan satu anak buahnya yang masih hidup. Pikirannya menjadi kacau. apakah dia harus menyerah atau melawan
"Siapa kalian?. Kenapa kalian membunuh anak buah ku?" Tanya Jack geram, sambil mengepalkan kedua tangannya erat erat
__ADS_1