Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Berkeliling lokasi proyek


__ADS_3

"Menurut petunjuk dari bos besar, delapan perusahaan cabang yang ada di kota S, adalah target utama kita!"


"Sisanya tersebar di beberapa kota dan tempat lain, seperti di kota M. kota P, kota J dan kota Sem dan kota kota lainnya." Jawab Arnold semangat


"Lalu bagaimana dengan kota B dan kota emas, apakah tempat itu juga bakal menjadi target kita?" Tanya salah seorang anak buahnya


"Apakah kau gila?. Tempat yang dijaga sangat ketat, mana bisa kita dekati, kecuali kalau kita mempunyai persenjataan lengkap seperti kelompok Aminata dulu!" Jawab Arnold kesal


"Tapi bos!. Bukankah kita bisa menyusupkan mata mata kita ke sana, dan menugaskan pada mereka untuk meletakkan bom, atau cairan yang mudah terbakar?" Tanya orang tadi masih saja ngotot dengan usulnya yang tak masuk akal itu


"Kau ini memang benar benar idiot!. Jangankan bom atau cairan yang mudah terbakar, membawa kertas saja akan di sita!"


"Kalau kau ingin cepat mati! kenapa tidak kau saja yang melakukannya sendiri?" Respon Arnold kesal bukan kepalang


"Dasar idiot!" Balas Arnold marah marah


"Maafkan saya bos!, saya tidak akan mengulanginya lagi." Ucap anak buahnya sadar diri


"Ya sudahlah!. Yang penting kalian sudah aku beri tahu, perusahaan Birawa mana saja yang akan kalian bakar nanti." Jawab Arnold legawa


"Baik bos!" Jawab anak buahnya serempak


***


Kota Golden City di waktu yang sama


Dewa obat atau Pai Zu Xian, tengah memberikan instruksi pada murid serta bawahannya yang lain, tentang rencana tuan besar mereka untuk mendirikan paviliun obat, yang bentuk dan bangunannya mirip dengan paviliun obat negara lain


Dalam instruksi tersebut, dia lebih banyak menekankan tentang rencananya memproduksi ramuan herbal yang dia ramu beberapa hari yang lalu, dan itu jelas terlihat di roman wajahnya yang penuh semangat tersebut


"Tinggal dua hari lagi uji coba akan di lakukan pada nona Maya."


"Karena besok atau lusa adalah waktunya dimulainya pengobatan, maka orang yang bersangkutan harus kembali ke kota ini sebelum hari pengobatan tersebut dimulai." Ucap Pai Zu Xian memulai instruksinya


"Guru!. Apa tidak sebaiknya kita laporkan pada tuan besar tentang masalah ini?" Tanya Govin memberi usul


"Itu pasti!. Setelah ini guru akan menemui tuan besar, dan melaporkan tentang rencana pengobatan pada saudara angkatnya itu."


"Guru khawatir, jika kita lambat mengabarinya, pengobatan yang sudah direncanakan tersebut akan tertunda, dan itu berpengaruh pada langkah pengembangan selanjutnya"


"Oleh karena itu, nanti sore setelah tuan besar kembali dari mengunjungi beberapa proyek, guru akan menemuinya untuk menginformasikan berita tersebut ." Jawab Pai Zu Xian mantap. Kemudian melanjutkan lagi perkataannya


"Guru sangat berharap, agar obat langka yang sudah guru buat ini, benar benar akan berfungsi dengan baik."


"Setelah hasil percobaan dalam beberapa kali pada mahluk hidup lain. Guru yakin obat ini sangat manjur untuk mengobati sindrom mioma, yang sangat ditakuti oleh kebanyakan wanita muda."


"Jika pengobatan terhadap nona Maya berhasil, maka obat ini akan menempati urutan pertama, dari ribuan obat yang sudah guru temukan sebelumnya."


"Setelah berhasil, maka guru akan merekomendasikan obat ini, agar di produksi dalam jumlah masal." Ucap Pai Zu Xian optimis


***


Sementara itu di bagian lain, Dion terlihat sedang mengunjungi lokasi dibangunnya gedung 10 lantai, tempat para pengawalnya bermarkas nanti


Tempat tersebut dibangun atas prakarsa dari Dion, karena melihat markas lama pengawalnya itu sudah penuh sesak dan tidak ideal lagi sebagai markas mereka

__ADS_1


"Aku senang dengan keseriusan kalian dalam membangun gedung 10 lantai ini."


"Diharapkan dalam tiga bulan ke depan, pembangunannya sudah mencapai 50 persen."


Baru beberapa minggu saja kemajuannya sudah sangat luar biasa. Aku yakin tidak sampai setahun proses pembangunannya sudah akan selesai." Ucap Dion memberikan komentar atas kemajuan pembangunan gedung tersebut


"Jika waktu itu prosesnya tidak terkendala oleh kelangkaan material bangunan seperti semen, besi juga yang lain, maka saya yakin kemajuannya akan lebih cepat lagi." Jawab James apa adanya


"Dengan ini saja kita sudah harus bersyukur, karena kemajuannya sudah sebesar ini." Sambut Dion memberikan semangat dan mengusir kekecewaan anak buahnya itu


"Bagaimana dengan pembiayaannya Shio. Apakah rinciannya tidak meleset?" Tanya Dion pula pada Shio Lung


"Sampai sejauh ini masih normal normal saja tuan besar. walau pembiayaannya mengalami sedikit kenaikan."


"Entah nanti setelah pembangunannya mencapai lima lantai." Jawab Upasama apa adanya, kemudian merangkai kata kembali demi menyampaikan masalahnya


"Struktur tanah di sini sedikit labil, Untung sahabat saya ini sudah memperkirakan kemungkinan buruk yang akan terjadi."


"Pada awalnya biaya pembuatan pondasi tidak sebesar ini, tapi karena setelah di teliti struktur tanahnya tidak umum, maka saya meminta pada James untuk membuatkan gambar dan rencana pondasi gedung ini dalam beberapa model."


"Dan setelah membicarakannya dengan Erisha ini, maka di putuskan ongkos pembuatannya mengalami kenaikan sekitar 20 persen, dan itu sudah sesuai dengan anggaran yang di peruntukkan waktu itu oleh tuan."


"Hum!. Ternyata begitu!"


"Baiklah!. Selagi tidak mengalami kemungkinan buruk kedepannya, maka berapapun biayanya aku tidak mau tahu!. Yang penting gedung ini bisa selesai tepat waktu, aman dan terjamin!" Jawab Dion mantap, tanpa mempermasalahkan perubahan anggaran yang dibutuhkan tersebut


"Selain di tempat ini, kalian juga mempunyai kewajiban di desa Argomulyo dalam pembangunan sekolah keagamaan di sana."


"Besok kalian kembalilah dulu ke sana, dan selesaikan pembangunannya walau hanya mengalami kemajuan sebesar 20 persen saja" Ucap Dion


"Guru guru kalian itu sangat sibuk di dua tempat, Jadi rencana agar mereka berdua menggantikan posisi kalian di sini aku batalkan, karena berbagai alasan yang mendesak." Ucap Dion memberi keputusan


"Kalau begitu ayo kita melihat lihat" Perintah Dion tegas pada mereka


"Baik tuan besar!" Jawab mereka serempak. Kemudian mengikuti langkah tuannya dari belakang


Setelah itu, Dion terus saja berkeliling di arena bangunan gedung 10 lantai tersebut, dengan didampingi oleh Hans juga 10 pengawal top lainnya


Tak lama kemudian, Dion memutuskan untuk pergi mengunjungi pembangunan perumahan para pengawalnya yang tak jauh dari lokasi gedung 10 lantai tersebut


Hanya membutuhkan waktu berkendara sekitar 3 menit, Dion dan rombongannya sudah sampai di lokasi itu, dan langsung meninjau lokasi proyek besar tersebut


Sepanjang mata memandang, mereka menemui puluhan bahkan ratusan bangunan perumahan berbagai tipe dan bentuk, sudah mulai siap pengerjaannya


Jumlah pekerja yang dikerahkan tidak tanggung tanggung. James mengerahkan sekitar 1200 orang tenaga kerja terampil dan terpercaya dalam bidangnya, untuk mengerjakan proyek besar tersebut dengan gaji di atas rata rata


Hal itu sengaja dilakukan oleh James, agar para pekerja lebih semangat, dan pengerjaannya tepat waktu, dengan pengawasan super ketat oleh beberapa orang mandor dan manajer lapangan yang mumpuni


"Melihat progres pembangunan perumahan ini, aku optimis pengerjaan 1000 bakal perumahan pengawal, akan selesai dikerjakan sesuai yang dijadwalkan." Ucap Dion senang


"Semua ini berkat dukungan dari tuan besar dan tuan senior, serta dari senior senior kami, terutama dari si dewa arsitektur guru ku itu." Jawab James apa adanya


"Kalian memang orang orang yang bertalenta tinggi dan dapat diandalkan."


"Tidak percuma kakek ku merekrut kalian sejak lama, karena hasilnya sangat memuaskan dan menambah Birawa Group semakin jaya." Respon Dion bertambah senang

__ADS_1


"Kami juga senang bekerja pada tuan besar juga tuan senior, Karena kami tidak merasa ditekan, Malah diberi kebebasan untuk berinovasi dan berkarya." Jawab James mewakili dua temannya berterus terang


"Baik kalau begitu!. Sekarang waktunya untuk mengunjungi kota B, untuk melihat perkembangan rencana pembangunan kota serta bangunan yang roboh atau rusak waktu penyerangan itu." Ucap Dion memberi penekanan


"Siap tuan besar!" Jawab James, Shio Lung serta Erisha serempak. Kemudian bersama sama meninggalkan tempat tersebut, dengan menaiki kendaraan mewah milik perusahaan


Tak lama kemudian, Dion dan rombongannya, sudah berada di kota B, dan langsung menemui si dewa arsitektur dan dewa kekayaan, yang kebetulan saat itu sedang berada di sana


"Salam tuan besar!" Sapa mereka serempak, sambil membungkuk ke arah Dion


"Terima kasih!. Bangunlah paman berdua!. Kalian tidak perlu menghormat sampai begitu dalam, cukup menyapa saja." Respon Dion kurang senang


"Kami tidak berani tuan besar!. Karena kami sudah menjadi orang tuan, maka kami harus memberi penghormatan yang sepantasnya pada tuan kami."Jawab Upasama merendah


"Ah terserahlah kalian sajalah!. Aku datang kemari karena ingin melihat hasil kerja kalian dalam beberapa hari ini." Respon Dion pusing


"Seperti yang tuan lihat melalui gambar waktu itu, semua bangunan di sepanjang jalan dan lokasi lain. mempunyai bentuk yang seragam dan berpola, serta bercorak semi Eropa dan tempatan yang dipadukan dengan nuansa timur."


"Jadi kesannya nanti setelah selesai bagian kota ini, akan kelihatan sangat modern dan menjanjikan sebagai tempat usaha bernuansa baru." Jawab Mandala terkesan menguasai bidangnya


"Bagus paman!. Aku senang mendengarnya!"


"Mudah mudahan kedua kota, pembangunannya akan selesai bersamaan."


"Tapi aku rasa bangunan yang rusak kebanyakan berada di kota ini, sedangkan di kota emas hanya puluhan bangunan saja yang roboh, itupun berada di pinggirannya saja." Ucap Dion percaya diri


"Benar apa yang tuan besar katakan. Di kota ini bangunan yang rusak ada sekitar 147 buah, sedangkan di kota emas hanya berjumlah 57 buah saja"


"Jadi penanganan ekstra terpusat di sini dulu. Sementara di kota emas, pembangunannya lebih ekstra lagi, karena kota tersebut adalah ikon dari Birawa Group, jadi tidak bisa dibangun secara sembarangan."


"Namun walau demikian, diharapkan kedua kota pembangunannya akan selesai bersamaan." Jawab Mandala panjang lebar


"Oh ya!. Mengenai rencana pembangunan paviliun obat di kota Golden City. Aku harap rancangannya sudah selesai dikerjakan dalam waktu satu minggu ini, atau paling lama 10 hari mendatang." Ucap Dion tegas, terkesan memberi perintah


"Siap tuan besar!" Jawab Mandala dan Upasama serempak


"Baiklah paman berdua!. Karena aku masih ada kegiatan lain, maka aku akan meninggalkan kalian di sini dulu."Ucap Dion pada keduanya


"Baik tuan besar. Silakan!" Jawab mereka bersamaan


***


Pada siang harinya sekitar pukul 1 sore. Dion sudah berada di villanya. Dia terlihat sedang duduk duduk santai setelah selesai santap siang dengan keluarganya


Pada waktu itu Pai Zu Xian datang dengan langkah terburu buru didampingi oleh muridnya Govin itu, dan dua orang murid govin lainnya


"Salam tuan dan nyonya besar!. Maaf kalau kami menggangu waktu istirahat siangnya!" Ucap Pai Zu Xian dengan sikap sopan


"Tidak masalah paman Zu. Silakan!" Respon Dion ramah


"Langsung saja pada intinya ya!" Ucapnya kemudian


"Baik tuan besar" Jawab Pai Zu Xian singkat, kemudian berkata lagi


"Berhubung penelitian dan percobaan pada mahluk lain sudah selesai dilakukan, maka tiba gilirannya herbal temuan saya itu kita cobakan pada nona muda Maya." Jawab Pai Zu Xian cukup lancar

__ADS_1


"Ah ya paman benar!. Aku hampir lupa mengenai masalah itu."


"JIka demikian, aku akan segera menghubungi maya untuk datang ke sini besok pagi." Respon Dion cukup tanggap


__ADS_2