
"Rencana yang sudah aku susun dengan susah payah, hancur gara gara Birawa keparat itu!"
"Kalau dia tidak ikut campur, dan mengatur serangan balasan. tentu saat ini cucunya itu, sudah jatuh dalam perangkap ku, dan akan dengan mudah kuatur."
"Tapi dengan liciknya dia memasang jebakan, hingga puluhan anak buah ku mati, dan banyak diantara mereka ditangkap, serta dijebloskan di penjara!"
"Aku tidak terima jika harus dikalahkan olehnya lagi. Walau bagaimanapun, dia harus merasakan pembalasan dendam ku ini."
"Sugguh aku tidak mengira, kalau pengawalnya secerdik dan sekuat itu."
"Andai aku tidak ceroboh dan menganggap mereka lemah, mungkin saat ini aku sudah berhasil menyusupkan orang orang ku ke kelompok mereka."
"Orang yang bernama Hans itu tidak bisa dibuat main main. Analisanya waktu itu sempat membuatku khawatir. Untung saja Dion bodoh tidak terpengaruh dengan kata katanya itu."
"Tapi yang namanya sial, tetap saja menghampiriku. Sekuat dan sehebat apapun aku menyusun rencana, bagi mereka hanya mainan anak kecil."
'Sial!. Benar benar sial!"
'Awas kau Birawa juga kacung mu itu. Saat ini aku kalah. tapi setahun kemudian, kau akan tahu bagaimana kekuatan ku."
"Tunggu saja kau Birawa!. Aku akan menghancurkanmu!" Ucap Braga sangat kesal sekali.
***
Kejadian sebelumnya
"Tuan rencana kita gagal. Samuel tertangkap!" Ucap Dintara ketakutan
"Bagaimana bisa terjadi?. Bukankah kalian sudah kuatur untuk menjelankan peran masing masing?" Hardik Braga marah
"Saya juga tidak tahu tuan. Samuel terjebak karena kebodohannya sendiri. Menganggap para pedagang itu hanya masyarakat biasa dan bodoh. Jadi dengan entengnya dia membuat masalah disebuah warung pinggir jalan ."
"Terus!"
"Ternyata mereka tidak sesederhana seperti penampilannya itu. Mereka adalah pengawal yang menyamar sebagai pedagang. begitu juga dengan yang lain."
'Bahkan yang lebih mencengangkan lagi, para pembeli.turis dan pembantu pembantu mereka, adalah pengawal juga.
"Jadi ketika samuel membuat masalah itu, dengan mudahnya dia tertangkap, walau sempat melakukan perlawanan."
"Mungkin tuan tidak menyangka,.Ternyata diantara para pedagang itu adalah ketua mereka!"
"Apa!"
"Benar tuan!. Salah seorang diantara mereka adalah Leon.Bahkan ketua dua mereka juga ada waktu itu."
"Tapi yang menangkap Samuel adalah Leon dan anak buahnya tersebut!" Lapor Dintara apa adanya
'Dasar bodoh!. Tidak punya otak!. Mentang mentang diserahi tugas sebagai ketua penyerangan, tapi ternyata salah bawa."
"Benar benar tidak bisa diharapkan!'" Maki Braga sangat kesal sekali
"Lalu bagaimana dengan anak buah kita yang lain?, yang ditugaskan untuk menyusup ke kediaman Birawa itu, sekaligus melakukan penyerangan?" Tanya Braga dengan ekspresi khawatir
"Sebagiannya mati terbunuh, dan sisanya tertangkap tuan." Jawab Dintara apa adanya
"Jadi praktis semua kekuatan kita telah lumpuh, dan tidak punya kekuatan lagi. Lalu apa yang harus kita lakukan tuan?" Tanya Dintara meminta pendapat.
"Ya kaburlah!, mau apa lagi?" Jawab Braga panik.
"Cepat beri tanda pada orang orang kita yang masih tersisa, agar mundur dan kembali ke kota S!"
"Masalah yang lain nanti kita pikirkan, setelah kita berhasil kabur dari sini." Respon Braga putus asa.
"Baik tuan!" Jawab Dintara patuh. Kemudian menirukan suara hewan, untuk memberitahukan pada teman temannya yang lain, bahwa mereka harus mundur
Mendapat kode seperti itu dan dilakukan secara sambung menyambung. Seluruh anak buah Braga mundur, dan meninggalkan lokasi tempat persembunyian mereka.
__ADS_1
Sesuai seperti yang di rencanakan, mereka berkumpul disuatu tempat yang jauh dari pusat keramaian kota.
Setelah kalah dalam penyerangan sistimatis itu, dan orang orangnya serta formasi yang telah disusunnya hancur. Braga memutuskan untuk kembali ke kota S, yang jaraknya lumayan jauh dari kota B
Tapi demi bertahan hidup dan melindungi anak buahnya yang masih tersisa. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, Braga terpaksa harus mundur juga.
Tengah malam itu, dibawah guyuran hujan, mereka menerobos gelapnya malam, dengan beberapa buah mobil bak terbuka, dan tujuh mobil lainnya, untuk kembali ke kota tempat markas mereka berada
***
Saat kejadian itu
"Apakah kau tak mendengar?. Banyak sekali suara kucing dan anjing di tengah hujan seperti ini?" Tanya salah seorang pengawal yang tengah berteduh dari derasnya hujan
'"Alah sudah biasa itu!. Mereka mungkin sedang memperebutkan makanan atau wilayah untuk berteduh seperti kita ini. Jadi acuhkan saja!" Jawab temannya dengan sikap cuek
"Siapa tahu itu kode untuk mundur atau untuk berkumpul?" Bantah temannya itu tetap ngotot.
"Mana mungkin itu kode untuk berkumpul atau mundur!. Lagian kalau iya, tentu mereka berpikir akan mudah ketahuan oleh musuh, kalau ribut seperti itu!" Sanggah yang lainNYA kesal.
"Coba kau dengar!. Itu benar benar suara kucing yang sedang bertengakar dengan sesama kucing lain."
"Ah sudahlah itu kucing yang sedang kawin. Gitu saja diributkan. Ayo kita menyebar dan cari kelompok Braga itu!" Ucap pemimpin mereka menengahi perdebatan anak buahnya itu.
"Hujan hujan begini, ditambah ada petir lagi. Apakah kita akan nekat untuk menerobos hujan komandan?" Tanya salah seorang pengawal keheranan
"Apa yang ditakutkan?. Toh ini cuma air bukan batu. Ayo bergerak!"
Slaaasshhh!. Dhuuaaarrr!
"Aaaahhhh" Reaksi komandan itu terkejut, ketika kilat dan petir tiba tiba saja menyambar, tak jauh dari lokasi mereka sedang berteduh itu.
"Apakah kita jadi menerobos hujan komandan?" Tanya anak buahnya yang tadi dibentak oleh komandannya itu dengan senyum sinis
"Kau gila apa?. Apa kau tak mendengar dan melihat tadi, Bagaimana kilat dan petir menyambar seperti itu. Dasar sok berani kau!' Bentak komandan itu marah
"Lihat aku!. tidak takut dengan petir!"
Dhuaaarr! dhuuaar!
"Aaaaaaaa!"
"Hahahaha!" Tawa seluruh teman temannya serempak
"Makanya jangan sok hebat. Kalau kau berani, ayo lawan petir itu. dengan membuat petir tandingan!"
"Jangan pandainya merendahkan dan menyalahkan orang lain, tanpa mampu berbuat. Sok hebat loe!" Ucap temannya menasehati
"Maafkan saya komandan, karena tadi sempat merendahkan keberanian dan kemampuan anda!" Ucapnya menyesal
"Ah sudahlah!. Jangan dibahas dan dipikirkan lagi. Ayo semuanya bergerak!. Kebetulan hujan sudah mulai reda. Kilat dan petirpun sepertinya sudah tidak ada lagi." Respon komandan itu cukup bijaksana
Kemudian kelompok pengawal yang terdiri dari sebelas orang itu, yang diketuai oleh seorang komandan level dua. meninggalkan tempat tersebut, dan berusaha mencari keberadaan Braga dan kelompoknya
***
Sementara itu, saat kelompok pengawal yang dipimpin oleh Rozak .seorang mantan petinju asal Negeria, sedang berteduh dan sibuk berdebat tentang suara kucing dan anjing yang sedang bertengkar.
Kelompok Braga melenggang dengan bebasnya, menuju tempat berkumpul, di lokasi dimana mobil mobil mereka disembunyikan
"Ayo cepat naik!. Jangan takutkan suata petir itu!. Justru ini kesempatan baik bagi kita, untuk melarikan diri tanpa ketahuan oleh mereka."
"Ayo cepat!" Teriak Braga dengan suaranya yang keras, melawan derasnya suara hujan. agar suaranya bisa didengar oleh anak buahnya itu
Tempat mereka berkumpul tersebut, adalah ruang bawah tanah, bekas markas kelompok Brandy, yang sekarang sudah pindah kebagian selatan kota B. sedikit jauh dari lokasi kejadian, dan sudah tidak dipakai lagi.
Tempat itu sudah sangat kumuh sekali, dan siapapun tidak akan menyangka, bahwa tempat itu akan digunakan oleh Braga untuk menyembunyikan anak buahnya, dan tempat untuk mengatur strategi, serta melawan Dion dan Birawa
__ADS_1
Tak lama kemudian, belasan mobil meninggalkan tempat itu dengan nekat menerobos derasnya hujan, dan sambaran kilat serta kuatnya bunyi petir
Tapi mereka tidak peduli. Mobil tetap saja melaju, dan penumpangnya tidak menghiraukan apapun
***
Satu setengah jam kemudian, kelompok pengawal yang dipimpin oleh Rozak pun sampai dilokasi tersebut
Tapi kedatangan mereka terlambat. Kelompok Braga sudah tidak ada lagi disitu.
Mereka sekarang tengah bersuka cita, sekaligus sedih, karena telah berada jauh dari kota B, dan sedang melaju ke arah timur menuju kota S
Sedih karena kawan kawannya banyak yang tidak bisa kembali, disebabkan banyak yang mati atau tertangkap oleh orang orangnya birawa dan Dion
"Kita terlambat!. Ternyata tempat ini telah dijadikan sebagai tempat mereka sembunyi dan berkumpul." Ucap Rozak kesal
"Mungkin apa yang kau katakan tadi itu benar. Bahwa suara ribut kucing dan anjing yang terdengar itu, adalah kode bagi kelompok mereka untuk mundur atau berkumpul."
"Andai tadi aku merespon pendapatmu itu, mungkin kelompok mereka bisa kita temukan." Ucap Rozak kecewa
"Lalu apa kita harus mengejar kelompok itu komandan?" Tanya anak buahnya lugas
"Mau mengejar pakai apa?. Kalau dilihat dari bekas tumpahan minyak dilantai ini. Aku yakin mereka menggunakan banyak kendaraan roda empat. dan mungkin sekarang sudah berada jauh dari kota B ini."
"Sebaiknya kita kembali ke markas saja, dan melaporkan masalah ini pada ketua."
"Aku yakin ketua akan memaklumi kondisi ini." Ucap Rozak penuh keraguan
***
Kini enam bulan sudah terlewati, kelompok Braga tidak juga ditemukan, Keberadaannya semakin misterius dan seperti hilang ditelan bumi
Dimasa masa itu, Dion sudah banyak berkembang. Latihannya juga sudah selesai. bahkan sudah mencapai tahap hampir sempurna untuk tingkatan yang dikuasainya
Banyak teroboson yang telah dia buat. Diantaranya adalah menjual batu batu mulia, yang ada di bank Swiss. Uangnya digunakan untuk kemaslahatan umum
Emas batangan milik Benyamin juga sudah di uangkan. dan hasilnya diberikan pada banyak yayasan amal, yang ada didaratan Eropa, Asia dan Afrika atas nama Benyamin
Komputer diruang operatornya, juga sudah tergantikan dengan komputer komputer baru, yang jauh lebih canggih dan modern dari sebelumnya
Pagi ini, Dion dan Ivory, Dragon serta kakeknya itu, sedang duduk duduk santai di gazebo samping villa, didampingi oleh Iron, Hans, Leon, Burgon dan tiga gadis Shanghai.
Dari kejauhan terlihat James dan Erisha datang mendekati mereka. Begitu sudah dekat, serempak keduanya menunduk hormat kearah tuannya, lalu berkata.
"Salam tuan!" Ucap mereka berbarengan
"Ya. Silakan!" Respon tuan Birawa datar
"Apakah ada yang ingin kalian laporkan?" Tanya Dion mendahului kakeknya itu
"Benar tuan besar!, dan ini mungkin akan mengejutkan kita semua." Jawab James penuh misteri
"Berita apa itu?" Reaksi Dion penasaran
"Ketika kami sedang berada di kota P, pulau S itu, kami bertemu dengan sepasang suami istri dan dua orang anaknya tersebut."
"Mereka mengatakan kalau keluarganya dulu, adalah orang kaya. Tapi sejak perusahaannya di ambil alih oleh rekan kerjanya. maka mereka terusir dari rumahnya sendiri juga perusahaan milikya itu."
"Kini mereka hidup dari hasil memulung barang barang bekas, dan tinggal di gubuk tua tepian sungai." Ucap James sedih, kemudian berhenti sejenak untuk mengambil nafas, dan itu berlangsung selama beberapa saat
"Teruskan!" Tegur Dion tidak sabaran
"Sabar dulu cucuku!. Siapa tahu James sedang mengatur nafanya itu."
"Teruskan James!" Ucap dion dengan suara rendah
"Setelah kami tanyakan asal usulnya. ternyata orang itu adalah pemilik perusahaan yang pernah dikuasai oleh Melviano itu."
__ADS_1
"Apa?" Teriak Burgon juga Leon secara bersamaan karena kaget