Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
24. Ternyata dia sekuat itu


__ADS_3

Semua orang memandang ke arah Dion, terutama Brian, Jasmine dan Vincent


Mereka serentak menunjukkan jarinya ke arah Dion dengan harapan, agar dia cepat diatasi


Tiga orang satpam hotel maju melangkah dan berkata, dengan suara yang dibuat se wibawa mungkin


"Terima kasih atas kedatangan kalian, tapi karena ini ruangan resepsi, mohon anda mundur, dan biarkan kami yang mengatasi badjingan itu."


Brandy, Jangankan menyahut, memandang pun tidak kearah pengawal yang sedang berbicara kepadanya, dia hanya memberi kode pada satpam itu untuk menyingkir, petugas keamanan tersebut akhirnya sadar diri, lalu mundur ke belakang


Pandangannya tak lepas dari sosok Dion, yang menjadi punca kericuhan di pesta itu, auranya penuh dengan dendam dan kebencian. Kalau saat ini tidak ada mereka, ingin rasanya mencincang tubuh Dion, hingga menjadi serpihan serpihan kecil


Dion yang ditunjuk oleh orang orang di ruangan itu, masih tetap cuek dan tenang tenang saja, tidak ada tergambar rasa takut sedikitpun di wajahnya


Orang orang pun menjadi heran dengan sikap Dion, walau mereka ada yang tahu tentang nya, tapi melawan sekian banyak orang, tentu saja dia akan kalah, apalagi dengan hadirnya ketua mereka, Brandy


"Sekarang rasakan kau Dion!. Kali ini, kau tidak akan lepas dari tangan mereka." Batin nenek Wolf senang, karena dia sudah dikasi tahu oleh cucunya, tentang sepak terjang tuan Brandy itu


"Atas dasar apa kau berani mengacau di ruangan ini?" Tanya Brandy ketus dengan aura yang menakutkan, tapi bagi Dion itu hanya mainan anak kecil saja


Dion dengan acuhnya menjawab." Kau tidak perlu tahu apa urusanku. Kau urus saja apa yang menjadi urusanmu!"


Brandy berusaha menahan kemarahannya. Biasanya dia tidak kenal ampun pada musuh musuhnya


Brandy hanya takut pada beberapa orang, yang sebisa mungkin di hindari untuk berurusan dengannya. Bahkan dia sanggup berlutut di kaki mereka, untuk memohon ampunan padanya


"Oh begitu. Menarik, Baru kali ini ada orang yang berani meremehkan perkataan ku."


"Aku mau tahu, apa kekuatan mu sekotor mulutmu yang bau itu."


Dion tidak menanggapi lelucon yang dilontarkan oleh brandy, tapi perkataannya kali ini sangat memprovokasi nya


"Heemmm..! Aku tidak ada urusan dengan cecunguk sepertimu. Sebelum terlambat, ku sarankan, sebaiknya kau enyah dari hadapanku. Kalau tidak..!


"Hahaha!. Baru kali ini ada orang yang berani mengancam ku. Aku Brandy, raja dunia hitam, pemilik Genk Elang Hitam, ingin merasakan kekuatan tanganmu."


"Aku ingin tahu, apakah tanganmu sekuat mulut busuk mu itu." Ujar Brandy sambil memberi isyarat kepada anak buahnya untuk maju


Dion yang melihat anak buah Brandy maju mengepungnya, berkata dengan lantang, agar semua mendengar perkataannya


"Dasar manusia badak,tidak tahu bahasa manusia mulia sepertiku."


"Aku tidak mau membuat ruangan ini hancur, tapi karena kau yang memulai, maka aku tidak akan segan segan lagi."

__ADS_1


"Aku datang ke sini dengan baik baik, ingin melihat suasana pesta, tapi tak kusangka, ternyata pestanya Brian dengan wanita jalang itu."


"Kurang ajar, dasar badjingan!. Ku bunuh kau setan!" Teriak nenek Wolf emosi


Anggota keluarga yang lain, begitu mendengar ucapan Dion, juga emosi dan marah, apalagi Jasmine


"Sabar nek, ingat kesehatan mu. Serahkan saja pada si Brandy itu. Aku yakin, sebentar lagi Dion akan tamat." Bisik Vincent menenangkan neneknya


Sementara itu, 10 orang anak buah Brandy sudah mengepung Dion, dan langsung melancarkan serangan dari berbagai sisi


Satu serangan dari samping tiba tiba masuk menerobos garis pertahanan Dion, dan hampir mengenai pelipisnya, kalau saja Dion tidak segera menghindar


Geram dengan serangan curang itu, Dion mengambil posisi menghadap pembokong nya. pukulannya mulus masuk ke arah ulu hati penyerang tadi, sehingga membuat orang tersebut terlempar jauh, dan menabrak tamu hingga jatuh


Sembilan orang yang melihat temannya dirobohkan, hanya dengan satu pukulan menjadi geram, mereka serentak maju menyerang Dion, tapi..


Buk..des..plak..buk..buk!


Suara beradunya pukulan Dion ketubuh lawannya, nyaring terdengar di ruangan itu


Lima orang musuh berhasil dipukul mundur, hingga terjatuh dan tidak bangun lagi, KO


Empat orang yang masih tersisa menjadi gentar, dan menghentikan gerakan mereka, tapi sudah terlambat


Tinggal 1 orang lagi, nasibnya hanya menunggu waktu saja. Dion meringsek ke arahnya dengan kecepatan tinggi, dan melakukan tendangan menyilang ke arah kepala musuhnya, tapi..


Des..!


Tendangan Dion di halau dengan tendangan juga, ternyata yang menyelamatkan sisa satu anggota geng itu adalah Brandy


"Aku terkejut. ternyata kau kuat juga. Tak ku sangka, 9 orang terbaikku, kau jadikan samsak hidup. Aku jadi penasaran, siapa kau sebenarnya."


Brandy diam sesaat, sambil mengamati tubuh Dion dalam dalam, Sejujurnya dia sangat terkejut melihat kekuatan Dion


Orang orang yang melihat kejadian itu pun ikut terkejut, tak menyangka, Dion bisa mengalahkan orang orang kuat itu, tanpa terluka sedikitpun


Brian yang melihatnya juga terkejut dan berpikir, mengapa anak buah Brandy tidak berkutik ketika menghadapi Dion. Sekuat itu kah dia?


"Tak ku sangka, ternyata orang yang selama ini aku provokasi, ternyata sekuat itu. Kalau aku terus memprovokasi nya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku."


"Walaupun Brandy itu kuat, tapi lawannya kelihatan lebih kuat. Aku berharap, agar Brandy bisa mengatasi Dion, dan secepatnya menghabisi nya."


"Acara ku telah terganggu, walau baru akan dimulai setengah jam lagi, tapi ada aura bakal gagal, kalau si Brandy itu tidak mampu mengatasi Dion, si gelandangan itu."

__ADS_1


***


Setelah puas mengamati tubuh Dion,dan mengukur kekuatannya, Brandy berkata. "Aku tidak akan membunuh mu, tapi aku ingin kau bergabung dengan ku, dan menjadi anjing pengawal ku."


"Kau tidak perlu sopan seperti itu padaku, yang perlu kau lakukan adalah, segera tinggalkan ruangan ini, dan bawa anggotamu yang lemah itu, sebelum terlambat."


"Kurang ajar!. Kau pikir kau itu siapa ha!" Teriak Brandy lantang, sambil melayangkan pukulannya ke arah dada Dion, tapi Dion sudah mengantisipasinya dengan baik


Ketika pukulan itu tinggal berapa inci dari dadanya, Dion menekuk dadanya ke belakang, yang sebenarnya posisi itu sangat merugikan nya, tapi dia punya rencana lain


Brandy yang menyadari pukulannya meleset, dan melihat Dion mundur, menjadi girang, karena posisi seperti itulah yang diinginkannya


Dengan beringas dia melayangkan pukulan tangan kirinya, yang masih bebas ke arah kepala Dion yang condong ke depan, tapi perkiraannya salah, bukan menghindar dari pukulan itu, Dion malah membenturkan kepalanya dengan tangan kiri brandy, hingga terdengar bunyi kraak dan plak!


"Aaarrrkkh..!"


Tangan kiri brandy terkulai, akibat berbenturan dengan kepala Dion, dan mulutnya berdarah akibat di tampar oleh Dion, ternyata keras juga kepala Dion


Dari mana dia belajar semua itu. kepala lawan kepalan tangan, logikanya, kepala tersebut yang akan benjol, ini malah pergelangan tangan yang patah. Sungguh tak masuk akal


Tiga orang satpam yang melihat kejadian itu bergidik ngeri, berpikir kalau itu dia, tentu mereka sudah mati dari tadi


Mereka membatin tentang Dion dan berkata "Ternyata dia sekuat itu."


Mereka telah memprovokasi Dion sejak dari awal. Sekarang setelah melihat betapa kuatnya Dion, satpam arogan tersebut menjadi ketakutan, dan diam diam menyelinap keluar, untuk menyelamatkan diri


Pengecut dan tidak bertanggung jawab!. Itulah gelar yang pantas disematkan pada ketiganya. Mereka meninggalkan satu temannya yang sedang terluka, yang masih tergeletak di lantai, mereka hanya memikirkan diri sendiri


Vincent, Brian, nenek Wolf, Jasmine, Everly dan Chalista, serta yang lainnya, hanya melongo melihat kejadian itu. Mereka tak habis pikir, dari mana Dion mendapatkan kekuatan seperti itu


Padahal dulu Dion terkenal lemah dan menyedihkan, tapi sekarang, untuk kedua kalinya, dia berhasil membungkam mulut orang yang selalu menghinanya


Brandy yang mengalami patah tangan dan mulut berdarah, bukannya mundur, tapi malah berniat untuk membunuhnya Dion


Dia mengeluarkan senjata api dari balik bajunya, dan mengarahkan moncong nya ke arah kepala Dion


Pelatuk pistol yang ada di jari telunjuknya, sebentar lagi akan ditarik, tapi sebelum semua itu terjadi, tiba tiba terdengar suara tembakan teredam, dan mengarah ke senjata yang dipegang oleh Brandy, hingga membuat senjata itu jatuh ke lantai


Setelah itu, lebih dari seratus orang masuk ke dalam ruangan, dan menambah sesak di dalamnya. Untung saja ruangan itu cukup luas, sehingga mampu menampung banyak orang


Rata rata tubuh orang yang datang itu kuat dan tegap, mereka segera membentuk barisan di kanan dan kiri, seperti menunggu seseorang untuk lewat


Dion yang melihat itu hanya tersenyum,dia membatin "Inilah saatnya"

__ADS_1


__ADS_2