Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Di bongkar semua


__ADS_3

Crash!. Crash! Crash!


Pluk! Pluk! Pluk!


"Aaaaaa!" Teriak tiga orang itu kesakitan dengan suara kuat


Tiga tapak tangan, dari mulai pergelangan nya, terlihat jatuh ke tanah, bersamaan dengan pistol yang sempat mereka cabut tadi


Secara tiba tiba dan cepat, seorang ninja, menyabetkan kata nya ke arah tangan tangan mereka tersebut


Akibatnya, pergelangan tangan kanan mereka, terpotong rapi, karena kecerobohan sendiri


Crash!


Crash!


Crash!


Kembali terjadi suatu pemandangan yang sangat mengerikan di tempat itu, dimana tiga kepala menggelinding di tanah, karena di tebas dengan paksa, menggunakan katana tajam milik para ninja itu


Tanpa kenal ampun, ketiganya di habisi dengan sadis. padahal mereka ingin melakukan perlawanan. Tapi apalah daya, tangan kanan mereka telah terpotong, dan kini kepala mereka pula yang menyusul. Kemudian..


Bruk! Bruk! Bruk!


Tubuh tiga orang itu ambruk ke tanah, menggelepar kesakitan, dan tak lama kemudian diam tak bergerak lagi, Mati!


"Biadab!. Manusia iblis!"


"Beraninya kalian membunuh teman teman kami!"


"Tak tahukan kau siapa mereka" Tanya seorang lelaki paruh baya dengan geramnya


"Kami tidak perlu tahu siapa kalian!. Yang perlu kalian berdua tahu adalah, bahwa kalian sekarang sudah terkepung!" Jawab seorang laki laki bertubuh tegap, yang ternyata adalah Iron, dan anak buahnya


"Kau lihatlah sekelilingmu!. Mereka siap diperintahkan untuk mencabik tubuh kalian berdua!"


"Jadi menyerah lah!. Untuk kami hadapkan pada tuan besar kami, agar menerima hukuman setimpal atas perbuatan kalian itu!' Ucap Iron dengan suara tegas


"Hahahaha!" Ternyata kau masih saja tetap menjadi kambing. dan selamanya tetap di ikat lehernya dengan tali!" Jawab Aminata terkesan meledek Iron dengan kata kata pedasnya itu


"Kurang ajar!"


Bugh!


"Ugh!"Teriak Aminata kesakitan, ketika perutnya di tendang dengan kuat oleh Iron, karena sangking emosinya


Bukan hanya itu saja, tubuh yang sedang membungkuk itu, di tendang lagi dagunya, hingga membuat Aminata terpaksa mendongak ke atas, dan..


Plak!


Tangan kekar Iron melayang ke wajah Aminata, sampai membuat wajahnya lebam, dan dari sudut bibirnya mengeluarkan darah segar


"Tangkap mereka berdua, dan bawa kepada tuan besar!" Perintah Iron tegas


"Baik!" Jawab anak buahnya patuh


"Jangan main keroyokan!. Kalau kau berani, ayo lawan aku satu lawan satu!' Jawab salah seorang penyerang itu tidak kenal takut


Jleb!


"Aarrrkh!"


Tanpa kompromi atau basa basi lagi, salah seorang ninja menusukkan katana ke perut orang itu, dan langsung tembus ke pinggangnya


Bukan hanya itu saja, ninja tersebut juga menggerakkan katana tajam nya secara brutal, dan akibatnya, perut orang tersebut koyak sangat lebar sekali


"Badjingan! dasar iblis!"


"Kau telah berurusan dengan orang yang salah!" Maki Aminata pedas, di sela sela menahan rasa sakitnya, akibat di hajar oleh Iron dengan kuatnya tadi

__ADS_1


"Saudara orang ini, tentu tidak akan terima, kalau mendengar adiknya mati secara mengenaskan seperti ini!"


"Jadi kalian bersiaplah, dan tunggu pembalasan dendamnya yang lebih brutal dari ini!"


"Diam!"


Plak!


"Argh!"


Wajah Aminata berpaling ke arah lain, karena ditampar dengan kuatnya oleh anak buah Iron, yang kesal karena mendengar ocehannya itu


"Cepat bawa dia!, dan jangan pedulikan apa yang diucapkannya itu!" Perintah Iron dengan suara tegas


"Baik!" Jawab beberapa diantara anak buahnya patuh, kemudian menangkap, serta membawa tubuh Aminata yang sudah tidak berdaya itu, untuk di hadapkan pada Dion


***


Sementara itu di bagian lain, pertempuran masih saja berlangsung. padahal para pemimpin mereka telah tertangkap, bahkan empat diantaranya telah mati


Tapi dibawah komando komandan pasukannya, mereka masih nekat melawan, karena mereka tidak tahu kondisi para pemimpinnya


Dion yang melihat itu menjadi geram, dengan gerakan tangkas dan seperti sudah sangat terlatih, mengarahkan pelontar mortir ke arah pasukan, yang masih tetap saja menembaki para pengawal nya itu


Shut!


Satu peluru besar, berbahan peledak yang cukup kuat, meluncur ke arah musuh dan..


Dhuar!


Ledakan kuat segera terjadi. Memporak porandakan apa saja yang terkena olehnya. termasuk juga belasan musuh yang bersembunyi di balik dinding. semuanya mati terbunuh


Untuk sementara, pertempuran sengit menggunakan senjata otomatis tersebut, terhenti dengan sendirinya di tempat itu


Setelah memastikan kondisinya telah aman, Dion memerintahkan pada pasukannya, untuk memeriksa setiap parameter di lokasi itu, juga lokasi lain


"Siapa sebenarnya mereka?. Sepertinya mereka cukup terlatih menggunakan senjata otomatis itu!"


"Apakah mungkin mereka tentara bayaran, yang di datangkan dari negara lain?" Tanya seorang komandan tentara, yang merasa kewalahan, ketika menghadapi musuh musuh terlatih nya tersebut


"Lapor komandan!. Mata mata kita mengatakan, kalau musuh yang sedang kita hadapi ini, adalah para tentara bayaran, yang sengaja di sewa oleh ketua gangster yang berasal dari kota D!" Ucap seorang tentara dengan laporan tegasnya itu


"Ternyata begitu!. Pantas saja mereka bisa mengimbangi kekuatan dan taktik yang kita gunakan."


"Ternyata mereka adalah mantan tentara, atau orang yang memang dilatih seperti tentara." Respon komandan itu tidak senang


"Kalau begitu!. Jangan ragu ragu lagi untuk menggunakan senjata berat, atau pelontar mortir, agar tempat persembunyian mereka hancur, dan kita bisa menembaki mereka agar pertempuran ini cepat selesai!" Perintahnya kemudian


"Siap laksanakan!" Jawab seorang teknisi mortir, yang sengaja membawa persenjataan semi berat berupa pelontar mortir berpeluru besar


Shut! Shut!


Dhuar!


Dhuar!


Dua kali tembakan senjata berat terdengar, dan meledak beberapa saat kemudian


Tempat persembunyian musuh ,menjadi rata dengan tanah, dan para perusuh atau penyerang itu banyak yang mati


Bagi mereka yang masih hidup, berusaha kabur dari tempat tersebut, tapi dengan cepat ditembaki oleh para tentara itu, hingga tidak ada seorangpun yang yang tersisa


"Cepat sisir tempat ini, dan pastikan musuh musuh kita telah tewas dalam serangan barusan!" Perintah komandan pasukan tentara itu dengan tegas


"Siap!" Jawab pasukannya patuh, kemudian bergerak secara hati hati, menyusuri dan memeriksa lokasi bekas pertempuran tadi


Setelah menyisir tempat itu sekitar 7 menit, tidak ada siapapun dari pihak musuh yang di temui, bahkan tempat itu dan sekitarnya, telah bersih dari para pengacau keamanan tersebut


Kini bunyi tembakan telah terhenti, kota B dan sekitarnya, telah bebas dari serangan, tapi banyak bangunan yang roboh, bahkan kota emas juga demikian

__ADS_1


Padahal pertempuran tidak terjadi di kota emas, tapi tempat itu juga terkena dampak dari pertempuran sengit tersebut


Pihak musuh sengaja menembakkan senjata senjata berat ke arah kota emas, dan tidak bisa di cegah lagi, akibatnya, daerah pinggiran kota telah menjadi korban


Ada sekitar 81 bangunan yang roboh, dan dua fasilitas umum juga demikian


Tapi tengah kota dan bangunan bangunan lain, terutama villa atas bukit itu, aman dari sasaran tembakan, karena jaraknya cukup jauh dari arena pertempuran


Namun walau demikian, gara gara pertempuran yang tidak di duga duga itu, telah menimbulkan dampak buruk bagi kota B, juga kota emas atau Golden City tersebut


Beruntung para warga telah di ungsikan, atau di suruh untuk tetap berada dalam rumahnya, tapi tetap saja mereka terkena dampak dari pertempuran itu


Banyak yang mengalami luka, bahkan ada yang patah tangan, atau badannya terjepit reruntuhan bangunan, walau masih tetap hidup


Begitu juga keadaannya dengan yang ada di kota golden city, Banyak warga yang berada dalam bangunan yang roboh itu, mengalami luka ringan sampai berat


Menyadari semua itu, pihak rumah sakit, bergegas menyebar, untuk mendata dan mengobati para warga yang mengalami luka, dibantu oleh paramedis bawahan Govin, yang memang telah diperintahkan untuk siap sedia merawat yang luka


***


Aminata yang di bawa oleh Iron dan anak buahnya itu, sekarang tengah berada dihadapan Dion dan tuan Birawa


Ternyata tuan Birawa kenal dengan si Aminata tersebut, dia dulu adalah bekas karyawan Birawa Group, yang dari awal memang sengaja di pekerjakan nya pada perusahaan itu


Tapi setelah sekian tahun, si Aminata berkhianat terhadap tuan Birawa juga perusahaannya


Sekarang dia sedang terduduk lemah, dengan perut sakit akibat di tendang kuat oleh Iron tadi


"Sekarang aku puas!. Walau mati sekalipun, aku tidak peduli!. Yang penting tujuanku kemari sudah tercapai!" Ucap Aminata dengan suara lantang, tanpa menunggu tuan Birawa atau Dion bersuara duluan untuk bertanya


"Apa yang menjadi tujuan mu Nata?" Tanya tuan Birawa penasaran di balik rasa geramnya tersebut


"Tujuan ku adalah untuk membalas dendam pada kalian! karena kalian telah membunuh anak, cucu, serta saudara saudara ku!"


"Kau kenal Bhadrika?. Dia itu adalah anak ku, yang telah kalian jebloskan ke penjara, dan sebentar lagi akan di hukum mati!"


"Bhadrika itu adalah ayah dari Sagara cucu kesayangan ku, yang juga telah kalian bunuh itu!"


"Begitu juga dengan Ramos!. Dia itu adalah sepupu Sagara, yang otomatis juga adalah cucu ku!"


"Selain itu!. Kalian tentu masih ingat dengan Bagaspati, adik dari Anggoro pengecut tersebut"


"Dia itu anak ku, yang juga telah kalian bunuh tanpa sebab!"


"Bukan hanya itu saja!. Kalian tentu masih ingat, dengan orang yang bernama Braga. dia itu adalah saudaraku, kakek jauh dari cucu kesayangan ku juga!"


"Tapi dengan kejamnya, kalian telah menghabisinya tanpa kenal ampun!"


"Sekedar mengingatkan!. Kalian juga telah membunuh keponakan ku si Govan itu!. Dia adalah sepupu jauh dari cucu kesayangan ku. Jadi masih termasuk keluargaku!"


"Selain itu!. Masih ada dosa dosa kalian yang belum aku sebutkan!. Kalian kenal Torangga?"


"Menurut kabarnya, dia juga telah dihabisi oleh kelompok kalian!"


"Tapi yang aku heran kan, kenapa kalian hanya fokus pada keluargaku saja, kenapa tidak pada keluarga lain?"


"Bukan hanya itu saja!. Bagaimana kalian bisa berurusan dengan Brandy, Govan, Bagaspati, Braga, Torangga dan yang lainnya itu?"


"Tak tahukah kalian, bahwa mereka masih termasuk keluargaku?"


"Tapi kenapa kalian dengan entengnya mencabut nyawa mereka!" Teriak Aminata geram


"Itu karena mereka orang jahat, yang memang harus di musnahkan dari muka bumi!" Jawab tuan Birawa asal bicara, bercampur geram serta muak atas sikap dari Aminata tersebut


"Bohong!. Kalianlah yang sebenarnya penjahat besar itu!'


"Manusia licik yang berkedok pengusaha, tapi sebenarnya kalian adalah iblis, yang di utus untuk menghancurkan peradaban manusia!" Balas Aminata juga asal bicara


"Tuan besar!, Izinkan saya untuk memberi pelajaran pada manusia tidak tahu diri ini!" Ucap bumi dengan ekspresi geram

__ADS_1


__ADS_2