
Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, pencarian sisa sisa musuh masih tetap dilakukan. Tapi karena sudah waktunya istirahat, maka kelompok tersebut memutuskan untuk kembali dulu ke pangkalan, atau markas mereka itu
Kelompok pengawal Dion juga demikian. Mereka juga kembali ke tempat tugasnya masing masing
Saat mereka memutuskan untuk kembali itulah, sekelompok orang keluar dari tempat persembunyian gudang bawah tanah, yang mereka temukan secara tidak sengaja tersebut
Dalam kelompok kecil itu, ada seorang komandan pasukan, serta lima orang lainnya, yang masih memegang senjata laras panjang. Sementara yang lain, semua senjata mereka, pelurunya telah habis, maka mereka membuang senjata senjata itu begitu saja
"Setelah hari menjelang malam, kita akan keluar dari tempat ini, dan menyamar sebagai warga biasa!" Ucap komandan itu tegas
"Bos!. Bagaimana dengan anggota kita yang terluka?. Tentu mereka tidak bisa berjalan cepat karena lukanya itu!" Jawab salah seorang anak buahnya cepat
"Untuk yang terluka dan dipastikan tidak selamat, habisi saja di tempat, karena kalau nekat membawa mereka, maka gerak kita akan terhambat!" Respon Komandan tersebut dengan santainya
"Jadi bos?"
"Sudah sangat jelas kan apa yang aku sampaikan tadi?"
"Apa kau meragukan keputusan ku?" Tanya komandan tersebut marah. sambil menodongkan senjatanya ke arah anak buahnya itu
"Maaf komandan!. Saya tidak berani!" Jawabnya ketakutan
"Kalau begitu lakukan apa yang aku katakan tadi!. Mengerti?"
"Siap bos!" Jawabnya singkat
***
Waktu terus berjalan. Orang orang yang ditugaskan untuk menemukan keberadaan sisa sisa pihak musuh, masih saja mencari ke segenap pelosok dan sudut sudut kota B
Kali ini pencarian mereka, sepertinya hampir menemukan sasaran. dimana setelah anak buah Burgon si mata dewa itu, ikut bergabung dalam tim tersebut
Bukan kebetulan atau karena bantuan orang lain. tapi karena keahlian mereka memetakan dan menganalisa setiap inci kota, Maka dengan mudah, tim yang beranggotakan 40 orang itu, menemukan keberadaan mereka
"Ternyata mereka bersembunyi di tempat ini!" Ucap Eric geram.
"Cepat gunakan bom asap, untuk memaksa tikus tikus kecil itu keluar!"
"Kalau kita nekat masuk, kemungkinan kita yang akan menjadi korban!" Ucap dan perintah Eric ketua tim pencarian itu dengan tegas
"Baik Komandan!" Jawab salah seorang anak buahnya cepat. Kemudian mengambil sesuatu dari dalam tas yang selalu ia bawa, dan melemparkannya beberapa kali benda tersebut ke dalam gudang bawah tanah itu
Dalam sekejap saja, asap mengepul dari dalam gudang tersebut, dan orang orang yang ada didalamnya terpaksa keluar, karena asap yang berkumpul di dalamnya, membuat mata mereka perih
"Itu mereka!" Teriak anak buah Eric dengan suara kuat, tapi tiba tiba, beberapa orang yang baru saja keluar itu, menembakkan senjata otomatisnya ke arah mereka
Beruntung Eric dan anak buahnya cepat menyadari, dan berlindung di balik dinding, kemudian balas menembaki mereka dengan senapan otomatis juga
Sontak saja perlawanan sengit dari pihak Eric, membuat anak buah komandan itu banyak yang mati atau terluka, termasuk dirinya. Tapi nyawa nya masih selamat
Tidak mau berlama lama dan banyak menghabiskan tenaga, Eric memerintahkan pada anak buahnya untuk terus memberondong lawan, dan berhenti setelah tidak terdengar lagi tembakan dari pihak musuh
Ternyata komandan yang memegang senjata tadi, telah meregang nyawa, berikut anak buahnya yang lain
Tapi empat orang musuh, yang terbaring di lantai gudang, masih bernafas satu satu, dengan beberapa anggota tubuh diperban
Tak lama kemudian, anak buah Eric memasuki gudang tersebut dan mendapati mereka masih hidup
Dor! dor! dor!
__ADS_1
Tiga orang diantara mereka mati saat itu juga, oleh tembakan dua anak buah Eric. Tapi mereka menyisakan satu orang lagi untuk di mintai keterangan
"Katakan dengan jujur!, kalau kau masih ingin hidup!"
"Apakah selain kalian, masih ada lagi kelompok lain yang juga sembunyi seperti kalian?" Tanya Eric dengan suara keras
"Cuih!" Jawab orang itu malah dengan meludahi Wajah Eric
Crash!
"Aaarrkkh!" Teriak orang tersebut kesakitan, ketika mulut yang meludahi Eric tadi, bibirnya di tebas dengan pedang
"Beraninya kau!" Ucap orang tersebut geram
"Cepat katakan! dimana kawan kawan mu yang lain?" Tanya orang tersebut dengan suara kasar
"Akhu tiudak tahu dimana meweka!' Jawab orang tersebut tidak begitu jelas, karena bibirnya telah rata dengan kulit wajahnya
"Dasar tidak berguna!" Makinya kesal, kemudian meminta izin pada Eric untuk menghabisi orang tersebut
"Cepat lakukan!. Masih banyak lagi tempat yang harus kita datangi!' Jawab Eric tegas. Kemudian bergegas meninggalkan tempat itu dengan langkah cepat
Jleb! Jleb!
Tanpa diperintah dua kali, anak buah Eric, segera melaksanakan perintah tersebut, dengan menusuk mulut lancang orang itu sampai dua kali, dan nyawanya melayang saat itu juga
Setelah memastikan orang tersebut mati, dia segera menyusul kawan kawannya, untuk mencari sisa sisa musuh yang kemungkinan masih tersisa
"Hari sudah menjelang petang, dan hampir seluruh sudut kota B telah kita jelajahi. tapi pihak musuh tetap tidak bisa kita temukan!"
"Kesimpulan sementara!. Musuh sudah terbunuh semua. dan kemungkinannya, besok akan kita lanjutkan lagi pencariannya." Ucap Eric pada anak buahnya
"Siap laksanakan komandan!" Jawab mereka serempak
***
Pada malam harinya. Dion mengumpulkan seluruh petinggi pengawalnya, termasuk beberapa komandan elit, tapi tidak termasuk Robin dan Leon, karena mereka sedang menjalankan tugas dari tuannya
Burgon dan sebagian anak buahnya, yang ditugaskan untuk mengawal pengiriman semen ke kota emas, saat ini telah sampai ke sana, Jadi malam ini, dia bisa ikut menghadiri pertemuan dadakan tersebut
"Mencermati laporan dari semua komandan, termasuk juga dari pihak militer dan kepolisian. pihak penyerang kota B juga kota emas kita, telah di tumpas semua."
"Tapi ada satu hal yang membuat ku masih merasa was was, yaitu perkataan dari Aminata sebelum dia mati. bahwa dia mempunyai sepupu orang kaya dan berkuasa di kota S!"
"Menurut kabarnya orang tersebut sangat kuat dan berkuasa di kota itu."
"Jika dia mendengar bahwa adiknya juga sepupunya mati di tangan kita, aku khawatir dia akan mengerahkan pasukan yang jauh lebih banyak, dengan menyewa tentara bayaran atau kelompok terlatih untuk menyerang kota ini lagi."
"Jadi malam ini, sengaja aku kumpulkan kalian semua di sini, tak lain dan tak bukan adalah, untuk mendengar pendapat dari kalian semua."
"Siapa tahu diantara kalian, ada yang mempunyai ide cemerlang, untuk mencegah kejadian penyerangan seperti itu tidak terulang kembali!" Ucap Dion panjang lebar memulai pembicaraannya
"Mohon maaf tuan besar jika saya menyela!" Ucap Burgon yang baru saja ikut bergabung dalam pertemuan itu
"Silakan Burgon!" Jawab Dion singkat
"Menurut pengalaman kita selama ini, sebelum musuh berhasil menyerang atau berhasil mengumpulkan kekuatannya, lebih baik kita serang duluan, dengan mendatangi kediamannya, untuk membuat perhitungan!" Jawab Burgon penuh semangat
"izin berkata tuan besar!'" Ucap Eric dengan suara rendah
__ADS_1
"Saya setuju dengan usul komandan Burgon, lebih baik kita datangi langsung markas orang itu, atau kita datangi kediamannya secara diam diam!" Ujarnya
"Usul kalian berdua memang bagus!, cuma masalahnya adalah kemungkinan kediaman orang tersebut di jaga ketat oleh anak buahnya."
"Apalagi setelah dia mendengar, adik juga sepupunya mati terbunuh dalam serangan itu!"
"Namun usul kalian boleh di coba, tapi siapa yang akan pergi ke sana?" Tanya Dion menguji kesungguhan dari anak buahnya itu
"Saya bersedia tuan besar!" Jawab Burgon tanpa ragu ragu lagi
"Saya juga bersedia!" Ucap Eric menyusul perkataan Burgon
"Apakah cuma kalian berdua saja?" Respon Dion kembali menguji kesetiaan dan keseriusan para petinggi pengawal keluarganya itu
"Kami semua bersedia tuan besar!" Jawab semua yang hadir serempak dan kompak
"Hahahaha!. Aku memang tidak salah memilih dan menetapkan kalian menjadi pengawal utama keluarga ku!' Sambut tuan Birawa senang
"Itu sudah menjadi kewajiban kami tuan senior!"
"Keselamatan tuan dan keluarga tuan, adalah prioritas utama kami sebagai pengawal keluarga ini"
"Jika tuan dan keluarga merasa tidak nyaman dan merasa terancam, maka kami akan sangat berdosa sekali pada tuan semua!"
"Oleh karena itu, izinkan kami menyerang markas mereka malam ini juga atau besok!' Ucap Iron tegas
"Kalau untuk masalah itu, lebih baik kita bicarakan dulu masak masak, dan jangan gegabah, karena menyerang sebuah kelompok, apalagi di kota orang, harus memberi tahu dulu pada otoritas setempat!"
"Apalagi menurut kabarnya, sepupu Aminata tersebut merupakan tokoh masyarakat yang berpengaruh di kota itu?"
"Kalau kita menyerang mereka tanpa alasan jelas, tentu saja kita yang akan disalahkan oleh pemerintah setempat! dan kemungkinan kita pula yang akan ditangkap!"
"Mungkin akan lebih baik, kalau kita mengirim para ninja dan assassin untuk mendatangi markas mereka!"
"Gerakan para ninja yang cepat itu, akan memudahkan penyamaran ketika berada di markas mereka."
"Jadi kemungkinan itu dulu yang bisa kita lakukan." Respon Dion panjang lebar
"Cucu ku!. Satu hal yang harus kau ingat, kalau benar bahwa sepupu Aminata itu merupakan orang yang berpengaruh di kota S tersebut. tentu saja dia di kelilingi oleh orang orang penting dan kuat sama seperti kita juga."
"Lalu apa usul kakek dalam hal ini?. Apakah kita akan diam saja dan menunggu kota kita di serang lagi?' Tanya Dion ingin tahu
"Menurut kakek, lebih baik kita cari dulu keterlibatan orang tersebut dalam masalah melawan hukum!"
"Jika kita sudah mendapatkan bukti bukti kuat, baru kita datangi otoritas setempat, untuk meminta izin menghabisi atau mengadili nya sesuai dengan cara kita."
"Kalau mereka menolak!. usahakan orang orang mu menghabisinya secara sembunyi sembunyi." Jawab tuan birawa dengan usulnya yang masuk akal
"Kenapa tidak terpikirkan sebelumnya ya?"
"Paman Deon dan paman Austin!. Bisakah kalian berdua meretas jaringan informasi milik Turangga sepupu dari Aminata tersebut?" Tanya Dion cepat
"Itu masalah kecil tuan besar!. Hanya dengan menuliskan nama dan alamatnya saja, maka seluruh informasi tentang dirinya akan terekspos, bahkan langsung bisa dikirimkan di portal portal berita online" jawab Deon cukup lancar
"Kalau begitu tunggu apalagi!. Lakukan hal itu untuk ku!" Ucap Dion tegas
"Siap laksanakan tuan besar!" Jawab deon dan Austin serempak
"Rams!. cepat ambil komputer jinjing mu itu dan bawa kemari!' Perintah Deon tegas pada muridnya
__ADS_1
"Baik guru!" Jawabnya patuh