
Satu minggu kemudian
Kontrak kerja sama antara Birawa Group dengan Aldrich Huge Construction atau AHC, telah resmi ditandatangi
Pihak Birawa Group atau mulai saat itu disingkat menjadi BG, diwakili oleh Dion Mahesa Birawa. Sedangkan dari pihak AHC sendiri, tentu saja diwakili oleh Gilmer Aldrich, yang disaksikan oleh tuan Birawa beserta orang orang nya itu
Dalam kontrak kerja sama tersebut, salah satu poin pentingnya adalah, Perusahaan Birawa Group atau BG, memegang saham terbesar, yaitu sekitar 45 persen di perusahaan konstruksi itu
Sedangkan AHC sendiri, hanya memegang saham sebesar 30 persen saja, dan sisanya masih dipegang oleh penanam modal perorangan
Berdasarkan kesepakatan yang telah ditandatangi itu, BG diharuskan menyuntikkan dana sebesar 4.7 milyar dolar ke perusahaan konstruksi itu, untuk memulihkan kesulitan keuangan, serta menambah kepercayaan pemberi kerja
Poin penting kedua yang disepakati adalah, pengiriman 25 orang perwakilan dari Birawa Group, untuk menempati beberapa posisi penting di perusahaan itu
Salah satunya adalah Shio Lung, atau dewa uang. Dialah yang akan memegang kendali atas peredaran uang di perusahaan konstruksi itu
Orang kedua, ketiga dan seterusnya yang akan dikirim ke Amerika itu adalah James, Erisha, Robin, Burgon dan enam orang anak buahnya
Ditambah dengan 14 pengawal elit yang akan menjaga mereka selama di sana, dibawah komando Robin tentunya
Sedangkan guru guru mereka kecuali gurunya Erisha, hanya diwajibkan sekali dalam satu bulan untuk datang memantau murid muridnya tersebut
Syarat dan kesepakatan itu sama sekali tidak memberatkan bagi pemilik perusahaan Birawa Group. Bahkan jika mereka meminta, Dion bisa saja mengambil alih sisa saham yang orang lain pegang, dan menambahkan modal yang jauh lebih banyak ke perusahaan itu
Namun dia tidak mau melakukannya atau serakah, dan masih mau memberi peluang bagi orang lain untuk mencari rejeki di perusahaannya
Sementara pucuk pimpinan atau CEO perusahaan tersebut, sementara akan dipegang oleh James, yang dibantu oleh orang orangnya Aldrich. dan itu sudah dikonfirmasi oleh gilmer Aldrich pada anak buahnya
Setelah apa yang diinginkan oleh Aldrich itu didapat, barulah pucuk pimpinan akan diserahkan kembali padanya, Walau pemegang saham terbesar adalah Birawa Group. Tapi Dion masih menghargai harga diri orang lain. Dan itu adalah Gilmer Aldrich sendiri
Maka dicapai lah kata sepakat, seperti yang telah disebutkan dimuka
Akhirnya apa yang diinginkan oleh Gilmer Aldrich, telah menjadi kenyataan. Dan dia sangat senang sekali
Dalam senangnya itu dia berkata. "Tidak salah aku memutuskan bergabung dengan Orang ini."
"Ternyata dia orang yang sangat luar biasa!"
"Uang sebesar 4.7 milyar dolar Amerika, tidak masalah buatnya."
"Memberi, seperti membeli kacang goreng saja!" Ucapnya takjub dan didengar oleh empat orang anak buahnya
"Bos!. Kami mendukung apapun yang telah bos sepakati dengan penguasa itu!"
"Nampaknya dia orang baik, selama kita tidak membuat masalah dengannya!"
"Ilmunya pun sangat tinggi sekali!"
"Jujur waktu pertemuan pertama kali itu, dadaku terasa sangat sakit sekali!"
"Kaki ku tidak mampu bergerak, dan jantung ku seakan mau copot!" Ucap dan jawab Jhony apa adanya
"Jangankan kau Jhony!. Aku saja yang sudah berada dipuncak level tujuh, masih kesulitan saat bernafas!"
"Apa yang kau rasakan waktu itu, aku juga merasakannya!" Respon Aldrich berterus terang
"Orang itu benar benar kuat!"
"Tapi bagaimana dengan anaknya yang dikabarkan sakti itu ya?"
__ADS_1
"Apakah jauh lebih kuat dari orang tuanya?"
"Bukankah bos datang ke Indonesia karena ingin berguru padanya?" Ucap bodyguard lainnya pula
"Kau benar!. Kita jadi lupa dengan tujuan awal kita kemari!" Reaksi Gilmer Aldrich baru tersadar, seperti baru diingatkan
"Jadi apa rencana kita selanjutnya bos?" Tanya Jhony ingin keputusan
"Apa lagi kalau bukan menghadap tuan besar itu lagi, dan meminta agar dipertemukan dengan anaknya itu!" Jawab Gilmer Aldrich bersemangat
"Kami mengikut saja bos!. Termasuk jika harus mengawal bos ke perguruan itu!" Sambut Jhony tegas
"Oke!. Kalau begitu mari kita menemui tuan itu lagi!" Respon Gilmer bersemangat
"Siap bos!" Jawab anak buahnya serempak. Kemudian sama sama keluar dari hotel tempat mereka diinapkan itu
***
"Kenapa kakek tidak mengatakan hal itu pada awal mereka datang?" Tanya Dion pada kakeknya
"Kakek saja baru tahu tentang ini!. Itupun bukan melalui Abhicandra, tapi melalu! Adiwilaga!" Jawab tuan Birawa berterus terang
"Jadi bagaimana menurut kakek?"
"Gilmer Aldrich itu bukan orang sembarangan kek!"
"Kekuatan tenaga dalam metafisikanya cukup tinggi, walau baru menguasai level tujuh!"
"Tapi daya tahan tubuhnya luar biasa!"
"Mungkin karena rajin latihan, atau selalu menjaga kebugaran tubuh, hingga membuat tubuhnya fit begitu!" Ucap Dion menduga saja, serta ingin mendengar pendapat kakeknya itu
"Baik!" Jawab Dion setuju. Kemudian menyuruh Hans untuk meminta pada pengawal yang berada diluar, agar memanggil orang orang yang ingin ditemuinya
"Tapi belum juga Hans bergerak. datang seorang pengawal dengan langkah cepat dan segera berkata.
"Salam tuan senior dan tuan besar!"
"Diluar ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan!"
"Siapa?. Gilmer dan anak buahnya itu kah?" Respon Dion cepat
"Benar tuan!. Dan mereka mendesak agar diizinkan masuk!" Jawab pengawal bagian luar itu cepat
"Biarkan mereka masuk!" Ucap tuan Birawa tegas
"Baik tuan senior!". Respon pengawal itu patuh Kemudian undur diri untuk menemui tamu tuan besarnya tersebut
Tak lama kemudian, orang yang ingin bertemu dengan Dion pun sudah ada didepannya. Dan kebetulan pula Abhicandra juga muridnya juga sudah datang tanpa dipanggil
Sepertinya batin mereka saling terhubung. Sama sama ingin menghadap Dion juga tuan Birawa di villa atau istananya itu
Setelah semua berkumpul. Dion segera membuka suara.
"Tujuan mu menghadap ku pasti karena penasaran dengan anak ku kan?"
"Kebetulan selama kalian berada di kota ini, belum pernah bertemu dengan mereka!"
"Tapi sayangnya mereka sedang tidak ada di tempat."
__ADS_1
Kebetulan sejak dua hari yang lalu, istri dan anak ku, pergi mengunjungi putra sulung ku di perguruan Wahyu Taqwa nya!"
"Jadi maaf kalau kemungkinan usaha kalian akan gagal!"
"Kecuali kalau kalian pergi ke perguruan tersebut!" Ucap Dion cukup panjang sekali
"Tidak perlu ayah!. Kami sudah ada disini!" Sambut sebuah suara, yang diucapkan oleh seseorang yang sangat dikenal oleh Dion, juga oleh orang orangnya tersebut
Kemudian orang itu muncul secara tiba tiba ditengah tengah mereka. Didampingi oleh Ivory, Dyah, Gentala, juga lima guru baru perguruan yang dulunya adalah murid utamanya
Kemunculan Dragon dan beberapa orang lain yang tiba tiba itu, tentu saja sukses membuat Aldrich dan anak buahnya kembali merasa takjub. Apalagi Jenifer
Sejenak dia terpaku diam, dan mengagumi penampilan Dragon yang sangat gagah itu
Walau usianya belum genap 16 tahun, tapi perawakannya seperti orang yang sudah dewasa. Ditambah wajahnya yang sangat tampan itu. Telah Berhasil membuat Jenifer merasa melayang, dan langsung membayangkan sesuatu. Tapi..
Plak!
"Jangan menghayal terlalu banyak!"
"Dia bukan orang yang mudah untuk kita sentuh!" Ucap Abhicandra mencoba mengingatkan muridnya itu agar tidak kebablasan dalam bersikap
"Ba Ba baik guru!" Jawab Jenifer gugup dan merasa malu. Kemudian membatin dalam hati
"Memalukan!. Apakah aku menyukai pemuda itu?" Batinnya merasa malu
"Tidak mungkin!. Usianya saja masih muda begitu, tentu tidak sebanding dengan ku!" Batinnya lagi. Kemudian berusaha mengendalikan gejolak gila dalam hatinya
"Ah sangat kebetulan sekali kalian sudah datang!"
"Ini ada tamu dari Amerika, ingin bertemu dengan mu Draco!"
"Ada juga murid langsung dari kakek Abi, yang baru bergabung dengan kita."
"Mereka khusus datang untuk menemui mu!"
"Jadi silakan kau tanggapi keinginan mereka itu!" Ucap Dion pada anaknya
"Salam tuan muda!" Ucap Gilmer cukup sopan. Tapi dia melupakan keberadaan ivory serta yang lainnya
"Oh ya perkenalkan!. Anak perempuan ini adalah putri ku, dan yang duduk di sampingnya itu adalah guru Gentala!"
"Dia adalah guru ku juga guru anak ku!"
"Yang duduk di samping ku ini tentu sudah kalian kenal!" Ucap Dion sangat ramah sekali
"Maafkan sikap ku yang tidak mengenali anda semua !" Respon Gilmer Aldrich cepat. Sambil menangkupkan kedua tangannya, dan ditempelkan di dada
Perbuatannya yang seperti itu, juga diikuti oleh empat anak buahnya
Tapi Jenifer hanya berdiri kebingungan, dan sikapnya terlihat gelisah sekali
"Duduklah Jeny!. Masih banyak kursi yang kosong!"
"Jangan berdiri saja seperti itu!" Ucap Ivory merasa kasihan dan tidak enak hati
"Terima kasih nyonya besar!. Saya cukup berdiri saja!" Jawab Jenifer malu malu
"Baiklah!. Karena semuanya telah berkumpul!"
__ADS_1
"Silakan utarakan apa yang ingin kalian katakan pada anak ku ini!" Ucap Dion memecahkan suasana kaku di ruangan itu