Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Dragon dalam bahaya


__ADS_3

"Sayang sekali, bukan dari garis keturunan ku!" Batin Dion dalam hati


"Tapi sudahlah!, yang penting sekarang aku tahu bahwa Dragon memiliki garis keturunan orang penting di masa lalu!" Batinnya lagi


"Apakah anakku yang akan datang ini juga mempunyai kekuatan seperti kakaknya?" Gumam Dion sedikit kuat


"Apa katamu?. Anak mu yang akan datang?. Apakah Ivory saat ini sedang hamil?" Tanya tuan Birawa penasaran


"Benar kek!. Sudah memasuki usia 3 minggu." Jawab Dion malu malu


"Hahahaha!. Akhirnya aku akan mempunyai cucu lagi!" Teriak tuan Birawa kegirangan


"Kau dengar itu Madara!. Anak mu akan segera memberikan cucu baru buat kita!" Ucap tuan Birawa pada ayahnya Ivory


"Tuan benar!. Saya juga senang mendengarnya!" Jawab Madara dengan ekspresi senang juga


"Kita patut merayakannya!" Respon tuan Birawa semangat, dan benar benar tidak mampu menyembunyikan kegembiraannya tersebut


"Asykar, Lasmi dan juga kau Sasmita!. Kenapa kalian tidak terlihat senang?"


"Apakah kehamilan cucuku menjadi hambatan bagi kalian?" Tanya tuan Birawa tidak senang


"Ti ti tidak tuan besar!. Kami hanya terkejut saja. Tidak menyangka, kalau Ivory masih bisa memberi keturunan lagi pada menantuku!" Jawab Sasmita ibu dari Ivory terbata bata dan tidak enak hati


"Lalu kalian! dan juga kau Evan Sanders!. Apakah kau ingin aku pecat?" Ucap tuan Birawa tidak terduga


"Ka ka kami juga senang tuan senior!" Jawab Evan Sanders ketakutan


Dia tahu bagaimana kalau tuannya itu sudah marah. Keputusannya sudah tidak bisa diubah. Bila dia mengatakan pecat ya dipecat!. Kalau dia mengatakan usir ya usir. Oleh karena itu, Evan Sanders menjadi sangat shock sekali saat tuannya berkata seperti itu


"Bagus!. Aku tahu ucapan kalian itu tidak tulus!. Masih ada ganjalan di hati kalian!" Reaksi tuan Birawa tidak terduga kembali


"Maafkan kami tuan besar!, jika tidak bisa menempatkan diri dalam kegembiraan tuan itu!"


"Sungguh kami merasa tidak enak hati, ketika ada di antara kami yang bersikap masa bodoh, saat tuan sedang bergembira seperti tadi." Ucap Madara cepat berusaha meluruskan kesalahpahaman tersebut


"Baiklah!. Aku terima maaf kalian!. Tapi jika kedepannya kalian menyusahkan cucuku, maka aku sendiri yang akan turun tangan!" Jawab tuan Birawa cukup keras. Kemudian pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan hati tidak senang, sambil memegang perutnya


Sepeninggal kakeknya. Dion dan Ivory merasa tidak enak hati. Apa sebenarnya rahasia dibalik semua ini?. Kenapa orang tua dari Evan Sanders merasa tidak senang, saat mendengar berita kehamilan Ivory tersebut? Apakah ada sesuatu yang disembunyikan oleh mereka?


Semua itu masih menjadi tanda tanya besar


Akhirnya pertemuan yang diharapkan bakal menjadi reuni keluarga, ternyata berubah menjadi petaka.


Asykar, Lasmi dan Sasmita Entah mengapa tidak begitu senang mendengar berita kehamilan tersebut, yang akhirnya membuat tuan Birawa menjadi marah


"Sasmita!. Walau kau bukan ibu kandung dari Ivory, tapi kau tidak sepantasnya bersikap seperti itu di hadapan tuan besar!"


"Dan kau Asykar juga Lasmi!. Kenapa kalian malah ikut ikutan dengan ipar mu ini?"


"Apakah kalian tahu resikonya?" Ucap Madara marah

__ADS_1


"Kami tidak menyangka sikap diam kami tadi akan berdampak seperti ini kak!" Jawab Asykar Sanders terdengar tulus. Kemudian mencolek istrinya untuk berbicara pada Dion. yang dikasih kode cukup mengerti keadaan


Tak lama kemudian dia menyampaikan maksud hatinya pada Dion. " Menantu saudaraku!.Tolong sampaikan salam maaf kami pada kakek mu. Kami tidak mau marahnya berkepanjangan!" Ucap Lasmi penuh penyesalan.


"Sudahlah bi!. kakek ku memang seperti itu sifatnya!"


"Kalau dia sedang berbicara, jangan coba-coba kita membantah kalau tidak tahu selah nya."


"Apalagi jika dia dalam keadaan senang kita tidak meresponnya, maka bersiap-siaplah untuk kena semprot!" Jawab Dion apa adanya


"Tapi kami merasa tidak enak hati nak Dion!"


"Sikap diam kami itu, bukan karena kami tidak senang, tapi karena sedih." Ucap Lasmi berterus terang


"Kalau boleh tahu, apa yang membuat bibi Lasmi jadi merasa sedih?" Tanya Dion menyelidik


"Sudah cukup lama Evan Sanders menikah, tapi belum juga dikaruniai anak."


"Maka ketika kami mendengar istrimu hamil lagi. Tiba-tiba hati kami menjerit tidak terima!"


"Kenapa bukan menantu kami yang hamil?. Tapi malah anak dari adik suami ku ini pula yang hamil terus !" Jawab Lasmi apa adanya


"Oh!. Dion kira ada apa?"


"Kalau hanya masalah itu, gampang bagi orang ku, untuk menyembuhkan, baik penyakit Evan maupun penyakit istrinya!" Reaksi Dion geli hati sendiri


"Benarkah apa yang nak Dion katakan itu?" Tanya Lasmi kegirangan


"Benar sekali bi!. Di perusahaanku, ada seseorang yang bernama Pai Zu Xian. Dia seorang ahli obat, sekaligus tabib dewa."


"Kalau begitu mana orangnya?. Bibi mau bertemu dengannya!" Respon Lasmi tidak sabaran


"Kalau bibi atau Evan mau bertemu secara langsung dengannya tanpa menunggu malam. Maka setelah ini bolehlah turun dari villa, dan menuju paviliun obat yang sudah kami dirikan di kota ini." Jawab Dion menjelaskan


"Pavilion obat?. Apakah ada bangunan seperti itu di sini?" Tanya Lasmi penasaran


"Tentu saja ada bi!. Suamiku sudah membangunnya beberapa bulan yang lalu."


"Di dalamnya berisi ribuan bahkan jutaan macam obat, untuk segala macam penyakit, termasuk juga penyakit yang selalu diderita oleh kaum perempuan." Ucap Ivory datang menyela, dengan niat untuk membantu menjawab pertanyaan dari bibinya tersebut


"Kalau begitu saat ini juga kita turun, dan pergi menemui Dewa obat itu!" Ucap Lasmi sudah tidak sabaran


"Tidak perlu!. Aku sudah memanggilnya untuk datang kemari!" Ucap seseorang yang tiba-tiba saja datang dari arah belakang


" Kakek!"


"Tuan besar!" Ucap mereka serempak dan hampir bersamaan karena terkejut.


Tiba-tiba saja tuan Bhirawa yang disangka marah tadi, ternyata datang kembali menemui mereka


"Aku sudah mendengar semuanya, dan tidak perlu kalian jelaskan lagi!"

__ADS_1


"Sebenarnya aku tidak marah, tapi kebetulan perutku sedang sakit. Maka aku harus segera pergi ke belakang." Jawab tuan Birawa santai


"Terima kasih tuan besar karena tidak marah kepada kami." Ucap Asykar mewakili semua


"Siapa yang sakit, Evan atau istrinya?" Tanya tuan Birawa tiba-tiba


"Kami tidak tahu tuan besar!. Menurut dokter yang memeriksa kami, kedua-duanya sehat. Tapi entah mengapa sampai sekarang belum juga mempunyai anak!" Jawab Evan berterus terang


"Kalau begitu izinkan paman memeriksa nadi kalian, siapa tahu paman bisa mengobati kesulitan kalian itu." ucap Pai Zu Xian penuh wibawa


"Silakan paman!" Jawab Evan Sanders pasrah


Tak lama kemudian Dewa obat sudah memeriksa keduanya. Benar kata dokter, bahwa sepasang suami istri itu, dua-duanya sehat. Cuma masalahnya adalah, mereka terlalu sibuk dan kelelahan


"Minumlah ramuan ini, 2 kali 1 hari, dan kurangi aktivitas di luar rumah selama satu atau dua minggu ini."


"Setelah 1 bulan dan kalian benar-benar mematuhi ketentuan ini, maka bulan berikutnya istrimu besar kemungkinan akan hamil." Ucap Pai Zu Xian yakin


"Kau dengar itu Sanders!. Bukan istrimu yang tak bisa hamil, tapi stamina mu yang kurang!"


"Aku mewakili cucuku memberi cuti padamu juga pada istrimu selama 1 bulan, dengan syarat kalian tidak boleh mengerjakan pekerjaan berat, hingga membuat kalian kelelahan!"


"Jika kau berani melanggar ketentuan ku ini, maka kalian berdua akan aku pecat!" Ucap tuan Birawa penuh ancaman


"Benar kata kakek ku ini!. Kalian berdua tidak boleh terlalu lelah. Maka aku mendukung keputusan kakekku, untuk memberi cuti kepada kalian selama satu bulan ini."


"Mengenai jabatan yang kalian emban saat ini, akan dikerjakan sementara oleh asisten kalian, dan kalian hanya boleh menandatangani surat-surat yang sudah selesai dikerjakan di rumah!" Sambung Dion menegaskan


"Terima kasih tuan senior dan tuan besar!" Respon Evan dan istrinya serempak


"Kalian dengar itu!. Bukankah cucuku ini orang baik?"


"Dia selalu memikirkan kesejahteraan anak buahnya, termasuk kesejahteraan pribadi mereka!"


"Jadi kalian sangat beruntung mempunyai menantu seperti cucuku ini!" Ucap tuan Birawa terkesan membanggakan cucunya sendiri


Mereka yang mendengar hanya senyum-senyum saja, sambil kepalanya mengangguk tanda setuju


***


Sembilan jam kemudian, atau sekitar pukul 8 malam. terlihat iring-iringan mobil yang berjumlah 10 unit, tapi jaraknya sedikit berjauhan


Orang-orang yang ada di dalamnya, semuanya memakai masker dan penutup kepala, yang berasal dari jaket yang mereka kenakan itu


Di balik bajunya ada sepucuk pistol penuh peluru. Sedangkan di tangannya memegang senjata laras panjang otomatis jenis ak 47


Iring-iringan 10 kendaraan sedang tersebut, sepertinya tengah menuju suatu tempat yang cukup jauh dari kota B atau kota Golden City


Mereka berjumlah sekitar 177 orang, yang sepertinya adalah bekas anak buah Bajra Napoleon, yang waktu itu selamat dari kematian


Di salah satu mobil yang mereka tumpangi itu, ada seorang laki-laki berbadan tegap dan tinggi. Dia adalah Anderson, yang waktu itu diserahi tugas untuk memimpin sisa-sisa anak buah Bajra yang masih hidup di Kota J

__ADS_1


Tujuan mereka saat ini adalah sebuah desa, yang sudah berubah menjadi sebuah kota kecil. Tempat itu bernama kota Argomulyo, tempat di mana perguruan Wahyu Taqwa berada


"Percepat laju kendaraan kalian!. Aku sudah tidak sabar, untuk menculik anak sial itu" ucap Anderson memberi perintah


__ADS_2