Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Semakin memanas


__ADS_3

Hanya tinggal 3 hari lagi pemilihan ketua organisasi mafia akan berlangsung


Benyamin sudah semakin was was, jika di dalam pemilihan tersebut akan terjadi kericuhan, karena masing masing kelompok sudah mempersiapkan orang orang terbaiknya


Caesar, anak Austin tersebut, malah dengan terang terangan meminta, agar Benyamin menyerahkan kursi kepemimpinan organisasi padanya, dengan alasan agar tampuk pimpinan tidak jatuh ke tangan orang yang tidak berhak


Pernyataan Caesar itu didukung oleh ayahnya, yang juga mengancam akan menghancurkan sistem pertahanan organisasi juga perusahaan Benyamin tersebut


Selain itu wakil ketua satu, yang juga mendesak agar Benyamin hari ini juga, walau belum sampai hari pemilihan, harus menyerahkan tampuk pimpinan organisasi padanya


Malah dengan tidak sopan nya Marvello mengancam akan menghabisi Benyamin saat itu juga


Mendapat ancaman seperti itu, Benyamin tidak berkutik, walau di sekelilingnya terdapat 10 orang bodyguard yang kuat kuat, tetapi Marvello juga mempunyai bodyguard yang jauh lebih kuat dan banyak daripada Benyamin itu


Selain dari Caesar juga Marvello, masih ada satu lagi kandidat yang juga mendesak, agar tampuk pimpinan organisasi tersebut diberikan padanya


Alois, atau prajurit terkenal, si ketua pengawal, atau ketua divisi pengawalan organisasi, yang sudah mendapat dukungan dari seluruh pengawal yang ada, kecuali dari 10 pengawal Benyamin itu, juga mendesak agar pemilihan ketua tersebut dibatalkan, dan langsung menggumumkan, bahwa tampuk pimpinan organisasi tersebut diserahkan padanya


Tapi tanpa mereka sadari, Adeline, putri semata wayang Benyamin itu, juga telah bergerak secara diam diam, mencari dan mengumpulkan dukungan, kekuatan dan mempersiapkannya pada pemilihan ketua tersebut nanti


Sampai saat ini, dia sudah mendapat dukungan sebanyak 1.500 orang, yang siap sedia berjuang untuk memenangkan kursi pimpinan yang akan diberikannya kepada Tommy suaminya itu


Adeline sudah sangat yakin, bahwa usahanya akan berhasil dengan baik, dan Tommy suaminya itu akan menjadi pucuk pimpinan organisasi yang saat ini dipegang oleh ayahnya tersebut


***


Tiga hari sebelum hari pemilihan, Benyamin memanggil orang orangnya, yang masih bisa dipercaya untuk datang menemuinya, guna membicarakan segala hal, mengenai hari pemilihan tersebut, dan untuk mencari solusi yang terbaik, agar tidak timbul perpecahan ditubuh organisasinya itu


"Keadaan semakin memanas dan memburuk. Sementara hari pemilihan hanya tinggal 3 hari lagi."


"Semua kelompok yang mencalonkan kandidatnya, saat ini sedang bersiap siap untuk menggalang dana dan kekuatan, untuk mensukseskan pilihannya itu."


"Sudah ada tiga kelompok yang menghadap langsung kepadaku, dan meminta agar aku menyerahkan tampuk pimpinan ini secepatnya, tanpa melalui proses pemilihan. Bagaimana menurut pendapat kalian semua?" Tanya Benyamin ingin mengetahui, bagaimana reaksi dari orang orang kepercayaannya tersebut


"Menurut pendapatku, sebaiknya tuan Benyamin jangan mengundurkan diri dulu. Tegaskan kepada mereka, bahwa pucuk pimpinan organisasi, masih tetap tuan pegang sampai akhir hayat tuan!" Ucap seseorang memberikan saran kepada Benyamin


"Itulah masalahnya!. Aku sudah semakin uzur dan sudah tidak mampu lagi untuk memimpin organisasi yang besar ini."


"Ditambah lagi, sampai saat ini, Tampuk pimpinan organisasi perdagangan Eropa, masih ada di pundakku, dan belum ada yang mengusulkan untuk mengganti jabatan itu pada orang lain."


"Oleh karena itu dengan kesadaran sendiri dan tanpa dipaksa. Aku ingin melepas salah satu dari tanggung jawabku tersebut, agar yang satunya bisa aku kerjakan secara maksimal." Ucap Benyamin panjang lebar, dalam mengutarakan alasannya untuk mengundurkan diri


"Tapi sejak tuan menggumum kan, bahwa tuan akan mengundurkan diri sebulan yang lalu, tanpa tuan sadari, mulai timbul konflik dan perpecahan dalam organisasi kita."

__ADS_1


"Oleh karena itu, kami mohon agar tuan Benyamin tidak meletakkan jabatan Itu sekarang, demi keutuhan dan kekuatan organisasi kita tetap solid."


"Jika perpecahan ini terus berlangsung, Aku khawatir musuh musuh yang ingin organisasi kita hancur, akan memanfaatkan momen tersebut untuk menghancurkan kita."


"Jadi tolong pertimbangkan keputusan tuan untuk mengundurkan diri itu!" Ucap seseorang tidak mau menerima alasan dari Benyamin tersebut


"Haaahh!. Sudah 24 tahun aku memegang organisasi ini, dan sudah banyak pengalaman pahit yang aku temui. Di masa tuaku ini, aku ingin istirahat, dan menikmati hidup yang sesungguhnya dalam ketenangan dan kedamaian." Bantah Benyamin, tetap pada pendiriannya


Seluruh orang yang masih tetap setia pada Benyamin, semuanya terdiam, tidak ada yang bisa membantah lagi, bahwa orang yang selama ini menjadi ketua organisasi mereka saat ini, memang sudah semakin uzur. Memang seharusnya untuk istirahat, dan memang pantas untuk diganti


"Tuan!. kalau saya boleh usul. Untuk pemilihan ini, sebaiknya tuan undur dulu selama satu tahun, sampai tuan benar benar yakin dan bisa menemukan kandidat kuat, yang bertanggung jawab, serta loyal terhadap organisasi, maka saat itulah, tuan secara langsung menunjuknya untuk menjadi ketua!" Ucap orangnya tersebut, memberikan usul dan berusaha untuk merubah pendirian dari tuan atau bos nya itu


"Saranmu memang bisa aku terima, tetapi aku tidak mau menjilat ludah ku sendiri. Aku sudah mengumum kan di dalam forum resmi, bahwa aku akan meletakkan jabatan ketua satu bulan lagi, dan itu tidak bisa ku tarik balik ." Sanggah Benyamin tidak tergoyahkan


"Jadi mau tidak mau, aku tetap harus meletakkan jabatan itu 3 hari dari sekarang!" Sambungnya lagi lesu


"Jadi kepada kalian semua, aku minta bantuannya untuk mencari dukungan, dan menilai siapa dari 3 orang calon tersebut, yang pantas untuk memimpin organisasi ini!" Ucapnya sekaligus perintah pada anak buahnya, yang ada di ruangan tersebut


"Baik tuan! Jawab mereka serempak


"Karena sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Kalian boleh membubarkan diri dan terima kasih!" Ucap Benyamin sambil berdiri dari tempat duduknya, dan melangkah pergi dengan dikawal oleh 10 orang bodyguard setianya itu


***


"Apa yang telah kau lakukan ma cheri(istriku sayang)?. bukankah ini sangat berbahaya sekali. 1.500 orang tidak ada apa apanya jika dibanding dengan kekuatan mereka yang lebih besar dari kita." Ucap Tommy terkejut sekali


"Mon cheri tenang saja! mereka bukan orang orang biasa, tetapi para pengawal yang telah berhasil aku pengaruhi, dan ku bayar, serta ku janji kan akan mendapatkan posisi tinggi, jika mereka mau membantu kita." Jawab Adeline enteng


"Bagaimana caramu bisa mempengaruhi mereka?. Bukankah kabarnya seluruh pengawal itu telah mendukung ketuanya tersebut?" Tanya Tommy penasaran


"Itu rahasia!.Nanti setelah posisi ketua itu jatuh ke tangan mu, baru aku akan berterus terang padamu!" Jawab Adeline lagi lagi berahasia


"Tapi sedikit bocoran di sini, bahwa orang orang tersebut bukanlah orang lemah, mereka semua bersenjata." Ucap Adeline sambil tersenyum


"Apa!. Jadi maksudmu..?


"Ya kau benar!. Aku akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan posisi ketua itu, dan berusaha agar posisi itu jatuh ke tangan mu. Dan itu bisa ku pastikan akan terjadi!" Jawab nya cepat


"Aku tidak tahu jalan pikiranmu sayang!. Kondisiku yang cacat seperti ini, mana mungkin pantas menduduki kursi ketua sebuah organisasi yang sangat besar tersebut." Ucap Tommy pesimis


"Aku sudah mengatakan, bahwa kelumpuhan itu tidak lama lagi akan sembuh. Percayalah padaku!" Bantah Adeline yakin sekali


"Terserah kau sajalah!. Jangan sampai nanti tindakanmu itu, malah akan menjadi bumerang bagi kita sendiri!" Ucap Tommy mencoba mengingatkan istrinya itu

__ADS_1


"Kau tenang saja suamiku. Aku akan bertindak hati hati, dan apabila mereka tertangkap, atau tidak berhasil menjalankan misi tersebut, mereka tetap akan diam, karena aku sudah menjanjikan akan menjamin keluarganya." Ucap Adeline secara tidak sengaja membuka rahasia yang selama ini telah disimpannya dengan rapi


"Tidak kusangka!. Kau yang selama ini ku nilai lemah, ternyata adalah seekor serigala betina, yang lebih ganas daripada harimau itu sendiri." Komentar Tommy apa adanya


"Aku tidak mau terus menerus ditindas!. Aku tidak mau terus menerus dianggap hina, dan aku tidak mau terus menerus diperintah oleh orang yang tidak jelas seperti ayahku itu!" Jawab Adeline dengan ekspresi penuh misteri


"Kenapa kau sangat membenci ayahmu?, padahal selama ini hubungan kalian baik-baik saja!" Tanya Tommy keheranan


"Baik kelihatan dari luar, tetapi kenyataannya seperti api dalam sekam, yang kapan saja bisa membakar." Jawab Adeline kesal


"Setelah kejadian 2 tahun yang lalu itu, aku sebenarnya ingin istirahat, dan menikmati hidup sambil mengobati kelumpuhan ku ini, serta membesarkan anak kita, agar menjadi orang kuat dan berguna."


"Tapi tidak kusangka, hari ini aku melihat sifat aslimu. Ternyata kau menuruni sifat ayahmu tersebut."


"Menurut kabarnya, ketika ayahmu muda dulu, sikap dan tindakannya, juga sama sepertimu. Walaupun dalam perebutan kekuasaan itu, murni dari kekuatannya sendiri, tidak menggunakan kekuatan tangan orang lain." Komentar Tommy menilai tindakan istrinya yang tidak wajar tersebut


"Aku tidak peduli apapun penilaianmu!. Yang aku butuhkan saat ini adalah, kau bisa menduduki posisi ketua organisasi itu, agar kau bisa membalas dendam dan sakit hati mu, pada orang yang telah membuatmu cacat dan menderita seperti ini!" Jawab Adeline sambil menyeringai dingin


"Adeline!"


"Jangan kau halangi keinginan ku!. Coba kau lihat saja nanti, apa yang akan aku lakukan pada mereka!" Ujarnya penuh misteri


"Hentikan Adeline!. Jangan bertindak ceroboh. Jangan bertindak melampaui batas!" Respon Tommy mencoba mengingatkan istrinya itu


"Aku tidak peduli!.Yang aku inginkan adalah jawaban, kalau benar ibuku sudah mati!, ayah ku harus berani menunjukkan dimana kuburnya. Tapi jika dia masih hidup! tunjukan dimana ibuku sekarang!"


"Itu yang ingin aku tuntut setelah kau menjadi ketua Tommy!" Seringainya menyeramkan


"Sadarlah Adeline!, dia ayahmu! ayah kandungmu!"


"Bukan!. Dia bukan ayah ku! Ayah kandungku sudah mati, karena dibunuh oleh nya!" Teriak Adeline kuat


"Jadi maksudmu..?"


"Sebelum ibuku menikah dengan si Benyamin itu. Ibuku telah mempunyai calonnya sendiri, dan saat itu mereka berencana ingin menikah, tapi digagalkan oleh Benyamin, karena saat itu, Benyamin tergila gila pada ibuku, dan dengan teganya, dia memerintahkan kepada anak buahnya untuk menghabisi ayah kandungku itu"


"Dari mana kau tahu masalah itu Adeline?" Tanya Tommy penasaran


"Ibuku sendiri yang menceritakannya padaku!" Jawab Adelin singkat


"Ternyata begitu!. Pantas saja selama ini kau selalu disia siakan oleh ayah mu itu." Ucap Tommy mencoba mengerti


"Jangan sebut dia ayahku lagi!Mulai sekarang, dia musuhku! karena telah menjadi pembunuh ayahku yang sebenarnya!" Hardik Adeline marah

__ADS_1


"Oleh karena itu aku berharap, agar kau tidak menghalang halangi jalan ku untuk menghabisi Benyamin si pembunuh ayah ku itu!" Teriak Adeline berapi api


__ADS_2