
Setelah kerusuhan itu mereda, dan sudah tidak ada lagi siapa siapa di mansion mewah milik Bajra tersebut. Barulah orang orang yang tinggal di perumahan elit itu pada keluar semua, terutama yang rumahnya sedikit berdekatan dengan rumah milik Bajra
Sewaktu terjadi kerusuhan, mereka jelas saja tidak berani keluar, atau ikut campur, karena mereka tahu siapa si Bajra itu
Alih alih ingin membantu atau minimal melihat walau dari jarak jauh, bisa bisa mereka sendiri yang akan menjadi korban. Oleh karena itu mereka memilih berdiam diri di rumah, dan melihat kejadian itu dari balik jendela, serta tidak berniat untuk melaporkan kejadian tersebut pada polisi
"Sukur!. Rasain kau Bajra!. Selama ini kau sangat arogan sekali!"
"Pada sesama penghuni perumahan, sikap mu selama ini terlalu sombong sekali!"
"Hari ini riwayat mu telah berakhir, dan kami harap arwah mu tidak membalas dendam pada kami!"
"Dan buat tuan penolong!. Kami ucapkan terima kasih, karena telah menghabisi Bajra dan kelompoknya" Celetuk beberapa orang warga yang rumahnya berdekatan dengan rumah Bajra saling bersahutan
Tak lama sesudah itu mereka kembali masuk ke dalam rumah, dan tidak memperdulikan lagi kejadian tadi
***
Waktu pun terus berlalu. Tidak terasa Dion dan orang orangnya, sudah sampai di kota emas, dan sudah berada di dalam Villa bersama dengan tuan Birawa, Ivory serta Dragon
"Kenapa bisa terjadi kejadian seperti ini pa?"
"Kemana orang orang yang bersama papa, dan kenapa papa sendiri yang turun tangan?"
"Bukankah mereka itu kuat dan kemana saja yang lain?" Tanya Ivory bertubi tubi, sesaat setelah Dion duduk, dan menceritakan kejadiannya pada Ivory juga pada tuan Birawa, tapi belum semuanya diceritakan pada mereka
Mendapat pertanyaan Bernada protes itu, Dion tidak langsung menjawab pertanyaan yang ditujukan padanya. Dia malah memutuskan untuk mengambil nafas, serta menenangkan dirinya terlebih dahulu
Tak lama kemudian, Dion pun membuka suara, untuk menjawab pertanyaan dari istrinya tersebut, sekaligus menjelaskannya kepada kakek Birawa, tentang kejadian yang sebenarnya
Hampir setengah jam Dion mengulang kembali cerita itu, termasuk mengulang cerita saat Dragon tiba tiba muncul, dan langsung membantu dirinya
Mendengar penjelasan lengkap itu, Ivory dan tuan Birawa baru mengerti, dan seakan tidak percaya. bahwa Draco yang sekecil itu, sudah bisa bertarung, bahkan bisa mengalahkan robot-robot tersebut, serta mampu membalikkan keadaan
Yang lebih mengherankan mereka adalah, cara Dragon datang, dan tiba tiba saja muncul di tempat yang diinginkan dalam waktu singkat
Selain heran dan merasa takjub dengan kemampuan Dragon, Ivory dan tuan Birawa juga penasaran, kenapa seorang Dion bisa kalah. padahal selama ini dia terkenal kuat, berilmu tinggi dan bertenaga dalam cukup mumpuni.Tapi kaki ini malah kalah
Sepanjang yang mereka tahu dan lihat, belum pernah ada yang mampu mengalahkan Dion, kecuali seorang musuhnya tempo dulu, tapi hitungannya dia tetap menang dari orang tersebut
Namun setelah mencerna cerita secara seksama dan mendalam, barulah mereka paham, kenapa Dion sampai bisa kalah dan terluka parah seperti itu
Ternyata yang dia lawan bukanlah manusia, namun manusia yang dirubah menjadi mahluk separoh mesin, dan memang diprogram untuk bertarung
Menyadari semua itu. Keduanya sangat berterima kasih pada Draco, jika dia tidak datang tepat waktu, kemungkinan Dion sudah tiada
Senyum mereka mengembang apalagi Ivory, karena dua orang kesayangannya telah kembali dalam keadaan selamat
Namun tidak begitu halnya dengan Dion. Keningnya semakin berkerut, tanda ada sesuatu yang sedang dipikirkannya. Tak lama kemudian dia berkata
"Tapi kalian jangan senang dulu. Masih ada bahaya yang jauh lebih besar dari pada kejadian itu!" Ucap Dion di sela sela rasa senang dan heran dari tuan Birawa dan Ivory
"Memang bahaya apa itu pa?" Tanya Ivory penasaran,dan langsung berwajah khawatir
"Apakah paman Deon atau Austin tidak menceritakannya pada kalian?" Jawab Dion malah balik bertanya
"Tidak ada!. Mungkin dia sedang sibuk." Jawab Ivory pula
"Dengarkan baik baik dan jangan panik!"
__ADS_1
"Dragon anak kita! tengah menjadi incaran cukong cukong judi internasional."
"Dia sedang ditargetkan untuk di culik, dan dimanfaatkan untuk kepentingan mereka dalam hal perjudian!" Ucap Dion berterus terang
"Apa papa bilang, Draco akan di culik?" Reaksi Ivory sangat terkejut sekali
"Ya!. Kau benar!"
"Ada kelompok mafia yang dipimpin oleh Jundan Miyazawa, berniat menculik anak kita." Jawab Dion berterus terang
"Bagaimana bisa pa?. Apa kepentingan orang tersebut dengan menculik Draco?" Respon Ivory khawatir
"Anak kita ini kuat ma!. Dengan kekuatannya itu, mereka akan menggunakannya sebagai mesin uang dan manusia petarung."
"Empat manusia setengah mesin yang bertubuh besar saja bisa dikalahkan, apalagi manusia biasa yang cuma mengandalkan tenaga luar!"
"Dengan mengandalkan. Dragon, mereka berharap, kerugian milyaran dolar waktu itu bisa terbayarkan, karena pasti banyak yang akan bertaruh dalam tarung mendatang, jika Dragon berhasil mereka dapatkan." Jawab Dion apa adanya
"Jadi apa usaha papa untuk mengatasi masalah itu?" Tanya Ivory ingin tahu
"Untuk sementara, Draco harus tinggal di sini, dengan pengawalan ketat!"
"Setelah dirasa aman, baru kembali ke perguruan." Jawab Dion mantap
Lalu menceritakan rencana apa yang telah dia perintahkan pada anak buahnya waktu di kota J itu
Mendengar penjelasan tersebut, tuan Birawa dan Ivory menjadi lega, berarti sudah ada usaha untuk mengantisipasi rencana penculikan Dragon oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab tersebut
Di dalam hati Ivory berkata. "Tidak ku sangka, anak sekecil ini sudah harus menghadapi kerasnya kehidupan dunia."
"Entah bagaimana kalau dia sudah dewasa. Mungkin cobaannya akan semakin besar dan berbahaya." Batin Ivory dalam hati. Kemudian beralih berkata pada Draco, dengan niat untuk menasehati nya
"Draco anak ku!. Kau sudah tahu bahwa ada kelompok yang ingin menculik mu."
"Jadilah laki laki kuat dan tak terkalahkan!"
"Kami tidak mau, kau akan menjadi korban dalam usia mu yang belum dewasa ini." Ucap Ivory memberikan petuah pada anaknya
"Draco akan selalu mengingat nasehat ini ma, karena Draco juga tidak ingin menjadi korban penculikan."
"Jika itu terjadi. Tidak tahu bagaimana Draco akan bersikap pada mereka!"
"Jujur Draco katakan, bahwa senjata dan racun jenis apapun, tidak akan bisa membunuh Draco!"
"Malah pemakainya sendiri yang kemungkinan akan menjadi korban."
"Bagi Draco, menghabisi orang, semudah membalikkan telapak tangan, tanpa memerlukan senjata apapun!"
"Itulah yang ingin Draco hindari ma. Jangan sampailah menghabisi nyawa orang."
"Tapi jika terpaksa, mau tidak mau harus dilakukan juga."
Jawab Dragon berterus terang
"Jadi kekuatan mu, adalah kekuatan sejati, yang muncul begitu saja saat kau inginkan!. Begitu?" Tanya Dion penasaran
"Benar yah!. Hanya dengan mengangkat atau menunjukkan jari saja. Orang tersebut bisa meledak jika Draco inginkan."
"Bukan hanya itu saja kemampuan Draco pa!. Hanya dengan memikirkan sesuatu, benda yang dituju bisa terangkat, hancur, bahkan meledak!"
__ADS_1
"Jika mereka menemukan ku. Draco yakin, banyak yang akan menjadi korban!"
"Oleh karena itu. Cegah hal tersebut agar tidak terjadi pada Draco. Karena Draco tidak mau membunuh orang kalau tidak terpaksa!" Ucap Dragon apa adanya
"Tentang masalah itu kau tidak perlu khawatir. Ayah sudah mengantisipasinya dengan baik." Jawab Dion menenangkan
"Sekarang istirahatlah!. agar tenaga mu kembali pulih, dan pikiranmu menjadi tenang." Ucap Dion memberi nasehat
"Baiklah ayah, mama juga kakek buyut. Draco pamit undur dulu!" Jawab Dragon meminta izin, kemudian meninggalkan tempat tersebut untuk istirahat
***
Di belahan bumi lain benua tengah pada waktu yang sama
Seorang laki laki bertubuh pendek, sedikit gemuk, berambut botak bagian depannya, tapi ada kuncir di bagian belakang, terlihat sedang memarahi dua orang anak buahnya, yang kemungkinan besar adalah orang penting dalam perusahaan itu
Dalam marahnya dia ada menyebutkan nama Bajra, tapi dengan aksen berbeda
"Dasar tidak berguna!"
"Sudah tahu teman mu sedang kesusahan. kalian malah enak enakan ikut taruhan!"
"Sekali mereka kalah baru kalian berniat ingin membantu!. Percuma!" Ucap orang tersebut bernada marah
"Maafkan kami bos!. Sungguh kami mengira Bajra bisa mengalahkan orang orang lemah tersebut. Apalagi setelah dibantu dengan cyborg buatannya."
"Tapi kami tidak mengira. orang tersebut mampu mengalahkan Bajra serta empat robot miliknya."
"Jika tahu bakal kalah, tentu kami akan mengirimkan bantuan." Jawab Miyazaki Ozawa membela diri
"Sudah terlambat!. Tak perlu kau sebutkan lagi!"
"Sebagai hukumannya, kalian harus menemukan anak tersebut. Tangkap dan bawa kemari!" Reaksi Jundan Miyazawa emosi
"Maaf bos!. Walau kami bisa mendapatkan anak tersebut, pasti bayarannya anak buah kita banyak yang akan mati."
"Anak tersebut dikelilingi oleh ribuan pengawal, yang konon katanya adalah para pengawal elit!"
"Sulit rasanya bisa menembus blokade mereka!"Jawab Ozawa berterus terang
"Aku tidak mau tahu!. Kalian tetap harus bisa mendapatkan anak tersebut, walau bagaimanapun caranya!"
"Jika perlu gunakan bom, mortir dan senjata berat!, untuk menembus pengawalan itu!" Bantah Miyazawa cukup keras
"Tapi bagaimana dengan pihak tentara dan polisi yang ada di negara itu?. Pasti mereka tidak terima wilayah teritorial mereka kita masuki?" Jawab Ozawa protes
"Bergerak secara diam diam. Manfaatkan pasukan ninja, assassin yang kalian miliki!"
"Berdayakan mereka untuk menghabisi para pengawal lemah itu!"
"Pasukan ninja dan assassin, adalah pasukan elit kita. Mereka pasti akan terkejut, ketika ninja ninja tersebut muncul, dan langsung menghabisi orang orang bodoh itu!"
"Siapa yang menyangka kalau kita juga mempunyai pasukan khusus sendiri, selain dari pada petarung petarung lemah itu!" Ucap Miyazawa membanggakan mereka
"Tapi bos!.Mereka juga mempunyai pasukan ninja, yang kelihatannya juga kuat dan cukup terlatih."
"Aku khawatir pasukan kita yang akan kalah, dan banyak yang akan menjadi korban!" Jawab Ozawa merasa sangat khawatir
"Jangan pikirkan masalah itu!. Jika mereka banyak yang mati, aku tidak peduli!. Yang penting orang yang telah membuatku mengalami kerugian besar, harus bisa didapatkan!" Jawab Miyazawa dengan tekad kuat
__ADS_1
"Sekarang kau perintahkan pada anak buah mu. untuk menyebar dan cari tahu, serta temukan anak tersebut dimana pun dia berada!"
"Bunuh siapapun yang berani melawan, atau menghalangi pekerjaan kalian!" Ujarnya tegas