Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Tidak sadar diri


__ADS_3

"Hahahaha!. Akhirnya aku akan bisa membalas dendam pada manusia brengsek itu!" Tawa Elina lepas, sesaat setelah menginjakkan kakinya ke negara tetangga, di bandara internasional Singapore, Changi


"Jangan girang dulu nek! kita belum aman kalau belum benar benar sampai tujuan!" Tangkis Jasmine mematahkan pernyataan neneknya


"Kau ini, terus menerus menyerang nenek, bukan mendukung ide nenek, tapi malah mematahkannya terus, mau mu apa Jasmine?" Tanya neneknya sewot


"Bukan apa apa nek, cuma kita harus berhati hati, kita masih dalam penyamaran. lihat rambutku ini, buat gatal leherku saja!" Bela Jasmine ngotot


"Lita juga begitu nek, rambut palsu yang Lita pakai ini, memang membuat leher jadi gatal. ingin buang saja rasanya!" Sambung Lita membela pernyataan dari Jasmine tadi


"Kalian diamlah, ini masih ditempat ramai. dan apa hubungannya antara rambut dengan kegembiraan nenek tadi?" Tanya Brian sambil menempelkan jari telunjuknya ke mulut


"Sudah sudah! jangan berisik! ini bandara bukan rumah. Bisa bisanya kalian berulah seperti itu. Ayo cepat duduk!" Kata Danish mengagetkan mereka


***


Kilas balik pelarian nenek Elina


Pada malam hari sebelumnya nenek Elina, Danish, Everly Chalista, Brian dan Jasmine, melarikan diri dari rumah yang mereka tempati, selama kurang lebih setengah tahun itu


Pelarian mereka dibantu oleh orang orangnya Dion, yang sudah menghianati nya, dan sudah Elina bayar, untuk membawa mereka ke ibu kota provinsi, guna melakukan penerbangan dari dan ke negara lain


Setelah menempuh jarak sekitar 222,2 km, atau sekitar 4 jam 48 menit, mereka pun sampai di ibukota provinsi, dan langsung menuju ke bandara, walaupun saat itu masih terlalu pagi, tapi karena takut ketahuan, mereka tetap saja melaju ke sana


Setelah sampai di bandara, mereka berenam tidak langsung masuk, tapi tetap menunggu di depan pintu keberangkatan bersama calon penumpang lainnya, karena 7 menit lagi, pintu keberangkatan baru akan dibuka


Sewaktu menunggu sekitar 7 menit itu, mereka kelihatan sekali sangat gugup dan khawatir, kalau kalau pelarian mereka itu akan diketahui oleh orang orang nya Dion


Namun kekhawatiran mereka tidak terbukti, karena sejak mereka berangkat sampai menginjakkan kaki di bandara ibukota provinsi, pelarian mereka sepertinya belum terendus oleh Dion, Jadi mereka menjadi lega.Tapi benarkah demikian?


***


Dion bukanlah orang bodoh apalagi orang orangnya. Rams di otak jenius, dari awal sudah memerintahkan kepada orang orang kepercayaannya, untuk memasang alat pelacak, ataupun kamera tersembunyi, di rumah yang akan ditempati oleh nenek Elina tersebut


Selama kurang lebih setengah tahun, nenek Elina dan keluarganya tidak menyadari keadaan itu, karena kamera ataupun alat pengintai yang dipasang tersebut, tidak akan mudah terdeteksi oleh siapapun, kecuali oleh yang memasangnya


Oleh karena itu, selama mereka tinggal di sana, aktivitas mereka, kecuali aktivitas pribadi, terus diawasi oleh Dion dan orang orangnya


Jadi, Dion sudah mengetahui rencana dari mantan nenek mertuanya itu, tapi Dion masih tetap membiarkan, apapun yang dilakukan oleh nenek Elina tersebut, berikut semua rencana busuknya, sudah terekam dengan jelas di kamera pengintai itu

__ADS_1


Dion terus membiarkan rencana rencana mereka itu berjalan seperti biasa, karena Dion ingin melihat, sampai dimana kekuatan dan pembalasan dendam dari nenek yang tidak tahu diri itu


Sebagai orang yang sudah berpengalaman, apalagi setelah berhadapan dengan beberapa kelompok mafia, gangster dan berandalan, Dion tidak akan membiarkan mereka begitu saja tanpa pengawasan


Orang orang yang selalu datang ke tempat kediaman mereka itu, hanya sebagai kedok saja, untuk menyamarkan pengintaian nya terhadap aktivitas dan gerakan dari nenek Elina tersebut


Jadi selama setengah tahun itu, mereka tidak tahu terus diawasi oleh Dion dan orang orangnya. Sungguh miris!


Jika nenek Elina, benar benar menjalankan rencananya untuk membalas dendam pada Dion, dengan cara menghancurkan perusahaan Birawa Group, maka tidak ada alasan lagi bagi Dion, untuk langsung menghabisi mereka semua, karena Dion sudah menepati janjinya pada kakek Wolf, untuk tidak mensia siakan mereka, dan dan mau membantu mereka ketika dalam kesusahan


Namun setelah ditolong, tetapi mereka tetap menghianatinya, maka alasan itulah yang digunakan oleh Dion, untuk benar benar menghancurkan keluarga Elina sampai tidak tersisa


Di malam mereka melarikan diri itu, Dion melalui Rams, memerintahkan kepada orang orang nya yang ada di kota P, untuk mengawasi mereka, serta mengikutinya sampai ke negara tujuan


***


Di dalam bandara, mereka tampak sedikit gelisah, walaupun sudah berusaha disembunyikan, tapi kegugupan mereka jelas sekali terlihat, apalagi Jasmine dan Chalista


Setelah menunggu sekitar 2 jam 40 menit, mereka akhirnya terbang menuju ke Singapura, sebagai tempat transit menuju ke negara lainnya


Di dalam pesawat Boeing itu, bukan hanya berisi mereka berenam saja, tetapi banyak juga penumpang lain yang mempunyai tujuan sama, termasuklah 10 orang laki laki yang berpenampilan biasa, tapi kelihatan kuat turut berada di dalam pesawat yang sama


Jarak tempuh singapura hongkong adalah 2.591 km, atau 1.610 mil dan 1.399 mil laut, dengan kecepatan penerbangan 900 km/jam, maka waktu yang dibutuhkan dalam penerbangan itu adalah 2 jam 56 menit


Setelah sampai dan menginjakkan kaki di Hongkong, nenek Elina tertawa kegirangan, sama seperti yang dilakukannya di bandara Changi, Singapura, untuk mengekspresikan kegembiraannya, karena telah lepas dari bayang bayang Dion


***


"Lapor tuan muda!. Orang orang yang ditugaskan untuk mengawasi nenek Elina,sudah sampai di Hongkong, dan saat ini, mereka sedang mengawasi tempat tinggal nenek itu!" Ucap Rams sambil menunduk ke arah Dion


"Kerja bagus!" Jawab Dion singkat


"Elina!, Kau pikir akan bisa lepas begitu saja dari pengawasanku? Mimpi!" Guman Dion lirih, tapi terdengar oleh Rams yang tak jauh darinya


"Jadi apa yang harus kita lakukan tuan muda?" Tanya Rams sedikit ragu


"Biarkan saja dulu, apa yang akan mereka lakukan. Aku ingin melihat, bagaimana permainan nenek peot itu" Jawab Dion sambil tersenyum


"Jika dia main halus, aku akan membalasnya dengan halus juga, jika dia bermain kasar, maka aku akan membalasnya dengan lebih kasar lagi, tapi jika mereka melakukan lebih dari itu, Bunuh!" Jawab Dion sambil menyeringai dengan aura yang yang menakutkan

__ADS_1


"Baik tuan muda!" Respon Rams cepat


"Robin dan kau Hans! segera berangkat ke Hongkong, bawa orang terbaikmu kesana, usahakan penampilan kalian seperti seorang pebisnis, agar tidak dicurigai di negara yang akan kalian tuju itu!" Titah Dion tegas


"Dimengerti tuan muda!" Jawab keduanya serempak, dan langsung meminta izin kepada Dion, untuk meninggalkan ruangan itu


"Hemmm!" Jawab Dion dengan suara mendehem seperti itu


"Kali ini aku tidak akan main main lagi! aku akan serius, tapi menunggu reaksi mereka di sana." Batin Dion dalam hati


"Rams! coba perlihatkan lokasi nenek itu tinggal, dan retas jaringannya. Perintahkan kepada orang orang kita, yang berasal dari kota P, untuk memasang alat pelacak atau sejenisnya di sekitaran tempat tinggal mereka


"Baik tuan muda!" Jawab Rams segera, kemudian mengoperasikan komputernya, mencari lokasi rumah Elina, dengan memasukkan titik koordinat ke dalam aplikasi yang ada di komputer yang sedang dioperasikan nya itu


Layar komputer Rams dan diteruskan ke layar lebar yang ada di ruangan kendali itu, menampilkan lokasi di mana nenek Elina sekarang tinggal


Clear Water Bay, bagian timur New Territories Hongkong, adalah lokasi di mana nenek Elina bermukim, berada di pinggiran kota Hongkong yang berhawa sejuk dan berlatar belakang danau, serta bukit bukit nan hijau


Di sanalah keluarga itu sekarang bermukim, jauh dari keramaian kota. Tapi karena perusahaan yang didirikan oleh keluarga itu berkantor di modern place, Brian, Jasmine dan Chalista, mau tidak mau harus tinggal di sana


"Begitu rupanya!.Awasi terus aktifitas mereka, termasuk lalu lintas keuangan mereka."


"Gunakan kemampuan maksimal kalian, untuk mendeteksi gerakan, atau aktivitas apapun yang mencurigakan dari mereka!" Titah Dion pada bawahan Rams dan dijawab oleh mereka serempak


"Baik tuan muda!"


Dion hanya menganggukkan kepala saja, pertanda menerima penghormatan mereka tersebut, kemudian membatin sendiri dalam hati. "Sejak awal sudah ku perkirakan, bahwa nenek tua itu tidak akan berhenti sampai di situ saja. Dia tetap akan membalas dendam dengan berbagai macam cara kepadaku" Batinnya


"Aku memang sengaja memberikan bantuan kepada mereka, untuk yang terakhir kalinya, agar bisa mengetahui, bagaimana sifat mereka yang sesungguhnya." Sambungnya lagi


"Dengan kejadian ini, aku bisa menilai, bahwa nenek Elina juga keluarganya, adalah keluarga yang benar benar brengsek, dan tidak pandai membalas budi."


"Sepertinya, mereka sudah tidak berhak lagi hidup di muka bumi ini!" Kali ini perkataan Dion terdengar jelas oleh orang orangnya, termasuk Rams


"Apakah tuan muda ingin agar kami secepatnya menghabisi mereka?" Tanya Rams bersemangat


"Biarkan dulu mereka menikmati kemenangan yang sementara itu. Tunggu sampai mereka, benar benar melakukan tindakan yang tidak terpuji pada ku, juga pada perusahaan ku, barulah kalian boleh bertindak!" Jawab Dion kalem


"Dimengerti tuan muda!" Ucap Rams senang

__ADS_1


__ADS_2