Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Kemesraan sesaat


__ADS_3

"Pa! apa yang terjadi?. kenapa papa sepanik itu?" Tanya Tommy penasaran, ketika melihat ayahnya bermandi keringat, sangking takutnya jadi miskin


"Ini semua gara gara kau!.Dasar anak kurang ajar!"


Plak!


Agam menampar anak kesayangannya itu dengan sekuat tenaga, sampai membuat tubuh Tommy terdorong satu langkah kebelakang


Perit terasa di pipi Tommy, akibat tamparan itu, dan ini buat pertama kalinya, Agam menampar anak kesayangannya tersebut


Kesal, takut dan menyesal bercampur menjadi satu. Otak Agam tidak lagi berfungsi dengan baik. Semuanya terlihat suram, Jantungnya berdetak kencang dan terasa nyeri, tapi dikuat kuatkannya saja


Dengan nafas yang masih tersisa, Agam menumpahkan kekesalannya pada Tommy dengan berkata


"Semua kekayaan kita telah habis, dirampok oleh orang yang bernama Dion itu!" Ucap Agam geram


"Semua perusahaan kita pun telah diambil alih olehnya, dan pihak bank mengetahui itu, tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa, karena yang melakukan itu adalah papa sendiri." Ucap Agam lemah, sambil mengurut dadanya yang terasa nyeri tersebut


"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi pa?. Bagaimana papa bisa menyerahkan semua perusahaan dan aset aset kita pada Dion?" Tanya Tommy belum mengerti juga


"Sebenarnya bukan papa yang melakukannya, tapi sistem. Hacker mereka telah berhasil meretas sistem informasi perusahaan kita, dan membuat seolah olah kita lah yang mengoperasikan perintah tersebut, padahal sebenarnya bukan!" Jawab Agam tidak semangat


"Atas dasar apa mereka melakukan itu pa?" Tanya Tommy marah


"Masih juga berlagak bloon kau!. Ini semua gara gara ulah mu, karena telah berani melecehkan 6 orang teman mu sendiri."


"Perbuatan mu itu telah dilaporkan oleh mereka kepada pemilik restoran tersebut, dan hasilnya, kau menjadi tersangka utama, karena barang bukti semuanya mengarah padamu!" Ujar Agam emosi


"Tapi bukankah Tommy sudah mengatakan pada papa, bahwa Tommy tidak bersalah, dan tidak berniat untuk melakukan perbuatan itu?" Bantah Tommy membela diri


"Kau boleh berbohong pada papa!, tapi kau tidak bisa mengelak pada kesaksian mereka!. Dasar bodoh!" Sanggah papa nya kesal


"Akibat dari perbuatan mu itu, Teman mu menuntut ganti rugi kepada papa, tapi papa tidak mengabulkannya, malah papa menentang perintah tersebut." Ucap Agam menyesali perbuatan bodohnya itu

__ADS_1


"Bahkan papa sudah diperingatkan sebanyak 3 kali oleh Dion, tapi papa tetap membandel, malah bersikap menantang, maka jadilah seperti ini."


"Di depan mata papa sendiri, semua harta kekayaan kita termasuk seluruh perusahaan kita, telah berpindah tangan kepada perusahaan Birawa Group, dan itu sah, serta tidak melanggar hukum."


"Bagaimana bisa terjadi pa? bukankah papa mempunyai beberapa orang hacker yang tidak pernah terkalahkan sepanjang karirnya?" Tanya Tommy penasaran


"Diatas langit masih ada langit. Hacker yang papa pekerjakan itu tidak ada apa apanya, jika dibanding dengan hacker milik perusahaan tersebut."


"Dengan mudahnya mereka mengobrak abrik dan menghancurkan sistem pertahanan perusahaan kita."


"Papa sangat menyesal sekali, karena tidak mau mendengar peringatan dari Dion itu. Jika papa menuruti apa yang dia katakan, maka nasib kita tidak akan seperti ini. Paling paling hanya akan memberikan kompensasi, tapi perusahaan kita masih tetap ada."


"Kau benar benar anak yang tidak berguna!. Akibat perbuatan mu itu, kita sekarang telah menjadi orang miskin!"


"Sebentar lagi pihak bank akan menyita rumah ini, dan masih banyak lagi penyandang dana yang menuntut, agar papa mengembalikan pinjaman papa pada mereka." Teriak Agam masih terlihat emosi


"Gawat!. Ini semua gara gara kecerobohan ku. Apa yang harus aku lakukan?" Batin Tommy dalam hati, menyesal tiada tara


"Sekarang cepat berkemas!, ambil apa saja yang perlu, termasuk juga sisa tabungan, uang kontan dan sebagainya." Ucap Agam panik


***


Vila mewah kota Golden City, pada waktu yang sama


Dion dan Ivory, didampingi oleh Iron, Hans, Robin dan Burgon, sedang membahas rencana lanjutan, setelah satu jam lalu mengambil alih semua kekayaan Agam di kota M itu


Saat itu Dion kelihatan serius, dan terkesan tegang. Entah apa yang dipikirkannya olehnya


Ivory, yang sudah paham sifat Dion itu, tidak berani menegurnya. Dia hanya menunggu apa yang akan dikatakan oleh calon suaminya tersebut


Tak lama kemudian Dion membuka suara. "Karena Agam sudah jatuh, dan tidak mempunyai kekuatan lagi. Batalkan keberangkatan 1.500 orang pengawal kesana!" Titah Dion kepada Iron dan pengawal utama tinggi lainnya


"Sebagai gantinya, bawa orang orang terbaik paman, untuk mengawal proses pengalihan perusahaan Agam Group itu ke tangan kita."

__ADS_1


"Amankan bekas orang orangnya si Agam itu. Jadikan mereka orang orang kita, tapi jika mereka menolak, biarkan saja. Namun jika ada indikasi bakal menyusahkan kita dikemudian hari, lakukan apa yang harus dilakukan, agar tidak sempat berkembang!" Ucap Dion dengan instruksi tegas


"Baik tuan muda!" Jawab Iron cepat, kemudian meminta ijin untuk mempersiapkan orang orang terbaiknya, karena besok pagi, dia harus berangkat ke kota M, selama satu minggu


Setelah Iron dan yang lainnya pergi, Ivory mendekati Dion, lalu berkata dengan lemah lembut "Sayang!. Melihat dari keseriusan mu itu, sepertinya ada sesuatu yang jauh lebih besar dari hanya sekedar memiskinkan si Agam itu." Ujar Ivory sedikit khawatir, saat dia hanya tinggal berdua dengan Dion, di ruang keluarga vila itu.. Sedangkan kekeknya, sudah masuk kedalam kamar untuk istirahat


"Kau benar Ivo!. Dari peristiwa memalukan itu, aku bisa belajar, bahwa masalah sekecil apapun, bisa berkembang menjadi besar, kalau kita tidak cepat menanganinya." Jawab Dion masih belum jelas kearah mana pembicaraannya itu


"Ibarat api, jika disiram dengan minyak, maka dia akan membesar, dan bisa membakar apa saja yang berdekatan dengannya." Sambungnya lagi


"Sama halnya dengan masalah Tommy. Pada awalnya hanya sekedar membalas dendam saja, dan kemungkinan hanya untuk mempermalukan si Mona itu."


"Tapi dia tidak memperhitungkan dampak dari perbuatannya tersebut. Dari kecil menjadi besar, dan akhirnya melibatkan orang tuanya, serta berakhir pada kejatuhan seluruh usaha orang tuanya tersebut."


"Jika aku menganggap masalah itu kecil. mungkin kedepannya akan menjadi besar, sama seperti api itu."


"Maka sebelum api tersebut sempat membesar, aku harus segera memadamkannya." Ucap Dion penuh dengan perumpamaan


"Maksud sayang!" Respon Ivory penasaran


"Agam mempunyai api kecil itu, yaitu Tommy, jika dia sempat membesar karena kita membiarkannya, maka Tommy akan membakar kita suatu hari nanti."


"Oleh karena itu, aku mengutus paman Iron, Robin dan Burgon untuk pergi kesana, untuk memastikan, bahwa api kecil itu sudah padam, walau sangat berlebihan sekali." Jawab Dion diplomatis


"Ivo mendukung apapun keputusan mu sayang!" Respon Ivo bijaksana, kemudian merebahkan tubuhnya di dada Dion, untuk mengekspresikan dukungannya tersebut


Dion yang mendapat perlakuan seperti itu menjadi trenyuh, kemudian dia berkata "Maafkan aku Ivory!, karena belum bisa menemui orang tua mu !" Ucap Dion meminta pengertian dari calon istrinya itu


"Ivo sangat memaklumi kesibukan mu sayang. Tapi Ivo yakin, suatu hari nanti, masa indah itu pasti akan datang." Jawab Ivo penuh pengertian, kemudian berujar lagi


"Sampai kapanpun, Ivo akan menunggu saat saat bahagia itu. Karena orang tua Ivo, juga sudah mendesak, agar segera menikah, dan membawa calon nya kehadapan mereka." Jawab Ivo cukup berlapang dada


"Bersabarlah Ivo!. Dalam beberapa minggu atau bulan ini, aku akan menemui kedua orang tua mu bersama dengan kakek." Respon Dion cukup melegakan hati Ivory

__ADS_1


"Terima kasih sayang!" Ucap Ivory sambil mengecup pipi Dion dengan mesra


__ADS_2