Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Perasaan Dion


__ADS_3

"Jadi anda orang yang bernama Bagaspati?" Tanya Torangga cepat, saat pertama kali bertemu dengan pimpinan gagak hitam, Bagaspati tersebut


"Benar sekali. Apakah kita pernah bertemu?" Jawab Bagaspati singkat, Kemudian berkata lagi


"Aku sudah mendengar nama besar anda. Di kota ini, siapa yang tidak mengenal pimpinan kedua hantu malam, Torangga yang hebat. Belum ada siapapun yang mampu menjatuhkannya dalam sekali serangan?" Ucap Bagaspati kagum, sambil memuji lawan bicaranya itu


"Sebaliknya bagi kelompok hantu malam. hanya pernah mendengar tentang kelompok anda. Tidak disangka, ternyata anda adalah pemimpinnya." Jawab Torangga dengan ekspresi kagum juga


"Anakku sangat beruntung mempunyai suami seperti anda, seorang pemimpin organisasi yang kuat, pengusaha pula!" Ujarnya lagi


"Anda terlalu melebih lebihkan saja. Justru andalah yang sangat luar biasa. Sudah menjadi orang penting di suatu organisasi besar di kota ini."


"Jika dibandingkan dengan organisasi yang aku pimpin, maka organisasi ku tidak ada apa apanya dengan organisasi anda."


"Sungguh aku merasa beruntung, karena bisa menjalin hubungan dengan anda, termasuk juga organisasinya." Respon Bagaspati cukup lancar sekali


"Aku sudah mendengar tentang masalah mu, dengan pengusaha asal kota J itu melalui anak ku ini."


"Dia mengatakan ingin meminta bantuan pada kelompok hantu malam, yang dipimpin oleh Bramantyo bos ku itu. Tapi sayangnya yang bersangkutan sedang berhalangan hadir saat ini."


"Tapi aku bisa mewakilinya untuk memberi keputusan, apakah harus membantu mu atau tidak."


"Karena masalah mu juga menjadi masalah putriku, maka mau tidak mau aku harus membantu anda juga."


"Bawalah sekitar 300 orang terbaik kelompok hantu malam. dan datangi hotel tempat orang itu menginap. Habisi mereka malam ini juga!" Ucap Torangga tegas


"Baik!. Dengan tambahan anggota sebanyak itu, aku yakin, Birawa dan cucunya itu akan habis malam ini!" Ucapnya senang


"Berhati hatilah. Karena menurut mata mata ku, orang tersebut dikelilingi oleh orang orang hebat. Salah satu diantaranya adalah legenda gangster, Iron si tangan besi."


"Apa!. Jadi salah satu anak buah Birawa adalah sI legenda itu?" Tanya Bagaspati terkejut


"Apakah kau juga mengenal atau pernah mendengar nama besarnya itu?"


"Ya. waktu aku masih bekerja pada si Birawa. Kelompok tersebut sudah berkiprah di kota S, dan merajai kota tersebut. Tidak ada yang tidak kenal akan namanya, termasuk aku, karena aku berasal dari sana." Jawab Bagaspati apa adanya


"Untuk anda tahu, sebenarnya aku bekas anggota kelompok nya!, walau tidak lama. Jadi aku sangat mengenal siapa si Iron itu." Ucap Bagaspati berterus terang


"Jadi?. Menurut anda?"


"Ya. Kita harus berpikir ulang kalau ingin menyerang Birawa malam ini."


"Aku yakin. Hans, burgon, Leon serta Robin, pasti ikut dalam rombongan tersebut"


"Ditambah lagi menurut mata mata ku , Birawa dikelilingi oleh ratusan pengawal elit, dan beberapa diantara mereka terdapat 4 orang pengawal wanita, yang kekuatannya belum diketahui."


"Tapi kalau sudah bisa mendampingi orang besar itu, aku yakin keempat wanita itu bukanlah orang sembarangan." Jawab Bagaspati apa adanya


"Apakah keempat orang petinggi yang barusan anda sebutkan itu juga kuat?"


"Bagaimana tidak kuat!. mereka rata rata berjuluk dewa dalam keahliannya masing masing. Apalagi si Hans itu. Keahliannya memainkan belati, tidak ada yang bisa menandingi kecepatannya sampai saat ini."

__ADS_1


"Baginya, belati adalah jiwa keduanya. Bukan hanya itu saja, selain belati, dia juga ahli bertarung dengan menggunakan tangan kosong. Jarang sekali yang bisa lolos dari serangannya."


"Aku jadi kepikiran tentang itu. Apa tidak sebaiknya, kita batalkan saja rencana penyerangan itu?" Ucap Bagaspati khawatir


"Sudah terlanjur basah, ya kita teruskan saja. Sehebat apapun si Iron dan bawahannya itu. tidak mungkin bisa melawan orang orang kita yang banyak tersebut, Nanti fokuskan pada kelima orang itu. Yang lain aku yakin hanya pengawal kroco saja." Jawab Torangga tegas


"Baiklah!. Aku juga setuju dengan rencana mu itu. Entah bagaimana dengan Meri ini?" Respon Bagaspati semangat


"Aku juga setuju yah!. Terus terang, Aku sangat dendam dengan orang yang bernama Dion itu. Apalagi orang yang bernama Burgon dan Leon tersebut. Ingin rasanya mencabik cabik tubuhnya saat ini!" Jawab Meri geram


"Bagus!. Ternyata kau menuruni sifat ayahmu. Hebat!" Reaksi Torangga bangga


"Tapi bagaimana dengan orang yang bernama Dion itu pa?. Mungkinkah dia juga seorang ahli bela diri?" Tanya Meri ingin tahu


"Selama ini papa belum mendengar tentangnya. Mungkin hanya seorang tuan besar, yang selalu bergantung dengan perlindungan anak buahnya saja." Jawab Bagaspati menerka nerka


"Kalau begitu akan lebih mudah untuk menghabisinya. apalagi istrinya itu. Aku ingin dia merasakan, bagaimana rasanya kehilangan orang yang sudah dekat dengan kita!" Ucap Meri dengan ekspresi marah


"Sudahlah!. Untuk saat ini, persiapkan saja rencana kalian. Nanti malam sekitar pukul 1 malam, datangi hotel tempat mereka menginap. dan segera habisi penghuninya." Ucap Torangga tegas


"Baik!" Respon Bagaspati cepat. Kemudian bersama dengan istrinya. meninggalkan tempat itu untuk kembali ke markasnya sendiri


***


Grand Sriwijaya Hotel. pada waktu yang sama


"Malam ini!. Siagakan anak buah mu. Jangan sampai ada yang tidur!.Tempatkan mereka di tempat tempat strategis!. Aku curiga, akan ada kejutan yang datang ke hotel ini!" Ucap Dion memberi instruksi pada petinggi pengawal keluarganya itu


Dion yang ditanya itu, tidak langsung menjawab. Dia malah berdiri untuk mengambil nafas, dan menenangkan hatinya. Lalu tak lama kemudian dia berkata.


"Entah kenapa sejak sore tadi, perasaan Dion tidak enak kek. Mau tidak percaya, Dion takut akan berakibat buruk pada kita. Tapi jika mempercayai, mungkin ini akan menjadi bahan candaan orang nantinya." Jawab Dion berterus terang


"Memang apa yang kau rasakan itu cucuku?" Tanya tuan Birawa ingin tahu


"Dion merasakan, bahwa ada bahaya besar yang sedang menuju kemari. Tapi entah apa itu, Dion kurang tahu secara pasti."


"Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak yang tidak diinginkan, Dion berinisiatif untuk mensiagakan orang orang kita. untuk berjaga, dan ditempatkan pada lokasi lokasi strategis."


"jika bahaya itu benar datang, maka mudah bagi kita untuk menanggulanginya dengan cepat" Jawab Dion berterus terang


"Untuk itu, panggil seluruh orang orang kita. agar berkumpul di ballroom hotel, supaya mudah memberikan instruksi pada mereka!" Ucap Dion memberi perintah


"Baik Tuan besar!" Jawab Iron patuh


***


Sekitar satu jam kemudian , seluruh pengawal sudah berkumpul di ballroom hotel, termasuk juga pengawal yang ditempatkan pada perusahaan milik Sidiq itu


Jumlah seluruhnya pengawal yang ada, sebanyak 340 orang. termasuk para petingginya


Sebenarnya jika dihadapkan dengan kekuatan orang orang Bagaspati, yang sudah mendapat bantuan tersebut. Jumlah mereka tidak ada apa apanya

__ADS_1


Anggota kelompok Bagaspati, awalnya hanya berjumlah 450 orang, Jika ditambah dengan 300 orang kekuatan dari kelompok Torangga. Praktis jumlah seluruhnya mencapai 750 orang


Kekuatan sebanyak itu, bisa jadi cukup untuk meratakan sebuah kampung, atau sebuah desa kecil.


Tapi tanpa mereka sadari, Bagaspati hanya mengandalkan jumlah anggotanya yang banyak, tanpa dilengkapi dengan kualitas dari anggotanya


Malam itu, sekitar pukul 9 malam. Dion memimpin pertemuan darurat pada semua pengawal keluarganya, untuk membahas segala kemungkinan yang akan terjadi pada mereka


Dalam pertemuan itu, Dion tampil cukup menyakinkan bagi semua bawahannya


Penampilannya yang terkesan tenang dan penuh wibawa, mampu membuat seluruh orang yang hadir di ballroom itu menjadi terdiam


Setelah memandang sejenak kearah pengawalnya. Dion segera berkata. "Sengaja kalian aku kumpulkan disini, adalah untuk mendengarkan instruksi ku. Bahwa malam ini, kalian aku wajibkan untuk berjaga disekitar hotel dan areal sekitarnya."


"Aku mensinyalir, adanya bahaya besar, yang sedang mengintai kita."


"Untuk itu aku perintahkan, agar kalian bersiaga, dan bersiap siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi."


"Dalam kesempatan ini, aku akan membagi kalian menjadi sepuluh kelompok. yang akan ditempatkan di lokasi lokasi strategis sekitaran hotel ini."


"Karena belum terbukti apakah asumsi ku ini benar atau salah. aku memutuskan belum akan menghubungi pihak berwajib setempat."


"Nanti setelah terbukti perkiraan ku benar. barulah aku akan menghubungi mereka. Untuk meminta ijin untuk menanggulangi kerusuhan sebelum mereka datang."


"Jika benar bahaya itu datang, aku instruksikan, sedaya upaya jangan melakukan pembunuhan."


"Buat mereka pingsan, atau sekedar cidera saja. Tapi usahakan, jangan sampai menghilangkan nyawa salah satu diantara mereka. Agar kita tidak mendapat kesulitan, ketika berhadapan dengan pihak berwajib."


"Kelompok ninja, menempati atas gedung disekitaran hotel ini, sebagiannya lagi bersembunyi dekat tempat tempat yang kurang mendapat pencahayaan lampu."


"Kelompok assassin, tempati di setiap perempatan jalan, juga disekitaran hotel ini"


"Kelompok samurai, hadang mereka diujung jalan, dan didepan hotel ini."


"Sementara kelompok lain, menyebar dan membantu kelompok yang sudah di tetapkan tadi."


"Sementara petinggi pengawal dan beberapa komandan elit, lakukan penyisiran disekiran hotel dalam radius 200 meter. didampingi oleh belasan pengawal elit lainnya"


"Kelompok intelijen pimpinan Burgon. sisir setiap lokasi yang diperkirakan tempat mereka akan lewat, dalam radius satu kilometer."


"Lakukan kontak terus menerus, agar setiap saat aku mendapat laporan masuk."


"Tangkap setiap orang yang dicurigai, yang datang secara berkelompok. atau dalam kelompok kecil."


"Untuk empat gadis sekawan, tetap dampingi keluargaku, dan jangan biarkan siapapun dapat masuk ke hotel ini!"


"Bekerjalah dengan sungguh sungguh. dan jangan menganggap remeh lawan!" Ucap Dion berapi api ketika memberikan instruksi


"Sekarang semuanya menyebar, dan lakukan tugas kalian masing masing!"


"Baik tuan besar!" Jawab mereka serempak, dan penuh dengan semangat, bagai pasukan yang akan pergi berperang

__ADS_1


__ADS_2