
Satu minggu kemudian. Ruang pesta ajang mencari jodoh khusus untuk anak muda
Acara yang digadang gadang bakal menjadi ajang kawula muda, benar benar berjalan seperti yang diharapkan
Hampir seluruh karyawan yang belum menikah, yang tempat kerjanya tidak begitu jauh dari kota emas. Menghadiri perhelatan akbar tersebut
Tak ketinggalan pula para pengawal, yang juga belum menikah, atau belum menemukan jodoh. Mereka juga datang dan mengikuti acara yang diadakan itu. Termasuklah putra dan putri Togar yang ada
Ketiganya sangat beruntung sekali, karena pada malam itu, mereka bertemu jodohnya di acara tersebut, walau acara baru berlangsung satu jam
Yang laki laki, bertemu dengan seorang karyawan muda, yang bertugas di bagian HRD, tapi sebagai anggotanya
Sedangkan yang perempuan, berjodoh dengan pengawal elit menengah keluarga Dion
Sementara pengawal elit Awan, sang komandan elit Birawa, yang cintanya sudah terlanjur berlabuh pada Maya, malam itu hatinya sangat gelisah sekali
Sang pujaan hatinya, tidak ada dalam acara tersebut
Sudah hampir satu jam, dia terus mencari keberadaan Maya, sang tambatan hatinya itu
Dia sudah hampir putus asa, untuk menemukan pujaan hatinya
Tapi ketika dari arah kejauhan, wanita yang sangat dicintainya itu datang, bahkan terlihat seperti sedang menuju ke arahnya, hatinya berdetak kencang dan sangat bahagia sekali
Buru buru dia berlari ke ayah Maya, dan menyapanya, dengan penuh rasa hormat "Nona muda!. Tidak disangka, anda juga datang dalam acara ini." Ujarnya senang dan berpura pura kaget
"Oh kak Awan!. Kebetulan kita bertemu di sini. Aku memang sedang mencari kakak!" Jawab Maya berterus terang
"Nona muda mencari ku?. Apa ada sesuatu hal penting, yang ingin nona sampaikan pada saya?" Tanya Awan terasa melambung angannya, dan sangat percaya diri sekali
"Tidak juga kak Awan!. Cuma ingin berbincang bincang saja dengan kakak." Jawab Maya apa adanya
"Benarkah begitu nona?" Tanya Awan seperti tidak percaya
"Benar sekali kak!. Kebetulan tidak ada yang mau, atau berani mendekati ku, kecuali kak Awan seorang." Jawab Maya bernada puitis
"Wah luar biasa sekali!. Berarti saya orang yang paling beruntung di dunia ya?" Respon Awan bersemangat, dengan semburat merah di wajahnya
"Tapi kakak ku berpesan, agar aku tidak terlalu kena embun malam, takut sakit katanya." Ucap Maya mencoba menggertak lawan bicaranya itu
"Apa!. Benarkah apa yang nona muda sampaikan ini?"
"Benar kak!"
"Oh!. Kalau begitu saya tidak berani berlama lama dengan anda, takut kena imbasnya."
"Mari nona muda!. Saya antar anda untuk kembali ke villa!" Ucap Awan ketakutan, tapi masih dengan sikap sopan nya tersebut
"Tidak perlu!. Aku bisa pulang sendiri. Para pengawal ku sedang menungguku di sana." Jawab Maya berterus terang
"Tapi bukankah saya juga pengawal nona muda, seperti yang diperintahkan oleh tuan besar Dion?" Protes Awan mengingatkan
"Itu satu bulan lalu!, tapi sekarang sudah tidak lagi!" Jawab Maya juga mengingatkan
"Sayang sekali!" Ucap Awan lirih bernada sedih dan kecewa sekali
"Tidak udah terlalu sedih begitu kak!. Satu setengah jam lagi, baru aku kembali ke villa." Jawab Maya enteng
"Benarkah nona muda?" Tanya Awan bersemangat kembali
"Seperti yang kak Awan lihat!" Jawab Maya singkat
"Maaf nona muda kalau saya tidak sopan, dan terlalu memaksakan kehendak!" Ucap Awan mencoba bersikap berani, di hadapan wanita yang ditaksirnya itu, mumpung masih ada waktu
"Ada apa kak Awan?. Kelihatannya serius sekali?" Tanya Maya pura pura tidak tahu
"I..itu nona!. Tentang waktu yang diberikan untuk nona berpikir tentang ku."
"Apakah masih ada kesempatan untuk ku memiliki kesempatan itu?" Tanya Awan terkesan berbelit belit, karena dia memang orang yang tidak terlalu romantis
"Masih ada waktu satu setengah bulan lagi kak Awan."
"Jadi tolong berikan aku waktu, untuk mempertimbangkannya."
"Kalau memang jodoh itu ada, maka kita tetap akan bersatu juga!" Jawab Maya mantap, mencoba berkelit dari serangan cinta Awan
__ADS_1
Semburat warna merah, tapi dilatar belakangi rasa kecewa, terlihat benar di wajah Awan, setelah mendengar itu
Sudah cukup lama dia berusaha untuk mendekati dan menyakinkan Maya, tentang bagaimana perasaan cinta yang tulus terhadapnya
Tapi sampai saat ini, belum ada kemajuan yang berarti, dan dia masih harus menunggu satu setengah bulan lagi, untuk mendapatkan kepastiannya
Lalu untuk apa usaha keras yang telah dilakukannya sampai saat ini, kalau belum membuahkan hasil
"Sabar Awan!. Kau manusia hebat, orang yang belum pernah jatuh cinta pada siapapun!"
"Kalau baru diuji begitu saja kau sudah menyerah, lebih baik kau ganti kelamin saja sana!" Batinnya dalam hati
"Tapi apa yang harus ku buat lagi, untuk menyakinkan Maya tentang besarnya cinta ku padanya selama ini?" Ucapnya lirih, tapi masih bisa didengar oleh Maya
"Kak Awan!. Untuk mendapatkan sesuatu yang besar dan berharga, tentu seseorang harus di uji dengan bekerja keras terlebih dahulu."
"Terlepas dia mampu atau tidak, itu tergantung dari kesungguhan usahanya."
"Kalau belum apa apa sudah menyerah, lebih baik tidak usah sama sekali."
"Aku Maya, berjanji!, akan menepati janji yang telah diucapkan!"
"Bila dalam tiga bulan kak Awan bisa membuatku jatuh cinta, maka aku akan menerima kak Awan apa adanya, dan tidak akan mempermasalahkan kejadian sebelumnya!" Ucap Maya untuk menanggapi perkataan awan yang barusan di dengarnya tadi
"Berjuanglah kak. karena wanita itu butuh diperjuangkan!" Sambungnya lagi
"Baik!. Saya tidak akan menyerah, hanya karena ini!"
"Saya yakin!, sesuatu itu akan indah pada waktunya!" Jawabnya mantap
"Bagus!. Itu baru namanya pengawal elit, komandan tinggi di keluarga kakak ku!" Respon Maya cepat, dengan niat mendukung tekad dari laki laki yang menaksir nya tersebut, walau hatinya masih ragu
***
Di bagian lain
Pesta masih saja berlanjut. Alunan musik lembut terdengar merdu, mengantarkan pasangan yang baru terjalin, untuk saling berbagi rasa, pengalaman dan janji terbina
Dari seribu lebih pasangan muda mudi itu, hampir seluruhnya mendapatkan pasangan baru, tidak terkecuali Langit
Sedangkan Bumi, masih belum mau mencari yang lain. Dia masih berharap, agar Maya yang akan menjadi pasangannya
Tapi dia tetap tidak bergeming karenanya
"Malam kakak!. Bolehkan saya duduk di bawah tenda ini?" Ucap seorang gadis berparas cantik, mengejutkan Bumi, yang sedang melamun jauh tentang Maya
"Eh!, iya silakan!" Jawabnya gugup
"Dari tadi saya perhatikan, kakak asik melamun saja. Seperti tidak menyukai pesta besar ini."
"Apakah kakak sedang ada masalah?" Tanya Nirmala, nama gadis cantik tersebut cukup agresif
"Oh tidak! tidak!. Hanya sekedar tidak punya kawan untuk ngobrol saja!" Jawab Bumi mencoba berbohong
"Kalau begitu pas dong kalau saya ikut bergabung!" Respon Nirmala senang
"Oh, boleh! boleh!, dan sangat kebetulan sekali, saya juga lagi suntuk karena tidak punya kawan ngobrol!" Reaksi Bumi terkesan berlebihan
"Saya Bumi, kalau anda?" Ujarnya memulai percakapan serius
"Nirmala. Kakak bisa memanggil ku Mala atau Nima saja!" Jawab Nirmala cepat, sambil tersenyum manis ke arah Bumi, dan buru buru merapikan roknya, yang sedikit tersingkap karena angin
Deg!
Tiba tiba jantung Bumi berdetak kencang, saat tidak sengaja melihat pemandangan indah itu. Tapi cepat dipalingkan wajahnya kearah lain karena malu
"Maaf kak tidak sengaja!" Ucap Nirmala malu malu
"Seharusnya kakak lah yang harus minta maaf, karena tidak sopan tadi. Sekali lagi maaf!" Responnya tidak enak hati
"Kalau mau marah ya marah saja sama angin." Jawab Nirmala enteng, dan mencoba bercanda untuk mencairkan suasana kaku diantara mereka
"Ngomong ngomong mana pasangannya?" Ucap Bumi tiba tiba
"Oh, eh tidak ada!" Jawab Nirmala gugup
__ADS_1
"Kalau kak Bumi bagaimana, mana pasangannya juga?" Ucap Nirmala balik bertanya
"Kebetulan belum ada yang cocok, atau mungkin belum laku saja!" Jawab Bumi malah bercanda
"Kak Bumi bisa aja!" Respon Nirmala senang, karena suasana kaku sudah mulai mencair
"Memang ada yang ditaksir, tapi sayangnya dia tidak mengetahuinya." Ucap Bumi memulai cerita seriusnya
"Terus?"
"Sejak pertama kali berjumpa, hati ini sudah mulai menyukai."
"Tapi karena derajatnya terlalu tinggi. aku tidak berani mendekatinya." Jawab Bumi sedih
"Semua manusia itu sama kak! Yang membedakannya hanya status, kekayaan dan pangkat. Selebihnya biasa saja!" Respon Nirmala seperti menggurui
"Kau benar!. Tapi orang yang ku taksir itu bukan orang sembarangan!"
"Statusnya terlalu tinggi untuk bisa ku raih!"
"Jadi sejauh ini apa usaha kakak untuk mendapatkannya?"
"Dia sekarang sedang digandrungi oleh sahabatku sendiri."
"Padanya telah diberi sinyal, agar mau berjuang untuk mendapatkannya."
"Lalu kakak sebagai saingannya, hanya tinggal diam dan melihat saja, tanpa ada usaha untuk menarik perhatiannya?" Tanya Nirmala keheranan
"Benar!. Aku tidak mau memotong haluan kawan sendiri, walau aku yang pertama menginginkannya."
"Sebagai sahabat baik, tidak seharusnya aku mengkhianati teman sendiri."
"Tapi nanti setelah usahanya tidak berhasil, baru aku akan masuk dan mencoba mendapatkannya." Jawab Bumi mantap dengan tekad kuat
"Apakah perempuan seperti ku tidak menarik perhatian kakak?" Tanya nirmala tiba tiba
"Eh itu, bukan maksud ku begitu." Respon Bumi gugup
"Kau cukup cantik, bahkan sangat cantik di mata ku, tapi aku belum begitu mengenal mu."
"Ini pertama kali kita berjumpa." Ucap Bumi malu malu
"Sebenarnya bukan pertama kali berjumpa kak, tapi sudah tiga kali dengan ini!" Jawab Nirmala apa adanya
"Kapan itu?" Tanya Bumi penasaran
"Pertama waktu perhelatan akbar tahunan di kota ini juga."
"Saat itu aku menjadi utusan perusahaan tempat ku bekerja, mewakili direktur, karena sedang berhalangan hadir."
"Kedua, ketika kakak menyambangi perusahaan ku saat kunjungan kerja bersama nona Emily."
"Dan yang ketiga sekarang ini." Jawab Nirmala apa adanya
"Kunjungan kerja, nona Emily?. Tapi kapan ya, kok aku sudah lupa" Ucap Bumi bingung
"Ah Sudahlah! tak perlu dipikirkan lagi!"
"Sekarang yang penting adalah, apakah kehadiran Nima, mengganggu kesenangan kakak" Tanya Nirmala to the poin saja
"Oh tidak! tidak!. Justru sangat bagus sekali?" Jawab Bumi berterus terang
"Lalu kenapa wajah kakak masih sedih begitu?"
"Apakah kehadiran Nima tak mampu membuat kakak menjadi senang?" Tanya Nirmala blakblakan
"Maafkan aku kalau kurang menghargai."
"Cuma yang ku heran kan, kenapa gadis cantik seperti mu tidak ada yang mencoba untuk mendekati?" Ucap Bumi apa adanya
"Sama seperti kakak. Hati dan pikiran ku, juga sedang terpaut pada seseorang, yang selama ini terus ku inginkan untuk bersama."
"Tapi sayangnya dia tidak tahu tentang perasaan ku ini!" Jawab Nirmala berterus terang
"Siapa laki laki yang beruntung itu?" Tanya Bumi penasaran
__ADS_1
"Kakak!" Jawab Nirmala cepat
"Apa?!"