Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Masih ada tuan lain


__ADS_3

Seketika di lokasi tersebut. Tercipta formasi ilusi, dan langsung mengurung Balboa serta seratus orang orangnya


Akibat adanya formasi ilusi di tempat itu, membuat Balboa menjadi bersikap aneh, dimana dia melihat, seluruh anak buahnya berubah menjadi binatang buas, yang siap untuk menerkamnya


"Dasar binatang hina!. Kalian tidak pantas untuk hidup!"


"Percuma kami memberi persembahan hati dan jantung manusia. Tapi kalian masih tetap mau menyerang ku!" Ucap Balboa garang, dalam pengaruh formasi ilusi yang di buat oleh Dragon tadi


"Bos!. Kami bukan binatang!. Tapi kami anak buah mu sendiri!"


"Sadarlah bos!. Bos telah terkena pengaruh sihir dari anak kecil itu!"


"Jika bos bersikap seperti itu. kemungkinan kami akan melawan bos!"


"Kurang ajar!"


Dor! dor! dor!


Dor! dor! dor!


"Cepat berlindung!, atau keluar dari sini!"


"Jika kita nekat melawan, akibatnya kita sendiri yang akan susah!"


"Tapi bagaimana dengan enam teman kita itu?"


"Apakah akan kita biarkan begitu saja?" Tanya salah seorang komandan pada temannya sesama komandan


"Jangan pedulikan mereka!. Kita selamatkan diri dulu. Baru menyusun rencana!"


"Hehehehe!. Tidak semudah itu tuan tuan!"


"Kalian telah ditakdirkan untuk mati! ya mati!" Ucap Dragon penuh dengan aura intimidasi


"Kurang ajar! Tampaknya kau adalah biang kerok semua ini!"


"Kau harus dibunuh!" Jawab komandan tersebut geram


"Kalau kau bisa, silakan di coba saja!" Jawab Dragon santai


"Sudah!. Jangan pedulikan dia!. kita selamatkan diri dulu. Setelah itu baru membuat perhitungan dengannya!" Ucap Tamura mencoba untuk mempengaruhi temannya


Sementara itu, Balboa masih saja menembaki anak buahnya sendiri. Hingga banyak anak buahnya yang mati. Mereka mencoba melawan, tapi apa daya. Senjata api yang digunakan oleh bosnya itu tidak mampu mereka lawan


Lebih dari 65 orang meregang nyawa, akibat kebrutalan Balboa. Mau keluar tidak bisa. karena pintu di ruangan itu, telah menghilang, yang ada hanya dinding dan langit langit bangunan saja


Menyadari semua itu, komandan yang bernama Tamura, berniat menghentikan perbuatan dari Bosnya sendiri


Dengan mengendap-endap, dia menembakkan senjata otomatis nya ke arah kepala Balboa, dan tak lama sesudah itu, tubuh Balboa ambruk ke lantai. dan mati. Mudah sekali kematiannya ya


Seseorang yang dikatakan master metafisika level 10. punya banyak skill bertarung, harus mati ditangan anak buahnya sendiri. Yang lebih menyedihkan, dia tidak mampu melepaskan diri dari pengaruh ilusi yang dibuat oleh seorang anak kecil seperti Dragon


Bukan hanya itu saja, kemampuan metafisika nya tidak berarti apa apa bila berhadapan dengan Dragon, sehingga dia menjadi brutal, dan menembaki anak buahnya sendiri akibat terpengaruh formasi ilusi


Suatu teknik pertarungan yang sangat mudah. Tinggal memasang formasi, orang yang dituju terpengaruh, dan bertindak brutal karena ingin menyelematkan diri sendiri dari serangan binatang buas


Maka jadilah kejadian itu. dan tamura bertindak cepat. Terpaksa menembak bosnya sendiri hingga mati


Tapi tindakan dari Tamura tersebut, sudah sedikit terlambat, karena 89 orang teman-temannya, telah menjadi korban akibat kebrutalan Bosnya sendiri


Kini yang tinggal hanya 11 orang saja, dan mereka memang sengaja dibiarkan hidup oleh Adiwilaga serta Dragon. Hanya mereka berdua yang masuk ke ruangan tersebut


"Ternyata Balboa, bos kalian itu sangat tidak bertanggung jawab ya!"


"Dengan brutalnya dia membunuh anak buahnya sendiri, dan cuma kalian yang dibiarkan hidup. Itupun karena kalian membunuh bos kalian sendiri!"


"Jika ini diketahui oleh orang yang bernama Ronin serta Angkara, pasti dia akan marah!" Ucap Dragon penuh intimidasi dan mengagetkan mereka


"Siapa sebenarnya kau anak kecil?. Kenapa kau tahu nama bos besar kami itu?" Tanya Tamura penasaran


"Itu mudah saja Tamura!. Bahkan tempat persembunyian Mereka pun telah kami ketahui"


"Setelah ini, kemungkinan kami akan mendatanginya untuk menghukum murid perguruan yang kurang ajar tersebut!"


"Murid perguruan?. Bagaimana kau bisa berkata seperti itu?"

__ADS_1


"Apakah kalian juga termasuk murid dari bos besar kami!" Tanya Tamura penasaran


"Tidak juga!. Yang menjadi murid dari perguruan tapak jingga itu adalah kakek ini!"


"Mereka berdua adalah paman guru dari kakek Adiwilaga!"


"Dan tugas kami adalah, untuk menghukum murid perguruan, yang telah berkhianat, dan menggunakan ilmunya untuk berbuat jahat!"


"Hahahaha!. Buka matamu lebar lebar anak kecil!"


"Tidak mungkin kau mampu melawan mereka berdua! Karena mereka sudah bergelar master metafisika level tinggi, lebih tinggi dari bos kami itu."


"Gurunya saja, adalah orang sakti, yang dijuluki orang dengan gelar kaisar metafisika!"


"Jika kau berani membuat masalah dengan mereka, maka tuan besar kami akan menghabisi mu!" Jawab Tamura dengan ekspresi dingin, dan berusaha menakut-nakuti Dragon yang mereka anggap lemah itu


"Aku sudah menjajal kekuatan dari tuan besar kalian yang bernama Tejamaya itu!"


"Dan menurutku, ilmunya itu biasa-biasa saja!"


"Kebetulan aku telah mengalahkannya walau dari jarak jauh!"


"Apa?. Kau telah mengalahkannya?"


"Kalau begitu kau tidak sesederhana yang kami pikirkan!" Reaksi Tamura terkejut


"Tepat sekali!. dan kemungkinan sekarang dia sedang mengobati lukanya tersebut."


"Sekarang bagaimana?. Apakah kalian ingin menyerah atau tetap melawan kami?" Tanya Dragon mengintimidasi


"Menyerah!. Jangan harap anak kecil!"


"Walau kemampuanmu sangat tinggi, tapi tentu kau tidak akan mampu melawan kekuatan senjata ini!" Jawab Tamura cukup berani


"Benarkah?" Ucap Dragon dingin. Kemudian melambaikan tangannya ke arah senjata senjata itu, dan menerbangkannya ke udara


Pemandangan itu, tentu saja sukses membuat Tamura dan 10 temannya menjadi keheranan. Bagaimana senjata yang dipegang erat oleh mereka, bisa lepas begitu saja


"Bagaimana Tamura?. Apakah kau masih tetap mengandalkan senjata rongsokan mu itu?" Tanya Dragon penuh misteri. kemudian bertepuk satu kali entah apa maksudnya


Tapi tak lama sesudah itu, lebih dari 50 orang, masuk ke ruangan tersebut, dan langsung menodongkan senjata nya ke arah Tamura serta 10 temannya itu


Tak lama kemudian dia berkata. "Kami menyerah! dan jangan bunuh kami!" Ucap Tamura penuh permohonan


"Bagus!. Ternyata kalian masih sayang dengan nyawa sendiri!" Respon Dragon cuek-cuek saja


"Tapi bagaimana dengan 300 lebih teman-temanku, yang berada di luar sana ?" Tanya Tamura ingin tahu


"Oh, kebetulan mereka sudah kami antar ke alam baka!"


"Dan kemungkinan sekarang, mereka semua sudah masuk neraka!" Jawab Adiwilaga sekenanya saja


"Sadis kami lebih sadis mereka!"


"Kawan kawan ku yang berjumlah banyak itu, dengan mudahnya mereka habisi!"


"Tentu saja kekuatan mereka sangat tinggi sekali!" Batin Tamura dalam hati


"Cepat ikat mereka!, dan bawa ke desa bukit batu tersebut!"


"Kita akan bantu teman-teman kalian di sana, agar pekerjaan ini bisa terselesaikan dengan cepat!"


"Penduduk desa, yang kebetulan ada di sini. Tolong urus mayat-mayat mereka, dan kebumikan dengan layak."


"Ini ongkos untuk mengurus mereka!" Ucap Dragon tegas. Kemudian mengeluarkan beberapa tumpuk uang, dan diberikan kepada orang desa tersebut


"Kakek Adi juga yang lain. Persiapkan diri kalian untuk pergi ke desa sebelah." Ucap Dragon memberi perintah


"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab mereka serempak. kemudian menghilang dari tempat itu, dan pergi ke desa bukit batu, untuk membantu teman-temannya yang lain


Sementara di tempat lain. Abhicandra, Robin, Bumi serta yang lain, tidak mengalami perlawanan yang berarti. karena rata-rata orang yang mereka lawan itu terdiri dari orang-orang lemah


Mereka hanya mengandalkan kemampuan dari senjata yang ada di tangan mereka saja. Walau sebenarnya mereka juga bisa bertarung.


Tapi karena orang yang mereka hadapi tersebut, terdiri dari orang-orang kuat. maka mereka menyerah begitu saja. Namun orang-orang yang memegang senjata, semuanya mati terbunuh

__ADS_1


Tapi ketua mereka, sempat melarikan diri. Karena begitu mendapat kabar, bahwa tempat persembunyian mereka didatangi oleh sekelompok orang. dengan rasa pengecutnya yang tinggi, dia menyelamatkan diri sendiri, tanpa memikirkan nasib anak buahnya


Tapi begitu Dragon serta yang lain datang. Pelarian ketua kelompok tersebut menjadi gagal. Karena di tengah jalan, dia ditangkap oleh orang-orangnya Dragon, dan dibawa ke tempat persembunyiannya


"Tugas sudah selesai!. Sekarang kita kembali ke desa Mamuju, untuk bergabung dengan ayah ku dan melaporkan keberhasilan kita padanya!" Ucap Dragon bersemangat sekali


"Baik tuan muda!" Jawab anak buahnya serempak. Kemudian pergi meninggalkan desa bukit batu tersebut dengan cara berjalan kaki, dengan membawa 21 orang tawanan bersamanya


***


Keesokan harinya. Dion memutuskan untuk mendatangi bukit yang di isukan banyak mengandung emas atau intan tersebut


Mengandalkan kemampuan anaknya juga Abhicandra, yang dibantu oleh kemampuannya sendiri, perjalanan mereka ke bukit tersebut berjalan lancar-lancar saja


Bahkan beberapa binatang buas yang dikatakan sangat berbahaya itu tunduk seluruhnya pada Dragon juga Abhicandra


Namun ada beberapa binatang buas, terutama lipan api yang berukuran cukup besar mau tidak mau harus mereka habisi juga, sehingga tidak ada seekor pun yang masih hidup


Sementara 8 serigala dan 11 harimau, terpaksa mereka bunuh juga, karena ada tanda-tanda mereka akan membahayakan orang orangnya Dion suatu hari nanti


"Ternyata ini bukit yang di gembar-gemborkan orang mengandung banyak emas!"


"Jika dilihat dari luarnya saja, bukit ini sepertinya tidak mengandung apa-apa!"


"Tapi coba kalian masuki gua yang ada di atas bukit itu, mungkin di tempat itulah emas yang diisukan itu berada!" Ucap Dion memberi perintah


"Tunggu dulu ayah!. Sepertinya Draco merasakan, di dalam gua tersebut ada seseorang yang tinggal!"


"Bukan siluman seperti yang diisukan, tapi manusia seperti kita!" Ucap Dragon menjelaskan


"Manusia?. Bagaimana mungkin dia bisa hidup sendiri di dalam gua?"


"Pasti ada sesuatu di dalamnya yang berhubungan dengan tiga kelompok itu!"


"Kalau begitu!. Cepat masuki gua dan lumpuhkan orang itu!" Ucap Dion memberi perintah


"Baik ayah!. Draco akan membersihkan aura negatif yang ada di dalam maupun sekitar gua dulu"


"Setelah itu, baru kita bisa memasuki gua, dan bisa melihat isi didalamnya." Jawab Dragon cepat. Kemudian mengirimkan aura spiritual ke dalam gua


Bum!


Blar!


Ada perlawanan dari seseorang dari dalam gua. Tapi kekuatannya kalah jauh dengan kekuatan Dragon. Dari dalam mulutnya menyembur darah segar, pertanda organ dalamnya terluka


"Kurang ajar!. Siapa orang yang berani melukai ku?"


"Dasar cari mati!" Ujarnya marah. Kemudian berkelebat keluar gua. untuk melihat siapa orang yang telah berani menyerangnya, dan


Wus!


Bum!


Tiba-tiba saja tubuhnya sudah berada di luar gua. dan ketika dia melihat ke arah bawah, ada banyak orang yang sedang memperhatikannya


Wus!


Blam!


Bukan hanya dia saja yang bisa berbuat seperti itu. Dragon dan Abhicandra juga bisa. Hanya dengan menjentikkan jarinya saja, mereka berdua sudah ada di depan gua, dan langsung berhadapan dengan orang misterius tersebut


"Siapa kalian?. Kenapa mengganggu tempat peristirahatan ku?" Tanya orang misterius tersebut kurang senang


"Ternyata kau orangnya, yang selama ini diisukan sebagai raja siluman. Tapi ternyata kau seorang manusia!" Jawab Dragon enteng saja


"Jawab pertanyaan ku tadi!. Kenapa kalian mengganggu tidurku dan mendatangi rumahku?" Tanya laki laki tersebut marah


Tapi pertanyaannya tidak dijawab oleh Dragon. Dia malah mengirimkan aura spiritualnya, untuk mengikat orang tersebut


Akibatnya tubuh orang itu tidak bisa bergerak, walau dia berusaha melakukan perlawanan dengan sekuat tenaga. bahkan kekuatan yang dikerahkan nya, sudah mencapai level tertinggi dari yang dia kuasai


Tapi malang sekali, dia tidak mampu melakukannya. Tak lama sesudah itu, tubuhnya dilemparkan ke bawah oleh Dragon, dan mendarat tepat di depan Dion


"Kau raja siluman ya?. yang selama ini meminta persembahan hati juga jantung manusia?" Tanya Dion langsung pada intinya

__ADS_1


"Bagaimana kau tahu cerita tentang itu?. Tidak ada seorang pun yang tahu ke kegemaran ku, kecuali orang-orang ku itu?" Jawab laki-laki misterius tersebut malah tidak mau menjawab pertanyaan dari Dion


"Apa katamu?. Tiga kelompok yang sudah aku musnahkan itu adalah anak buah mu?. Lalu siapa orang yang bernama Ronin serta Angkara itu?" Tanya Dion penasaran


__ADS_2