Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Dominasi kekuatan Phoenix


__ADS_3

Cahaya yang dipancarkan oleh burung Phoenix tersebut, mendominasi langit kota Nevada, dan membuat orang orang di bawahnya merasa heran


Belum pernah ada kejadian yang sangat menakjubkan seperti itu. Paling paling percikan kembang api saat pergantian tahun baru ,dan akan hilang dalam sekejap


Namun kali ini cahaya yang berasal dari tubuh Phoenix tersebut bertahan lama, dan terus mendominasi cahaya langit


Tomcat dan rombongannya, termasuk empat orang petugas jaga perumahan tersebut, hanya bisa melongo ketakutan, dan berangsur menjauh dari hadapan Jenifer, untuk menyelamatkan diri


Sementara dari arah kejauhan, Tejamaya, Leopard dan Ranggaspati, yang sengaja keluar dari rumah besarnya itu, juga bisa melihat pemandangan langka tersebut


Tapi kondisi mereka berbeda jauh dengan kondisi orang kebanyakan. Aura yang dikeluarkan oleh Jenifer melalui Phoenix itu, sangat menekan tubuh mereka. Karena memang sengaja di arahkan pada ketiganya


Sedangkan orang biasa tidak begitu terpengaruh dengan aura itu


Tapi Tejamaya dan keluarganya tersebut, sangat tersiksa sekali. Nafas mereka menjadi sesak, kaki gemetar dan lidah pun kelu. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain mempertahankan posisi mereka. Tapi akhirnya mereka ambruk ke lantai marmer juga. Dan berbaring telentang memandang langit, dengan ekspresi ketakutan


Begitu selesai mengintimidasi ketiganya. Mendadak burung Phoenix tersebut menghilang, dan hanya meninggalkan kengerian pada hati semua orang yang sempat melihatnya


"Kekuatan apa itu?"


"Apakah mungkin sebuah perusahaan yang sedang menguji coba laser buatannya?" Ucap seorang CEO tampan, di sebuah kantor pusat perusahaan besar multinasional, yang tidak begitu jauh dari Jenifer berada


Saat itu dia masih berada di ruang kerjanya. Tapi tidak lagi berpakaian formal. Hanya berpakaian santai saja, namun terkesan maskulin dan gagah


Walau hari sudah malam, tapi dia belum mau pulang juga. Dia lebih senang berada di kantornya, disebabkan statusnya masih lajang. Jadi bisa berbuat apa saja yang dia mau


Setelah berkata seperti itu, dia mengamati sejenak bentuk burung Phoenix tersebut, dan hampir bisa menyimpulkan apa sebenarnya siluet itu


"Ini mungkin ulah dari seseorang, yang menguasai ilmu supranatural seperti ku!"


"Tapi serasa mustahil!. Belum pernah kulihat yang seperti itu di dunia ini!"


"Paling paling hanya berada diseputaran tubuh orang yang bersangkutan!"


"Tapi ini lain?. Aura yang ditimbulkannya sangat mendominasi sekali."


"Sesak nafas ku dibuatnya!" Gumamnya lirih, sambil mempertahankan posisi kakinya agar tidak bergeser


Saat itu, CEO tampan tersebut, sedang berdiri didepan jendela besar ruangan kantornya, yang langsung bisa melihat keberadaan burung besar tersebut, dan terlihat nyata sekali


Sedang dia asyik mempertahankan posisi berdirinya yang hampir bergeser tersebut, masuk empat orang pengawal pribadinya, dan langsung membungkuk hormat pada laki laki itu. Lalu berkata.


"Lapor bos!. Setelah diselidiki, ternyata sinar laser itu berasal dari perumahan yang tak jauh dari sini!" Ucap seorang bodyguard pada bos tampan tersebut


"Apakah kau yakin Jhonny?" Tanya bos tersebut sekedar memastikan


"Yakin sekali bos!. Bahkan posisi kami tidak begitu jauh dari lokasi kejadian!"


"Namun kami tidak bisa mendekatinya, karena ada tabir penghalang semacam laser di dekatnya!" Jawab orang yang bernama Jhonny tersebut apa adanya


"Lalu apa yang kau dapatkan di tempat itu?" Tanya CEO tersebut ingin tahu


"Ditempat kejadian, cuma ada dua orang yang sedang berdiri, di dekat pos penjagaan yang sudah hancur!"

__ADS_1


"Cuma yang anehnya, orang yang mengeluarkan sinar laser itu adalah seorang perempuan muda. Mungkin sepantaran dengan bos!" Jawab Jhonny apa adanya


"Hemm!m. Sangat menarik!"


"Bawa aku ketempat itu!. karena aku ingin melihat secara langsung kejadian yang sebenarnya!" Ucap Gilmer Aldrich, sang CEO tersebut tegas


"Siap bos!" Jawab anak buahnya sigap, dan langsung mendampingi bosnya untuk pergi ketempat Jenifer berada


Tapi sayangnya, orang yang dicari sudah tidak ada lagi di tempat itu. Karena sesaat setelah siluet burung Phoenix menghilang. Tubuh mereka tiba tiba ditarik oleh satu kekuatan besar, dan dilemparkan ke markas dimana Tejamaya berada


Jadi saat ini, Jenifer dan gurunya sedang berada di hadapan Tejamaya dan keluarganya. Tatapannya sangat menakutkan sekali, sehingga membuat Ranggaspati yang biasanya brangasan mendadak ciut nyalinya. Begitu juga dengan ayah serta kakeknya


Itu berkat aura kekuatan milik Dragon, yang dikirimkannya melalui tubuh Jenifer. Hingga yang terlihat di depan mereka adalah Dragon sendiri


"Ampun tuan agung!. Sungguh kami tidak tahu bahwa itu anda!"


"Tolong jangan hukum kami!"


"Kami mengaku salah!" Ucap Tejamaya ketakutan, disela sela menahan rasa sakit yang menekan tubuhnya


"Ketahuilah orang tua!. Orang yang kau perintahkan untuk dibunuh ini adalah orang ku!"


"Dia murid dari orang yang aku hormati!"


"Kau lihat orang tua itu. Dia adalah guru orang ini!"


"Beraninya kau mencoba ingin menghabisinya!" Ucap Jenifer penuh tekanan. yang sebenarnya itu adalah Dragon yang berbicara melalui pikiran jarak jauhnya


"Jika kami tahu!, tidak mungkin kami berani berbuat jahat padanya!" Jawab Tejamaya semakin ketakutan


"Benar tuan naga!. Ini hanya salah paham saja!"


"Kami benar benar minta maaf atas perilaku anakku yang keterlaluan itu!" Ucap Leopard datang menyela


"Kalau kalian sudah tahu!. Lalu apa yang akan kalian lakukan pada orang ku ini?" Tanya Dragon ingin tahu, dan sekedar menguji saja


"Kami akan menghormatinya, dan akan selalu melindunginya!" Jawab Leopard tegas


"Hanya itu?" Tanya Dragon mendominasi


"Kami akan mengganti rugi kerusakan yang ditimbulkan oleh perbuatan anak buah ku di perumahan itu!" Jawab Leopard tanpa ragu ragu


"Bagus!. Jawaban itu yang ingin aku dengar!" Respon Dragon datar


"Setelah ini jangan pernah lagi berbuat kejahatan, terutama anak mu itu!"


"Jika masih juga terjadi!. maka kutukan darah yang ada ditubuh kalian akan bereaksi, dan langsung membunuh kalian saat itu juga!"


"Maka berhati hatilah dalam bertindak!"


"Sebelum aku pergi, ada satu peringatan yang harus kalian dengar!"


"Ketahuilah!. Usia anak dan cucu kalian itu, hanya tinggal satu tahun lagi!"

__ADS_1


"Jika dia terus melakukan kejahatan!. Maka saat itulah kematiannya akan datang."


"Tapi jika dia merubah sikapnya!. Maka aku akan mengampuninya. dan akan mencabut kutukan darah ditubuh kalian itu!"


"Namun jika kalian berani ingkar!. Kalian semua akan aku habisi, berikut usaha kalian itu!" Ucap Dragon penuh ancaman. Lalu...


Blup!


Wus!


Tubuh Jenifer dan Abhicandra menghilang di depan mata Tejamaya juga anaknya. Jadi mereka bisa melihat kepergian Jenifer dan gurunya. Sedangkan Ranggaspati sudah lama dibuat pingsan oleh aura kekuatan Dragon. hingga dia tidak sempat melihat keajaiban itu


"Mengerikan sekali!. Ini gara gara perbuatan anak mu Leo!"


"Jika anak tersebut marah! maka kita hanya tinggal nama saja!" Ucap Tejamaya marah, sepeninggal Jenifer juga Abhicandra itu


"Dia tidak bisa disalahkan ayah!"


"Sifatnya memang sulit sekali untuk dirubah!"


"Pembawaannya setiap hari marah marah. Entah bagaimana gurunya bisa tahan mendidiknya?" Jawab Leopard terkesan membela diri


"Tapi walau bagaimanapun, sedikit banyaknya kau berperan dalam pembentukan karakternya itu!" Bantah Tejamaya tak mau kalah


"Ayah juga berperan kan?. Karena ayah yang paling sering memanjakannya!" Protes Leopard tidak terima


"Ah sudahlah!. Lebih baik kau urus anak mu itu!"


"Ayah ingin menenangkan diri, dan jangan diganggu!" Balas Tejamaya pedas


Kemudian sambil menggerutu pertanda kesal, meninggalkan halaman rumah besarnya. untuk pergi ke suatu tempat yang tidak diketahui tempatnya , kecuali oleh Tejamaya sendiri


Melihat ayahnya pergi dengan hati kesal. Membuat Tejamaya juga ikut ikutan kesal, apalagi setelah melihat Ranggaspati yang sedang terbaring tidak berdaya, di lantai marmer halaman rumahnya, akibat tekanan yang teramat kuat tadi


"Cepat angkat tuan muda kalian! dan bawa ke ruang pengobatan!" Ucap Leopard memberi perintah


"Siap tuan besar!" Jawab anak buahnya patuh, kemudian dengan hati hati mengangkat tubuh Ranggaspati yang pingsan itu. untuk dibawa ke ruang pengobatan


Sesaat setelah anak buah Leopard pergi. muncul seorang laki laki misterius, yang menggunakan topeng di wajahnya. Dan segera memberi laporan


"Maaf tuan besar!. Saya gagal!" Ucapnya dengan ekspresi tidak puas


"Dasar ninja bodoh!. Tahukah kau bahwa orang yang coba kau bunuh itu, adalah orangnya anak yang sakti itu!"


"Orang tua yang ada disampingnya waktu itu, adalah gurunya!"


"Dia pengawal tuan muda itu!" Respon Leopard marah


"Saya hanya menjalankan perintah tuan besar!" Jawab laki laki misterius itu membela diri"


"Hah sudahlah!. Kau boleh pergi!" Hardik Leopard tidak senang


"Siap!" Jawab laki laki tersebut patuh, kemudian menghilang dalam kegelapan

__ADS_1


__ADS_2