
"Ketua!. Anda tidak apa apa?" Tanya seorang komandan dengan ekspresi khawatir
"Kalian tenang saja!, aku tidak apa!"
"Serangan seperti itu, tidak berarti apa-apa bagiku. Itu hanya masalah kecil!"
"Tapi aku penasaran, siapa orangnya yang bisa membuatku terpental seperti tadi?. Aku harus menemukannya!" Ucap Zabuza geram
"Jadi bagaimana guru, apakah keberangkatan ini ditunda atau diteruskan?" Tanya seorang anak buahnya yang ternyata adalah murid ketua tersebut
"Teruskan!. Aku yakin orang yang menyerang ku secara licik tadi berasal dari Dojo itu!"
"Awas kalian!. Aku akan mencabik cabik tubuh busuk kalian itu, dan akan ku bakar dengan api ku ini!" Teriak Zabuza marah, sambil mengeluarkan api dari tangannya. Tapi dia lupa untuk membersihkan sisa darah dari mulutnya. Kemudian dia berteriak lantang lagi
"Cepat naik!. Kita berangkat!" Teriaknya lagi kuat kuat, dengan menggunakan tenaga dalam sihirnya, agar terdengar oleh seluruh anak buahnya
Tak lama sesudah itu, terlihat iring iringan mobil di jalanan yang sudah mulai sepi, karena jam pada saat itu sudah menunjukkan pukul 10. 30 malam
Sementara itu legenda cyber serta beberapa anak buahnya, masih terus memantau aktifitas mereka. Sedangkan Dion serta bawahannya, sudah bergerak duluan menuju kota kecil Argomulyo untuk mendahului calon lawannya
Jalan yang lebar dan mulus, setelah keluar dari kabupaten itu, menambah perjalanan mereka menjadi lancar. seperti sedang berpacu dengan waktu
Setelah menempuh jarak sekitar 187.89 kilometer dan waktu tempuh selama 2 jam 10 menit. Rombongan Dion sudah sampai di perguruan Wahyu Taqwa. Satu jam lebih cepat dari kedatangan Zabuza dan anak buahnya
Kedatangan mereka sudah diketahui oleh Dragon dan penghuni perguruan
Mereka segera disambut dengan antusias, dan mereka sungguh tidak menyangka, bahwa penguasa Birawa Group, sekaligus pemilik dari perguruan itu, datang mengunjungi mereka, karena mendengar dan mengetahui ada rencana serangan dari musuh yang katanya kuat tersebut
Setelah melakukan persiapan dan menambah kekuatan di pos penjagaan. Dion, Dragon serta yang lain, bersiap menghadapi kedatangan musuh yang jaraknya sudah tidak jauh lagi itu
Sementara itu, Zabuza dan pengikutnya, terus saja melaju di jalan yang cukup lengang, penghubung antar desa ke desa, tanpa ada hambatan sama sekali. Cuma sesekali berpapasan dengan pengguna jalan yang lain, yang tentu saja segera menepi dan cuma melihat dan merasa, mau apa mereka seramai itu
Kepergian mereka, arah dan tempatnya, dipandu oleh belasan orang yang waktu Zabuza datang, merekalah yang menyambutnya. Mereka itu adalah pengkhianat bangsa, yang rela menjual orang dan negaranya, demi keuntungannya semata
Yang sangat mengherankan, kenapa dimana mana banyak sekali pengkhianat?. Apakah mereka tidak berpikir dengan perbuatannya itu, banyak orang yang akan menjadi korban
Mengapa demi uang yang tidak seberapa itu, mereka rela mengkhianati bangsanya sendiri, tanpa berpikir dampaknya?
Tak tahukah mereka, bahwa Zabuza dan orang orangnya itu, adalah orang jahat?. Datang ke Indonesia, karena ingin menculik Dragon serta membunuh orang orangnya?. Padahal notabene nya, ayahnya Dragon itu adalah penolong orang orang susah
Sudah banyak orang, organisasi bahkan mungkin pemerintah yang ditolongnya. Tapi masih juga ada orang yang tega mengkhianatinya
Sungguh mereka tidak belajar dari kepedihan masa lalu. bagaimana negara ini di jajah, dan orang orangnya diperbudak oleh bangsa lain?.
Sayangnya mereka tidak tahu itu. yang penting mereka dapat uang dan kesenangan. maka jadilah mereka sebagai penampung sekaligus penunjuk jalan, bagi orang orang yang ingin menghancurkan perguruan yang di dalamnya ada pesantren tempat banyak anak menuntut ilmu
Berkat mereka, perjalanan menjadi lancar tanpa tersesat sedikitpun. Karena mereka dulunya tinggal di tempat itu walau bukan penduduk asli daerah tersebut, tapi pernah bekerja pada satu kelompok besar juga ada yang sendiri sendiri
Kini mereka sudah memasuki wilayah perguruan. bahkan sudah sangat dekat. Tapi yang anehnya, tempat yang sedang dan akan mereka tuju itu, tidak terlihat di depan mata, bahkan jalannya pun berubah menurut pandangan mereka
"Mana tempat yang kau katakan itu Raga?. Kenapa kau malah bawa kami ke hutan ini?"
"Apakah kau sedang mempermainkan kami?" Ucap Zabuza sesaat setelah keluar dari mobil mewahnya tersebut
"Kami tidak berbohong bos, inilah tempatnya!" Jawab Raga membela diri
"Kalau ini tempatnya, tapi mana Dojo itu?. Jangan coba coba untuk membohongi kami!" Ucap Zabuza protes sambil mendekati Raga dan mencengkeram kerah bajunya
"Sabar bos, jangan emosi!. Aku dan teman teman ku, akan segera menyelidikinya!" Reaksi Raga ketakutan dan berusaha membujuk Zabuza agar tidak membunuhnya
__ADS_1
Sementara itu, Dion dan orang orangnya, termasuk Abhicandra yang memang sengaja dibawa oleh Dion hanya melongo saja sekaligus keheranan. Bagaimana tempat yang sebesar itu, bisa tidak terlihat oleh Zabuza dan orang orangnya
Apakah mata mereka buta atau pura pura tidak melihatnya?
Tapi begitu mereka melihat ke arah Dragon, mereka menjadi paham, kenapa pemandangan itu bisa terjadi di depan mereka
"Mana ilmu yang kau banggakan itu Zabuza. Kenapa kau malah menjadi orang bodoh?" Terdengar sebuah suara cukup kuat di tengah tengah kebingungan itu
"Siapa kau?. Kenapa kau bisa melihat kami?"
"Kalau berani, tunjukkan dirimu, dan hadapi aku di sini!" Jawab Zabuza marah, lalu melontarkan satu pukulan tenaga dalam, ke arah yang diperkirakan terdapat orang yang berkata itu
Tapi pukulannya malah terpental mengenai dirinya sendiri
"Kurang ajar!. Ternyata kita dipermainkan!"
"Ini pasti kekuatan sihir!" Ucapnya marah
"Inikah orang yang katanya kuat itu?" Ucap seseorang yang tidak bisa dilihat oleh Zabuza. kemudian..
Bug!
"Hugh!" Teriak teredam terdengar dari mulut Zabuza lirih, yang perutnya di tendang cukup kuat oleh Abhicandra atas perintah Dion. Lalu..
Plak! Plak!
"Kurang ajar!. Tunjukkan diri mu!. Jangan main curang seperti ini!" Teriak Zabuza marah, saat dua kali wajahnya ditampar lumayan kuat oleh orang yang tadi menendangnya
"Hiaaat!" Teriaknya emosi sambil melontarkan dua kali pukulan jarak jauhnya ke arah anak buahnya sendiri
Hasil dari perbuatannya itu sebelas anak buahnya mati terbunuh, karena pukulan tersebut mengandung tenaga dalam sihir cukup besar. Tapi Zabuza tidak perduli. Dia terus saja mengamuk ke sana kemari, karena dalam pandangannya, orang yang menendang dan menamparnya tadi terlihat di depan matanya
Sebaliknya bagi Dion terutama Dragon, serta anak buahnya, pemandangan itu biasa saja. Dengan jelas mereka melihat, bagaimana Zabuza membantai anak buahnya secara brutal, tanpa ada yang berani untuk melawannya. Mereka hanya berusaha lari atau menghindar agar tidak terkena serangan dan bosnya sendiri
"Bos sadarkah!. Bos sedang terkena pengaruh ilusi!"
"Kami ini bawahan mu bos!. Jadi tolong jangan serang kami!" Ucap anak buahnya mencoba mengingatkan ketuanya tersebut. Tapi Zabuza tetap tidak percaya, dan terus saja melontarkan pukulan terkuat nya ke arah anak buahnya sendiri
"Sudah cukup permainan itu anakku. Bukalah formasi yang kau pasang tersebut!" Ucap Dion memberi perintah pada anaknya
"Baik ayah!" Jawab Dragon patuh, kemudian menjentikkan jari tangannya ke udara
Seketika tempat yang tidak terlihat itu, muncul dihadapan Zabuza dan orang orangnya. Hutan yang mereka lihat tadi, telah berubah menjadi jalanan beraspal cukup lebar,. Sementara di depannya ada pos penjagaan lapis dua
Jadi mereka berada di tengah tengah antara pos yang satu dengan pos lainnya. Namun masih cukup jauh dari perguruan
"Bagaimana pertunjukan kami Zabuza?. Apakah kau masih menganggap kami lemah?" Ucap seseorang dengan suara penuh wibawa
"Siapa kau?. Kenapa bisa membuatku menjadi tidak sadar dengan permainan kotor mu itu?" Respon Zabuza marah
"Kau mau tahu siapa aku!. Akulah orang yang ingin kau culik itu!" Jawab orang tersebut dengan suara anak anaknya
"Badjingan!. Bagaimana kau bisa melakukannya?" Respon Zabuza marah
"Apakah kau pikir, ilmu seperti itu hanya orang Jepang saja yang menguasainya?" Jawab Dragon cuek
"Jangan banyak omong!. Hadapi aku jika kau berani anak kecil!" Sambut Zabuza semakin emosi
"Tidak perlu!. Kau belum pantas menghadapiku termasuk juga bos besar mu itu!"
__ADS_1
"Hadapi saja anak buah ku ini!"
"Bukankah kau penasaran, siapa orangnya yang telah berhasil membuat mu terpental cukup jauh malam tadi?" Jawab Dragon penuh ejekan
"Tunjukkan siapa orangnya?" Teriak Zabuza terbakar emosi
"Aku!" Ucap Abhicandra cukup jumawa. Kemudian tiba tiba muncul di hadapan Zabuza
"Kau?" Jawab Zabuza terkejut
"Ya ini aku!. Kenapa, takut?" Respon Abhicandra cuek saja
"Hahahaha!. Orang tua penyakitan seperti itu. mau melawanku?"
"Apakah sudah tidak ada orang lain yang bisa kalian utus untuk menghadapi ku?" Tawa Zabuza terdengar penuh ejekan
"Apakah kau meremehkanku Zabuza?" Respon Abhicandra geram
"Sudahlah!. Ayo bertarung!, dari pada tidak ada lagi orang yang berani melawan ku!".
"Aku tahu kalian itu terdiri dari orang orang pengecut yang cuma mengandalkan sihir saja!"
"Padahal sebenarnya hanya terdiri dari orang orang lemah!" Teriak Zabuza sangat merendahkan sekali
Plak! Bug!
Tiba tiba saja Bumi merangsek dengan gerakan cepatnya ke arah Zabuza, melancarkan tamparan serta tendangan kuatnya ke mulut juga dadanya
Zabuza yang sedang berbicara itu tidak menyadarinya. Maka dengan telak tubuhnya menjadi sasaran amukan dari Bumi
Mendapatkan serangan yang dianggap membokong seperti itu, Zabuza menjadi marah. Kemudian berteriak lantang, memerintahkan pada anak buahnya untuk mulai menyerang.
Seketika tempat yang tenang itu berubah menjadi ajang pertempuran. Petarung lawan petarung, ninja lawan ninja, samurai lawan samurai, genjutsu lawan genjutsu, taijutsu juga lawan taijutsu dan sebagainya
Setelah anak buahnya bergerak itu. Pandangan Zabuza, segera tertuju pada Bumi dan terkesan mengacuhkan Abhicandra dengan pandangan marah dan niat membunuh yang sangat kuat
Zabuza marah karena secara tiba-tiba, tubuhnya terpental saat terkena serangan dari Bumi. yang dinilainya tidak kuat tersebut. Tapi kenyataannya, tubuhnya sampai terdorong ke belakang. Kejadian itu sangat memalukan baginya
Maka dengan gerakan cepat yang dia kuasai. Zabuza melancarkan serangan bertubi-tubi ke arah tubuh Bumi, dengan harapan bisa merobohkannya dalam sekali pukul
Tapi harapannya tidak terkabul, Bumi bukanlah seorang komandan yang bisa diprovokasi dengan mudah. Dengan liatnya dia terus melawan, menangkis, bahkan balas menyerang ke arah tubuh lawan
Pertarungan mereka terus diawasi oleh Dragon terutama oleh Abhicandra, karena mereka khawatir Zabuza akan berbuat curang, dengan mengeluarkan kemampuan genjutsu atau sihir nya ke arah Bumi
Benar saja apa yang mereka khawatirkan sejak tadi. Zabuza menjadi marah, karena tidak mampu juga menjatuhkan Bumi, walaupun dia sudah menyerang sebanyak belasan kali. tapi belum juga bisa menyarangkan pukulannya ke tubuh lawan. Malah dia sendiri yang terkena pukulan telak di punggungnya
Menyadari serangannya tidak berhasil, maka dengan curang, Zabuza merilis satu kekuatan sihir yang akan ditujukan kepada Bumi
Hanya dalam masa singkat, tubuh Zabuza diselimuti oleh aura yang sangat kental sekali, dan itu sempat membuat Bumi tercekat diam. Dalam pandangannya, Zabuza berubah menjadi seekor serigala yang cukup besar. yang siap memangsa tubuh lawannya
Nampaknya Bumi sudah terpengaruh dengan aura sihir yang dirilis oleh Zabuza tadi. Tapi dalam pandangan Abhicandra apalagi dalam pandangan Dragon serta Dion, tubuh Zabuza tidak berubah sama sekali. Hanya aura hitam yang terlihat keluar dari tubuh Zabuza secara samar-samar
Setelah dirasa cukup, Zabuza segera melemparkan serangannya ke arah Bumi, dengan harapan untuk membunuhnya dengan sekali serangan
Tapi Apa yang terjadi?. Secara tiba-tiba serangan kuatnya tersebut tertahan, karena tubuh Bumi mendadak dilapisi oleh perisai aura yang sangat kuat. Bahkan membuat serangan dari Zabuza tersebut, terpental balik, dan menuju ke arahnya
"Kurang ajar!. Ternyata kau bisa sihir juga anak muda!" Respon Zabuza terkejut, saat pukulannya tidak mampu menembus pertahanan dari Bumi
Sebenarnya apa yang terjadi saat itu. Apakah Bumi mempunyai kekuatan lain?
__ADS_1