Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
43. Lama tidak bertemu


__ADS_3

Bammm..!


Hening sejenak, setelah Dion memperlihatkan wajahnya kepada orang yang menyuruhnya untuk membalikkan badan tadi


Lidah orang tersebut kelu, lututnya gemetar, dan matanya terbelalak liar, menyiratkan ketakutan yang teramat sangat.Sungguh dia tidak menduga, akan bertemu dengan orang yang sangat dihormati dan ditakuti di saat seperti ini


Setelah beberapa saat berlalu, baru dia tersadar, siapa orang yang dari tadi di diprovokasi nya. Lalu dengan terbata bata Dia berkata


"T.. tu. tuan muda!. Bos! Apakah itu anda?" Ucap kakak Steven gugup kemudian


Bruk!


Terdengar bunyi benturan benda tumpul dengan benda padat, ternyata itu adalah ulah Victor, benda tumpul tersebut adalah lututnya sendiri, yang berbenturan dengan aspal yang ada di bawahnya


Setelah menyadari, siapa orang yang di provokasinya tadi. maka dia buru buru menjatuhkan diri, dengan menghempaskan lututnya di aspal yang keras, dia tidak peduli, apa yang akan terjadi terhadap lututnya tersebut


Kemudian dia spontan menyuruh 15 anak buahnya, untuk ikut berlutut kepada Dion. Victor takut, kalau dia tidak melakukan itu, maka riwayat perusahaannya akan hilang dari muka bumi ini


Untuk sejenak dia tidak memperdulikan adiknya Steven, yang terkenal sangat manja di keluarga tersebut


Dion yang melihat kejadian itu hanya menyunggingkan senyum sinis, kemudian dia berkata seolah olah mengintimidasi Victor dan orang orangnya, berikut Steven dan kekasihnya yang arogan tersebut


"Lama tidak bertemu Victor. Apakah kau masih mengenaliku?" Tanya Dion dingin


"Aku tidak berani bos, sampai kapanpun, aku akan tetap mengingat bos." Jawab Victor takut takut


Orang orang yang melihat kejadian itu menjadi terpana, mereka tidak menyangka, bos showroom mobil terbesar di kota B, sekaligus orang terkaya nomor dua, sanggup berlutut seperti itu, kepada orang yang yang selama ini telah dicap sebagai gembel, dan sampah tidak berguna


Begitu juga dengan Steven dan Maya, mereka tidak menyangka, orang yang dipanggil agar bisa membantu, tapi malah berlutut dan bersikap hormat kepada Dion


Dengan gugup dan terheran heran, dia maju melangkah mendekati kakaknya Victor, kemudian berkata..


"Kakak!. Kenapa kakak malah berlutut kepadanya?. Aku memintamu datang ke sini untuk membela ku, karena aku telah dipukul olehnya tanpa sebab." Ucap Steven mengarang cerita


"Dasar sialan, anak tidak berguna. Cepat berlutut dan minta maaf padanya!" Bentak Victor geram


Sang adik bukannya menuruti perintah kakaknya, tapi malah dengan sombongnya berkata..


"Atas dasar apa aku harus berlutut kepada gembel seperti dia. Dia yang telah memprovokasi ku, dan dia juga yang telah memukulku hingga berdarah seperti ini." Jawab Steven membela diri

__ADS_1


Mendapat jawaban seperti itu, Victor bertambah geram, kemudian bangkit dari berlutut nya, dan menuju adiknya Steven, kemudian menampar pipinya


Steven yang mendapat perlakuan seperti itu terheran heran, Kenapa kakaknya malah memukulnya, bukan memukul Dion, orang yang telah menyebabkan dia terluka


Ditengah keheranannya, dia mendengar kakaknya, Victor berkata. "masih belum sadar juga kau!"


Plak! plak! buk!


"Uuughh!" Kakak!. Apa yang kau lakukan?. Kenapa kau malah memukulku, bukan memukul badjingan itu!" Teriak Steven sebelum jatuh ke tanah


Tubuh Steven kembali terjatuh ke tanah. Kali ini lukanya bertambah parah, bukan hanya mulutnya yang berdarah, tetapi tangan dan kakinya juga berdarah, karena celana yang dipakainya koyak, ketika bergeseran dengan batu pembatas yang sengaja dipasang di situ


Sedangkan Maya hanya diam saja, lututnya bergetar tanda takut


Setelah menghajar Steven yang yang kurang ajar tersebut, Victor bergegas menghampiri Dion dan berkata


"Tu tuan muda, eh bos. Mohon ampuni diriku, karena tidak bisa mendidik adik sendiri dengan baik."


"Aku berjanji, jika tuan mengampuni ku dan adikku, maka aku akan memberikan pelajaran yang setimpal kepadanya, ketika sudah sampai di rumah nanti."


"Sungguh aku tidak menyangka, dia berani memprovokasi tuan, jadi mohon ampuni ketidaktahuan juga kekurangajarannya itu ."


"Aku tidak tertarik dan tidak peduli terhadap wanita jalang itu, kuserahkan Iya padamu, kau boleh merobek mulutnya yang kotor tersebut." Jawab Dion acuh


Maya yang mendengar perkataan Dion menjadi ketakutan, dia tahu siapa itu Victor dan anak buahnya, mereka tidak akan segan segan untuk menyiksa seorang perempuan sekali pun, jika sudah kurang ajar padanya


Maka dengan terburu buru dia berlari kearah Dion, dan berlutut di depannya, memohon maaf, serta dilepaskan dari hukumannya tersebut


"Dion! Aku adalah sepupu dari istrimu Jasmine, memandang wajahnya, tolong ampuni aku. Aku sungguh tidak tahu tengah berhadapan dengan siapa saat ini." Ucapnya memelas


Dion yang mendengar perkataan dari Maya, sepupu Jasmine tersenyum sinis, lalu berkata


"Jasmine adalah masa lalu ku, dan aku tidak peduli lagi dengannya sekarang. Dia bukan siapa siapa lagi bagiku. Aku tidak ada kena mengena nya lagi dengan Jasmine, apalagi kau." Jawab Dion dungin


"Dion! tolong pertimbangkan perasaan nenekku, tentu dia akan merasa sedih jika melihat cucunya telah dihina seperti ini."


"Siapa yang menghinamu, bukankah kau sendiri yang mencari gara gara tadi denganku. Kau dengan sengaja ingin mempermalukanku di depan umum. Sekarang rasakan pembalasan itu!"


"Dion aku mohon, tolong ampuni aku, aku berjanji tidak akan berbuat seperti itu lagi. Percayalah!"

__ADS_1


"Dasar perempuan hina. Perempuan jalang dan kotor sepertimu, memang pantas mendapatkan penghinaan seperti ini." Ucap Dion sambil berlalu menuju ke mobil Lamborghini nya


"Dion! tolonglah aku, Jangan biarkan mereka menyentuh ku. Aku sepupu istrimu Jasmine." Teriak Maya berusaha menghentikan langkah Dion


Dion yang mendengar perkataan Maya tersebut menjadi geram. kemudian dengan emosi dia berkata


"Jasmine bukan istriku lagi, dan dia bukan siapa siapa lagi bagiku, dia dan keluarganya sekarang telah menjadi gembel dan pengemis jalanan, dan kau sebentar lagi akan menyusul mereka." ucapnya geram


"Victor!. Untuk kali ini, aku maafkan saudaramu itu, tapi jika lain kali masih berani membuat masalah denganku, maka aku dan orang orang ku, tidak akan segan segan lagi menghancurkan keluarga kalian." Ancam Dion dingin dan serius


"Dan satu lagi, jika aku masih melihat saudaramu itu berhubungan dengan perempuan jalang Ini, Jangan tanyakan lagi, apa yang akan aku perbuat terhadapmu." Kata Dion penuh ancaman, kemudian pergi menuju ke mobil Lamborghini nya


Sepeninggal Dion, Victor memerintahkan kepada anak buahnya, untuk menyingkirkan Maya dari hadapannya dengan berkata..


"Cepat urus perempuan jalang itu!. Aku tidak mau melihatnya lagi ada didekat saudaraku ini." Perintah Victor kepada anak buahnya


"Baik bos!" Jawab mereka serempak, dan langsung memegang tangan Maya dan menyeretnya menjauh dari Steven


"Sayang tolong aku!. Jangan kau biarkan mereka membawa ku menjauh darimu!" Ucap Maya meminta pertolongan kepada Steven


Tapi Steven yang diminta pertolongannya oleh kekasihnya, tidak bisa berbuat apa apa, karena dia juga berada dibawah tekanan


Sekarang dia mengetahui siapa Dion yang sesungguhnya, setelah melihat, bagaimana Victor yang selalu dikagumi nya itu, tertunduk hormat dan berlutut kepada Dion


Jika bos besar sudah melakukan hal memalukan seperti itu, berarti orang yang ada di depannya bukanlah orang yang bisa di singgung seenaknya, dan bukan orang sembarangan


Maka ketika Maya diseret menjauh darinya, Steven hanya diam saja, dia lebih memilih mencari aman, daripada harus berurusan dengan kakaknya, apa lagi Dion


Kini drama penghinaan itu telah usai, orang orang yang menonton pun spontan membubarkan diri. yang tinggal hanya orang orang Victor yang sedang mengurus Maya


Rencana Maya dan Steven menjadi berantakan, namun yang menjadi puncak masalah adalah Maya. Steven hanya menuruti kata kata Maya saja, untuk mempermalukan Dion di depan khalayak ramai


***


Sekarang Dion sudah berada di depan pintu masuk bank amex, begitu dia ingin melewati security, salah seorang dari mereka membentak Dion dengan kasar


"Berhenti! Ada urusan apa kau mau masuk ke bank ini!" Hardiknya kasar, dan terkesan merendahkan Dion


Dion yang mendapat perlakuan kasar seperti itu, mengeluh dalam hatinya, dan membatin." lagi lagi ada masalah, masalah dan terus masalah.Mau sampai kapan begini terus. Apa memang seperti ini perilaku orang orang yang ada di kota B ini?"

__ADS_1


"Semua diukur dengan kekayaan, kekuasaan, kekuatan dan sebagainya. Kalau begini aku jadi menyesal, tidak mengizinkan mereka untuk mendampingiku tadi. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Batinnya


__ADS_2