
"Leluhur dewa api!. Leluhur dewa api!. Terimalah hormat kami!" Ucap Mongga dan anak buahnya dengan khidmat sambil berlutut di tanah
"Maafkan ketidaksopanan kami, yang tidak menyambut kedatangan leluhur dewa" Ucap Mongga dalam bahasa mereka dengan sikap merendah ke arah orang tersebut
"Kenapa kalian berani mengganggu mereka?" Tanya laki laki itu, yang ternyata adalah Abhicandra dengan suara seram yang dibuat buat, dan asal bicara saja
"Mereka telah mencuri hasil hutan kami, dan membunuh binatang di dalamnya." Jawab Mongga asal bicara juga
"Beraninya kau membohongi ku!" Respon Abhicandra marah, dan seperti menebak makna dari perkataan si Mongga tersebut
"Kami tidak berani dewa. Tapi mereka memang benar telah merusak serta membunuh binatang buruan kami!" Jawab Mongga mencoba membela diri
"Hiaaa!" Teriak Abhicandra sekuat tenaga, karena marah, walau sebenarnya dia tidak tahu apa yang dikatakan oleh Mongga tersebut
Ajaib!. Dari tubuh Abhicandra keluar siluet seperti api berbentuk singa dalam pandangan mata Mongga dan anak buahnya
Kejadian itu tentu saja mengagetkan serta menakuti mereka. Spontan mereka berlutut semakin dalam, dan tidak berani lagi mengangkat kepalanya ke arah Abhicandra
Ivory dan yang lainnya, hanya tersenyum geli melihat kelakuan dari Abhicandra tersebut.
Dalam pandangan mereka, tubuh Abhicandra berdiri biasa biasa saja. Cuma aura tekanan intimidasi terasa kuat sekali di sekitarnya
"Mereka adalah pengikut ku. dan mereka bukan pelakunya!"
"Jadi jangan berani mengganggu nya. Mengerti?" Ucap Abhicandra dengan suara keras
"Kami mengerti dewa, dan kami tidak akan mengganggu mereka lagi." Jawab Mongga patuh
"Katakan dari mana asal kalian?" Tanya Abhicandra seperti melupakan sesuatu
"Aneh!. Kenapa dewa leluhur, tidak tahu tempat tinggal kami?" Batin Mongga dalam hati
Abhicandra tiba tiba menyadari, ada sesuatu yang salah ketika selesai mengucapkan kalimat tadi. Kemudian buru buru diperbaikinya
"Mengapa kalian meninggalkan perkampungan itu. Dan kemana kalian pindah?" Tanya Abhicandra mencoba mendapatkan jawaban yang tergolong aneh, atas ditinggalkan nya pemukiman suku terasing yang ada di depannya itu
Tapi sekian lama di tunggu, pertanyaan tersebut tidak kunjung dijawab juga, hingga membuat Balboa sang cenayang itu menjadi kebingungan dan tersenyum sendiri
"Izinkan saya menjelaskan pada mereka tuan!"
"Kebetulan saya mengerti bahasa mereka." Ucap Balboa menawarkan diri, untuk menjembatani kesenjangan bahasa mereka
"Silakan penatua!" Jawab Abhicandra senang
"Tolong ceritakan pada kami, kenapa kalian pindah dari tempat dulu."
"Bukankah tempat itu adalah lokasi perkemahan kami sekarang?" Tanya Balboa ingin tahu
"Maaf penatua!. Kami tidak berani menjawab sebelum mendapat izin dari dewa leluhur kami!" Jawab Mongga apa adanya
"Bangunlah!" Ucap Abhicandra cepat, ketika menyadari keengganan Mongga, dengan memberi kode menggunakan tangannya
"Terima kasih leluhur!" Jawab Mongga patuh. Kemudian mengalihkan perhatiannya pada cenayang Belboa
"Penatua!. Tempat yang kalian gunakan untuk berkemah itu, adalah bukit tempat leluhur dewa api kami tinggal."
"Di situlah dulunya kami juga tinggal "
"Tapi di tempat itu, tak jauh dari sumber mata air, terdapat banyak benda benda yang mudah terbakar."
"Warna nya hitam, dan selalu membuat orang orang ku sering sakit hingga meninggal."
"Karena itulah kami memutuskan untuk pindah ke tempat lain, dan sekarang kami hidup dengan berpindah pindah." Jawab Mongga berterus terang
__ADS_1
Tak lama dia berkata seperti itu , Dion dan orang orangnya datang menyusul, dan menghampiri mereka dengan seribu tanda tanya besar
Serempak ratusan pengawal, memberi hormat pada Dion, termasuk juga Abhicandra
Pemandangan itu tentu saja membuat Mongga dan orang orangnya menjadi keheranan
Dalam hati mereka bertanya tanya, kenapa dewa leluhur mereka juga memberi hormat pada orang yang baru datang tersebut
Mau bertanya, tentu saja mereka takut akan dimarahi oleh Abhicandra, maka mereka memutuskan untuk berdiam diri saja
"Ada apa paman Abi?. Siapa mereka?" Tanya Dion penasaran, setelah anak buahnya selesai memberi hormat padanya
"Mereka adalah suku terasing itu tuan besar, suku yang pernah diceritakan sebelumnya."
"Kehadirannya di sini, adalah karena mereka merasa kurang senang, sebab hutan mereka di masuki oleh kita."
"Selain itu, mereka menuduh kita sebagai pelaku penjarahan, juga pembunuhan hewan buruan mereka." Jawab Abhicandra mengulang cerita
Kemudian dia menceritakan dari awal kejadian, asal muasal mereka dihadang seperti itu, sampai masalah batu api, yang mereka anggap sebagai batu pembawa sial
Setelah Dion mendengar itu, sekilas terlihat senyum simpulnya, lalu berkata lirih.
"Hum!.Cukup menarik juga!. Gumamnya lirih..Kemudian bertanya pada anak buahnya
"Apa pendapat kalian tentang masalah ini?" Tanya Dion meminta pendapat
"Apakah kalian tahu arti dari batu api tersebut?"
"Bukankah itu batu bara. Dan lokasinya berada persis di bukit dimana kita mendirikan tenda tenda itu?" Respon Dion ingin meminta pendapat dari mereka
"Tuan benar!. Benda tersebut adalah batu bara, yang materialnya mudah terbakar."
"Mereka menganggapnya sebagai batu api." Jawab dan tanggapan Adiwilaga membenarkan
"Tapi sayangnya, pegunungan tersebut termasuk hutan lindung, khusus untuk pembudidayaan tumbuh tumbuhan herbal yang sangat berguna bagi dunia medis." Respon Dion lemah
"Lalu apa yang harus kita lakukan pada orang orang itu tuan besar?" Tanya Abhicandra meminta masukan
"Bukankah paman telah dianggap sebagai leluhur mereka?"
"Paman suruh saja, agar mereka kembali, atau membantu kita mengangkat bahan bahan herbal yang masih tersisa?" Jawab Dion asal bicara saja
"Kalau itu usul tuan besar, akan saya sampaikan pada kepala sukunya." Sambut Balboa mewakili Abhicandra untuk menjawab
"Itu boleh juga." Ucap Dion menyetujui usul dari Balboa tersebut. Kemudian memberi perintah pada anak buahnya
"Silakan lanjutkan perjalanan!. karena hari sudah semakin petang, sebentar lagi hari akan menjadi gelap." Ucap Dion tegas
"Baik tuan besar!" Jawab ratusan pengawal termasuk pengawal Ivory serempak
"Jangan lupa jaga nyonya besar kalian!. Jangan sampai terjadi hal buruk seperti sebelumnya" Perintah Dion lagi
Setelah mendapat perintah tersebut. seluruh pengawal nya kembali melanjutkan perjalanan, menuju tempat perkemahan mereka
***
Dua jam kemudian, Ivory dan orang orangnya, sudah berada di lokasi perkemahan, dan satu jam sesudahnya, Dion dan bawahannya juga sudah memasuki areal perkemahan tersebut
Tanaman tanaman herbal yang sejatinya sulit untuk di angkat semua. Kini seluruhnya telah berada di dalam tenda besar, dan di susun sesuai fungsi dan kegunaannya
Itu semua bisa terjadi, berkat bantuan orang orangnya Mongga, yang di pandu oleh Abhicandra melalui Balboa, agar bisa membantu mengangkat bahan bahan herbal tersebut ke tenda
Kepada mereka di beri imbalan bahan makanan lengkap termasuk daging kering, serta alat alat pertanian. Seperti parang, kapak, belati serta golok, bahkan ada juga cangkul, dan tak lupa pula pemantik api
__ADS_1
Mongga dan orang orangnya, ditawari untuk tidur di tenda, tapi ditolaknya, karena mereka harus menjaga anggota keluarganya di tempat lain
Kini jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Semua keperluan orang orang yang ada di lokasi perkemahan, sudah terpenuhi semua
Dion memerintahkan pada sebagian anak buahnya untuk istirahat, termasuk juga tidur, karena mereka sudah seharian bekerja yang mengakibatkan kelelahan
Situasi perkemahan pun sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi, karena para pengganggu sudah tidak ada lagi, termasuk Mongga dan orang orangnya
Ternyata kelompok merekalah yang juga telah menyatroni perkemahan tersebut, walau sekedar mengawasi saja dari jauh. Dan itu diketahui setelah Balboa menanyakan pada kepala suku nya, dan Mongga mengakuinya, serta sudah minta maaf pada Dion
Malam pun berlalu tanpa ada kejadian yang berarti, situasi perkemahan tidak ramai seperti malam sebelumnya
Sebagian besar pengawal termasuk pengawal jaga, rata rata sudah tidur semua. Hanya ada dua orang di masing masing pos penjagaan, sedangkan yang lainnya pada tidur semua
***
Keesokan harinya, tepat pukul 6 pagi. Dion sudah bangun duluan dari pada istrinya. Sedangkan para pengawal Ivory, yang tidur di tenda lain dekat tenda nyonya besarnya, juga sudah pada bangun semua
Mereka segera mempersiapkan segala keperluan tuan dan nyonya. Tidak termasuk keperluan seluruh pengawal
Untuk mereka sudah ada juru masak, yang memang sengaja di bawa oleh Dion dalam keadaan seperti itu. Mereka selain juru masak, juga berprofesi sebagai pengawal, yang levelnya pengawal menengah
Tepat pukul 8 pagi, Dion kembali mengumpulkan para petinggi orang orangnya, untuk merundingkan kegiatan apa yang harus mereka lakukan di hari ketiga ini
Dalam pertemuan tersebut. Pai Zu Xian mengusulkan agar mereka kembali mencari tumbuhan herbal jenis lain di lokasi lain pula
Sedangkan Abhicandra mengusulkan, agar mereka mendatangi kelompok Mongga, serta membujuknya untuk bergabung dengan mereka, walau terkendala masalah bahasa
"Semua usul kalian itu bagus!. Cuma masalahnya adalah lokasinya!"
"Hutan ini terlalu lebat, dengan pohon pohon yang tinggi, ditambah dengan medannya yang berat."
"Kondisi seperti itu, setidaknya menyulitkan langkah kita, dalam mencari tumbuhan langka tersebut." Jawab Dion cukup masuk akal
"Maaf tuan besar jika saya menyela!. Bagaimana kalau kelompok pencari kita bagi dua?"
"Satu kelompok di pimpin oleh dewa obat. sedangkan satu kelompok lainnya di pimpin oleh Govin."
"Mereka sama-sama berjuluk dewa. Jadi akan memudahkan kerja kita dalam mengumpulkan bahan bahan obat obatan tersebut" Ucap Adiwilaga memberi usul
"Saya setuju dengan usul senior Adi. karena akan mempersingkat waktu kita di sini."
"Selain itu, bisa sedikit menghindari bahaya lain, yang kemungkinannya akan kita temui selama berada di hutan ini." Sambung Iron menguatkan pendapat dari seniornya itu
"Benar apa yang kalian katakan itu!. Aku juga setuju dengan usul kalian." Sambut Dion menyetujuinya
"Kemungkinan tidak sampai setengah bulan dari waktu yang kita rencanakan, usaha pencarian ini sudah bisa kita selesaikan."
"Selain itu, bahan herbal yang berhasil kita kumpulkan, sudah cukup banyak, berkat usaha dari para pemburu liar tersebut"
"Berkat mereka, kita tidak perlu bersusah payah lagi, untuk mencari bahan yang diinginkan, karena semuanya telah didapatkan oleh kelompok itu."
"Jadi kita jalankan saja rencana dari paman Adi, agar waktu pencarian bisa dipersingkat." Ujarnya
"Paman Iron, pimpin kelompok pertama, untuk mengawal dewa obat."
"Bawa pengawal secukupnya ke tempat yang di inginkan"
"Sedangkan kelompok Govin akan dipimpin oleh senior kalian, yaitu Adiwilaga."
"Sementara paman Abi juga penatua Belboa, terserah kalian akan mengikuti kelompok mana"
"Untuk hari ini. Aku dan istriku juga pengawalnya, akan tinggal di perkemahan saja."
__ADS_1
"Sedangkan masalah pencarian tersebut terserah kalian mau bagaimana!" Ucap Dion panjang lebar dan menyerahkan sepenuhnya masalah itu pada mereka