
"Minggir!, Aku tidak ada urusan dengan kalian!" Bentak salah seorang anak buah Nick kasar
"Kami cuma mau orang itu, dan jangan coba coba menghalangi, kalau tidak mau celaka!" Ancam orang itu lagi mencoba menakuti Anjani dan 3 temannya tersebut, sambil menunjuk ke arah Eric, dengan sikap meremehkan
"Kalau kau bisa melewati salah seorang diantara kami berempat ini, kau bisa bebas pergi!" Jawab Anjani tenang
"Kurang ajar!, perempuan ****** seperti mu, cuma dengan menjentikkan jari saja a..."
Plak!
Buk !
Bruuuk!
Praaang!
Belum sempat menyelesaikan kata katanya, tubuhnya sudah terlempar, karena ditampar dan ditendang oleh Anjani dengan sekuat tenaga, sampai menabrak meja, dan menjatuhkan apa saja yang ada di atasnya hingga pecah
"Apa!, bagaimana bisa?" Ucap Nick penasaran
"Si si siapa sebenarnya kau!. Kenapa kau bisa mengalahkan anak buah ku yang cukup kuat itu, dengan
begitu mudah?" Tanya Nick semakin penasaran
"Kau tidak pantas tahu siapa kami, bahkan aku sekalipun!" Respon Anjani tidak kenal takut sekaligus marah, karena disebut sebagai perempuan ****** oleh orang yang ditampar dan dipukul nya tadi
Mendapat jawaban seperti itu, sejujurnya Nick sangat marah dan tersinggung sekali, tapi sebagai orang yang berpengalaman, dia pasti berpikir seribu kali. Kalau satu orang saja mampu merobohkan salah seorang terkuatnya, bagaimana dengan yang lain, tentu akan lebih dahsyat lagi
"Benar benar sial!. Kenapa aku tidak menanyakan informasi lebih lanjut, siapa sebenarnya orang yang menjadi target pembunuhan itu?" Batin Nick bergetar dalam hati
"Awas kau Pram!. Kalau aku selamat hari ini, kau yang akan jadi target pembunuhan ku!" Batin Nick berteriak keras, terlihat wajahnya sedang menahan marah
"Siapa kau?, dan kenapa kau mencariku?" Tanya Eric langsung pada intinya
"Apakah orang yang ada di gambar ini kau?" Tanya balik Nick yang sudah bisa menguasai keterkejutannya itu
"Jawab pertanyaanku!. Ada urusan apa kau mencariku?" Tanya Eric dengan wajah garang
"Ada seseorang yang ingin kau mati!, jadi bekerjasama dengan ku, Jangan melawan!" Jawab Nick kelihatan bodohnya
"Hahahah!. Kau pikir aku bodoh!, kau pikir aku lemah! dan kau pikir, kau adalah orang terkuat. Mimpi!" Respon Eric geli atas ucapan bodoh Nick tersebut
"Hanya menghadapi satu rekan ku saja, kau tidak mampu, apalagi melawan kami semua. Dasar bodoh!" Sambung Erik begitu tenang sekali
"Aku tidak peduli seberapa pun kuat nya engkau!. Karena aku belum pernah kalah di dalam setiap pertarungan, dan semua targetku pasti mati!" Balas Nick menangkis perkataan dari Eric itu tidak mau kalah
"Oh!, ternyata begitu. Mungkin kali ini kau salah sasaran, karena aku tentu saja tidak akan tinggal diam, ketika kau ingin mencelakai ku. atau jangan jangan, kau sendiri yang akan celaka!" Balas Eric tidak mau kalah juga
"Aku ingin antara kau dan aku saja yang akan bertarung, sementara teman teman mu yang lain, jangan ikut campur. Bagaimana?" Tawar Nick mencoba bernegoisasi
"Apa taruhannya?" Sambut Eric tenang
"Kalau aku kalah, kau boleh berbuat apa saja terhadap ku. Tapi jika aku menang, maka kau harus mengikuti ku!" Ucap Nick dengan percaya diri
"Oh tidak masalah!. Tapi jangan di tempat ini, karena takut akan menghancurkan kursi, meja dan barang barang yang ada di sini, kecuali kalau kau sanggup untuk menggantinya."
__ADS_1
"Baik aku setuju dengan saran mu itu!. Kalau begitu, mari kita keluar!" Balasnya tenang
"Tunggu!. Bawa juga sampah yang tidak berguna itu!" Ucap Eric, sambil menunjuk orang yang sedang mengerang kesakitan di bawah meja yang hancur tersebut
"Dan jangan lupa!. Bayar kerugian yang kau timbulkan itu, kalau tidak!, maka ditempat inilah ku pastikan, kuburan mu berada!" Ancam Eric bersungguh sungguh
Entah mengapa ucapan Eric itu membuat Nick ketakutan. Tidak biasanya dia gentar seperti itu
Sebagai seorang ketua gangster, dan pembunuh bayaran berdarah dingin, seharusnya dia tidak perlu takut dan nurut seperti itu, sungguh lucu!
Biasanya, siapapun yang mencoba menggertak nya, dia akan langsung menghabisi orang tersebut saat itu juga, tapi kali ini, entah mengapa dia nurut begitu saja, apa yang dikatakan oleh Eric tersebut
Begitu juga dengan bawahannya yang lain, yang masih sehat sehat saja itu. Mereka juga gentar dan takut, ketika melihat aura dan niat membunuh dari orang orang yang ada di depannya tersebut
Walau mereka diam saja, dan tak mau ikut campur, tapi tatapan mereka, sudah cukup membuat nyali anak buah Nick menjadi ciut. Benar benar pengawal orang kaya yang berkualitas!
Mungkinkah nyalinya sudah drop, dan keberaniannya sudah hancur, gara gara aura yang dipancarkan oleh Eric dan kawan kawan nya itu, yang sangat mendominasi keadaan, hingga membuat mereka tidak berkutik dan nurut seperti itu
Benar benar sial nasib Nick dan anak buahnya kali ini!
**
"Katakan, dengan cara bagaimana kau ingin mati!" Tantang Eric sesaat setelah mereka sampai di tanah lapang tak jauh dari vila milik Dion itu
"Kau pukul aku tiga kali, kalau aku tak roboh, gantian aku yang memukul mu pula. Aku jamin!, dengan sekali pukul, tubuh mu itu akan remuk!" Jawab Nick sangat sombong sekali, sambil memukul mukul dada berototnya itu, sekaligus menyombongkan tubuh nya, yang jauh lebih berotot dari tubuh Eric
"Bagus juga ide mu itu, aku jadi tertarik." Jawab Eric sambil menyeringai dingin
"Lalu bagaimana dengan ke empat anak buah mu itu?" Tanya Eric mencoba mencari tau nasip mereka nanti
"Baiklah!. Aku setuju dengan taruhan mu itu, sekarang bersiaplah!" Ucap Eric tanpa ekspresi
"Kau pukul lah dengan sekuat tenaga tubuh besi ku ini, kalau kau main main, aku takut, tangan mu akan remuk nanti!" Ucap Nick membanggakan diri
"Baiklah!. Sekarang!" Ucap Eric sambil berlari cepat, dengan memposisikan tinjunya di samping dada sebelah kanan nya, kemudian..
Buk!
"Phuufff!"
Darah segar langsung menyembur dari mulut Nick dalam jumlah banyak
Tubuh kekarnya itu, terdorong sejauh dua meter lebih dalam kondisi limbung, mata ber kunang kunang, kaki gemetar dan dadanya sesak
Tak lama sesudah itu, dia ambruk ke tanah dan terkulai lemah di atasnya
Hanya dengan sekali pukul, tubuh kekar yang selalu dibanggakannya itu, ambruk ke tanah, dadanya seperti remuk, dan ada tulang yang seoertinya patah. Sungguh tragis nasip nya kali ini
Empat anak buah nya yang melihat kejadian itu, langsung gemetaran. Sungguh mereka tidak mengira, bos besarnya itu, yang sudah terkenal kuat, dan dijuluki dengan manusia tubuh besi, bisa ambruk ke tanah, hanya dengan sekali pukul
Mau lari tentu saja takut, mau melawan apalagi, terutama orang yang tadi sudah merasakan, bagaimana kuat nya pukulan yang ia terima, walau pun dari tangan dan kaki seorang perempuan
Tapi kenyataannya, membuat tubuh tinggi tegap nya itu, tak mampu menahan pukulan tersebut, sampai membuatnya juga ambruk seperti bosnya itu
Bruk!
__ADS_1
Serentak mereka menjatuhkan lututnya di tanah berpasir, kemudian berkata secara serempak. "Kami menyerah!" Ucap mereka ketakutan
Cemen betul sikap mereka, pada awalnya sangat jumawa, tak kenal takut, apalagi gentar, jauh sekali
Tapi kali ini, meringkuk bagai ayam di sembelih yang sudah mati, atau lembu yang sudah dicucuk hidung. Kena batunya kau!
Brum! brum!
Empat mobil mewah, tiba tiba berhenti di jalan, tak jauh dari tempat pertarungan konyol itu. Tak lama kemudian, seorang pria berpenampilan rapi, dengan aura yang sangat mendominasi keluar dari dalam mobil, diikuti oleh beberapa orang pengawal berjas hitam
Tanpa tergesa gesa, dia dan orang orangnya, berjalan mendekati orang yang telah selesai bertarung itu
Sesampainya di tempat kejadian, dia segera mengedarkan pandangannya, keseluruh orang yang saat ini tengah berlutut, dan seorang lagi sedang terbaring di tanah dalam keadaan lemah, walau tidak sampai pingsan
"Apa yang terjadi?. Apakah ada orang yang mencoba untuk memasuki vila tuan muda?" Yanya orang itu dengan sikap dingin
"Tidak bos!. Para pecundang ini, hanya ingin berurusan dengan ku." Jawab Eric terus terang
"Maksudnya?"
"Dia telah dibayar oleh seseorang untuk menghabisi ku, tapi aku belum sempat bertanya, siapa orang yang telah membayar nya itu."
"Ternyata begitu!. Baik! coba kalian angkat manusia bodoh itu, aku ingin melihat, apa kebisaan nya, sehingga berani mengganggu orang orangnya tuan muda Dion." ucap nya dingin
Begitu tubuh Nick diangkat, dan dipapah oleh dua orang, kemudian dibawa ke depan orang yang baru datang itu, tubuh Nick menjadi gemetaran. Tentu saja dia sangat mengenal, siapa orang orang yang baru datang itu
Dia adalah Robin, orang yang menjadi kunci kematiannya, jika berani mengganggu orang orang tuan besar Birawa atau Dion itu
"Ternyata kau Nicholas!. Ada urusan apa hingga kau berani mengganggu orang orang ku?." Ucap Robin dengan tatapan maut
"Apakah kau tau Nick!, mereka adalah pengawal tuan Birawa, dan apakah kau sudah lupa, bila sampai bersinggungan dengan pengawal pengawal nya itu, kau harus mati!" Ucap Robin tidak main main
"Aku sungguh tidak tahu bos!, kalau dia adalah anak buah mu. Sungguh aku telah bersikap bodoh!" Jawab nya sambil menjatuhkan diri di tanah, dan berlutut ke arah si Robin itu
"Ini namanya cari mati sendiri. Beraninya kau!" Bentak Robin dengan suara tinggi
"Ampun bos!, aku benar benar tidak tau, kalau orang itu anak buah mu!" Balas Nick ketakutan
"Dia bukan anak buah ku secara langsung, tapi dia komandan elit pengawal tuan muda Dion, orang yang tak akan bisa kau sentuh. Tau kau bodoh!."
"Ya aku mengerti bos, tapi tolong ampuni nyawa ku ini kali ini, juga ke empat anak buah ku itu!" Ucap Nick memohon ampunan
"Sesuai perjanjian, kalau kau berani mengusik orang orang tuan besar Birawa, termasuk tuan muda Dion, maka nyawamu itu milik kami."
"Tapi jika kau mau bertukar posisi dengan orang lain, maka nyawa mu juga orang orang mu itu, mungkin bisa di selamatkan!"
"Baik bos, aku setuju, dan akan mengatakan siapa yang orang yang telah membayar ku itu!" Jawab Nick senang.
Nick tidak mau tau, apakah keputusannya itu, telah menciderai perjanjian nya dengan si Pram laknat itu atau tidak
Dia hanya berpikir, bagaimana caranya menyelamatkan nyawanya, juga keempat anak buahnya itu, berikut organisasi gangster nya ke depan
"Cepat katakan!, sebelum aku berubah pikiran!" Ancam Robin tidak main main
"Orang itu adalah Pramudya atau Pram, putra dari Victor, seorang pemilik showroom mobil terkenal dan terbesar di kota B ini." Jawabnya lancar
__ADS_1