Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Masih tetap meresahkan


__ADS_3

"Bagaimana ini bisa terjadi?"


"Apakah aku harus mengatakan ini kepada Mama?"


"Atau menyerahkannya kepada putusan papa?. Bukankah mereka sudah sama-sama dewasa?"


"Oh tidak! tidak! tidak!. Aku harus mencari suatu cara, agar papa bisa melupakan bibi Maya."


"Tapi bukankah papa memang sudah melupakannya?"


"Berarti bibi Maya yang tidak bisa melupakan papa!"


"Kalau begitu, hati bibi Maya saja yang coba untuk di pengaruhi!" Gumam Dragon pada sendiri


"Kalau tidak bisa juga, berarti itulah takdir mereka" Gumamnya lagi


***


Sementara itu, pembahasan tentang Maya, Emily dan calon calonnya tersebut sudah selesai dibicarakan


Kini Dion sedang membicarakan masalah yang tak kunjung terselesaikan, yaitu berita tentang adanya musuh musuh baru Birawa Group


Dalam pembicaraan itu, Dion terlihat serius, dengan wajah sedikit masam menahan marah


Dia sebenarnya ingin hidup tentram bersama keluarganya. Tapi rintangan selalu datang silih berganti. Jadi mau tidak mau harus dijalaninya juga


"Perusahaan ku sudah dalam fase puncak kejayaan nya. Tapi itu semakin membuat ku tidak nyaman."


"Musuh datang silih berganti. Hilang satu tumbuh yang lainnya."


"Untuk itulah aku mengundang kalian datang ke mari, selain untuk mendengarkan keputusan dari kedua adikku itu!"


"Tapi tentunya aku meminta maaf sekali lagi pada Paman Tiger juga Rudolf, karena aku memberanikan diri untuk mewakili kalian bertanya pada Maya."


"Dan kita sudah sama-sama mendengar, apa keputusan nya." ucap Dion cukup tegas


"Sekarang mari kita bicarakan, tentang kemungkinan yang akan terjadi dengan Birawa Group, bila musuh-musuh kita itu datang!"


"Yang pertama adalah kelompok Jundan Miyazawa. Untuk sementara mereka sudah bisa kita atasi, walau belum sepenuhnya!"


"Mari kita pikirkan, bagaimana caranya membasmi kelompok tersebut sampai ke akar akarnya!" Ucap Dion berapi api. Lalu mengalihkan perhatiannya pada tuan Birawa serta Ivory, dan tak lama kemudian dia berkata.


"Bagaimana pendapat kakek tentang masalah ini?" Tanya Dion ingin meminta masukan


"Kasus ini tergolong berat, karena orang yang kita bicarakan itu tidak berada di negara kita!"


"Jika dia berada di negara ini, itu mudah bagimu untuk menghancurkannya!" Jawab tuan Birawa sebagai pembuka kata


"Lalu apa yang harus Dion lakukan kek?. Apakah Dion harus mengutus orang-orang kita untuk pergi ke negara tersebut?" Tanya Dion pula


"Jika Itu memang diperlukan Kenapa tidak?"


"Kalau Jundan Miyazawa bisa mengutus orang-orangnya kemari. kita juga bisa melakukannya!"


"Kalau dia berani mengirimkan orang orang kuatnya, kenapa kita tidak bisa?"

__ADS_1


"Jadi untuk membalas perbuatannya itu, Kita kirim pula orang orang kuat kita ke sana?" Jawab tuan Birawa enteng saja


"Lalu bagaimana dengan yang lain?. Apakah kalian bersedia jika aku utus untuk pergi ke negara itu?" Ucap Dion bertanya, dan meminta pendapat dari bawahannya


"Kami bersedia tuan besar!"


"Selama ini kita telah dijadikan hewan buruan oleh Miyazawa!"


"Sekaranglah waktunya untuk memburu mereka pula!" Jawab Adiwilaga tegas, mewakili suara kawan kawannya


"Benar apa yang dikatakan oleh yunior Adi!. Aku juga bersedia!" Ucap seseorang dengan suara menggema di ruangan tersebut. Kemudian muncul dihadapan mereka secara tiba tiba. Mereka itu adalah Dragon dan guru nya


Peristiwa tersebut tentu saja membuat orang orang yang hadir di tempat itu menjadi bengong, dan serasa tidak percaya. Terutama orang yang belum pernah melihat aksi Dragon sebelumnya


Dalam pikiran mereka, bagaimana dua orang itu bisa muncul secara tiba tiba begitu saja. Apakah ada lorong rahasia yang terhubung dari perguruan ke villa?. Pikir mereka timpa menimpa


Tapi karena tak mau berlarut larut dalam keterkejutan mereka itu, Dion, Ivory dan beberapa petinggi pengawal, segera bangun dari tempat duduknya, lalu menghampiri Gentala juga Dragon untuk memberi penyambutan


"Apa kabar guru!l, dan juga kau Dragon?" Sapa Dion senang dan ramah


"Seperti yang nak Dion lihat. Guru masih sehat sehat saja!" Jawab Gentala apa adanya


"Anak ku!. Kenapa datang tidak mengabari mama?. Supaya mama bisa memasakkan makanan kesukaan mu!" Ucap Ivory dengan ekspresi senang, tapi dalam hatinya penuh dengan tanda tanya besar


"Bagaimana kau bisa muncul dari udara itu Draco?. Apakah ada lorong rahasia di dalamnya?" Tanya Ivory polos


"Belum bisa di jelaskan di sini ma!. Nantilah setelah pertemuan ini selesai." Jawab Dragon berterus terang. Kemudian mengalihkan perhatian pada Maya, dan melakukan sesuatu. Tapi tak ada yang menyadarinya


"Apa yang membuat guru juga Dragon datang kemari secara mendadak begini?"


"Aku sudah mendengar apa yang kalian bicarakan tadi, bahkan sudah sangat paham!"


"Musuh yang kalian bicarakan tadi, saat ini sedang bersiap siap untuk datang ke sini!"


"Tujuan mereka sama, yaitu ingin menculik pemimpin muda, sekaligus untuk membalas dendam, dan menghabisi orang orang yang telah mengkhianatinya!"


"Bagaimana guru bisa tahu masalah itu, apakah dari anak ku ini?" Reaksi Dion penasaran


"Benar sekali!. Dialah yang telah memberitahukan permasalahan ini pada ku. Bahkan memperlihatkannya di depan ku!" Jawab Gentala berterus terang


"Ternyata begitu!" Respon Dion lirih, dan terus saja berdiri diam


Tapi tak lama kemudian dia baru tersadar, bahwa sedari tadi terus mengajak guru juga Dragon, untuk berdiri di tengah ruangan


Bergegas Dion berkata. "Mari guru kita duduk dulu di sana!" Ujarnya dengan rasa tidak enak hati


Sedangkan Dragon sudah sedari tadi duduk di samping Ivory, yang tempat duduknya memang sengaja di kosongkan dan digunakan kapan saja diperlukan


"Silakan lanjutkan pembicaraannya!" Ucap Gentala penuh wibawa, sesaat setelah memberi hormat pada tuan Birawa


"Berhubung guru kita, senior kita juga anak ku sudah datang, maka kita bisa melanjutkan pembicaraan."


"Kedatangan mereka akan lebih memudahkan kita dalam mengambil keputusan!"


"Jadi silakan beri masukan, agar bisa di pergunakan nanti!"

__ADS_1


"Maaf ayah!. Karena keadaan sudah sangat mendesak. Alangkah lebih baiknya kalau kita datangi pembawa masalah itu di tempat asalnya!"


"Tentang berapa orang yang akan dibawa ke sana, Draco mempunyai cara sendiri." Ucap Dragon pada ayahnya.


Kemudian mengedarkan pandangannya, serta merilis aura spritual dan kesadarannya untuk memindai orang orang yang ada di aula itu. dan tak lama kemudian dia berkata.


"Kakek Adi, Abhicandra, Taraka, Adiguna, paman Iron, Robin, Leon Burgon, komandan Langit, Awan. Bumi, Eric, Rudolf dan sepuluh komandan elit lainnya. Aku pilih untuk mengikuti ku ke negara tersebut."


"Ditambah dengan tiga pengawal wanita asal Shanghai, empat wanita karateka, tiga pegulat pria, delapan pensiunan tentara, dua puluh delapan ninja. Tiga puluh lima samurai dan lima belas assassin."


"Kita semua akan berangkat ke sana. Tidak menggunakan pesawat terbang atau kapal laut."


"Tapi menggunakan cara, seperti yang aku lakukan saat datang ke sini!" Ucap Dragon tegas, dan itu membuat semua yang mendengar sempat merasa keheranan, dan terpengaruh oleh ucapannya


"Apakah itu tidak berbahaya anak ku?"


"Orang yang kau bawa terlalu sedikit. Sedang musuh berjumlah banyak!" Ucap Ivory protes


"Mama tenang saja!. Dragon sudah menyelidikinya!"


"Orang terkuat mereka adalah Jundan Miyazawa, dan 100 petarung andalannya."


"Sedang anak buahnya yang lain, cukup diatasi oleh 10 sampai 20 pengawal kita saja!" Jawab Dragon menjelaskan


"Lalu bagaimana dengan ayah mu, apakah dia tidak akan kau bawa?" Tanya Ivory ingin tahu


"Kalau itu terserah ayah saja. Mau ikut pun boleh, dan itu akan menjadi lebih baik."


"Cuma masalahnya!. Siapa yang akan menjadi pemimpin di sini kalau ayah juga ikut?" Jawab Dragon cukup masuk akal


"Jadi ayah tidak kau ajak anak ku?" Tanya Dion pura pura merajuk


"Benar ayah!. Ayah cukup memberi dukungan dan doa pada kami saja!" Jawab Dragon berdiplomasi


"Baiklah kalau begitu, dan sudah sama sama kita dengar. orang yang ditunjuk untuk ikut ke tempat Miyazawa adalah yang disebutkannya tadi."


"Untuk itu persiapkan diri kalian dengan baik!"


"Namun kapan waktunya pergi, akan ditentukan oleh anak ku ini!" Jawab dan ucap Dion pada anak buahnya


"Karena mereka akan berangkat lusa. Maka besok malam datangi mereka!"


"Pada malam hari, seluruh anggota kelompok tersebut biasanya sedang istirahat."


"Tapi tadi sempat ku lihat, sepertinya mereka sedang mengadakan taruhan dalam ajang adu kekuatan!"


"Mungkin pada malam harinya, keadaan akan sedikit berbeda!" Ucap Dragon menjelaskan


"Kalau begitu kalian bersiaplah!. Karena tempat yang akan kalian tuju, bukanlah tempat sembarangan!"


"Itu markas besar mereka, yang tentu saja gudangnya orang orang kuat!"


"Aku tidak mau kalian mengantarkan nyawa secara percuma !"


"Oleh karena itu jangan lengah, agar kalian tidak kalah di sana!" Sambung Dion memberi arahan

__ADS_1


__ADS_2