Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Tuan senior


__ADS_3

Sepuluh menit ke


kemudian, Benyamin dan orang orangnya sudah berada di dalam villa. Saat ini dia sedang duduk di sofa empuk nan mewah, diruang tamu yang sangat luas itu


Sementara 10 anak buahnya tersebut, berdiri di belakang tuannya dalam keadaan siap siaga


Dihadapan Benyamin, duduk tuan Birawa dan Dion. Sedangkan Iron dan anak buahnya yang lain tidak ikut duduk. Mereka berdiri diseluruh ruangan itu untuk berjaga jaga


"Salut monsiur Birawa. monsiur ...?" ( Salam tuan Birawa, tuan..?) Sapa Benyamin ramah, tapi ucapannya terhenti karena dia tidak mengenali Dion


"Dion Mahesa Birawa, Mon petit-fils est le proprietaire du groupe Birawa, villa et Ville "


(Dion Mahesa Birawa cucuku. pemilik Birawa group, villa dan kota ini)


Sambung tuan Birawa cepat dalam bahasa Perancis juga


"Oh Pardonne - moi de ne pas reconnaitre le souverain ici."


(Oh maafkan aku yang tidak mengenali penguasa di sini!)


Ucap Benyamin kaget, kemudian membungkukkan sedikit badannya kearah Dion


Dion menyambut keramahan Benyamin itu, dengan sedikit membungkukkan badannya kearah tamunya juga


"Utiliser la langue locale, afin que notre conversation puisse etre comprise par tout le Monde ici."


(Gunakan bahasa setempat, agar pembicaraan kita bisa dipahami oleh semua yang ada disini)


Ucap tuan Birawa tidak enak hati, dan merasa sedikit tidak nyaman, kalau pembicaraan hanya diketahui oleh mereka berdua saja, tapi tidak termasuk orang orangnya Benyamin itu


"Katakan dengan jelas, apa maksud kedatangan anda ke kota ini!" Ujar tuan Birawa tegas, dan langsung pada intinya


"Aku datang kesini, karena ingin meminta maaf atas perbuatan Tommy, menantuku yang tidak tahu diri itu!" Jawab Benyamin tulus, serta fasih berbicara dalam bahasa negara ini


"Tenyata benar apa yang telah kami perkirakan itu, bahwa Tommy adalah dalang dibalik ini semua." Respon Dion kaget


"Untuk itulah kami datang kesini, agar tuan Birawa dan tuan Dion, mau memaafkan kesalahan menantuku itu." Ucap Benyamin sangat berharap sekali


"Itu semua tergantung dari ketulusan dan keseriusan anda!" Jawab Dion tegas


"Maksud anda?" Tanya Benyamin penasaran


"Jika anda bisa menjamin, bahwa dimasa yang akan datang, Tommy tidak akan lagi melakukan itu, maka saat ini juga, orang orang ku akan membuka akses keamanan komputer anda." Ucap Dion terkesan mendikte


"Aku jamin!. si Tommy itu tidak akan berani lagi mengganggu anda, karena orangnya telah ku kirim ke rumah sakit, untuk menebus perbuatan tidak terpujinya itu pada anda." Jawab Benyamin yakin, dan tidak ragu ragu lagi


"Selain itu setelah kejadian ini, aku juga menjamin, bahwa Tommy tidak akan lagi mendapatkan posisi, yang bisa memerintahkan orang untuk berbuat seperti itu lagi!"


"Aku tidak peduli, apakah dia anakku sendiri atau orang lain. Kalau salah, bagiku tetaplah salah, karena aku lebih mementingkan hubungan baik dengan orang lain, yang sama sama saling menjaga dan menghormati."

__ADS_1


"Jadi aku mohon! Bisa lah kiranya anda berdua, membuka kembali akses keamanan komputer kami, agar perusahaan yang kami miliki itu, bisa berjalan sebagaimana mestinya, dan tanpa was was lagi." Ujar Benyamin panjang lebar, dan sepertinya sangat tulus sekali


"Sementara ini, antara kita juga perusahaan kita, tidak ada masalah sama sekali, tapi setelah Tommy masuk ke perusahaan anda, maka dia mencoba memanfaatkan perusahaan tersebut, untuk membalaskan dendam dan sakit hati nya pada kami." Respon Dion dan berkata apa adanya. Kemudian mengucapkan beberapa kalimat penjelasan lagi


"Atas kesalahan dan tindakan tidak terpuji nya di negara ini dulu, menyebabkan perusahaan orang tuanya bangkrut. Tapi jika waktu itu, orang tuanya tidak ikut campur, dan mendengar perkataan kami, maka keadaan Tommy tidak akan menjadi seperti itu."


"Setelah bangkrut pun, Tommy masih tetap memusuhiku, dan mencoba menghancurkan perusahaan yang kumiliki ini."


"Karena kesal atas tindakannya tersebut, akhirnya Tommy menjadi orang yang paling kami incar dan kami cari di dunia ini."


"Ternyata dia lari ke luar negeri, dan menjadi menantu Anda disana."


"Beberapa tahun setelah dia bangkit, ternyata dia memanfaatkan kekayaan perusahaan anda, untuk melawan kami kembali, dengan memerintahkan seseorang untuk membunuh istriku, dan hampir saja nyawanya tidak bisa terselematkan."


"Selain itu, Tommy juga memerintahkan seseorang, untuk mengirim virus ke komputer kami, dengan niat agar semua data datanya hilang, dan akses ke perusahaan kami tidak ada lagi."


"Sekali lagi itu hampir terjadi."


"Tapi kami sebagai pihak yang dirugikan, tentu saja tidak akan tinggal diam. Dengan segala upaya, kami berusaha untuk menetralkan serangan virus tersebut, Tapi ternyata virus itu, tidak bisa di dihapus atau dihilangkan sama sekali"


"Beruntung pada saat itu, dan di saat saat kritis. datang sang legenda cyber, yang ternyata adalah pencipta virus itu sendiri."


"Melalui tangannya lah, virus tersebut berhasil di jinakkan, bahkan dikirimkan kembali ke ke sistem pertahanan komputer anda saat itu juga"


"Karena kami khawatir Tommy akan berbuat nekat, maka kami terpaksa memberi perintah, agar sang legenda tersebut membekukan sementara, akses komputer anda, dengan harapan agar pemiliknya menyadari semua kesalahannya itu."


"Beruntung pada hari ini, anda sebagai pemilik perusahaan tersebut datang menemui kami, dengan niat yang sangat tulus, untuk menjalin persahabatan dengan pihak Birawa Group."


"Tapi jika lain kali kedapatan, bahwa orang orang anda mencoba untuk meretas sistem pertahanan komputer kami kembali!, maka kami tidak akan segan segan lagi untuk menghancurkan perusahaan anda saat itu juga!" Ucap Dion panjang lebar, dalam memberikan alasan, kenapa dia melakukan itu, kemudian berkata lagi sebagai penegasan


"Apakah anda menerima persyaratan ini?" Tanya Dion tegas


"Apapun persyaratannya, akan kami patuhi, asalkan anda bersedia membuka akses ke sistem pertahanan komputer kami!" Jawab Benyamin tanpa ragu ragu lagi


"Baiklah kalau begitu!. Silakan ada periksa handphone anda, nanti kami akan kirimkan notifikasi, untuk membuka sistem pertahanan komputer anda." Ucap Dion sudah mulai bersikap lunak


"Kalau begitu, kami ucapkan terima kasih, atas kebaiakan anda berdua." Respon Benyamin senang, kemudian melanjutkan perkataannya lagi


"Sungguh kami tidak mengira, bahwa orang yang dimusuhi oleh menantu ku itu, adalah orang baik."


"Tommy nya saja yang berkelakuan tidak terpuji. Dari cerita anda tadi, kami bisa menyimpulkan, bahwa Tommy sebenarnya adalah orang yang bermasalah di negara ini."


"Tapi karena kami tidak tahu awal mulanya, maka kami bersedia menikahkannya dengan putri ku sendiri."


"Itu kulakukan karena dia telah menyelamatkan Adeline anakku tersebut, ketika musuh musuh ku, mencoba untuk membunuhnya tiga tahun yang lalu."


"Tapi saat aku tahu bahwa Tommy telah bertindak melampaui wewenang nya di perusahaan ku, yang mengakibatkan perusahaan ku itu terancam bangkrut, maka aku sangat marah sekali."


"Tanpa pikir panjang dan tidak ragu ragu lagi, aku memerintahkan kepada mereka ini, untuk menghajar Tommy tersebut, dan akhirnya ia dibawa ke rumah sakit."

__ADS_1


"Jika tidak mengenang bahwa dia itu adalah suami dari anakku, juga ayah dari cucu perempuan ku, maka saat itu juga, aku pastikan, tubuh Tommy akan hancur, dan nyawanya melayang saat itu juga!" ucap Benyamin geram, sambil mengepalkan kedua tinjunya erat erat


"Menurutku biarkan saja masalah itu berlalu, dan anda tidak perlu kuatir lagi akan keselamatan perusahaan anda, karena kami tidak berusaha untuk memasukinya."


"Kami hanya sekedar membekukan atau mengunci sistem pertahanan komputer anda saja." Ucap tuan Birawa menimpali pembicaraan antara Dion dan Benyamin tersebut


"Jika sebelum sebelumnya, orang yang berani mengganggu perusahaan kami, maka saat itu juga, aku bangkrutkan perusahaan tersebut, dan semua hartanya akan kami ambil." Sela Dion dengan ucapan yang sangat mengintimidasi


"Tapi beruntung kali ini. Perusahaan anda tidak kami bangkrut kan, karena kami tidak mau menambah musuh lagi, dan kami ingin agar masalah tersebut bisa diselesaikan dengan cara baik baik!" Sambung Dion lagi cukup bijaksana


"Dan bagusnya, anda saat ini datang menemui kami, untuk meluruskan segala permasalahannya."


"Untuk itu, kami sebagai tuan rumah dari kota Golden City ini, menyambut kedatangan kalian semua di sini!" Ucap Dion mulai bersikap ramah, dan tidak ada lagi kesan sombong dan angkuh


"Terima kasih tuan Birawa! Terima kasih tuan Dion!. Ternyata anda sangat baik sekali. Aku ingin menjalin persahabatan dan kerjasama dengan anda."


"Jika nanti produk produk dari perusahaan anda dikirimkan ke Eropa, terutama ke Perancis itu, maka aku yang akan menghandle nya."


"Kebetulan di negara tersebut, posisiku sebagai ketua perdagangan Prancis juga benua Eropa." Ucap Benyamin berterus terang, sehingga membuat tuan Birawa dan Dion serta yang lainnya, menjadi terkejut sekaligus senang


"Wah kalau begitu ini sangat bagus sekali!.Ternyata dibalik musibah, ada keuntungan yang datang!" Sambut Dion dengan kata katanya yang terkesan bercanda itu


"Hahaha!. Ternyata anda pandai bercanda juga!" Respon Benyamin juga senang


Saat Benyamin sedang tertawa senang itu, di handphonenya, masuk sebuah notifikasi yang menyatakan, bahwa akses ke sistem keamanan komputer perusahaan miliknya itu, sudah terbuka


Hanya menunggu persetujuan dari pemilik perusahaan tersebut, maka seluruh akses ke perusahaan nya itu, akan terbuka secara sempurna


"Wah! anda benar benar orang yang berbudi luhur!." Ucap Benyamin senang


Kemudian tanpa dipaksa oleh siapapun, Benyamin menyatakan sumpahnya di hadapan tuan Birawa dan Dion serta yang lain lainnya itu


"Mulai hari ini aku bersumpah! bahwa aku akan menjadi pengikut anda! dan bersedia tunduk pada perintah anda!"


"Tanpa kebaikan hati anda berdua, tidak mungkin perusahaan ku akan kembali pada ku lagi saat ini."


"Untuk itu atas nama pribadi, juga organisasi. Aku bersumpah akan berada di belakang kalian, serta mendukung apapun yang kalian perintah kan pada kami."


"Kurasa itu sangat berlebihan tuan Benyamin!. Anda tidak perlu melakukan itu. Kami bertindak hanya untuk menyelamatkan perusahaan kami saja, dan tidak ada maksud untuk menundukkan anda, agar berada di bawah perintah kami."


"Itu murni keinginan kami sendiri tuan Birawa, dan juga tuan Dion."


"Tanpa anda katakan pun, aku sudah menyadari akan sumpah ku tadi. Tapi karena anda telah berbaik hati pada kami, maka dengan kesadaran penuh, kami menyatakan tunduk kepada anda." Jawab Benyamin tulus


"M'as-tu oublie Benyamin?"


(Apakah kau sudah melupakanku Benyamin?)


Ucap seseorang yang baru saja datang ke ruangan tersebut dengan suara keras secara tiba tiba itu

__ADS_1


"Maitre principal!"


(Tuan senior!) Respon Benyamin leher, Hingga refleks dia bangkit dari tempat duduknya, dan langsung membungkuk ke arah orang yang baru datang tersebut dengan sikap hormat


__ADS_2