
"Ini tidak boleh jadi!. Jika begini terus, perusahaan ku bakalan bangkrut. Dan kemungkinannya hancur!" Ucap Leopard merasa geram
"Tapi jika aku bertindak. Pati itu anak ku. Walau bukan dari benih ku sendiri!"
"Namun jika terus ku biarkan!, lama lama akan membawa kehancuran besar, bahkan bisa menjadi penyebab kematian ku juga ayah ku!"
"Lalu apa yang harus aku lakukan lagi padanya?" Ucap Leopard bermonolog dalam hati. Tak lama kemudian berkata lagi
"Mungkinkah ku asing kan saja dia, dan ku kirim ke kutub Utara, atau ke tempat yang paling jauh, agar dia tidak membuat masalah lagi?" Batinnya lagi
Kemudian diam cukup lama. sambil mencari solusi, agar tidak menjadi target kemarahan Dragon lagi
Tak lama kemudian dia bangkit dari duduknya, dan berkata. "Huh!. Dasar anak pembawa sial!"
"Kalau aku tahu bakal begini!. Tidak mungkin aku terima dia tinggal di rumah ku dulu!"
"Ini gara gara orang tua yang gila dengan harta, si Tohpati itu!"
"Kalau bukan karena dia. Tidak mungkin anak tersebut masih hidup sampai sekarang!"
"Sungguh aku menyesal, karena telah mengabaikan nasehat dari seorang bijaksana 16 tahun yang lalu."
"Jika saat itu aku mempercayainya, maka kejadian yang seperti ini tidak mungkin akan terjadi di keluargaku!"
"Istriku meninggal gara gara dia. Ibuku juga demikian, Karena tak tahan dengan perilaku kasar Ranggaspati!"
"Awas kau Aminata!
Ranggaspati itu keturunan mu. Darah daging mu!. Tapi kau bebankan hidupnya pada ku!"
"Walau ku dengar kau sudah mati!. Tapi aku akan meminta pertanggungjawaban mu melalui keturunan mu yang masih hidup!"
"Gara gara ulah mu! Ranggaspati lahir. Dan itu diluar tanggung jawab ku!" Teriak Leopard kuat, hingga mengagetkan para pengawalnya
Tak lama kemudian dia beranjak dari tempat duduknya, dan pergi ke kamar nya untuk tidur
***
Sementara di kota yang sama tapi di waktu berbeda
Jenifer dan Abhicandra, yang dikirim oleh Dragon ke markas besar mafia besutan Leopard itu, saat ini telah kembali ke perumahan yang ditempati oleh Jenifer itu
Saat mereka sampai, keadaan masih tetap sama.Tapi yang berbeda adalah banyaknya kerumunan orang di halaman rumahnya tersebut
Mereka rata rata adalah petugas pengamanan kota, yang berkewajiban menyelidiki penyebab kejadian itu terjadi
Begitu melihat pemiliknya datang. Kepala tim langsung mengenalinya, dan langsung berkata." Selamat malam nona!. Apakah benar anda yang menempati rumah ini?" Ujarnya
"Benar kapten!. Sayalah orangnya!"
"Apa yang bisa saya bantu?" Jawab Jenifer mencoba bersikap sopan
"Menurut laporan warga!. Anda penyebab kejadian besar itu terjadi."
"Sebagai petugas!. Kami berhak meminta penjelasan, bahkan berhak menangkap anda jika anda terbukti bersalah!"
"Tapi jika anda kooperatif. Mungkin masalah ini bisa selesai disini."
"Jadi tolong jawab dengan jujur !. Kenapa anda melakukan itu?. hingga membuat masyarakat menjadi ketakutan?" Ucap Thomson tegas, sekaligus bertanya dengan cukup terperinci
"Bagaimana saya harus menjelaskannya kapten!. Jika itu bukan bidang anda!"
"Jika saya menceritakan dari awal mungkin saya tidak bisa!" Respon Jenifer cukup berani
"Jangan mempersulit tugas kami sebagai polisi nona!"
"Anda bisa kami jerat dengan undang undang yang mengatur tentang stabilitas keamanan kota!"
"Ulah anda itu telah membuat keributan dan ketakutan pada sebagian besar warga. Dan mereka menuntut untuk memproses pelakunya, dan itu adalah anda!" Jawab Thomson tidak mau kalah
"Anda mau menuntut kami kapten?"
"Lalu dimana anda saat sekelompok orang berniat membunuhku, dengan menyatroni rumah ku tadi?"
"Kau lihat di sana!. Dinding juga jendela kamar rumah ku berlubang, bahkan pecah kacanya karena senjata otomatis!"
"Bukankah itu cukup menjadi bukti, bahwa aku tidak bersalah?"
"Tapi kenapa anda malah berniat ingin menangkap ku?"
__ADS_1
"Kalau mau tangkap ya para penjahat itu, bukan aku!" Ucap Jenifer tegas dan tidak kenal takut
"Memang benar apa yang nona katakan itu. Tapi reaksi anda sangat berlebihan!"
"Mengapa anda menggunakan laser untuk mencelakai orang lain?" Balas Thomson tetap ngotot
"Laser?. Laser apa yang anda maksudkan?" Reaksi Jenifer keheranan
Kemudian memandang ke arah gurunya untuk meminta penjelasan
"Saat kau marah dan tidak sadar itu. Kau telah mengeluarkan aura yang sangat kuat, hingga membentuk siluet burung Hong."
"Siluet itulah yang mereka sangka laser." Ucap Abhicandra berterus terang
"Apakah siluet itu besar guru?" Tanya Jenifer penasaran
"Bukan hanya besar, tapi sangat besar sekali, sampai menutupi seluruh kota gara gara auramu itu!" Jawab Abhicandra apa adanya
"Berarti Jeny sudah menembus lagi guru!" Respon Jenifer senang
"Ya benar!. Sekarang level mu sudah hampir menyamai guru. Dan aura mu itulah yang telah menarik mereka datang kemari!" Jawab gurunya menjelaskan.
"Lalu apa yang harus Jeny lakukan guru?. Jeny sudah mulai mengantuk." Ujarnya
"Serahkan saja pada guru!" Balas Abhicandra dengan yakinnya
Kemudian menghadap kembali kearah kepala petugas itu. dengan tatapan penuh intimidasi
Tapi apa yang dilakukan oleh Abhicandra tersebut, memancing reaksi yang berlebihan bagi seluruh petugas itu. Serentak mereka mengeluarkan pistol nya, dan diarahkan pada Abhicandra
Namun sayangnya, senjata yang mereka andalkan untuk menakut nakuti Abhicandra. Tidak berfungsi sama sekali
Bahkan senjata-senjata tersebut terlepas dari tangan mereka, dan melayang-layang di udara, mendekati Abhicandra dengan moncong mengarah ke arah polisi polisi itu
Kejadian tersebut tentu saja membuat mereka ketakutan. Tapi mengandalkan kedudukannya, kepala polisi tersebut dengan lantang berkata.
"Jatuhkan senjata itu!. Jika tidak, anda akan kami tuduh mencoba menyerang polisi, dan menghalangi penyelidikan!" Ucapnya garang
"Siapa yang menyerang siapa?. Bukankah pistol pistol itu milik kalian, dan tadi telah kalian arahkan kepadaku?"
"Aku hanya membuatnya melayang saja, agar kalian tidak tersalah langkah!"
"Ketahuilah!. Perempuan yang sedang kalian provokasi itu, adalah muridku! dan aku adalah gurunya!"
Kemudian merilis kemampuan metafisikanya, sekitar 25 persen, untuk membuktikan apa yang mereka tuduhkan itu salah
Tiba-tiba saja, siluet dua binatang besar muncul dibelakang Abhicandra
Satu berwujud harimau, dan satu lagi berwujud kalajengking merah yang berukuran besar. Aura yang dikeluarkannya sangat menekan sekali
"Perhatikan oleh mu kapten!. Ini bukan laser!. Tapi ini adalah kekuatan metafisika, atau supranatural yang sebagian manusia juga punya!"
"Apa yang kalian lihat di langit kota ini, adalah bentuk kekuatan tertinggi dari muridku!. Karena dia telah berhasil menguasainya dengan sempurna!"
"Jadi itu bukan laser. Tapi kekuatan aura yang dihasilkan oleh kekuatan metafisika tersebut!"
"Apakah kau sudah paham kapten?" Ucap Abhicandra penuh intimidasi
"Ba Ba bagaimana tuan bisa melakukannya?"
"Apakah itu semacam sihir?" Respon Thomson gugup
"Jeny!. Lakukan tugasmu!" Ucap Abhicandra memberi perintah
"Siap guru!" Jawab Jennifer patuh. Kemudian merilis kemampuan metafisikanya sekitar 25 persen juga. dan..
Bam!
Siluet burung Phoenix berukuran besar muncul dibelakang punggungnya. Semakin lama semakin besar, dan hampir menyamai ukuran sebelumnya. Tapi Abhicandra segera mencegahnya
"Cukup Jeny!. Jangan berlebihan begitu!" Ujarnya
"Sekarang perhatikan kapten! Apakah ini yang kau sebut laser?. Dan apakah ini ada pasal yang mengaturnya?" Tanya Abhicandra ingin penjelasan
"Sa sa saya tidak tahu tuan!. Karena saya tidak pernah melihat kejadian seperti itu!" Jawab Thompson berterus terang
"Jadi apakah kau masih ingin menangkap muridku ini?" Respon Abhicandra tegas
"Tidak tuan!. Kasus ini kami anggap selesai!" Jawab Thomson menyerah
__ADS_1
"Kalau begitu!. Apakah kami sudah boleh pergi?" Tanya Abhicandra ingin tahu
"Silakan tuan!" Jawab Thomson sopan. Kemudian memerintahkan kepada bawahannya untuk segera pergi meninggalkan tempat itu, karena hatinya telah menjadi ciut serta takut
Sepeninggal mereka. orang orang yang sejak tadi menonton saja. pun ikut-ikutan bubar
Dalam hati mereka berkata. bahwa nona Jennifer yang selama ini dikenal pendiam dan rajin olahraga itu, ternyata adalah orang yang tidak bisa di provokasi apalagi diganggu
Jadi mulai saat itu, orang-orang yang tinggal di dekat nya, berniat ingin semakin mengenal Jennifer, apalagi CEO tampan itu
Kebetulan saat kejadian. Ia bersama dengan 4 orang pengawal pribadinya, pun melihat peristiwa tersebut. Tapi dia tidak berani mendekati Jennifer, dikarenakan ada sosok Abhicandra, yang mengaku sebagai gurunya tersebut
Mungkin lain kali setelah gurunya pergi, maka dia akan mencoba mengenal Jennifer lebih dekat. Karena dia merasa penasaran, bagaimana seorang wanita bisa mempunyai kekuatan besar seperti itu
***
"Kurang ajar!. Nyawa hampir melayang masih juga dimaki ninja tidak berguna!" Ucap lelaki misterius, yang memakai topeng saat menyerang Jenifer itu dengan ekspresi marah
"Kalau bukan karena terutang budi dan niat membalas dendam. Tak sudi aku bekerja pada nya!" Ucapnya lagi dengan rasa kesal
"Ada apa kawan?. Kenapa pembawaan mu akhir akhir ini marah melulu?"
"Ceritakan saja pada ku, agar hati mu menjadi lapang!" Reaksi kawannya sesama ninja terdengar bijaksana, dan membuat sejuk siapa saja yang mendengarnya
"Huh!. Dunia memang tidak adil buat ku, juga buat saudara satu ayah ku itu !"
"Dulu aku bekerja pada Aminata, dan tidak sekalipun berbuat salah!"
"Tapi begitu Aminata mati. Aku yang disalahkan, karena tidak becus menjaga tuannya."
"Kalau tahu begini. Ku bunuh saja dia sekalian, waktu pertempuran besar itu sedang berlangsung!"
"Sekarang baru aku menyesal karena tidak melakukan itu!" Ucap Albion, lelaki asal desa Sumberejo, sambil menjambak rambutnya karena kesal
"Apa sebaiknya ku buka saja rahasia besar si Leonard badjingan itu, pada penguasa Birawa Group ya?"
"Atau langsung saja meneleponnya, agar rahasianya cepat terbongkar?"
"Selama ini orang tidak tahu, bahwa Ranggaspati itu bukan darah daging Leopard. Tapi anak Aminata si brengsek itu!"
"Dengan kekuasaannya. Mudah saja memperdaya seorang perempuan, yang ternyata adalah adikku sendiri, walau berlainan ibu!"
"Ibu dari ibunya Ranggaspati itu, masih ada hubungan darah dengan Leopard, apalagi Tejamaya!"
"Jadi mereka mau menampung anak adik ku, karena dibayar oleh Aminata!" Ucapnya berapi api. Lalu diam cukup lama, sambil memandang langit langit kamarnya
"Teruskan!. Dan apa yang terjadi setelah itu?" Ucap temannya memberi semangat. Sekaligus ingin tahu, karena dia mulai tertarik dengan cerita dari temannya tersebut
"Ternyata dia laki laki yang tidak bertanggung jawab, dan seenaknya mencampakkan perempuan tersebut sesuka hati!"
"Dengan kekayaannya. Dia bisa mengganti rugi, dan malah diterima olah Leopard, dan didukung oleh ayahnya itu."
"Ditambah lagi dengan adanya Tohpati, maka rencana Aminata berjalan mulus!"
"Maka jadilah Ranggaspati diangkat menjadi anak mereka."
"Tapi sayangnya ibunya mati bunuh diri, karena tidak tahan menanggung malu!"
"Namun Tejamaya, Leopard apalagi Tohpati itu tidak peduli sama sekali!"
"Mereka tetap merawat bayi mungil hasil kejahatan Aminata selama belasan tahun."
"Tapi tanpa mereka ketahui. Perempuan yang dipermainkan oleh Aminata itu, adalah saudara satu ayah dengan ku!"
"Tapi aku tetap merahasiakannya, demi untuk membalas dendam padanya!"
"Tapi dia keburu mati!"
"Karena aku ingin tahu kemana keponakanku itu di buang, maka aku menahan dendam ini selama bertahun tahun."
"Setelah aku tahu keberadaan keponakan ku. Baru aku memutuskan bergabung dengan mafia brengsek itu!"
"Susah payah aku menyembunyikan rahasia ini, tapi akhirnya terbongkar juga!"
"Sejak saat itulah Leopard mulai mengawasi ku dan mengancamku agar tidak menceritakan kepada orang lain." Ucapnya cukup panjang sekali
"Jadi tujuan mu bergabung dengan organisasi, karena ingin membalas dendam!. Begitu?"
"Kurang lebih jawaban ya!. Tapi kekuatan ku belum cukup dan belum menemukan cara yang tepat untuk membahas dendam!" Jawab Albion mantap
__ADS_1
"Apakah kau tidak takut, jika rahasia ini aku bongkar kepada tuan besar?" Tanya temannya sesama ninja itu menguji
"Jika itu benar terjadi!. Maka kau adalah orang pertama yang akan aku bunuh!" Jawab Albion serius. Kemudian keluar dari kamar dan pergi entah kemana