Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Perebutan kursi pimpinan


__ADS_3

2 tahun kemudian


Sang Dragon sudah genap berumur 4 tahun. Pertumbuhannya sangat cepat sekali. Tidak menggambarkan seperti anak yang baru berusia 4 tahun


Bicaranya pun sudah sangat lancar sekali, terlihat benar akan kecerdasan otaknya. Hampir sepertiga pengetahuan umum khusus anak seusianya, seperti hitungan, bahasa dan lain sebagainya, sudah dikuasainya dengan baik


Dion sengaja mendatangkan seorang tenaga pengajar khusus ke vilanya, untuk membimbing Dragon anaknya tersebut, agar mendapatkan pendidikan usia dini dengan diawasi langsung oleh enam orang pengawal elit


Dion tidak mau siapapun orang luar yang didatangkan ke villanya itu, berbuat yang macam macam. Oleh karena itu, ketika pembimbing Dragon tersebut sedang mengajarnya, beberapa orang pengawal elit tingkat menengah dan tingkat tinggi selalu siap sedia menjaganya


***


Nun jauh disana, bertempat di benua Eropa, tepatnya di kota Paris Perancis, seorang anak perempuan cantik berusia 3 tahun, sedang berlari larian di taman mansion mewah kakeknya itu


Clara, nama gadis kecil tersebut, tidak memperdulikan peluhnya yang terus bercucuran diwajah cantiknya itu. Sinar mentari pagi musim semi, memang sangat disukai oleh gadis kecil sepertinya


Sementara kedua orang tuanya, sedang berbincang bincang disebuah gazebo cukup besar, yang ada ditaman itu, dan sepertinya sangat serius sekali. Itu terlihat dari raut wajah mereka yang berubah ubah


"Akibat kejadian dua tahun lalu, kesempatanku untuk menjadi kandidat kuat ketua organisasi mafia milik ayahmu itu, juga ketua perdagangan Eropa tidak bisa kesampaian, karena kondisiku yang lumpuh seperti ini." Ucap Tommy sedih


"Ayahmu lebih memilih menyerahkannya kepada anak paman jauh mu. Dan itu sudah diputuskannya dalam rapat internal organisasi beberapa hari yang lalu." Sambung Tommy lagi


"Mungkin masih ada kesempatan bagi mu mon cheri, untuk mendapatkan posisi itu." Balas Adeline membesarkan hati suaminya tersebut


"Bagaimana caranya?" Reaksi Tommy terkejut


"Singkirkan si Almond itu dengan cara menghabisinya!. Bukankah kau masih mempunyai orang orang setia, yang selalu siap untuk membantumu kapan saja diperlukan?" Jawab Adeline cepat dan tidak disangka sangka itu


"Ini sangat beresiko dan harus dilakukan oleh ahlinya. Sebab. jika ketahuan oleh ayahmu juga orang orangnya itu. kita bisa habis!" Sanggah Tommy pesimis


"Kita bekerja dibelakang layar saja. Orang orang yang akan kita gunakan itu, adalah orang yang tidak mungkin dicurigai oleh papa, juga wakil wakilnya tersebut." Bela Adeline tetap saja ngotot dan yakin


"Kau lihatlah kondisiku ma cheri. Kakiku lumpuh disebelah kanan, dan entah kapan akan sembuh!" Ucap Tommy sedih


"Kau tenang saja suamiku!. Kau cukup duduk manis di kursi roda itu, biarkan aku yang bekerja, dan tunggu saja hasilnya!" Ucap Adeline yakin sambil menyeringai penuh misteri


"Terserah kau sajalah istriku maafkan aku karena tidak bisa membantu." Respon Tommy lemah


"Teruslah belajar berjalan tanpa bantuan tongkat atau kursi roda. Aku yakin kau akan bisa berjalan normal tidak lama lagi!" Jawab Adeline mencoba membesarkan hati suaminya lagi


"Clara!. a assez joue allons a la maison!"


(Clara!, sudah cukup mainnya. Ayo kita masuk rumah!)


Ucap Adeline memanggil Clara yang sedang asyik bermain itu


"Attends une minute maman, Clara veut toujours jouer dehors."


(Tunggu sebentar ma!. Clara masih ingin bermain main di luar)


Jawabnya dengan penolakan halus


"Kau lihatlah anak gadis mu itu!. Gadis seusianya, biasa lebih suka bermain boneka, atau permainan khusus anak perempuan."

__ADS_1


"Tapi ini tidak wajar, dia lebih suka bermain pistol, belati atau benda benda yang berbahaya lainnya. walau itu hanya sekedar mainan belaka!" Ucap Adeline heran


"Mungkin suatu saat nanti dia akan mewarisi sifat kepemimpinan seperti ayahmu itu." Respon Tommy penuh harap


"Sejak muda saja, ayahmu sudah berkecimpung dalam dunia mafia, gangster dan lain sebagainya, bahkan sekarang di puncak karirnya sebagai seorang mafia, dia telah memimpin organisasi tersebut cukup lama."


"Yang mencengangkan lagi para pengusaha di Prancis ini, juga negara negara lain, mempercayakan organisasi perdagangan Eropa dipegang olehnya." Ucap Tommy memuji mertuanya tersebut apa adanya


"Aku sangat berharap sekali pada Clara itu. Jika aku saat ini tidak bisa menjabat sebagai ketua atau sebagai seorang mafia murni, mungkin anak kita nanti yang akan mendapatkannya." Sambung Tommy lagi sambil berkhayal


"Semoga saja harapanmu akan terkabul sayang!" Sambut Adeline mantap


***


Kota J mansion mewah tuan Birawa


Saat ini tuan Birawa, Dion dan para anak buahnya tersebut, tapi tidak termasuk Ivory dan Dragon, sedang berada di kota J


Kedatangan Dion ke kota itu, adalah untuk meresmikan pembangunan gedung 50 lantai, yang akan menjadi kantor pusat perusahaan Birawa group cabang kota J


Selama ini, kantor perusahaan itu terpecah menjadi beberapa tempat dan wilayah, dan itu sangat tidak efisien dalam urusan administrasi perusahaan


"Oleh karena itu, beberapa bulan yang lalu, Dion mencetuskan ide kepada kakeknya tersebut, untuk membangun gedung berlantai 50, sebagai tempat kantor pusat terpadu perusahaan Birawa group cabang kota J. dan itu sudah dan sedang dilaksanakan oleh Dion dua hari yang lalu


Di suatu pagi dengan cuaca yang sangat cerah, tuan Birawa dan Dion sedang bersantai di balkon mansion mewahnya tersebut, sambil minum teh kesukaannya


Pada kesempatan itu, tuan Birawa berkata. "Kakek berencana ingin merubah kediaman kakek disebelah Utara itu, untuk menjadi markas pengawal kita." Ujarnya


"Sedangkan bangunan induk, masih tetap sebagai tempat tinggal, kalau sewaktu waktu kita kesini." Ucap tuan Birawa pada Dion


"Dion pun sudah merasa tenang, jika kakek ada di dekat kami. Tanpa khawatir lagi akan keselamatan, kesehatan dan ketenangan kakek dalam hidup ini." Respon Dion mantap


"Lagipula Dion masih sangat membutuhkan nasihat dan masukan masukan dari kakek, tentang rencana pengembangan dan perluasan perusahaan Birawa Group tersebut." Sambungnya lagi


"Oh ya!. Tuan Benyamin baru baru ini menghubungi kakek, dan dia mengatakan bahwa di organisasi yang dipimpinnya itu, sedang terjadi pergolakan atau tepatnya perebutan kursi pimpinan." Ujar tuan Birawa dengan ekspresi khawatir


"Masing masing kandidat, berusaha untuk merebut simpati dari bawahannya masing masing. Seperti anak tunggal Austin, juga masuk dalam perebutan itu."


"Sementara wakil satu dan ketua divisi pengawalan, juga menginginkan posisi tersebut."


"Sekarang di organisasi yang dipimpinnya itu, masing masing kelompok telah menyusun kekuatannya sendiri sendiri, untuk mengantisipasi sewaktu waktu datang serangan atau gebrakan dari kelompok lainnya."


"Jadi dia meminta saran dan pendapat kakek, bagaimana cara mengatasi hal tersebut" Ujar tuan Birawa lemah


"Bukankah selama ini Benyamin sebagai seorang pemimpin yang tegas, kuat dan tidak pilih kasih?. Tapi kenapa saat dia mau pensiun tersebut, malah terjadi pergolakan di organisasi yang dipimpinnya itu?" Tanya Dion penasaran


"Benar apa yang kau katakan itu Dion. Benyamin memang kuat, tetapi tanpa didukung oleh orang orangnya, Benyamin akhirnya menjadi lemah."


"Masing masing kelompok sudah menyatakan diri sanggup untuk menggantikan kedudukannya itu."


"Anak tunggal Austin, saat ini sebagai ketua pemimpin cabang, atau boleh dikatakan sebagai komandan bodyguard mereka, tapi beda level dengan rivalnya itu."


"Caesar anak Austin itu, merasa punya kekuatan dan punya hubungan kekerabatan dengan Benyamin, maka dia mengajukan diri agar diangkat sebagai pimpinan organisasi tersebut

__ADS_1


"Tapi keinginannya tersebut, dihalang halangi oleh kelompok lain, yang merasa lebih berhak dan pantas menjadi ketua organisasi itu."


"Jadi maksud kakek, kekompakan organisasi yang dipimpin oleh Benjamin itu sekarang sudah pecah?" Tanya Dion ingin tahu


"Bisa dikatakan begitu. Saat ini, ada tiga kelompok kuat yang menginginkan, agar kandidatnya bisa memegang jabatan tersebut, dan rata rata mereka mempunyai pendukung yang kuat."


"Jadi dalam teleponnya baru baru ini mengatakan, agar kita bersedia membantu, untuk mengatasi kerusuhan yang terjadi di dalam organisasinya itu."


"Kalau menurut Dion, kita tidak berhak ikut campur dalam urusan internal mereka, karena itu organisasi mereka, rumah mereka. Tak mungkin kita orang luar, bisa mengatur rumah tangga orang lain?" Bantah Dion merasa tidak mungkin


"Itulah yang kakek risaukan!. Bahkan baru baru ini, kakek ada mendengar desas desus yang entah benar atau tidak. Putri semata wayangnya itu, juga menginginkan, agar Tommy menjadi pemimpin organisasi tersebut, walau kondisinya sekarang telah lumpuh." Jawab tuan Birawa berterus terang


"Dia sudah mulai meresek ke kesana kemari, untuk mencari dukungan dari orang orang yang masih setia kepada Tommy." Sambung nya lagi


"Apakah termasuk si Austin itu?" Tanya Dion penasaran


"Jelas saja tidak!, Sejak kejadian 2 tahun yang lalu, Austin sudah berseberangan dengan Tommy. dan menurut kabarnya, Austin itu adalah orang yang akan menjadi target pembalasan dendam Tommy, jika dia nanti memegang jabatan ketua." Jawab tuan Birawa cepat


"Oleh karena itu Austin bersikeras, agar Tommy tidak sampai menjabat sebagai ketua,. Sebagai gantinya, dia menyodorkan anaknya tersebut untuk menjadi ketua, menggantikan Benyamin yang saat ini sudah mulai uzur dan sakit sakitan."


"Menurutku ini sangat rumit sekali. Jika kita membantu mereka, dion yakin, banyak pihak yang tidak senang, walaupun sebenarnya kita bisa."


"Maksudmu dengan meretas semua informasi akun organisasi mereka. begitu maksud mu?"


"Benar apa yang kakek katakan itu. Sangat mudah sekali bagi kita, untuk melumpuhkan organisasi mereka. Tetapi tentu saja hal itu riskan sekali untuk dilakukan."


"Lalu bagaimana keputusan mu? Apakah apa yang ada dipikiranmu itu sama dengan yang ada dipikiran kakek?" Tanya tuan Birawa ingin tahu


"Kalau di pikiran kakek itu bagaimana?" Tanya Dion malah balik bertanya


"Kalau kakek menginginkan, agar Benyamin tetap memegang kendali organisasi tersebut. Kalau dia nanti mengundurkan diri, tentu saja posisi kita akan lemah, karena sampai saat ini, pendukung kuat kita di sana adalah Benyamin dan organisasinya itu." Jawab tuan Birawa apa adanya


"Jika Benyamin tidak lagi memegang kendali, maka kakek yakin, kerjasama yang sudah kita gulirkan itu, mungkin akan dianulir oleh penggantinya tersebut, apalagi jika Tommy yang menjabat sebagai ketuanya." Sambungnya lagi dengan analisa yang tepat


"Ternyata apa yang ada di dalam pikiran kakek, itu juga yang ada dalam pikiran Dion." Respon Dion terkejut


"Lagipula kalau menurut kakek, jika Benyamin tidak menjabat sebagai ketua lagi, mungkin banyak pihak yang selama ini bermusuhan dengannya, akan dengan gampang menghabisi Benyamin tersebut, karena mungkin saja, dia sudah tidak dikawal oleh bodyguard nya itu." Ucap tuan Birawa lagi menyatakan analisanya


"Benar juga apa yang kakek katakan itu, ternyata analisa Dion belum sampai sejauh itu." Ucap Dion membenarkan analisa dari kakeknya tersebut


"Itulah gunanya kita mempunyai analisa yang tajam. sehingga jika ada sesuatu terjadi di masa depan, kita sudah mempunyai penangkalnya." Respon tuan Birawa cepat


"Jadi keputusannya bagaimana?. Apakah akan membantu tuan Benyamin atau tidak?"


"Menurut kakek untuk sementara, kita berkonsultasi dulu dengannya, juga dengan Deon, karena di tindakan akhir nanti, dia juga yang akan bekerja."


"Kalau begitu Dion akan mengikuti saran kakek saja!" Jawab Dion datar, tapi kemudian dia berkata lagi


"Oh iya kek!. Apakah kakek tahu, berapa lama lagi pemilihan dan pergantian ketua organisasi tersebut?"


"Kalau tidak salah masih ada 12 hari lagi dari sekarang." Jawab tuan Birawa apa adanya


"Wah ini benar benar gawat!. Mungkin untuk saat ini, yang bisa kita lakukan adalah memantau pergerakan mereka, dan memeriksa aliran dana dari mana saja, yang masuk ke organisasi tersebut."

__ADS_1


"Kau bisa perintahkan kepada Deon, untuk meretas seluruh akun dan informasi perbankan mereka. Terutama organisasi itu."


"Jika ada sesuatu yang mencurigakan, dengan masuknya dana dalam jumlah besar, itu yang harus dilaporkan kepada tuan Benyamin, karena siapa tahu, dana tersebut digunakan untuk membiayai pergerakan kelompok kelompok yang menginginkan menjadi ketua."


__ADS_2