
Dion benar benar meninggalkan restoran mewah itu, dan lebih memilih untuk makan di restoran biasa, yang berada di pinggiran kota, letaknya pun tidak begitu strategis, walau masih berada di jalan yang sama
Suasananya tenang, adem dan nyaman, walau terkesan sederhana, tapi sangat cocok dan ideal sebagai tempat makan kalangan menengah ke bawah, yang mempunyai uang saku pas pasan
Kondisi itu, didukung pula oleh banyaknya pohon pohon penghias jalan yang terawat rapi, yang tumbuh berjajar di kanan kiri jalan, juga di areal pelataran restoran tersebut, semakin menambah ketertarikan orang untuk makan di sana
Dion memperlambat laju mobilnya, ketika 50 meter lagi sampai di restoran itu. Dengan tenang Dion memasuki pelatarannya, kemudian memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah di sediakan
Kedatangannya, tentu saja membuat kehebohan besar bagi orang orang yang sedang makan di sana, bagaimana tidak, sebuah mobil mewah, yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, saat ini tengah terparkir di depan restoran sederhana tersebut
Pemilik rumah makan, atau katakanlah restoran sederhana itu, sampai keluar sendiri menyambut kedatangan Dion, karena menurutnya suatu berkah tersendiri, kalau rumah makannya didatangi oleh orang kaya
Dengan tergopoh gopoh dia keluar dari rumah makannya, lalu menghampiri mobil mewah itu, dan menunggu pemiliknya keluar
Begitu Dion keluar dari dalam mobilnya, pemilik rumah makan itu segera menyapa Dion. "Selamat datang tuan!" Ucapnya senang
Dion hanya mengangguk kecil ke arah pemilik rumah makan itu, kemudian dengan di pandu oleh pemiliknya, Dion memasuki rumah makan tersebut dengan tenang
"Aku ingin makan di ruangan tersendiri, apakah ada?" Tanya Dion tiba tiba kepada pemilik rumah makan tersebut
"Tentu saja ada tuan, mari." Jawab pemilik rumah makan itu senang, sambil mengarahkan Dion untuk memasuki ruang khusus, atau semacam ruang VIP di tingkat paling atas
Ternyata, walaupun terkesan sederhana, rumah makan atau restoran itu, menempati sebuah gedung tersendiri, yang letaknya memang sedikit berjauhan
Bangunan ini terdiri dari 3 lantai, dan seluruh bangunan itu telah di sewa oleh pengelola rumah makan yang di datangi oleh Dion
Saat ini, Dion tengah mendapat pelayanan istimewa dari pemilik rumah makan itu, berbanding terbalik dengan restoran mewah yang akan di datanginya, satu jam yang lalu. Walaupun rumah makan itu dikatakan sederhana, tetapi kondisinya sangat bersih dan tertata rapi
Tak lama kemudian, Dion telah menyelesaikan makanya, dan segera membayar harga makanan di sana dengan menggunakan uang kontan, kemudian beranjak pergi
Pemilik rumah makan itu sangat berterima kasih sekali kepada Dion, dan merekomendasikan kepadanya, untuk selalu makan di rumah makan miliknya itu
Dion hanya mengangguk kecil, dan terpaksa menerima kartu pengenal, yang disodorkan oleh pemilik rumah makan itu kepadanya
Tak lama sesudah itu, Dion sudah berada dalam mobilnya kembali, dan membawanya menuju ke arah villa yang tidak jauh lagi dari tempat dia makan
***
__ADS_1
Tepat pukul 1.40, Dion sudah sampai di villanya. matanya sempat terpana, ketika melihat pemandangan indah dan megah yang terpampang di depan matanya itu
Betapa tidak terpana, tempat yang akan ditinggalinya itu, merupakan sebuah bangunan yang sangat besar dan indah, berarsitektur modern dan bergaya Eropa serta Asia
Berdiri di antara villa villa mewah lainnya, berhawa sejuk, kualitas bangunan super premium, dengan furniture interior luarnya bagai hotel bintang 5 atau 6. Itu baru terlihat dari luarnya saja, bagaimana kalau di dalamnya, mungkin seperti surga
Dion yang belum sempat masuk kedalam, dan baru berdiri di depan gerbangnya saja sudah begitu takjub, apalagi kalau sudah masuk kedalam, mungkin bisa merasa bagai raja atau sultan yang sedang berkuasa
"Ini bukan rumah atau villa lagi, tapi istana. Villa sebesar ini, apakah harus ku tinggali sendiri?" Guman Dion lirih sambil menggelengkan kepalanya
"Pantas saja harganya selangit. Untung saja villa itu memang khusus di buat untuk ku, jadi gratis. Entah berapa harga villa ini." Sambung Dion lagi berguman sendiri
Ditengah lamunannya itu, datang seorang penjaga dan perawat villa itu dengan tergesa gesa. Dia sudah dihubungi oleh Ivory tiga setengah jam yang lalu, bahwa pemilik villa itu akan datang, dengan mengendarai mobil mewah Lamborghininya
Saat Dion sampai, penjaga itu tidak ada di depan, tapi sedang merawat tanaman langka di belakang villa, tapi fillingnya mengatakan bahwa tuan pemilik villa itu telah datang
Menyadari hal itu, dia bergegas menyudahi pekerjaannya, kemudian buru buru berlari ke depan, dan benar saja, begitu dia sampai, Dion sudah ada di sana
Bergegas dia membukakan pintu, dan setelahnya berucap. "Selamat datang tuan muda, maaf kalau saya terlambat membukakan pintu gerbang." Ucapnya sambil membungkukkan separoh badannya ke arah Dion
Dari tutur katanya yang lembut dan sopan itu saja, Dion bisa menilai seseorang, apakah dia baik atau berpura pura baik
***
Kini Dion sudah berada didalam villanya sendiri
Seperti yang dibayangkannya waktu belum masuk tadi, bahwa apa yang ada di dalam villa itu, sesuai seperti yang di bayangkan nya, bahkan melebihi ekspektasinya
Interior dan furniture yang ada di dalam villa saja, sangat luar biasa, sampai sampai Dion tidak bisa menggambarkannya dengan kata kata
"Ini benar benar luar biasa. aku senang tinggal di sini, masalah dengan siapa nanti aku akan tinggal, itu urusan belakangan."
"Sekarang sebaiknya aku lebih memfokuskan diri pada rencana perluasan usahaku kedepannya"
"Menurut Ivory, perusahaan yang di wariskan padaku itu sangat banyak. lebih baik aku mengecek dan mengunjunginya satu persatu, untuk melihat dan menilai secara langsung, kinerja dari orang orang ku di sana."
"Sekarang aku harus lebih fokus pada usaha aku, tentang asalah lain, akan aku serahkan pada Iron dan orang orangnya saja"
__ADS_1
"Ah, sebaiknya aku menghubungi Ivory saja, mungkin saat ini, dia sudah mendarat di bandara, atau sedang dalam perjalanan ke sini dengan mobilnya." ucap Dion pada diri sendiri, sambil mengambil handphonenya untuk menghubungi Ivory
Setelah teleponnya tersambung, Ivory tanpa ditanya oleh Dion, melaporkan sendiri keberadaannya saat ini, bahwa dia sedang dalam perjalanan menuju ke kota B, dan akan langsung ke kota Golden City
"Sebaiknya dalam waktu satu jam ini, aku tidur saja, dari pada melamun tidak karuan, pun tidak ada yang bisa aku kerjakan di sini." Ucap Dion sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur
Tapi sampai 10 menit kemudian, mata Dion tetap saja tidak bisa terpejam. Pikirannya terus melayang kemana mana, seperti sedang mengingat masa lalu, dan apa saja yang telah dialaminya dulu
"Tidak kusangka nasibku akan sebaik ini. Kalau saja saat itu, aku tidak diusir dari kediaman nenek Wolf itu, mungkin saat ini, aku masih tetap menjadi menantu yang tidak berguna." Ucapnya dalam hati
"Aku pun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku, semuanya serba kabur, dan tidak aku pahami sama sekali."
"Yang kuingat adalah, saat aku terbangun dari pingsanku 15 atau 16 tahun yang lalu, saat di mana aku di tolong oleh seseorang, yang saat itu langsung mengangkat ku menjadi anaknya."
"Aku juga masih ingat, ketika aku pindah ke kota untuk melanjutkan pendidikan ku di sana. Selama beberapa tahun waktu itu, aku sempat tinggal di sebuah panti asuhan yang kondisinya cukup memprihatinkan."
"Sampai aku menamatkan pendidikan ku di SMA, kondisi panti asuhan itu masih tetap sama seperti dulu. entah kalau sekarang."
"Apa sebaiknya aku kunjungi panti asuhan itu saja, dan ku bangun yang jauh lebih besar dari sebelumnya, agar anak anak yang tinggal di sana menjadi betah dan terjamin."
"Mengenai keluarga nenek Elina, apakah seharusnya ku hentikan saja permainan ku untuk mempermainkan mereka?"
"Bukankah mereka sekarang sudah benar benar menjadi gembel dan pengemis?. Ya!. Aku akan mengangkat derajatnya kembali, dengan menempatkannya di sebuah perumahan yang layak, dan memberikan modal kepada mereka untuk mengembangkan usaha kecil kecilan di sana"
"Besok! aku akan mengundang Tiger dan anak anaknya, untuk datang ke sini, guna membicarakan rencana pembangunan tempat tinggalnya, berikut dengan desanya."
"Aku akan membuat sebuah destinasi wisata yang cukup besar dan menarik di sana, dan yang akan menjadi pengelolanya adalah tuan Tiger beserta anaknya." Batin Dion terus saja berkata sendiri, lalu diam, tapi tak lama kemudian, berkata kembali
"Aku masih ingat beberapa belas tahun yang lalu, desa yang kutinggali itu, kondisinya sangat memprihatinkan, banyak sarana dan prasarananya yang masih kurang."
"Apa sebaiknya dengan kondisi ku sekarang, aku bangun desa itu, agar jauh lebih baik dari sebelumnya." Ucap Dion dalam hati, sambil mulai bisa memejamkan matanya
Tidak terasa, sudah setengah jam Dion terus mengingat kejadian masa lalu, dan rencana aksinya kedepan. akhirnya Dion pun tertidur juga dengan pulas
***
Setengah jam kemudian, terlihat sebuah mobil mewah berhenti persis di depan pintu gerbang villa milik Dion, penjaga villa tersebut buru buru datang, dan membukakan pintunya, lalu mempersilahkan Ivory untuk masuk ke dalam
__ADS_1