Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Benih dendam


__ADS_3

Bergegas lusinan pelayan bar itu keluar dari ruang VIP tersebut, diikuti oleh Anna dan kedua temannya itu


Mereka tidak mau terlibat masalah dalam ruangan itu, termasuk juga Anna, karena dia tahu, bagaimana sifat kakaknya, terhadap orang yang berani mengganggu adik kesayangannya ini


Anna sudah bisa menebak, apa yang akan terjadi pada Pram, juga empat temannya itu


Maka begitu diperintahkan untuk keluar, mereka, terutama Anna langsung kabur, walau Anna sedikit mengkuatirkan keselamatan kakaknya itu


Eric Van Carlos di kota B ini, dikenal sebagai seorang pria yang menyukai pembentukan otot dan tubuh, sekaligus bela diri


Tubuhnya yang berotot itu, dibentuk dalam kurun waktu yang lama. Dia belum akan puas, bila belum mendapat hasil yang maksimal dalam olah tubuh itu


Setiap hari libur atau hari hari senggang lainnya, waktunya di habiskan untuk menempa tubuhnya agar berotot dan kuat, tak lupa pula memperdalam ilmu bela dirinya, di sasana atau perguruan bela diri yang banyak terdapat di kota B itu


Tapi walau tubuh juga bela dirinya sudah kuat, tidak membuatnya langsung sombong, pembawaannya sehari hari cukup sederhana, low profile, walau dia seorang anak orang kaya di kota B ini


Tapi bila di sakiti atau disinggung, maka taringnya akan keluar, sama seperti malam ini


Begitu mendengar kabar, bahwa adik kesayangannya mendapat gangguan dari anak pemilik bar, Eric bergegas meluncur ke bar yang dimaksud


Begitu sampai, Rocky, sebagai manajer bar tersebut menjadi ketakutan. Ternyata, apa yang ditakutkan nya itu, akan segera terjadi, dan ini bisa membuat dua orang berpengaruh di kota B, akan saling bermusuhan


Manajer Rocky berusaha mencegah, agar Eric tidak sampai menemukan tuan mudanya itu, tapi apalah daya, Eric dengan mudahnya menyingkirkan tangan manajer tersebut, dan mendorong agar menjauh dari hadapannya


Eric langsung menuju ke ruang VIP yang ditempati oleh Pram tersebut, dengan kesal dia menendang pintu tebal yang tertutup rapat itu


Begitu pintu terbuka, alangkah terkejutnya dia, ketika melihat Pram tengah mengangkat tangan kanannya, untuk menampar adik kesayangannya itu


Perbuatan yang tidak terpuji dan beradab tersebut, tentu saja memicu kemarahan Eric. Ketika tangan Pram sedang terangkat ke atas, dengan mudahnya Eric menangkap tangan tersebut, dan mencengkeramnya kuat kuat di udara


Karena Eric merasa tersinggung, gegara adiknya diganggu, dia menampar wajah Pram cukup kuat, hingga membuat mulut Pram sedikit berdarah


"Apa yang akan kau lakukan dengan orang-orang mu ini!, aku peringatkan, jika kau membuat masalah denganku, maka kau akan menerima konsekuensinya!" Ancam Pram mencoba menakuti eric


"Ayahku orang berpengaruh di kota B ini, Jika kau berani menggangguku, maka aku pastikan!, kau akan celaka!" Sambung Pram terus mengancam Eric


"Aku ingin lihat seberapa besar kekuatan ayahmu yang kau banggakan itu!" Jawab Eric dengan wajah sinis


"Karena kau sudah berani mengganggu dan melecehkan adikku, maka tangan yang kau gunakan itu, harus kau serahkan padaku!" Ucap Eric dengan tatapan menyeramkan

__ADS_1


"Fidel! cepat tangkap badjingan ini!, dan kalian yang lain, tangkap juga orang orangnya!. baringkan di lantai!. Aku ingin mematahkan tangan yang telah berani menyentuh adikku itu!" Perintah Eric pada sepuluh anak buahnya


"Aku peringatkan!. jika kalian berani menyentuhku, maka ayahku akan segera datang ke sini, dan membuat perhitungan dengan kalian!" Ucap Pram masih tetap mengancam, dan mengandalkan nama besar ayahnya itu


Buk!


Bogem mentah yang cukup keras dari Eric, telak mengenai wajah Pram, sehingga membuat tubuh nya ambruk ke lantai


Wajahnya yang semula tampan, kini telah berubah menjadi jelek, karena terdapat darah yang mengalir dari pelipisnya, mengalir ke mata juga mulutnya itu


Buk!


Sekali lagi Erik melancarkan serangannya, dengan cara menendang perut Pram kuat kuat, sampai membuat tubuh Pram terpelanting, dan berhenti ketika menabrak dinding


Tidak puas sampai disitu saja, Eric berjalan mendekati Pram, ingin menendang tubuhnya sekali lagi, tapi ketika kaki kanannya melayang di udara, tiba tiba terdengar sebuah suara yang cukup keras di depan pintu ruangan tersebut


"Berhenti!" Teriak seseorang dengan keras bercampur marah


"Beraninya kau membuat masalah dengan keluarga ku!" Sambung orang yang baru datang itu emosi


"Oh ternyata bos Victor, aku kira siapa?" Respon Eric sambil membalikkan badannya menghadap Victor


"Kau!" Ujar Victor terkejut


Victor tidak langsung menanggapi ucapan dari Eric tersebut, karena dia menyadari siapa Eric yang ada di hadapannya ini


Showroom mobil yang dimiliki victor itu, bisa berkembang menjadi besar, karena bantuan dari ayah si Eric tersebut. Jadi kalau dia saat ini membuat masalah dengan anaknya, bisa bisa pinjaman yang cukup besar dan sudah jatuh tempo tersebut, diminta untuk dibayar saat ini juga


Menyadari kondisi itu, Victor menjadi dilema, antara membela anaknya yang kurang ajar itu, atau mempertahankan hubungan baik antara dia dengan ayah dari eric tersebut


Hati dan pikirannya benar benar kacau, mana yang harus diutamakan, jika membela anaknya, maka imbasnya, perusahaannya bisa tutup, walau laba yang diperolehnya tahun ini cukup besar, tapi belum cukup untuk menutup semua hutang hutangnya di bank yang dikelola oleh ayah Eric itu


Maka dengan gontai, Victor berjalan mendekati tubuh Pram, yang sedang merintih kesakitan di samping dinding


Begitu sampai di dekatnya Viktor segera memeriksa kondisi anaknya. Di situ dia mendapati, gigi Victor ada satu yang tanggal, bibirnya bengkak, dan plipis matanya mengalami luka yang cukup lebar


Kemudian dia beralih memandang ke arah Eric dan berkata." Memandang hubungan baik antara aku dan ayahmu, aku mohon masalah ini selesai sampai disini saja, dan masalah kedepannya, serahkan padaku, aku yang akan memberi pelajaran padanya!" Ucap Victor berusaha melindungi anaknya tersebut


"Baik kalau begitu bos Victor, karena anda sudah berkata demikian, maka masalah ini aku anggap selesai, tapi jika lain kali anak kesayangan mu itu berani menyentuh adikku lagi, dan membuat masalah dengannya, maka aku tidak akan segan segan untuk menghabisi, walaupun tengah berada di depanmu. Camkan itu!" Jawab Eric penuh ancaman, dan langsung pergi

__ADS_1


"Baik!. Aku akan selalu mengingatnya!" Tanggap Victor sambil mengepalkan tinjunya erat erat


***


"Kalau bukan karena masalah utang dengan bank ayahmu, aku tidak akan segan segan lagi berurusan denganmu Eric!" Batin Victor dalam hati, sambil memerintahkan orang orang nya, untuk menggangkat tubuh Pram yang sudah tak sadarkan diri itu


Keempat kawannya, di interogasi dan dipukuli oleh bawahan Victor, karena mereka sebagai pengawalnya, dianggap tidak mampu melindungi tuannya


"Aku belum puas kalau belum membalaskan dendam anakku ini pada Eric. Tunggu sampai hutang ku habis, dan keuangan perusahaan ku stabil, maka saat itulah, aku akan membuat perhitungan dengannya." Tekad dan dendam Victor membara dalam hati


"Walaupun anakku salah, tapi aku tidak peduli, pukulan dibayar dengan pukulan, nyawa dibalas nyawa!" Ujarnya cukup kuat


"Bos!" Panggil Rocky keheranan


Victor hanya berpaling kearah Rocky sejenak, kemudian memandang ke arah lain, tidak menanggapi panggilan dari bawahannya itu. Hatinya berkecamuk penuh dengan dendam, kalau belum dibalaskan, maka hatinya belum akan puas


Tapi ada satu hal yang dia lupakan dalam rencana balasan dendam nya itu. Dia melupakan keberadaan Dion dan orang orangnya


Tindakan yang akan dia ambil, tentu saja akan berakibat fatal nanti, apalagi bagi anaknya, mungkin termasuk juga showroom mobil miliknya itu


Karna dion sudah menetapkan, seluruh wilayah kota B dan sekitarnya, berada dibawah kendalinya


Bila ada yang berani membuat masalah dan keributan di kota itu, maka orang orangnya tidak akan segan segan lagi untuk menghabisi orang yang telah berani membuat keributan tersebut


Tapi apapun resiko yang akan diambil oleh Victor, sepertinya dia sudah gelap mata, dan melupakan apa yang telah menjadi larangan Dion.


Betapa tidak gelap mata, begitu melihat anak kesayangannya terbaring lemah dan tidak sadarkan diri itu, dengan wajah berdarah darah dan gigi tanggal, dia jadi murka, dan berniat akan membalas dendam pada Eric, dengan tidak memperdulikan resiko yang akan ditanggungnya nanti.


Baginya membalas dendam, lebih utama daripada menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan atau cara baik baik


Benar benar sudah gila Victor itu!


Tapi sebenarnya, walaupun dia mempunyai banyak anak buah, tetapi mereka semuanya tunduk pada Dion, karena mereka tidak mau berurusan dengan kekuatan yang maha dahsyat itu


Memikirkan hal yang demikian, maka Viktor akan mencari cara lain untuk membalaskan dendam nya pada Eric nanti


Sebaliknya, Eric dan anak buahnya itu, juga mengetahui siapa Dion yang sebenarnya. Jika berani membuat masalah, maka cukup satu orang saja, mampu menghabisi mereka semua


Apapun yang terjadi, mereka tidak akan pernah berani ikut campur, karena sudah diperingatkan oleh ayahnya, Carlos

__ADS_1


Tapi bagi Victor, dia sepertinya melupakan keberadaan Dion dan orang orangnya, maka dia berusaha ingin mencari pembunuh bayaran yang bisa dibayar untuk menghabisi Eric, orang yang telah melukai dan memukul anaknya tersebut


"Tunggulah waktunya Eric!" Gumamnya lirih pada diri sendiri


__ADS_2