Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Kekayaan fantastis


__ADS_3

Satu minggu kemudian, tanpa terasa waktu cepat sekali berlalu. Batas waktu yang ditetapkan oleh Dion untuk James dan rekannya lakukan, telah selesai di kerjakan


Site plan, atau denah lokasi, gambar serta arsitektur bangunan bakal perumahan para pengawal yang telah menikah, sudah selesai di lakukan. Begitu juga dengan gedung markas besarnya tersebut


Semua itu di kerjakan oleh James secara maraton, karena dia juga harus mengerjakan bangunan bangunan lain, yang minta untuk dikerjakan segera, dan harus tepat waktu


Diantara tugas membangun yang sangat mendesak adalah, merevitalisasi seluruh bangunan perguruan, tempat nanti tuan muda Draco menuntut ilmu, baik silat maupun ilmu ilmu umum


Tinggal 2 minggu 2 hari lagi, Draco genap berumur tujuh tahun. Saat itulah dia akan mewarisi perguruan sekaligus ilmu ilmunya, dan harus tinggal di perguruan tersebut


Mau tidak mau, James, Shio Lung dan Erisha, dibantu oleh puluhan asistennya, serta ribuan pekerja konstruksi, bahu membahu membangun perguruan agar menjadi baru dan modern


"Salam hormat tuan besar!" Sapa James, Shio Lung dan Erisha bersamaan


"Ha!. Pucuk di cita ulam pun tiba!. baru saja aku berniat untuk memanggil kalian agar menghadap ku, malah kalian sendiri yang datang duluan!"


"Bagus! bagus!" Ucap Dion senang


"Siap tuan besar!. Kami siap menerima perintah!" Respon ketiganya penuh semangat


"Katakan!, bagaimana progres tugas yang di bebankan pada kalian itu?. Apakah sudah ada kemajuan?" Tanya Dion ingin tahu


"Semua rancangan, site plan, denah, bentuk dan arsitektur bangunan yang akan di bangun, semuanya telah selesai di kerjakan."


"Tinggal melaksanakan saja." Jawab James apa adanya


"Bagus kalau begitu!, aku senang mendengarnya!"


"Tidak percuma aku menunjuk kalian sebagai ketua tim, dan mempercayakan seluruh kerja kerja besar pada kalian."


"Ternyata semuanya dikerjakan dengan baik dan tepat waktu."


"Kalian bertiga juga anak buah kalian, sepertinya perlu diberikan penghargaan dan bonus tambahan nanti."


"Aku janji, jika semua rancangan telah selesai di kerjakan, maka aku akan memberikan kalian cuti selama dua minggu, dan pergi ke tempat tempat yang diinginkan untuk berlibur."


"Terima kasih tuan besar!" Jawab mereka senang


"Coba tunjukkan rancangan yang telah kalian kerjakan itu. Aku ingin melihatnya."


"Baik tuan besar!" Jawab James patuh. Kemudian membuka layar laptopnya dan disambungkan dengan mesin proyektor


Seketika terpampang seluruh rancangan, lembar perlembar di layar proyektor yang tersemat di dinding kantor tersebut


Dengan teliti, Dion mengamati hasil rancangan dari anak buahnya itu, dan tidak mendapati celah kekurangan sedikitpun, termasuk rancangan seluruh bangunan perguruan silat tersebut


Dion senang bukan main ketika melihat hasilnya.


Tampak di layar proyektor, bangunan yang bakal dan sedang di bangun dalam lingkungan perguruan, dimana tempat tinggal anaknya yang duluan di bangun, menyusul puluhan bangunan yang lainnya di sana


Kemajuan pembangunannya sudah sekitar 40% karena dikerjakan secara maraton dan dengan ahli konstruksi yang cukup banyak


"Bagaimana dengan bangunan lain di perguruan itu. apakah juga sudah mulai di bangun?" Tanya Dion penasaran


"Sudah tuan besar!, bahkan pengerjaannya hampir mencapai sekitar 25 sampai 30%."

__ADS_1


"Mengenai bangunan bakal markas besar pengawal, juga perumahannya, akan di kerjakan dalam waktu dekat ini, tinggal menunggu bahan bahannya datang."


"Diperkirakan bahan bahannya itu sampai ke lokasi, dalam dua hari ini." Ucap James berterus terang


"Lalu berapa biaya yang di butuhkan untuk membangun semua itu?" Tanya Dion pada Shio Lung si dewa uang tersebut


"Untuk pembangunan perguruan, sekolah dan seluruh fasilitasnya, saya menganggarkan biaya sebesar 1.8 triliun."


"Sedangkan untuk fasilitas jalan, perijinan serta aksesorisnya, saya menganggarkan biaya sebesar 3 triliun rupiah." Jawab Shio Lung cukup lancar


"Sementara untuk membangun markas besar pengawal 10 lantai, juga bangunan bakal perumahannya, akan menghabiskan biaya yang cukup besar. dan ini harus ada persetujuan dari tuan." Ucap Shio Lung apa adanya


"Memangnya berapa besar biaya yang kau butuhkan itu Shio?" Tanya Dion penasaran


"Dari penghitungan secara kasar, satu bangunan gedung berlantai 10, dengan luas 60 x 60 per lantai nya, dengan harga permeter nya kisaran 3.500.000, akan memakan biaya satuan sebesar 1.26. (satu triliun dua ratus milyar, enam ratus juta rupiah) tidak termasuk pembangunan pondasinya."


"Untuk pembuatan konstruksi dasarnya, akan memakan biaya lebih besar, agar bangunan tersebut kokoh dan tahan terhadap goncangan"


"Jika di total secara keseluruhan, bangunan dasar lengkap dengan tempat parkirnya, akan menghabiskan biaya sebesar 1.98 triliun. (satu triliun, sembilan ratus milyar, 8 ratus juta rupiah). dengan harga permeter nya kisaran 5.500.000 rupiah."


"Jadi jika dihitung total volume serta bahan konstruksinya, gedung 10 lantai itu akan menghabiskan biaya sebesar 14.58 triliun rupiah."


"Rate permeter harga pengerjaannya sekitar 750.000 rupiah. jadi jika di total pembangunan gedung itu sekitar 2.7 milyar rupiah"


"Total keseluruhannya berjumlah 17.28 triliun rupiah"


"Sedangkan untuk membuat 1000 unit perumahan lantai dua. dengan harga per rumahnya sekitar 478 juta, akan menelan biaya sekitar 4.78, ( empat triliun, tujuh ratus milyar, delapan ratus juta rupiah)."


"Jadi jika di total anggaran yang di perlukan, untuk membangun gedung baru, dan 1.000 unit rumah, sebanyak 22.06."


"Demikian laporannya tuan besar!" Ucap Shio panjang lebar dan teliti


"Baik tuan besar!" Jawab Shio Lung semangat


"Aku mau sebelum kau kembali ke desa itu, kau sudah bisa merancang peletakan batu pertama bangunan bangunan itu."


"Masalah pengerjaan, nanti kau juga yang akan mengerjakannya."


"Aku berharap bangunan tersebut, terutama 1.000 perumahan itu, sudah selesai seluruhnya, paling lambat 6 bulan dari saat pengerjaan."


"Baik tuan besar!. kami akan usahakan selesai pengerjaanya paling lama 5 sampai 6 bulan ke depan." Jawab James cepat


"Bagus kalau begitu!" Respon Dion lega


"Oh ya!. Tolong kau sebutkan, berapa jumlah kekayaan Birawa Group sampai saat ini!" Tanya Dion tiba tiba


"Baik tuan!" Jawab Shio Lung cepat, kemudian mengklik folder laporan seluruh keuangan perusahaan


"Sesuai dengan penghitungan akhir dari laporan manajer keuangan, ditambah dengan jumlah simpanan dan cadangan, dalam kuartal ke tiga, maka harta kekayaan perusahaan, berjumlah sekitar 29. 98 kuadriliun rupiah."


"Sedangkan aset tidak bergerak, jika di total secara keseluruhan sebesar 5.3 kuadriliun rupiah."


"Jumlah sebanyak itu belum termasuk uang pribadi milik tuan besar, tuan senior, dan juga nyonya Ivory." Jawab Shio Lung apa adanya


"Ternyata banyak juga harta kekayaan perusahaan ku."

__ADS_1


"Tidak sia sia memilik banyak usaha, yang tergabung dengan Birawa Group."


"Dengan uang sebanyak itu. apa saja bisa aku buat, termasuk juga membeli sebuah pulau, atau memiliki seluruh lahan subur dan penuh bahan tambah serta mineral." Batin Dion dalam hati


"Lalu apakah kau tahu jumlah tabungan dari kami bertiga?. Apakah kau juga mencatatnya Shio?" Tanya Dion ingin tahu


"Benar tuan besar!. Seluruh tabungan kekayaan pribadi milik tuan besar, juga dua yang lainnya itu, masuk dalam daftar penghitungan."


"Jika di total harta kekayaan tuan besar saja, sudah mendekati angka 22. 26 kuadriliun. atau sekitar 1.543,6 triliun dolar Amerika."


"Naik sekitar 400 persen lebih, dari laporan majalah Forbes beberapa tahun lalu, yang baru mencapai angka 5,56 kuadriliun rupiah atau sekitar 385.8 dolar Amerika."


'"Sedangkan harta kekayaan tuan senior yang dilaporkan pada saya, sebesar 8,34 kuadriliun rupiah."


"Sementara kekayaan nyonya besar, hanya berkisar antara 780 triliun, sampai 1,1 Kuadriliun."


"Demikian yang bisa saya laporkan tuan!" Ucap Shio Lung cukup lancar


"Ternyata begitu!" Respon Dion terkejut


Dia sendiri tidak tahu, berapa jumlah pasti seluruh harta kekayaannya


Memikirkan semua itu, Dion untuk beberapa menit, bermonolog sendiri dalam hati. Sementara ketiga anak buahnya itu, masih setia menunggu, apa yang akan di katakan olehnya


Dalam monolognya Dion berkata. "Kedepannya, aku berencana untuk berbagi, dan menggunakan lebih seperempat harta kekayaan ku itu, untuk membangun daerah daerah yang tertinggal dan daerah perbatasan."


"Setidaknya aku ikut membangun negara ini."


"Nanti setelah semua pembangunan yang aku inginkan selesai, aku akan memerintahkan pada orang orang ku, terutama James, Shio Lung dan Erisha, untuk merancang, dan mencari daerah mana saja yang membutuhkan bantuan." Batin Dion dalam hati


"Aku yakin, penambahan kekayaan ku itu, berasal dari penambangan emas dan batu batu mulia lainnya. Terutama intan, pengolahan berlian, gas alam, batu bara, minyak bumi dan lain sebagainya."


"Setelah ini, aku akan merajai dunia, dan menjadi taipan terkemuka serta berpengaruh di alam ini."


"Tapi walau demikian, aku tidak boleh gegabah atau ceroboh dalam melangkah."


"Biarlah mereka tahunya, aku sebagai pewaris Birawa Group, tapi mereka tidak tahu sepak terjang ku kedepannya."


"Aku harus low profil. Agar tidak terlalu mencolok. Jangan seperti tong kosong nyaring bunyinya."


"Dengan harta kekayaan ku yang sangat banyak itu!, apa yang tidak bisa aku perbuat?"


"Semua bisa aku raih, dan aku dapatkan dengan mudah!"


"Tapi aku tidak boleh Sombong, Menganggap rendah orang lain, dan menganggap aku satu satunya orang kaya dan berkuasa di dunia ini."


"Masih banyak orang susah di luaran sana. dan tidak mempunyai rumah, bahkan kalau punya pun, sudah banyak yang tidak layak huni lagi."


"Dengan harta kekayaan ku itu, aku akan sedikit merubah nasib mereka kedepannya." Batin Dion dalam hati dalam waktu yang lumayan lama


'"Tuan besar!" Tegur Shio Lung tiba tiba, karena melihat tuannya termenung seperti itu


"Ya, aku dengar!" Respon Dion sedikit terkejut dari lamunannya


"Baiklah kalau begitu. Terima kasih atas laporan lengkap mu itu Shio, dan untuk kalian berdua, aku juga mengucapkan terima kasih."

__ADS_1


"Kalau begitu kalian boleh pergi!" Respon Dion tegas


"Siap tuan besar!" Jawab mereka serempak. lalu meminta ijin untuk meninggalkan ruang kantor Dion, untuk mengerjakan apa saja yang ditugaskan pada mereka


__ADS_2