
"Berhenti!.Jangan kau turunkan lagi tanganmu pada Jasmine, dia sudah sangat menderita!" Teriak seseorang dari belakang Danish marah
"Kenapa kau menghentikan ku Everly? Anak kurang ajar seperti ini, tidak bisa di kasi hati!" Bantah Danish tak kalah marah
"Sejengkal saja kau melangkah. maka aku tak akan segan segan lagi memukulmu Danish!" Tangkis Everly emosi
Jasmine yang mendengar pertengkaran kedua orang tuanya itu, menjadi sedih, dia tidak menyangka, akibat perbuatannya menyerang neneknya, akan berbuntut panjang seperti ini
Bukan hanya antara dia dengan neneknya saja, tapi juga merembet kepada kedua orang tuanya, saling melontarkan kata kata pedas dan ancaman
"Kalian berhentilah bertengkar dan jangan diteruskan, lebih baik kita urus jenazah nenek dan kak Brian terlebih dahulu, baru menyelesaikan permasalahan kalian!" Ucap Chalista menengahi perseteruan keluarganya itu
Danish, Everly dan Jasmine jadi tersadar akan situasi yang mereka hadapi saat itu. Bergegas mereka menghampiri jasad nenek Elina dan Brian
Tapi langkah Danish terhenti ketika melihat jari jari tangan ibunya bergerak gerak, seperti ada kehidupan di dalamnya
Tanpa membuang waktu lagi, Danish meraih tubuh ibunya dan mengangkat tubuh itu ke pangkuan nya, lalu menepuk nepuk pipi ibunya, untuk memastikan bahwa dia masih hidup
"Uhuk! uhuk!" terdengar suara seperti tersedak dan tertahan dari mulut nenek Elina, yang semula sudah di sangka mati
"Ibuuu!" Teriak Danish tidak percaya, sambil mengguncang guncang kan tubuh nenek Elina kuat kuat
"Apa kau ingin membuat ibumu ini mati Danish?" Bentak nenek Elina setelah tersadar dari pingsannya itu
"Kenapa ibu bisa terbaring di sini?" Tanya nenek Elina kebingungan
"Tiba tiba ibu terjatuh, setelah bertengkar dengan Jasmine, kemudian tubuh ibu menggelepar gelepar di tanah dan tidak bergerak lagi, kami sangka ibu sudah tiada." Jawab Danish tanpa ditutup tutupi
"Apakah kau menyumpahi ibu mu ini agar cepat mati?" Tuding Elina dongkol
"Bukan begitu bu, tadi tubuh ibu benar benar sudah kaku, kami semua memeriksanya, tapi kami tidak menyangka, ibu bisa bangun kembali. ini suatu keajaiban bu!" Kata Danish sambil menangis
Jasmine, Everly dan Chalista, hanya terpaku diam, ketika melihat drama antara anak dan ibunya itu. Sungguh mereka tidak mengira, bahwa nenek Alina yang mereka sangka sudah mati itu, bisa hidup kembali, sebenarnya apa yang terjadi?
Untuk beberapa saat, tubuh mereka hanya terpaku diam, di tempatnya berdiri dalam jarak 4 meter dari nenek Elina tersebut, tidak berusaha untuk mendekat atau menyentuh tubuh nenek Elina yang sudah sadar itu
Barulah setelah dipanggil oleh Danish dengan suara keras, mereka jadi tersadar, dan buru buru datang menghampiri nenek Elina, yang sedang dipeluk oleh Danish itu
"Kenapa bengong saja, cepat kesini!. Nenekmu masih hidup!" Teriaknya keras dan kegirangan
Everly dan Chalista segera memburu ke arah nenek Elina, tetapi Jasmine tetap berdiri diam di tempat dia berdiri semula, dia tidak berani mendekati nenek neneknya, karena gara gara nya lah, nenek Elina jadi pingsan sampai disangka sudah mati
"Kenapa tubuh ibu tadi tiba tiba ambruk ke tanah, dan dari mulut ibu seperti mengeluarkan busa. Apakah nenek keracunan?" Tanya Danish penasaran
"Ibu juga tidak tahu apa yang terjadi, tiba tiba saja setelah kejadian itu, kepala ibu jadi pusing, dada sesak dan ibu hilang kesadaran, Lalu setelah itu ibu tidak tahu lagi apa yang terjadi." Jawab Elina linglung
"Tapi bu, tadi ibu benar benar tidak bernafas, denyut nadi ibu pun sudah tidak bisa dirasakan lagi." Bantah Danish kebingungan
"Hus ngaco kamu! yang jelas ibu sekarang masih hidup." Tangkisnya sambil menyeringai
__ADS_1
"Bagaimana dengan Brian? Apakah dia sudah sadar?" Tanya Elina lagi
"Tubuhnya tidak bergerak lagi bu, seperti kekurangan darah dan oksigen. Dari kaki dan tangannya yang patah, terus menerus mengeluarkan darah, bahkan sampai beku. Mungkin itulah penyebabnya, kenapa Brian tidak bisa bangun lagi." Jawab Danish apa adanya
Jasmine yang mendengar dialog tersebut baru tersadar, bahwa jasad suaminya masih tergeletak di tanah, berdekatan dengan potongan potongan tubuh orang orangnya itu
Dengan cepat Jasmine menghampiri tubuh suaminya, dan mencoba mengangkat kepala Brian, untuk ditempatkan di pangkuan Jasmine
Tidak ada lagi yang bisa dikatakan nya. Sekarang tubuh Brian sudah terbujur kaku, dan tidak bergerak lagi, sudah dipastikan, memang dia sudah benar benar mati
Jam pada saat itu sudah menunjukkan pukul empat subuh, selama itu, belum ada satupun tetangganya yang datang menjenguk mereka. Jasmine dan yang lainnya menjadi heran, dengan perilaku orang orang yang tinggal di sekitar kediaman nya itu
Tidak ada rasa solidaritas diantara mereka, walaupun hanya sekedar muncul dari rumahnya. mereka hanya melihat insiden itu, dari jendela, tanpa mau keluar rumah. sungguh miris!
Setelah dirasa bosan dan tidak ada perkembangan, mereka langsung melanjutkan tidurnya, tanpa memperdulikan lagi nasib keluarga nenek Elina tersebut
***
Pagi harinya sekitar jam 6.30, barulah orang orang berdatangan, setelah nenek Elina menghubungi pengelola Mension, atau mirip kepala kampung, berikut orang orang yang dia kenal di sekitar situ
Nenek Elina juga menghubungi pihak berwajib, untuk menginvestigasi kematian Brian dan orang orangnya itu
Setelah bertanya sana sini, dan juga mendatangkan saksi yaitu Chalista, pihak yang berwajib itu pun pergi begitu saja, tanpa menemukan bukti apapun
Kesimpulan sementara adalah, perkelahian antar Triad atau gangster yang biasa terjadi di sana
***
Jarang terjadi komunikasi yang intens antar sesama penghuni Mension itu
Jasmine memilih untuk berdiam diri di kamarnya, sementara Chalista juga demikian, sedangkan Danish dan istrinya, saat ini sedang tidak berada dirumah
Pagi itu sekitar pukul 9.45, hari ke 4, nenek Elina kedatangan tiga orang tamu, dua laki laki dan 1 perempuan, di tangan mereka masing masing, membawa tas jinjing berukuran sedang, kecuali perempuan muda itu. Dia hanya membawa tas kecil yang di sandang di bahu, tapi di tangannya, memegang map berwarna coklat, berlogo salah satu perusahaan ternama di kota itu
Setelah kedatangan mereka bertiga diterima oleh nenek Elina, yang sebenarnya masih dalam suasana berkabung, mereka akhirnya masuk ke rumah nenek itu, Setelah menunggu sekitar 1 jam di luar
"Ada keperluan Apakah tuan tuan dan nona datang ke sini?" Tanya nenek Elina, sesaat setelah mereka semua duduk
"Langsung saja nek, saya dari tim pengacara bank universal, datang mendampingi tuan Wui Cheng, untuk menyerahkan berkas ini kepada nenek." Jawab pengacara Luan Xi dengan suara rendah
"Saya sekretaris Giovanni, dari perusahaan Tiens Group, datang ke sini karena diutus oleh pemilik perusahaan, untuk menyerahkan berkas berkas ini, untuk nenek tanda tangani." Ucap Giovanni,
sambil menyodorkan map berwarna coklat ke depan nenek Elina
Nenek Elina tidak langsung mengambil map yang disodorkan kepadanya itu, dia malah memandang kepada ketiga orang, yang ada di depannya itu, rasa rasanya dia belum pernah bertemu dengan mereka semua
"Nenek memang belum pernah bertemu dengan kami, atau mengenal kami, tapi kami mengenal nenek, sebagai pemilik perusahaan Properties and Co, di kota Hongkong ini." Ucap Luan Xi bersikap sok akrab kepada Elina
"Saya diutus oleh nyonya Rachel, yang merupakan rekan kerja nenek, untuk mengajukan surat akuisisi perusahaan Properties and Co milik nenek itu." Sambung Giovanni terus terang
__ADS_1
"Tunggu tunggu! nenek belum paham apa maksud kalian itu!" Jawab nenek Elina kebingungan
"Dijelaskan saja ya nek!. Perusahaan properties and co milik nenek itu, sekarang telah dinyatakan bangkrut oleh pemerintah Hong Kong, karena semua aset aset perusahaan, termasuk uang perusahaan telah raib tanpa jejak." Ujar Luan Xi, si pengacara itu
"Ini diketahui 3 hari yang lalu, saat keluarga ini sedang tertimpa musibah. Uang yang tersimpan di bank kami, telah ditarik oleh seseorang yang berlokasi di wilayah Asia Tenggara, tapi kami tidak bisa melacak lokasi mereka." Sambungnya lagi
"Maksud kalian, uang ku..?
"Ya, seluruh tabungan yang ada di rekening nenek dan Brian telah kosong, begitu juga dengan rekening perusahaan yang biasa digunakan untuk bertransaksi." Jawab Luan Xi memotong pertanyaan nenek Elina dengan cepat
"Apa!. bagaimana bisa?" Pekik nenek Elina panik dan tidak percaya
"Begitulah kenyataannya nek!" Jawab Luan Xi kalem
"Tapi tunggu dulu!. Kau bilang bahwa Brian itu, juga ada rekening di bank Universal itu? dan itu rekening perusahaan juga!" Tanya Elina penasaran
"Bukan rekening perusahaan, tapi rekening pribadi, yang isinya sangat luar biasa sekali, mengalahkan isi rekening tabungan nenek dan juga perusahaan." Jawab Wui Cheng terus terang
"Berarti Brian selama ini telah membohongiku!. Pantas saja perusahaan ku terus merugi, dan jarang meraup keuntungan, ternyata di selewengkan oleh si Brian keparat itu!" Batin nenek Elina dalam hati
"Jadi maksud kalian datang ke sini adalah untuk memberitahukan tentang itu?"
"Bukan hanya itu nek! selain dari uang tabungan nenek yang dijadikan agunan oleh Brian kepada pihak bank, rumah ini juga telah dijadikan jaminan oleh Brian, untuk menarik sejumlah uang dari bank kami." Jawab Wui Cheng cukup jelas
"Dasar brengsek, badjingan menantu tidak berguna!. Ternyata dibelakangku, kau menikung nenekmu sendiri Brian!" Batin nenek Elina dalam hati
"Lalu..bagaimana?" Tanya nenek Elina seperti hilang ingatan
"Ini ada surat penyitaan dari pihak bank, yang sudah ditandatangani oleh kejaksaan dan kehakiman, dan saksinya adalah tuan Luan pengacara kami ini." Jawab Wui Cheng entang
"Map yang ada di depan nenek itu, adalah surat hutang piutang yang telah ditandatangani oleh Brian, sebelum dia meninggal."
"Di map itu, juga terdapat surat penyitaan atas nama bank, pada semua aset perusahaan, termasuk juga rumah ini!"
Baaammm!
Berita itu bagai petir yang menyambar di siang bolong, saat semua orang sedang tertidur pulas untuk istirahat siang
Lengkap sudah penderitaan nenek Elina. Brian dan ketiga anak buahnya mati, sementara perusahaannya, termasuk semua uang tabungannya, habis di curi dan disita, oleh bank dan orang tak dikenal
Ditengah keterkejutannya itu, Giovanni menyampaikan maksudnya pada nenek Elina "Saya diutus ke sini, untuk menyita perusahaan nenek, atau mengakuisisi nya tanpa ganti rugi sepeser pun!"
"Apa maksud semua ini?. Apakah kalian akan membuatku jatuh miskin, dan mengusirku dari rumahku sendiri?" Tanya nenek Elina marah
"Kami hanya menjalankan tugas nek!. mulai hari ini, Rumah nenek kami sita, sebagai pelunasan peminjaman yang dilakukan oleh Brian itu."
"Silakan nenek dan keluarga berkemas kemas dulu. Hari ini, rumah harus sudah dalam keadaan kosong!"
"Tolong tanda tangani semua berkas berkas itu!" Ucap mereka serempak
__ADS_1