
"Brian! Ternyata kau orangnya!" Triak Dion terkejut sekaligus geram
"Aku telah menduga sebelumnya, pasti ini ada hubungannya dengan nenek yang tidak tahu diri itu!" Sambungnya lagi
"Cepat retas jaringan mereka dan kunci titik koordinat nya, jangan biarkan mereka lepas!" Perintah Dion tegas
"Kemudian sambungkan dengan kamera pemantau, yang telah dipasang oleh kawan kawan kalian di sana!"
"Amati pergerakan dari nenek Elina itu, berikut keluarganya. Aku ingin tahu, siapa siapa saja yang terlibat dalam usaha pembobolan informasi di perusahaan ku ini." Perintah Dion sambung menyambung
"Baik tuan muda!" hanya itu saja jawaban serempak dari anak buahnya
"Rams! kau tahu apa yang harus dilakukan, aku tidak mau bertindak setengah setengah. Mereka sudah menyia nyiakan kebaikanku selama ini!"
"Aku rasa sudah cukup bagi mereka untuk bersenang senang, Sekarang giliran kita untuk bermain dengan mereka pula." Gerutu Dion dengan bengisnya
"Baik tuan muda!" Jawab Rams patuh
Rams si otak jenius, dengan sigap mengerjakan semua perintah dari tuan mudanya itu. Dengan kemampuan yang dimiliki oleh Rams, tidak sampai 1 menit, semua informasi tentang ketiga hacker, yang saat ini sedang berhadapan dengannya, muncul di layar komputer, kemudian menguncinya
Tindakan selanjutnya adalah, meretas seluruh akun perbankan milik perusahaan, yang baru didirikan oleh nenek Elina tersebut, berikut dengan akun pribadi milik Brian
Rams juga sudah meretas akun perbankan milik nenek Elina dan memblokirnya, tinggal menunggu perintah dari Dion, untuk mengeksekusi seluruh tabungan mereka
Sepatah kata saja keluar dari mulut Dion, maka saat itu juga, Rams akan mengosongkan isi rekening milik nenek Elina, Brian dan rekening perusahaannya
"Bagaimana tuan! apakah langsung dieksekusi?" Tanya Rams menunggu persetujuan dari Dion tidak sabar
Dion tidak langsung menjawab pertanyaan dari Rams tersebut, tetapi malah melamun, memikirkan nasib mantan keluarganya dulu. Apakah dia akan memiskinkan kembali nenek Elina dan keluarganya atau tidak
Hampir 1 menit dia melakukan itu, dan belum ada tanda tanda akan memberi perintah, ya atau tidak
Rams yang selalu tenang, kali ini kelihatannya sedikit khawatir dan gelisah, ketika melihat keraguan yang ada di wajah tuan mudanya itu, lalu memberanikan diri menyapa tuannya dengan berkata." Tuan muda! Ucapnya takut takut
Dion yang mendapat teguran dari Rams tersebut, jadi tersadar, lalu berkata." Hah! lakukanlah!" Jawab nya singkat, tapi mengandung penyesalan yang sangat dalam
"Siap tuan muda!" Respon Rams senang
Kemudian tanpa membuang waktu lagi, dan takut tuan mudanya berubah pikiran, maka Rams segera mengerjakan tugasnya itu
__ADS_1
Langkah pertama adalah, mengosongkan isi tabungan di rekening milik Brian, dan di pindahkan ke rekening cadangan satu
Langkah selanjutnya adalah, mengosongkan isi rekening milik perusahaan yang dikelola oleh Brian tersebut,
Dan langkah ketiga adalah, mengosongkan seluruh isi rekening dari nenek Elina, sampai tidak tersisa sepeserpun
Hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah menit, ketiga rekening tersebut sudah kosong semuanya
Dion yang melihat proses pemindahan uang itu, bukannya senang, tetapi malah sedih, itu terlihat dari roman wajahnya yang sedikit bertekuk, seperti menyesali sesuatu
Sejujurnya di hati Dion yang paling dalam itu, tidak sampai hati, untuk membuat keluarga yang telah menolong nyawanya dulu, menjadi miskin kembali dan teraniaya
Dua sisi hatinya berperang satu sama lain. Apakah perbuatannya itu benar atau salah
Sisi di sebelah kiri mengatakan. "Biarkan saja Dion, hajar dan habisi mereka! Namun sisi sebelah kanan mengatakan, kasihan mereka Dion, walau bagaimanapun mereka dulu pernah menolongmu."
"Yang menolongmu dulu adalah kepala keluarganya, bukan istri dan anaknya Dion! .Mereka apalagi cucunya, terus menerus menghinamu sepanjang masa. Apakah kau akan diam saja Dion?. Berpikirlah!"
"Kau memang seperti itu, terus menerus mempengaruhi orang orang, agar membenci sesama. Tapi aku yang berdiri di sisi kanan mengatakan, bahwa sesama manusia harus saling membantu."
"Hah!" Kata hati Dion sambil mengeluh panjang, melepaskan beban hati dan pikirannya, untuk meluahkan keraguannya selama beberapa detik berlalu
"Kau tenang saja, aku tidak apa!" Jawab Dion sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, kemudian bertanya kepada bawahan nya tersebut
"Rams! Apakah tindakan ku ini benar?" Ucap Dion bertanya, apa pendapat dari Rams bawahannya itu
"Benar atau tidaknya tindakan tuan, hanya tuanlah sendiri yang bisa menilainya. Kami sebagai bawahan tuan menyadari, bahwa ada sisi baik di hati tuan, yang mengatakan, agar terus menolong mereka, tapi ternyata, setelah ditolong, mereka masih juga ingin mencelakai tuan. Apakah orang seperti itu yang harus dibantu tuan?" Jawab Rams cukup menohok di hati
"Kau benar! Aku sudah berjanji kepada kakek Wolf dulu, bahwa aku harus selalu menjaga mereka."
"Tapi, walau masih ada keraguan di hati, aku terpaksa melakukan ini, agar mereka benar benar sadar, bahwa tindakan mereka itu salah." Ucap Dion melepaskan kegundahannya di hati
Setelah mengucapkan itu, hati Dion sudah sedikit lega, lalu bertanya kepada Rams lagi
"Apakah sampai saat ini, mereka sudah menyadari, bahwa tabungan di rekening mereka telah kosong?" Tanya Dion setelah bisa lepas dari keraguannya
"Belum diketahui tuan, karena belum ada pergerakan sedikit pun dari mereka." Jawab Rams ragu ragu
"Karena seluruh rekening mereka sudah diretas, dan kontrol nya ada pada kita, maka mereka tidak menyadari sama sekali, ditambah dengan seluruh rekening mereka telah kita blokir." Sambung Rams panjang lebar
__ADS_1
"Tindakan yang perlu segera diambil adalah, memberi pelajaran kepada Brian dan 3 hackernya itu!"
"Cepat hubungkan aku dengan Hans dan Robin di sana!" Perintah Dion mulai semangat
"Siap tuan muda!" Sambut Rams cepat, lalu segera mengerjakan perintah dari tuan mudanya itu
Tidak sampai 5 detik, Dion sudah terhubung dengan kedua orang bawahannya itu, yang saat ini tengah berada di kota Hongkong
Setelah salurannya tersambung, tanpa berbasa basi, dan membuang waktu lagi, Dion segera memerintahkan mereka dengan berkata. "Bawa orang orang mu, dan pergi ke Sham Shui Po, Micro Apartemen, untuk memberi pelajaran pada Brian dan orang orangnya disana. nanti akan dikirim lokasinya kepada kalian!"
"Baik tuan muda!" Jawab Hans dan Robin serempak
Tak lama sesudah itu, di handphone Hans dan Robin, masuk sebuah notifikasi, yang memberitahu lokasi Brian dan orang orangnya berada
Setelah membaca dan mempelajari petunjuk itu, tanpa dijelaskan pun, mereka berdua sudah memahami, apa yang harus mereka lakukan sesudahnya
Hans dan Robin. segera mengumpulkan orang orangnya, dan langsung pergi ke lokasi yang ditunjukkan oleh Dion tadi
Karena ini adalah Hongkong, tempat di mana orang orang kuat dan kaya bertebaran, maka Hans dan Robin, tidak mau bertindak ceroboh
Mereka berdua, juga 20 orang orangnya, mengenakan baju rapi, yang dilapisi dengan jas biru navy, serta berkacamata hitam, yang dipasang di wajah mereka masing masing
Setelah dirasa siap, Hans memerintahkan kepada mereka semua, untuk menaiki beberapa mobil, yang sengaja mereka sewa selama berada di sana
Dengan menggunakan 6 buah mobil, mereka segera meluncur ke lokasi yang dimaksud. Karena jaraknya tidak begitu jauh dari tempat mereka menginap, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit, iring iringan mobil mereka, sudah sampai di pelataran Mikro Apartemen tersebut
Tapi alangkah terkejutnya mereka, begitu sampai di lokasi itu. di pintu masuk apartemen tersebut, berdiri puluhan laki laki yang kelihatannya sangat kuat, bersenjatakan tongkat, semacam pemukul bisbol, dan beberapa di antaranya, memegang parang sepanjang 50 centimeter, tapi berukuran sedikit lebih lebar dari biasanya
Begitu melihat 6 buah mobil memasuki pelataran apartemen, beberapa diantaranya langsung mendekati mobil itu, dan bersiap siap, untuk memberikan kejutan kepada penumpangnya
"Bagaimana bos, kita turun sekarang atau nanti ?" Tanya salah seorang anak buah Hans tidak sabar
"Sejak kapan kau menjadi tidak sabaran seperti itu? bersikap tenang, kalau tidak, percuma kau menjadi pengawal tuan muda!" Jawab Hans bernada marah, lalu dia turun duluan dari dalam mobil yang dinaikinya tadi
"Setelah dia keluar, Hans segera memerintahkan kepada seluruh anak buahnya, untuk keluar dari dalam mobil dengan berkata." Semua turun!" Perintahnya tegas, sambil mengedarkan pandangan matanya, ke arah orang orang yang sedang mendekatinya itu
"Apa urusan kalian kesini. Ini wilayahku!.Tak seorangpun bisa masuk sebelum mendapat izin dari ku!" Gertak seorang pria berbadan tambun, tapi kelihatan kuat, sambil memainkan belati lebarnya di udara, sesaat setelah jaraknya tinggal tiga meter lagi dari Hans
"Begitukah?" Jawab Hans cuek
__ADS_1
"Kurang ajar, ditanya baik baik malah melawan!" Hardiknya kuat. "Cepat hajar orang orang bodoh itu!" Teriaknya marah