
Dion melajukan mobilnya di jalanan yang agak sepi, matanya tidak fokus ke depan, hingga dia hampir menabrak seseorang, yang tiba tiba saja keluar dari balik pohon penghias jalan
Refleks Dion menginjak pedal remnya, agar laju mobil mewahnya berkurang, tapi tetap saja orang yang baru keluar itu terserempet hingga jatuh, dan sepertinya satu hal yang disengaja olehnya
Melihat kejadian itu, Dion segera menghentikan mobilnya tidak jauh dari situ, kemudian bergegas keluar, dan berjalan kearah perempuan yang tadi ditabraknya, hanya sekadar untuk memastikan, apakah perempuan itu terluka atau tidak
Walaupun hatinya kesal, karena perjalanannya ke kota Golden City terganggu, tapi dia tetap saja menyapa perempuan tersebut dengan sopan
"Nona tidak apa apa?" Ucapnya, sambil berusaha menolong perempuan tersebut untuk berdiri, dengan memegang tangannya, tetapi Dion mengurungkannya
Perempuan tersebut membalikkan badan dan menoleh kearah Dion, dan tiba tiba saja dia berteriak histeris."Dion!. Bukankah ini kau?" Ujarnya pura pura terkejut, sambil berusaha memeluk Dion yang ada di depannya, tetapi Dion menghindar, hingga pelukan dari perempuan tersebut lewat begitu saja
Dion sejatinya juga terkejut tadi, tetapi dengan cepat dia mengendalikan perasaannya, kemudian berpaling dari perempuan tersebut, dan berniat ingin cepat cepat pergi
Dion merasa lega, karena perempuan yang sengaja menabrakkan diri ke mobilnya itu tidak apa apa
Tapi perempuan itu tidak mati gaya, dengan senangnya dia berkata. "Aku sudah yakin, bahwa orang yang pernah aku lihat di depan restoran mewah itu adalah kau. Benarkan itu Dion?" Ucapnya mendikte
"Walaupun kau tidak menjawab, tetapi aku sudah sangat yakin, setelah melihat mobil mewah mu itu." Ucap Jasmine sambil menunjuk mobil yang di maksud, lalu melanjutkan berkata
"Saat itu, kau bersama dengan orang orang mu memasuki restoran itu, dan aku berusaha untuk mengejarmu, tetapi para pengawal mu menghalangiku untuk masuk."
"Mobil yang terparkir di sana itulah yang dulu aku lihat, berarti memang benar perkiraan ku, bahwa orang itu adalah kau Dion."
"Sekarang katakan dengan jujur Dion! bahwa orang yang pernah aku lihat itu adalah kau!" Kata perempuan tersebut bertubi tubi
Dion tidak menjawab atau menanggapi pertanyaan perempuan itu, dengan santainya dia membalikkan badan, lalu bergegas menuju ke mobilnya dan membukakan pintu
Belum juga pintunya terbuka dengan sempurna, tiba tiba dari arah belakangnya, Dion merasakan ada seseorang yang sedang memeluknya dengan erat
Apa yang terjadi?. Ternyata, ketika Dion membalikkan badan, dan menuju ke arah mobilnya, perempuan tersebut mengejar langkah Dion, dan langsung memeluknya dari belakang, kali ini usahanya berhasil, hingga membuat Dion tidak bisa bergerak
Karena masih dalam keadaan kesal, maka Dion menghardik perempuan tersebut, Lalu berkata dengan keras." Lepaskan!" Ucapnya dingin
"Aku tidak mau melepaskan pelukanku ini, sebelum kau menjawab pertanyaan ku." Jawab perempuan tersebut tidak mau tahu
"Aku bilang lepaskan! kalau tidak..!"
"Kalau tidak apa?" Potong perempuan tersebut garang
__ADS_1
Dion tidak bisa berbuat apa apa, ingin menepis dan memaksa perempuan itu untuk melepaskan pelukannya, tentu saja dia sungkan, karena dia tidak mau menyakiti perempuan kalau tidak terpaksa
"Sungguh aku tidak menyangka, bahwa kau sebenarnya, adalah anak orang kaya, pantas saja kakek Wolf saat itu, begitu ngebet ingin menikahkanmu denganku."
"Kalau aku tahu apa yang menjadi tujuan kakek tersebut, dan mengetahui bahwa kau sebenarnya orang kaya, maka aku tidak akan mau bercerai dengan mu Dion."
"Tapi sekarang aku telah mendapatkanmu kembali. Tolong maafkan aku Dion, dan terimalah aku kembali." Ucap perempuan itu tanpa mengenal kata malu
"Apakah kau sudah gila Jasmine?. Aku bukanlah Dion yang kau anggap bodoh dulu. Selama 1 tahun lebih, kau dan keluargamu terus membully dan menghina ku, tanpa kau pedulikan lagi perasaanku saat itu."
"Sekarang setelah tahu aku ini siapa, kau mengemis ngemis bagaikan anjing jalanan yang sedang meminta makan kepada orang orang yang lewat." Ucap Dion penuh nada penghinaan
"Aku tidak peduli Dion, kalau kau mau menerimaku kembali, maka aku bersedia menjadi anjing peliharaan mu." Jawab Jasmine tak tahu malu
"Pergilah dasar perempuan rendah!" Hardik Dion kasar
Tapi walaupun sudah dihardik, dibentak dan di hina serta didorong oleh Dion sedemikian rupa, Jasmine masih tetap saja memeluk Punggung Dion dengan eratnya, malah dia menyilangkan kakinya ke kaki Dion agar Dion tidak bisa lari
Orang orang yang berlalu lalang di jalan, yang melihat kejadian itu hanya tersenyum saja, mereka mengira, bahwa Dion dan perempuan tersebut sedang bertengkar, Jadi mereka mengacuhkan saja
Tapi bagi pejalan kaki yang berjumlah 5 orang, mereka menjadi penasaran dan terus menerus memperhatikan ulah mereka berdua
Begitu sampai di sana, alangkah terkejutnya mereka, ternyata benar, orang yang tadi di lihatnya adalah Jasmine. Anak, cucu, istri dan saudara perempuan mereka
Lalu seseorang dengan marah berteriak dengan keras, lalu berkata." Jasmine! sungguh kau tidak tahu malu, mengapa kau memeluk orang lain di jalanan?" Ujar seseorang itu dengan marah
Jasmine secara refleks melepaskan pelukannya dari tubuh Dion, dan segera mengalihkan perhatiannya ke arah orang yang barusan tadi menegurnya
"Brian!" Ucapnya senang, sekaligus sedih. Senang karena dia bisa bertemu lagi dengan Brian suaminya, Sedih karena dia teringat bagaimana Brian meninggalkannya begitu saja, di dalam mobil tahanan, dengan melarikan diri tanpa nya
Dilandasi rasa kesal, Jasmine mengacuhkan keberadaan Brian, lalu mengedarkan pandangannya ke sekitar. Di situ dia mendapati, ada nenek Wolf, Danish ayahnya, Everly ibunya, dan Chalista saudara perempuannya
Setelah Jasmine melihat satu persatu siapa adanya mereka, Jasmine bergegas berlari ke arahnya dan memeluk mereka satu persatu, dan berlangsung cukup lama
Menyadari dirinya tidak diperdulikan oleh Jasmine, Brian menjadi marah sekali dan tersinggung, lalu berkata
"Mengapa kau melakukan hal yang memalukan seperti itu Jasmine?. Dion sekarang bukanlah suamimu lagi, tapi aku yang sekarang ini telah menjadi suamimu!" Ucap Brian penuh penekanan, marah dan cemburu
Jasmine yang mendengar perkataan dari Brian membalikkan badan, dan mengarahkan pandangannya kepada Brian lalu berkata
__ADS_1
"Apa kau bilang, suami?" Ucapnya meremehkan
"Suami macam apa yang dengan tega membiarkan istrinya menderita, dan menahan malu ketika berada dalam tahanan itu?" Sambungnya lagi meledak ledak pertanda sangat marah
"Aku sungguh tidak mengira, kusangka kau dulu adalah orang yang baik dan bertanggung jawab, tapi nyatanya, kau tidak lebih baik daripada sampah dan anjing jalanan."
"Sekarang kau sebagai apa?. orang kaya, orang berduit atau orang yang berkuasa?" Tanya Jasmine bertubi tubi, lalu diam sambil ngos ngosan
Mendapati pertanyaannya tidak digubris oleh Brian, Jasmine semakin emosi, kemudian melanjutkan berkata
"Aku dan kalian semua, dulunya mengatakan, bahwa Dion adalah pecundang, benalu, pengangguran dan sampah tidak berguna, tapi nyatanya sekarang apa?"
"Buka matamu lebar lebar Brian, dan kau lihat! sekarang Dion itu siapa. Dia adalah emas, intan, permata dan berlian yang sangat berharga."
"Dion sekarang telah menjadi orang kaya, tidak seperti dirimu, yang sekarang sudah tidak mempunyai apa apa lagi. Dasar gelandangan!" Ucap Jasmine memuji Dion, dan merendahkan Brian yang notabenenya adalah suaminya sendiri
Mendengar perkataan Jasmine tersebut, nenek Wolf berinisiatif untuk menengahi perdebatan mereka dengan berkata
"Jasmine!. Apa yang kau katakan itu tidak seluruhnya benar, Brian sudah menceritakan semuanya pada nenek, bahwa dia terpaksa melakukan hal itu, karena dia sedang diburu oleh petugas akibat berusaha melarikan diri."
"Brian juga bilang, bahwa dia sangat menyesal, karena telah meninggalkanmu, dan dia akan berusaha membebaskanmu dari sana."
"Tapi tak nenek duga, kau sekarang sudah bebas, dan nenek tidak tahu, bagaimana kau bisa bebas dari sana secepat ini." Ucap nenek Wolf panjang lebar
Jasmine yang barusan tadi di marah dan dinasehati oleh neneknya, hanya tercekat diam, dan tidak berani membantah perkataan dari neneknya itu
Apa yang dikatakan oleh neneknya itu memang benar adanya. Saat itu, dia juga melihat, bagaimana Brian berusaha untuk melindungi dan menggapainya, ketika mobil yang mereka tumpangi itu hampir terbalik, karena menabrak mobil lain
Tapi karena usahanya tidak berhasil, maka dengan terburu buru Brian terpaksa meninggalkannya sendiri, diiringi pandangan mata menyesal, ketika memandangi tubuh istrinya, yang masih berada di dalam mobil tahanan itu
Tapi karena kekesalannya, Jasmine masih tetap saja marah kepada Brian, kenapa juga dia harus lari, ketika istrinya masih ada disitu? itu saja yang dipikirkannya selama ini
Setelah selesai menceramahi Jasmine, nenek Wolf mengalihkan pandangannya kearah Dion. Roman wajahnya yang ketika memarahi Jasmine sempat menegang, saat ini telah berubah menjadi ramah, ketika akan berbicara kepada Dion
"Dion! nenek harap, kau tidak mengambil hati terhadap apa yang telah Jasmine dan kami semua lakukan padamu, baik dulu maupun sekarang. Nenek juga berharap, agar kau bisa memaafkan kami semua."
Dion yang mendengar ucapan itu hanya diam saja, tidak menanggapi atau merespon perkataan dari nenek Wolf
Di dalam hatinya cuma berkata." Sekarang saja kau mengemis ngemis seperti itu, dan berharap agar aku memaafkan kalian semua. Dari dulu ke mana saja?" Batin Dion dalam hati, lalu bergegas membukakan pintu mobilnya, tapi belum juga dia duduk, terdengar sebuah suara menggema
__ADS_1
"Tunggu !" Ucapnya