Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Kaisar metafisika


__ADS_3

"Namaku Zabuza, orang yang akan dicabut nyawanya oleh tuan muda!" Jawab Hans enteng sekali


"Kurang ajar!. Dasar tidak tahu diri!" Respon Zabuza sangat tersinggung sekali


Kemudian mengerahkan kekuatannya, dan ingin dilontarkan ke arah Hans. Tapi tidak jadi dilakukannya, karena tiba-tiba saja, tangannya berhenti di udara, saat ingin melontarkan mantra sihir terakhir ke arah Hans


Tidak berhenti di situ saja. Tubuh Zabuza tiba-tiba terangkat ke udara, dan melayang mendekati Dragon, dengan posisi tidak bisa bergerak sama sekali


Hanya matanya saja yang melotot ke arah Dragon, dengan niat membunuh yang sangat besar. Tapi sayangnya dia tidak mampu melakukan niatnya itu


Aneh sekali!. Seorang praktisi Genjutsu tingkat master, yang katanya kuat dan tak terkalahkan itu, dengan mudahnya takluk dibawah kaki seorang anak kecil, yang notabenenya belum berpengalaman dalam masalah bertarung


Tapi di malam buta ini, Zabuza benar benar sedang bernasib sial. Dia harus kalah dan tunduk di hadapan anak yang ingin diculiknya itu.


Bukan tanggung-tanggung lagi, Bahkan sekarang tubuhnya sedang diangkat dan ditahan, serta permainkan oleh anak kecil itu. Padahal jelas terlihat Dia sedang tidak mengerahkan kekuatannya sama sekali


Kejadian itu, tentu saja membuat orang-orang yang ada di dekat Dragon menjadi keheranan. Tapi tidak termasuk Dion, karena dia sudah tahu dengan kekuatan anaknya sendiri


Setelah puas mempermainkan Zabuza, dan berlangsung sekitar satu menit. Dragon pun memutuskan untuk memberi pelajaran pada orang yang dinilainya sombong itu. Lalu berkata. "Maaf orang tua!. Terpaksa berbuat kasar seperti ini!"


"Aku tidak bisa berpangku tangan, saat orang orang ku akan kau habisi!"


"Maka mau tidak mau, aku harus turun tangan juga, agar kau tidak semakin merajalela."


"Karena aku tidak suka melihat ada orang yang berani menyombongkan kekuatannya di hadapan ku!"


"Hari ini!, terpaksa ku cabut kekuatan mu itu, karena kau telah menyalah gunakan kepandaian mu, untuk mencelakai orang lain!" Ucap Dragon tegas, sambil mengulurkan tangannya ke arah Zabuza, dan menarik semua kekuatan sihirnya, hingga tidak tersisa sama sekali


Segera setelah itu, tubuh Zabuza menjadi lunglai, dan dibiarkan jatuh oleh Dragon, persis di bawah kakinya


Bruk!


Tubuh Zabuza jatuh seperti karung berisi pasir, berbunyi sangat berat sekali. Mulutnya meringis menahan sakit, karena terbentur dengan aspal yang cukup keras


Tubuh Zabuza tidak bisa bergerak, karena masih di ikat dengan aura kesadaran milik Dragon. Jika saat itu Dragon mau, maka nyawa Zabuza akan diambil saat itu juga. Tapi Dragon tidak mau melakukannya


"Sekarang kau bukan siapa siapa lagi!. Bukan penyihir atau seorang master metafisika. Bukan pula seorang petarung yang menggunakan sihir."


"Sekarang kemampuan yang kau miliki, adalah kemampuan luar, sama seperti mereka."


"Sekarang kau lawanlah anak buah ku, yang tadi kau remehkan itu!"


"Aku yakin kali ini kau pasti kalah!" Ucap Dragon penuh wibawa. Kemudian..


Bug!


Hanya dengan sekali tendang.Tubuh Zabuza terpental cukup jauh, dan melayang menabrak mobil yang ada di sekitar situ, hingga kacanya pecah


"Lakukan tugas mu paman Leon!. agar paman juga dapat bagiannya." Ucap Dragon memberi perintah


"Baik tuan muda!" Jawab Leon senang. Kemudian menghampiri Zabuza, yang saat itu sudah berdiri dengan nafas memburu

__ADS_1


"Sekarang lawan mu adalah aku!."


"Tunjukkan semua kemampuan yang kau banggakan itu Zabuza!"


"Jika kau enggan, jangan salahkan aku bertindak di luar batas terhadap mu!" Ucap Leon cukup mengintimidasi sekali


"Hahahaha!.Tidak ku sangka, aku kalah di tangan seorang anak kecil, yang selama ini ku anggap remeh!"


"Ternyata ilmu mu boleh juga tuan muda!"


"Selama ini aku menganggap kau hanya anak manja, cengeng dan suka merajuk. Ternyata kau bukan seperti itu!"


"Kekuatanmu, jauh lebih tinggi dari kekuatan ku, bahkan sejengkal pun tidak bisa ku samai."


"Karena itu. Aku memberi hormat pada kaisar dewa metafisika."


"Mudah mudahan, di kehidupanku mendatang, aku bisa berguru pada anda!" Ucap Zabuza dengan niat tulus, sambil menangkupkan kedua tangannya di dada


"Tapi sebelum itu!. Izinkan aku untuk melawan anak buah mu. Untuk membuktikan siapa yang kuat diantara kami!" Ucapnya lagi


"Silakan pendekar!. Keluarkan semua kemampuanmu, agar kau tidak mati penasaran."


Jawab Dragon cukup lugas sekali


"Terima kasih yang mulia!" Jawab Zabuza tulus, dan menganggap Dragon sebagai junjungannya


Tak lama sesudah itu, dia menghadap Leon, kemudian berkata. "Anak muda!. Kalau kau berani. Ayo satu lawan satu, sampai ada diantara kita yang mati!" Jawab Zabuza kesal


"Hans!. Kembali ke posisimu!. Biarkan aku yang menyelesaikan tugas ini!" Ucap Leon tegas


"Siap paman guru!" Jawab Hans patuh. Kemudian mundur menjauhi Zabuza, serta bergabung dengan Dion dan tuan mudanya


Tapi sebelum sampai itu, Hans sempat mengedarkan pandangannya ke arah lain, dimana pertarungan masih saja terjadi, walau pertarungan tersebut dipandang berat sebelah


Hal itu bisa terjadi, karena senjata api, bazoka dan bom gas air mata, termasuk granat, tidak sempat mereka gunakan, karena senjata senjata itu telah diterbangkan, atau diambil oleh Dragon dan Dion, dibantu oleh Abhicandra melalui aura kesadarannya. Kecuali saat pertama terjadi pertarungan, tapi itupun tidak berlangsung lama


Dion dan Dragon mau, pertarungan itu dilakukan dengan menggunakan tangan kosong, Kecuali pedang, katana, belati dan lain sebaginya, karena itu wajib dilakukan


Sedangkan senjata api dan sejenisnya, hanya sebagai sarana, agar pertempuran cepat selesai. Karena jangkauan senjata api, jauh lebih efektif daripada menggunakan senjata manual


Tapi sayangnya, senjata-senjata itu telah diambil seluruhnya oleh Dragon


Maka saat terjadi pertarungan, mereka menggunakan senjata selain senjata api tersebut, karena itu merupakan ciri khasnya, terutama para ninja, samurai dan assassin


Namun bagi petarung tangan kosong, terutama praktisi Taijutsu atau karate, mereka tidak menggunakan senjata apapun, kecuali menggunakan tangan dan kaki, untuk merobohkan lawan lawannya. Begitu juga dengan petarung petarung lain


Sementara itu, pertarungan antara Leon dengan Zabuza pun sudah terjadi. Sudah banyak jurus dan teknik serta keterampilan yang mereka gunakan. Tapi sejauh ini, belum ada yang roboh atau kalah


Zabuza jika tidak menggunakan sihirnya memang terlihat jumawa, kuat dan terampil Terbukti semua serangan Leon mampu di usir nya, bahkan serangan serangannya, sempat membuat Leon kewalahan


Dion yang melihat itu mengerutkan keningnya pertanda heran, kenapa seorang dewa perang, adik seperguruan Adiwilaga, guru dari iron dan Hans, belum mampu juga menjatuhkan Zabuza

__ADS_1


Apakah benar Zabuza itu seorang master bela diri di negaranya?.Itu masih menjadi misteri dan tanda tanya besar bagi Dion


Namun dalam hatinya berkeinginan, ingin menjajal kekuatan Zabuza tersebut. Tapi segera diurungkannya, saat satu pukulan Leon, telak mengenai dada Zabuza, hingga membuat tubuhnya terdorong ke belakang, dan jatuh di jalanan beraspal


Dari mulutnya, menyembur darah segar, pertanda organ dalamnya terluka. Dalam kesakitan nya itu, dia sempat berkata. " Baru kali ini aku dibuat babak belur, oleh seseorang yang usianya lebih muda dariku!"


"Aku kira tidak ada yang bisa mengalahkan ku. Tapi kenyataannya berkata lain!"


"Kau satu satunya orang yang mampu membuatku muntah darah seperti ini!"


"Aku akui, kau memang kuat dan terampil. Tapi kau jangan senang dulu. Aku belum sepenuhnya kalah!"


"Masih banyak kemampuan ku yang belum ku tunjukkan pada mu!"


"Tapi sebelum kita melanjutkan pertarungan ini, biarkan aku memulihkan tenaga ku dulu!" Ucap Zabuza dengan nafas tersengal sengal. Kemudian mengambil sesuatu dari balik bajunya, dan menelannya tanpa bantuan air


Sementara di tempat lain pertarungan sudah mulai berhenti, karena hanya tinggal tiga orang saja yang masih hidup.


Mereka itu adalah para petarung, komandan pasukan penyerang, yang saat ini sedang bertarung melawan Eric, Awan dan Langit. Sedangkan lawan Bumi, sudah mati sejak dari tadi


Tapi tak lama kemudian, pertarungan satu lawan satu tersebut akhirnya berhenti, dan pertarungan dimenangkan oleh pihak Dion. Komandan musuh yang tadi menyerang mereka, berhasil dilumpuhkan satu persatu, tapi masih tetap dibiarkan hidup


Beralih ke bagian Zabuza. Setelah beristirahat sekitar dua menit, kondisi Zabuza sudah berangsur membaik, dan tenaganya kembali seperti semula. Tak lama kemudian, Zabuza segera bangkit dari sikap Lotus nya, dan bersiap untuk bertarung. Sedangkan Leon dan yang lain, hanya melihatnya saja dari jauh


"Sekarang aku sudah siap!. Kita tentukan siapa diantara kita yang akan kalah!" Ucap Zabuza penuh tantangan


"Siapa takut!" Jawab Leon mantap. Lalu..


Bug!


Plak!


Des!


Bunyi pertarungan kembali terdengar. Diselingi teriakan kuat dari mulut masing masing. Untuk membuat yang berteriak bertambah semangat, dan, menambah rasa percaya dirinya semakin tinggi


Dari benturan, pukulan, tendangan serta tangkisan dari anggota tubuh keduanya, jelas sekali terdengar. Sesekali di timpali dengan bunyi mengaduh pertanda ada yang terkena pukulan atau tendangan


Tubuh keduanya sudah terlihat babak belur. Tapi yang paling parah adalah tubuh Zabuza, dimana sudah tujuh kali terkena pukulan serta tendangan yang cukup kuat dari Leon


Hingga pada satu ketika, dalam sebuah duel jarak dekat. Tubuh Zabuza tiba tiba miring ke samping kiri, dan mencoba untuk menelikung tubuh Leon, dengan niat untuk diangkat atau dibantingnya ke tanah atau ke aspal


Tapi perhitungan Zabuza ternyata meleset. Saat dia dalam posisi tidak seimbang itu. Tinjuan Leon masuk mengenai wajah Zabuza, dan membuatnya terdorong serta terjatuh. Kemudian kaki kanan Leon menyapu tubuh Zabuza dan membuat tubuhnya terpental jauh


Tidak mau menyia nyiakan kesempatan. Leon berlari kencang ke arah Zabuza, dengan niat untuk menghabisinya. Tapi Dion mencegah tindakan Leon itu, hingga dia berhenti tiba tiba


"Hentikan tindakan mu itu Leon!. Zabuza sudah kalah, dan tidak akan mampu lagi untuk melanjutkan pertarungan." Ucap Dion tegas, tapi mengisyaratkan tanda tanya besar


"Mohon maaf tuan besar!. Kenapa anda melarang kami untuk membunuhnya?" Tanya Leon penasaran


"Aku punya rencana lain terhadapnya!" Jawab Dion singkat

__ADS_1


__ADS_2