
"Mohon maaf nona muda!. Selama ini tidak ada laporan masuk pada kami, bahwa di perusahaan yang dipimpin oleh Muryono telah terjadi pemalakan dalam waktu cukup lama."
"Jika kami mengetahui tentang ini, tentu tidak akan kami biarkan siapapun melecehkan Birawa Group!'
"Demi perusahaan, kami rela mati!. Demi Birawa Group kami rela berkorban!" Jawab Evan atau Evander cukup panjang
"Kalau begitu, bagaimana dengan mu manajer Muri, apakah ada pembelaan dari mu?" Respon Emily tiba tiba
"Sa...sa...saya!" Jawab Muryono gugup
"Kenapa kau gugup seperti itu, dan seperti takut sesuatu?. Apa jangan jangan ini hanya tipu muslihat mu saja?" Tanya Emily cepat, dengan suara agak di tinggikan, mencoba membongkar keanehan yang terjadi pada manajer Muryono itu
"Jangan jangan semua ini hanya akal akalan mu saja, dalam mendapatkan sejumlah uang banyak, dengan cara menyuruh orang orang itu datang ke sini!" Ucap Emily tanpa tedeng aling aling lagi
"Nona sekretaris!. Saya bekerja pada Birawa Group sudah cukup lama. Tidak ada niat bagi kami untuk memperkaya diri sendiri apalagi berkhianat pada perusahaan!"
"Mereka memang selalu datang pada akhir tahun, dan meminta jatah pada tiap perusahaan yang ada di kota ini, termasuk juga delapan perusahaan Birawa Group kita."
"Apa kata mu manajer Muri?. Delapan perusahaan yang ada di kota ini, semuanya telah memberikan jatah akhir tahun pada sekelompok preman jalanan di kota ini?" Tanya Emily terkejut
"Benar sekali nona muda!. Tidak ada satupun perusahaan yang mampu menolak permintaan mereka!"
"Jika mereka berani menolak atau melaporkannya pada pihak berwajib, maka tak ayal orang tersebut akan di habisi hari itu juga!"
"Ini aneh?, kenapa tak satupun dari kalian berani menyampaikan berita ini pada kakak ku, bahkan keberadaan ribuan pengawal di sini tidak ada fungsinya sama sekali!" Ucap lirih Emily pada diri sendiri, tapi bisa di dengar oleh yang lain
Kemudian dia meminta di ambilkan handphone dari dalam tas dengan seorang asistennya. lalu segera menghubungi Dion untuk mengabarkan masalah pemalakan tersebut padanya
"Halo kakak!. Lily sekarang sedang berada di salah satu perusahaan cabang di kota S, dan menemukan kejanggalan besar di dalamnya."
"Kejanggalan apa adik ku?" Tanya Dion penasaran
"Selama lima tahun berlalu, telah terjadi pemalakan di delapan perusahan kita yang ada di sini."
"Dan selama itu pula tidak ada satupun manajernya yang berani melaporkannya pada kakak tentang itu!"
"Jadi apa yang harus Lily lakukan pada mereka kakak?" Tanya Emily atau Lily itu meminta saran
"Di perusahaan mana sekarang kau berada?" Tanya Dion cepat
"Konstruksi dan bahan bangunan pimpinan manajer Muryono!" Jawab Emily apa adanya
"Sambungkan kakak padanya dengan panggilan vidio!"
"Gawat! kalau tuan besar sudah turun tangan, alamat persekongkolan ku dengan bos Tedja dan tujuh manajer kepala, termasuk dengan Jarot bodoh itu akan terbongkar!"
"Apa yang harus aku lakukan?"Batin Muryono dalam hati sesaat sebelum sambungan vidio tersambung
"Hadapkan si Muryono itu!. aku ingin melihat bagaimana pertanggung jawabannya pada perusahaan!" Perintah Dion tegas pada adiknya
"Baik kakak!" Jawab Emily cepat
"Manajer Muri!, tuan besar ingin berbicara dengan mu!" Ucap Emily dengan suara sedikit keras
"Ba..ba..baik nona sekretaris!" Respon Muryono ketakutan. Kemudian menghadap komputer yang ada di didepannya itu dengan perasaan takut
"Salam tuan besar!" Ucapnya hormat
"Bukankah kau sudah mendengar saat pertemuan besar satu setengah bulan yang lalu, bahwa pengkhianatan pada perusahaan hukumannya mati!" Tanya Dion langsung pada intinya
"Saya tahu tuan besar!"
"Kalau kau sudah tahu kenapa masih juga membiarkan kejadian itu terjadi?"
__ADS_1
"Saya di ancam oleh mereka tuan!. Jika berani Melaporkannya, maka saya dan keluarga saya akan di habisi." Jawab Muryono mencoba berbohong pada Diin
"Komandan Evan !. Tangkap Muryono beserta delapan manajer kepala yang lain!"
"Aku yakin mereka semua terlibat, dan cari siapa dalang pengkhianatan itu. Jika terbukti bersalah maka habisi mereka semua!" Perintah Dion tegas pada Evander
"Baik tuan besar!" Jawab Evander patuh. Kemudian memerintahkan pada bawahannya untuk menangkap Muryono dan enam manajer lainnya di perusahaan cabang lain
"Komandan Barga, komandan Laiz dan komandan Lamont, segera bawa orang orang kita untuk menangkap pimpinan perusahaan dan karyawan lain, yang sekiranya terlibat dalam persekongkolan ini!"
"Untuk yang lain! Tangkap anak anak muda itu, dan adili sesuai hukum yang berlaku pada perusahaan!"
"Jika mereka memang terbukti terlibat, maka habisi saja!. Tapi jika tidak terlibat dan hanya ikut ikutan saja, lepaskan mereka!" Perintah komandan Evan tegas pada anak buahnya
"Baik komandan!" Jawab anak buahnya patuh. Kemudian serentak bergerak menangkap sekelompok anak muda yang tadi sempat membuat kekacauan
Tak satupun dari mereka yang berani melawan, jadi mereka hanya pasrah saja ketika ratusan anak buah Evander menangkap dan menggiring mereka, untuk di bawa ke markas pengawal di kota itu
Sementara pengawal yang lain, mengikuti tiga komandan, untuk melaksanakan tugas penangkapan pada enam pimpinan perusahaan yang lain
Setelah lebih dari 200 anak buahnya pergi. Evan langsung menghadap Dion dengan sikap merendah lalu berkata.
"Tuan besar!. Maafkan kesalahan saya, karena tidak becus mengawasi delapan perusahaan yang ada, mohon tuan besar menghukum saya!" Ucap Evander merendah dan mengaku salah
"Itu bukan kesalahan mu komandan. tapi dasar kerja mereka yang rapi, hingga kalian tidak sempat mengendus perbuatan mereka."
"Mulai hari ini, kalian aku tugaskan untuk menjaga setiap perusahaan ku, dengan menempatkan 50 sampai 75 orang pengawal di tiap tiap perusahan itu."
"Aku tidak mau kejadian buruk ini terjadi lagi!" Jawab Dion cukup bijaksana
"Terima kasih tuan besar!" Respon Evander bersyukur karena Dion tidak menyalahkannya
"Eit!. Jangan senang dulu!. Sebagai hukuman atas keteledoran mu itu, maka kau tetap harus dihukum!"
"Jika kau tidak melakukannya walau dalam satu hari, maka kau akan aku pecat, dan akan di keluarkan dari daftar pengawal ku dan akan di kenakan denda!" Ucap Dion serius
"Siap tuan besar!.Saya dan anak buah saya akan melakukan semua yang diperintahkan oleh tuan!" Jawab Evander mantap
"Bagus!" Buktikan tekad mu padaku, dan tunjukkan prestasi besar mu pada Birawa Group!" Reaksi Dion senang
"Baik!" Jawab Evan patuh
"Lily, setelah ini, kau kembalilah dulu ke kota emas, dan segera temui kakak mu di villa!" Ucap Dion memberi perintah
"Siap kakak ku yang baik!" Jawab Emily manja
"Huh!. kalau ada maunya, ya begitu!" Respon Dion sambil tersenyum. Kemudian memutuskan sambungan telepon dengan Emily
"Kalian semua sudah dengar apa yang diperintahkan oleh tuan besar!"
"Segeralah menyebar!. dan jalankan tugas kalian!" Ucap Emily cepat, dan kembali menegaskan perintah dari kakak angkatnya itu
"Kami akan melaksanakan semua perintah!" Jawab seluruh pengawal itu serempak
"Paman Tara!. Karena tugas pengawasan di kota ini telah selesai, maka aku putuskan kita kembali ke kota emas hari ini juga."
"Tentang penanganan hukum pada tujuh manajer kepala yang tersisa, dan anak buahnya yang kemungkinan juga terlibat. aku serahkan pada komandan Evan dan anak buahnya."
"Sementara tentang orang yang bernama Tedja itu, aku serahkan pada kalian untuk menanganinya!"
"Untuk mu paman Evan!. Aku minta maaf karena sempat meragukan kesetiaan paman tadi."
"Hal itu dilandasi rasa kecewa ku, karena telah terjadi pengkhianatan besar besaran pada delapan perusahaan milik kakak ku itu. Sedangkan kalian terus ada di sini,"
__ADS_1
"Untuk kedepannya!. Aku tidak mau lagi kejadian ini terulang kembali!" Ucap Emily merendah
"Itu semua terjadi karena kesalahan kami sendiri nona muda!"
"Kami yang telah lalai dalam melaksanakan tugas pengawasan, pada orang orang yang bekerja si kantor kantor juga perusahaan milik Birawa Group" Jawab komandan Evan cukup menyadari kesalahannya
"Untuk kedepannya. kami akan bertindak tegas dalam melakukan pengawasan!" Sambung Evan lagi
"Bagus!. Tekad seperti itu yang kami butuhkan!" Respon Emily senang
"Sekarang lakukan tugas mu komandan!" Perintah Emily tegas
"Siap nona muda!" Jawab Evan cepat
"Tunggu!. Selain kecewa, aku juga merasa harus berterima kasih pada kalian, karena telah menangani si Jarot dan anak buahnya dengan baik!"
"Aku harap paman juga akan melakukannya pada bos besar mereka. Kalau dia masih di biarkan hidup, maka ancaman besar pasti akan terus terjadi."
"Oleh karena itu, malam ini juga kalian bergeraklah!. dan habisi kelompok Tedja tersebut tanpa sisa!" Ucap sekaligus perintah tegas Emily pada para pengawal Birawa Group itu
"Siap nona muda!"Jawab Evander juga anak buahnya yang masih ada di situ serempak
"Baiklah!. Kami akan segera berangkat. Paman Tara!. Pimpin jalan nya!"
"Baik nona muda!" Jawab Biantara patuh
***
Sementara itu di waktu yang kurang lebih sama. orang orang yang ditugaskan menangkap dan menangani para manajer kepala, dan manajer lainnya di tujuh buah perusahaan, telah melaksanakan tugasnya dengan baik
Bukan hanya manajer atau asistennya saja yang terlibat, bahkan banyak dari bawahannya yang menjadi anggota gangster pimpinan Tedja itu. termasuk puluhan karyawan baru dan seniornya
Setelah di selidiki, ternyata mereka adalah anak buah Tedja termasuk si Jarot itu. Dia adalah anak buahnya, yang memegang pimpinan cabang kelompok jalanan tersebut
Setelah semuanya di kumpulkan, komandan Evan dan anak buahnya menjadi sangat terkejut sekali, dimana orang orang yang bekerja pada delapan perusahaan cabang Birawa Group itu. rata rata adalah para pengkhianat
Lebih dari 267 orang terlibat dalam organisasi besutan Tedja itu, dan semuanya telah mengakui perbuatannya.
Hari itu juga mereka dipecat dengan tidak hormat, dan dibawa entah kemana oleh anak buah Evan. Mungkin untuk dihabisI atau di dilaporkan ke polisi atas pengkhianatan mereka dengan tuduhan penggelapan uang perusahaan
***
Delapan jam kemudian. Evan bersama dengan tiga komandannya, terlihat sedang berbincang serius di aula pertemuan markas besar pengawal Birawa Group
Di depan mereka, duduk lima ratusan orang anak buahnya, yang sedang duduk gelisah karena komandannya belum juga memberikan instruksi
Tapi tak lama kemudian, terlihat komandan Evan berdiri dan menenangkan anak buahnya dengan berkata.
"Setelah berunding dengan tiga komandan lainnya, kita memutuskan akan melakukan serangan pada markas pimpinan Tedja malam ini juga!"
"Pasukan yang akan di bawa adalah orang orang yang telah dipilih oleh komandan kalian masing masing. dan pukul 10 malam ini, kalian akan diberangkatkan."
"Untuk itu segera lakukan persiapan!"
"Bawa senjata yang diperlukan saja, terutama belati samurai dan katana."
"Sedangkan senjata api kami bertiga yang akan membawanya untuk sekedar berjaga jaga saja."
"Selain kami, 50 orang dari kalian yang merupakan wakil dan kepala bagian, juga akan di bekali dengan senjata api tersebut!"
"apakah kalian sudah siap?" Tanya Evan dengan suara keras
"Kami sudah siap komandan!" Jawab anak buahnya serempak dan semangat
__ADS_1
"Kalau begitu, berangkat!" Teriaknya mantap