Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
19. Penguasa Baru


__ADS_3

Ternyata sebelum penggerebekan itu terjadi, Dion berhasil melepaskan diri dari sekapan penculik tersebut


Melalui jendela yang kebetulan tidak terkunci, karena kecerobohan anak buah penculik itu sendiri, Dion berhasil kabur, dan berlari masuk ke dalam hutan, yang ada dibelakang pondok tempat nya di sekap


Entah sudah berapa jam Dion berlari, dia saja tidak tahu. Pakaian yang dikenakannya koyak di sana sini


Karena ketakutannya, Dion berlari tanpa memperhatikan, bahwa di depannya ada aliran sungai yang sangat deras


Kondisi pada saat itu sangat gelap. Dion tidak menyadari, kalau dia sedang menuju aliran sungai, dan tiba tiba tubuh Dion sudah terseret oleh derasnya aliran sungai tersebut


Tak lama sesudah itu, Dion tidak sadarkan diri, karena kepalanya membentur kayu yang melintang di tengah sungai, yang mengakibatkan tubuh Dion tersangkut di dahan kayu tersebut


Pagi pun menjelang, Dion masih tidak sadarkan diri. Tubuhnya masih tersangkut di dahan pohon, tapi saat itu, arus sungai sudah tidak sederas dan sedalam semalam


Kalau pada malam harinya, tubuh Dion seperti berada di tengah sungai, tapi sekarang, tubuhnya sudah berada di tepi sungai. Ternyata aliran sungai semalam itu meluap, karena banjir kiriman dari daerah lain


"Tubuh siapa itu. Apakah sudah mati atau masih hidup? Baik aku lihat saja. Sukur sukur dia masih hidup." Ucap seorang pria paruh baya dengan wajah penasaran


"Oh ternyata anak ini masih hidup. walau masih kecil. tapi daya tahan tubuhnya cukup kuat."


"Aku harus segera menyelamatkannya."


Lelaki tersebut sebentar mengamati tubuh Dion. Ada banyak luka di tubuhnya, kepalanya juga berdarah, walaupun sudah mengering


"Sebaiknya, aku bawa saja anak ini ke rumahku. Nanti setelah dia sadar, baru aku tanya tentang jati dirinya."


***


Dua hari Dion tidak sadarkan diri, Selama dua hari orang tua itu, dibantu oleh istrinya terus menjaga Dion


Berbagai macam cara dan teori mereka gunakan, untuk membuat Dion sadar, tapi sekuat apapun mereka berusaha, tetap saja tidak berhasil membuat Dion sadar


Ada niat untuk membawa Dion ke kota, dan dibawa ke rumah sakit, tapi jarak tempat tinggal mereka sangat jauh dari kota


Mereka hanya hidup berdua di dalam hutan. Profesi mereka adalah petani, sekaligus nelayan pinggir sungai


Walaupun sebenarnya, ada perkampungan lain di seberang sungai, yang tak begitu jauh dari tempat tinggal mereka


Di perkampungan itu terdapat juga pusat kesehatan, walaupun kecil, sekolah dan tempat tempat umum lainnya


Tapi mereka sudah terbiasa hidup menyendiri. lebih tenang dan damai. Itulah alasan mereka kalau ada yang bertanya

__ADS_1


Jadi mereka tetap tidak membawa Dion ke kampung seberang, yang jaraknya hanya 2 kilometer dari rumahnya untuk berobat, mereka hanya berharap agar Dion segera siuman dari pingsannya


Hari ketiga, tepat pukul 10 pagi, Dion sadarkan diri, tapi keluarga terisolir itu tidak tahu akan kondisi Dion, karena mereka sedang sibuk berkebun juga memasak


Setelah Dion sadar, hal pertama yang dilihatnya adalah, sesuatu yang terlihat aneh di matanya


"Di mana aku, kenapa tempat ini begitu lain. Apakah aku sudah mati?" Guman Dion lirih


Dion mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tempat dia terbaring, tapi yang didapati oleh nya adalah, dia sedang berada di sebuah kamar yang sangat sederhana dan reot


"Siapapun, tolong aku!" Teriak Dion ketakutan sendiri


Mendengar teriakan tersebut, istri dari petani itu bergegas datang ke kamar Dion, dan mendapati anak yang ditolong oleh suaminya telah siuman


Hari, minggu, bulan dan tahun pun berlalu. Kini sudah hampir 5 tahun Dion hidup bersama dengan mereka


Dion pun sudah menamatkan pendidikan dasarnya. Sekarang dia tinggal melanjutkan nya ke jenjang yang lebih tinggi, tapi dia harus ke kota, karena jenjang sekolah yang lebih tinggi itu adanya di kota


Di tahun ketiga, Dion memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke kota. Untuk itu, dia memilih tinggal di sebuah panti asuhan, yang tak begitu jauh dari sekolah yang diinginkannya


Tiga atau enam bulan sekali, Dion pulang ke rumah orang tua angkatnya, membantu bantu pekerjaan mereka. Mereka senang dengan adanya Dion, karena sejatinya, mereka tidak mempunyai keturunan, jadi Dion lah tumpuan kasih sayang mereka


Di tahun ke 5, ketika dia tengah berada di jenjang sekolah atas, saat itu usia Dion baru berumur 17 tahun. Musibah menimpa keluarga kecilnya, yang selama ini telah dianggap sebagai orang tuanya


Kedua orang tua angkatnya meninggal satu persatu karena faktor umur, dan kesehatannya yang terus menurun


Sekarang tidak ada lagi yang bisa diharapkan oleh Dion, untuk tetap tinggal di rumah mereka. Dion memutuskan untuk pindah permanen ke kota, dan menyelesaikan pendidikannya di sana


Waktu terus berlalu, Kini Dion telah dewasa, dan sudah menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi, tinggal mencari kerja pikirnya


Saat itu Dion tidak tinggal lagi di panti asuhan, tapi dia lebih memilih untuk tinggal di rumah kontrakannya sendiri, sambil bekerja paruh waktu, sehingga tidak terasa dia telah menyelesaikan pendidikannya


Ketika dia sedang berusaha mencari kerja, Dion dicegat oleh sekelompok pria dewasa seumuran dengannnya


Mereka mengeroyok Dion, tapi seorang Dion, yang telah menyelesaikan keahlian silat tangan kosong nya, hingga mendapatkan ban hitam tertinggi di perguruan silat tersebut, berhasil merobohkan semua pengeroyoknya, hingga tidak berdaya


Atas kekalahannya, mereka terus berupaya mencelakai Dion dengan berbagai cara


Orang orang yang berniat mencelakai Dion, adalah teman sesama mahasiswa, yang iri melihat prestasi Dion di kampus, dan kedekatannya dengan seorang primadona kampus waktu itu


Dion juga yang telah menggagalkan upaya mereka, untuk menodai primadona kampus tersebut, dan menyelamatkan gadis itu

__ADS_1


Hal itulah yang membuat mereka sakit hati, dan dendam pada Dion


Mereka berniat mencelakai Dion. Maka ketika ada satu kesempatan, mereka berhasil meracuni Dion, melalui orang suruhan mereka, hingga Dion tidak berdaya


Dengan kondisi keracunan tersebut, Dion berlari tak tentu arah. Di tengah pelarian itulah, tubuh Dion ambruk, di depan sebuah rumah besar, walaupun tidak kelihatan mewah, dan diselamatkan oleh seorang lelaki tua yang mengobati Dion hingga sembuh


Tiga bulan sesudahnya setelah dia sembuh, orang tua tersebut langsung menikahkan Dion dengan cucunya sendiri


Belum genap satu tahun usia pernikahan mereka, musibah datang lagi, lelaki yang menyelamatkan hidup Dion meninggal dunia, karena serangan jantung


Satu tahun lebih usia pernikahan Dion dan istrinya, musibah datang lagi, pernikahan mereka kandas karena desakan dari pihak keluarga juga istrinya


Akhirnya Dion pun sekarang menjadi lelaki bebas, yang saat ini sedang berada di rumah kakeknya, tuan Mahesa Birawa, untuk menerima mandat kekuasaan dan kekayaan dari kakeknya


"Apakah kau sudah siap untuk menerima tanggung jawab cucu ku?" Tanya tuan Mahesa Birawa penuh wibawa dan serius


Menyadari sesuatu telah berubah, Dion tidak berani lagi bersikap sembarangan di depan kakeknya, dengan terbata bata Dion menjawab


"Kakek!. Apakah anda sudah yakin, aku ini benar benar cucu kandungmu?" Tanya Dion dengan pertanyaan yang sedikit kurang sopan


"Kakek sudah sangat yakin akan dirimu Dion. Tes DNA antara kau dan kakek, sudah menyatakan keputusan yang sah, ditambah dengan menyatunya kedua kalung penanda keturunan Birawa yang ada padamu. yang menyatakan bahwa, kau benar benar adalah keturunan ku."


"Jadi tidak ada keraguan sedikitpun di hati kakek, untuk menyerahkan tampuk kekuasaan kakek padamu."


"Sekarang mendekatlah!" Perintah tuan Birawa kepada Dion dengan wajah serius


Dion melangkah, dan kini sedang berada persis di depan kakeknya


"Sekarang tanda tangani berkas berkas ini!. Setelah kau menandatanganinya, kau telah resmi menjadi pemilik semua warisan kakek, karena kau lah " Sang Pewaris Tunggal " cucu kakek."


Dion maju selangkah, dan mengambil lembaran lembaran kertas yang ada di atas meja, membacanya, kemudian menanda tanganinya


Peristiwa itu disaksikan oleh tuan Birawa, Ivory, 20 orang penting Birawa Group, 20 kepala pengawal keluarga, dan 2 orang notaris yang belum lama datang, dengan membawa semua berkas berkas penyerahan perusahaan Birawa Group


"Mulai hari ini, Dion cucuku, adalah pemilik sah perusahaan Birawa Group. Perintahnya adalah mutlak. Keputusannya adalah haknya sebagai pemilik perusahaan."


"Patuhi dan penuhi semua keinginannya.. Bagi siapa yang mencoba untuk melawannya, akan berhadapan dengan ku, juga orang orang ku


"Mulai saat ini, Dion adalah " Penguasa Baru, di kerajaan bisnisku"


"Apakah semuanya paham? Tanya Tuan Birawa penuh wibawa

__ADS_1


__ADS_2