Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Terbunuh


__ADS_3

Syut!


Jleb!


"Aaaarrrgghh!"


Bagaspati berteriak kuat, setelah punggung telapak tangannya tertembus belati kecil, yang dilemparkan entah oleh siapa


Pistol yang dipegangnya terjatuh ke lantai, dan segera ditendang oleh anak buah Burgon, yang saat itu berada didekat pintu


"Badjingan!' Dasar penipu!" Maki Bagaspati marah, sambil mencabut belati yang menancap di punggung telapak tangannya tersebut


"Untuk menghadapi badjingan sepertimu, harus dilakukan dengan cara yang lebih badjingan lagi!" Jawab Burgon enteng, yang tiba tiba saja muncul didepan Bagaspati tersebut


"Sudah diberi kesempatan oleh tuan senior dan tuan besar, kau malah berani melawan mereka. Cari mati!" Sambung Burgon lagi


"Kau!" Ucapnya terkejut


"Ya, ini aku, atasanmu dulu. Apa kabar Bagas?" Jawab Burgon enteng


"Tolong ampuni kami bos!.Jangan bunuh aku!" Ucap Bagaspati memohon


"Aku tidak berhak membunuhmu. Yang berhak memutuskan adalah tuan besar atau tuan senior." Respon Burgon tenang, kemudian memberi perintah pada anak buahnya


"Tangkap dia!" Perintahnya


"Berhenti!. dan jatuhkan senjata kalian!" Teriak Meri kuat, sambil menodongkan senjata kearah Burgon dan anak buahnya itu


Awalnya Meri terkejut, ketika mendengar suaminya berteriak seperti kesakitan itu, dan memaki seseorang di luar pintu


Pikirannya langsung jalan, dan bergegas mengambil pistol dari atas meja. Kemudian dengan perlahan, mendekati pintu yang separohnya telah terbuka.


Saat suaminya hampir tertangkap, dia muncul ,dan berusaha menyelamatkan suaminya tersebut, dengan menodongkan pistol kearah Burgon, yang posisinya memang dekat dengan pintu itu


Untuk sesaat, Burgon sempat terkesiap karenanya, tapi sedetik kemudian dia tersenyum sinis kearah Meri dan berkata.


"Jangan main main dengan senjata itu, berbahaya!" Ujarnya menasehati


Dor!"


"Huf!. Hampir saja!" Pekik Burgon terkejut, ketika dalam jarak dekat, Meri menembakkan peluru pistolnya ke arah dadanya, untung Burgon sempat mengelak, dengan cara mencondongkan tubuhnya kesamping


Gerakannya itu hanya reflek saja. Kalau dia tidak berinisiatif mengelak, kemungkinan nyawanya tidak bisa diselamatkan lagi


"Jatuhkan senjata itu!" Perintah Burgon cepat


Meri bukannya menuruti perkataan Burgon tersebut, malah sekali lagi berusaha menembaknya lagi, tapi sebelum itu terjadi. dengan gerakan cepat, burgon sudah berada didekat Meri, dan menangkap tangan yang sedang memegang pistol itu, lalu..


Dor!


Bukan tubuh Burgon yang roboh kelantai, tapi malah tubuh Meri yang roboh. Darah segar segera keluar dari balik baju di bagian dada.Tapi apa yang terjadi?


Ketika Meri hendak menarik pelatuk pistolnya itu, dengan cepat Burgon menangkap gagang pistol tersebut, lalu secepat kilat diarahkan ke tubuh Meri, hingga peluru yang seharusnya mengenai tubuh Burgon, berbalik mengenai tubuhnya sendiri


"Meri!" Teriak Bagaspati histeris


"Badjingan!. Dasar manusia iblis!. Aku bunuh kau!" Teriaknya lagi marah


Namun apa daya, tangannya sedang terikat, dan tak bisa berbuat apa apa lagi


Maka jadilah dia menyaksikan kematian istrinya, didepan matanya sendiri

__ADS_1


"Demi langit dan bumi! Aku bersumpah akan membalas dendam atas kematian istriku!" Teriak Bagaspati sekuat kuatnya


Tunggulah kau Birawa!. Aku akan menghantuimu jika aku mati!" Teriaknya lagi


Plak!" Plak!.


Dua kali mulut Bagaspati ditampar oleh Burgon, hingga membuat mulutnya berdarah


"Kau benar benar bukan manusia!. Binatang saja jika dikasi makan, maka dia akan setia pada orang tersebut. Tapi kau sangat berbeda."


"Hatimu terbuat dari batu!. Otak mu terbuat dari racun, dan pikiran mu terbuat dari darah Iblis!"


"Kau memang pantas mati!. termasuk juga perempuan mu itu!"" Bentak Burgon marah


"Cepat seret tubuhnya!.dan amankan jasad wanita itu..Kita tinggalkan mall ini, agar tidak terlalu mencolok!" Perintah tegas Burgon pada anak buahnya itu


"Baik!" Jawab mereka serempak, kemudian mengerjakan semua perintah bosnya tersebut dengan cepat


***


Sementara itu. Balin yang pergelangan tangannya telah terpotong, sudah di obati oleh anak buah Leon


Dia dibawa ke markasnya sendiri. dan saat ini tengah di introgasi oleh anak buah Dion, yang dipimpin oleh Leon


"Katakan terus terang!. Apa alasan kalian menyerang kami?" Desak Leon sambil mencengkram kerah baju Balin


"Cuihh!"


Hanya itu jawaban dari Balin, hingga membuat wajah Leon basah oleh air saliva Balin, tak lama kemudian..


Krak! krak!


Buk!


Belum juga dia jatuh, tendangan kaki kanan Leon masuk mengenai dadanya, hingga membuat tubuh Balin terseret sejauh kurang lebih dua meter


"Sialan!. Seumur umur baru kali ini mendapat penghinaan sekotor ini!. Jika kau mempunyai sembilan nyawa, maka aku akan mencabut semua nyawa busuk mu itu bangsat!" Teriak Leon sangat emosi sekali, Kemudian mengarahkan pandangannya pada anak buah Bagaspati yang lain


Tiba tiba matanya tertumpu pada seorang laki laki yang meringkuk disudut ruangan bawah tanah itu


"Cepat bawa orang yang ada disudut ruangan itu kemari!. Aku ingin menguliti tubuhnya dengan belati ini!" Perintah Leon tegas, sambil mengeluarkan aura intimidasi pada orang orang yang ada disitu


"Tolong jangan bunuh aku!. Aku akan menjawab semua pertanyaan kalian!" Ucap laki laki tersebut ketakutan


"Bagus!. Ternyata kau cukup sadar, dan sayang akan nyawa sendiri. Sekarang kau jawab pertanyaan ku. Apa alasan kalian menyerang kami?" Tanya Leon tegas


"Tuan Bagaspati ingin menghindar dari kewajibannya membayar hutang pada tuan kalian itu, dengan cara memerangi kalian. dengan harapan agar tuan Birawa terbunuh." Jawabnya berterus terang


"Terus!"


"Untuk mewujudkan impiannya itu. dia meminta bantuan kekuatan, dari gangster hantu malam. pimpinan Bramantyo dan Torangga itu


"Hantu malam! Bramantyo! Torangga!. Siapa mereka?" Guman Leon penasaran


"Hantu malam adalah organisasi yang didirikan oleh Bramantyo dan Torangga itu. Saat ini jumlah anggotanya sangat banyak sekali. Diperkirakan berjumlah 2300 orang, yang tersebar di hampir semua kota besar pulau S ini." Jawab Rashid, bawahan Balin berterus terang. Kemudian berkata lagi


"Bramantyo, lelaki asal kota L. yang membuka usaha perkebunan di kota ini, dulunya adalah anak buah bos kami yang pertama, tapi karena berkhianat, dia dikeluarkan dari organisasi."


"Tapi sebulan kemudian. dia kembali lagi bersama dengan Torangga. mereka berhasil merebut kembali organisasi yang pernah membesarkannya itu, dan usaha mereka berhasil


"Setelah menguasai organisasi tersebut. Mereka merubah nama organisasi itu menjadi hantu malam."

__ADS_1


"Salah satu anggotanya adalah saya, dan puluhan orang di antara mereka itu. serta masih banyak lagi ratusan anggota yang lain. yang saat ini masih belum sadarkan diri." Jawab Rashid apa adanya


"Ternyata begitu. kau boleh kembali!" Respon Leon dingin


"Tuan!. Masih ada satu rahasia lagi yang harus anda tahu. Istri tuan Bagaspati itu, adalah putri dari pemimpin gangster hantu malam. Ayahnya adalah Torangga, orang terkuat nomor dua dalam organisasi tersebut!"


"Itu biasa saja. Lalu dimana istimewanya?"Tanya Leon menganggap remeh informasi tersebut


"Jika orang orang yang mengejar tuan Bagaspati juga istrinya itu, berhasil menangkapnya, kemudian membunuh mereka. Aku yakin, bos Torangga tidak akan tinggal diam"


"Lalu?"


"Dia pasti akan menuntut balas atas kematian putrinya itu, dan akan membuat perhitungan dengan kelompok anda."


"Saat dia turun nanti, aku yakin, tidak akan ada yang berani mencegahnya, termasuk Bramantyo itu!"


"Memang seberapa kuat si Torangga itu, dan apa kebisaannya?, sampai membuat mu sangat yakin sekali, kalau kami akan merasa takut?" Tanya Leon penasaran


"Aku tidak bisa menggambarkan kekuatannya tuan!. Yang jelas, tuan dan orang orang tuan, harap berhati hati, jika berhadapan dengannya nanti!" Jawab Rashid mencoba mengingatkan lawan bicaranya itu


"Aku malah jadi penasaran, ingin menjajajal kekuatan si Torangga tersebut. Jika setelah bertemu dan bertarung, ternyata kekuatannya tidak sesuai ekspektasi, aku akan sangat kecewa sekali!" Respon Leon lemah


"Percayalah!. Dia tidak akan mengecewakan anda." Jawab Rashid jujur


"Baik!. Aku akan menunggunya!" Respon Leon senang


"Kembali ke kelompokmu sekarang!" Perintah Leon tegas


"Terima kasih!" Jawab Rashid cepat, kemudian bergabung kembali dengan kelompoknya dan duduk disudut ruangan, menanti hukuman apa yang akan ditimpakan pada mereka


***


Sementara itu. di markas rahasia gangster hantu malam, bersamaan dengan terbunuhnya Meri oleh senjatanya sendiri. Torangga terbangun dari tidurnya secara tiba tiba


"Hatinya tiba tiba tersentak. seperti sedang merasakan sesuatu yang besar, telah terjadi pada darah dagingnya


"Kenapa hati ku jadi tidak tenang begini?. Apakah telah terjadi sesuatu pada anak ku itu?" Batin Torangga dalam hati, dengan perasaan yang sangat khawatir sekali


"Sudah sekian tahun aku terpisah dari dari anakku sendiri. Bahkan pernikahannya yang tidak aku restui itu, aku tidak tahu kapan terjadinya. Pernikahan kedua pun aku juga tidak tahu."


"Setelah satu bulan baru aku tahu, bahwa anak ku telah menikah lagi, dan tinggal di kota yang sama denganku." Batin hatinya lagi bersahut sahutan


Tok! tok! tok! tok!


"Siapa?. Kenapa malam malam begini mengetuk pintu dan mengganggu tidurku?" Bentak Torangga marah


"Maaf bos!. Saya Boga!. Ingin melaporkan berita penting pada anda!" Jawab orang yang tadi mengetuk pintu takut takut


"Selamat malam bos!" Ucap Boga cepat, sambil membungkuk kearah Torangga, sesaat setelah pintu kamar Torangga terbuka


"Ada apa?"


"Penyerangan telah gagal bos!. Bahkan seluruh anak buah kita telah tertangkap!"


"Apa?" Bagaimana bisa terjadi?" Teriak Torangga terkejut


"Itulah kenyataannya bos!. Bahkan saat ini, Bagaspati bersama dengan nona Meri, tengah berusaha menyelamatkan diri dari kejaran orang orangnya Birawa."


"Saya khawatir mereka sudah tertangkap. Jika itu benar benar terjadi, bisa dipastikan dia akan tamat. mungkin termasuk juga nona Meri!" Jawab Boga apa adanya


"Kurang ajar!. Ini tidak bisa dibiarkan.Aku harus bertindak!"

__ADS_1


"Cepat hubungi ketua komandan mu, dan katakan, aku memanggilnya untuk menghadap ku. Sekarang!" Ucap Torangga tegas


"Baik bos!" Jawab Boga cepat, kemudian bergegas meninggalkan tempat itu untuk menuju ke kamar komandan utama organisasi hantu malam tersebut


__ADS_2