Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
72. Penghianat


__ADS_3

"Apa!, bagaimana bisa?" Ucap Dion panik


"Kami juga tidak tahu tuan, tidak ada tanda tanda serangan apapun sebelumnya, semuanya normal normal saja." Jawab Rams juga panik


"Kalian semua, cepat periksa seluruh komputer kita, apakah seluruhnya terkena serangan virus itu!" Perintah Dion tegas


"Baik tuan!" Jawab mereka serempak


Setelah perintah itu di berikan, seluruh hacker, juga bawahan Dion yang lain, segera memeriksa komputernya masing masing, termasuk juga Rams sendiri, kecuali seorang hacker yang berdiri dengan tubuh gemetaran di sudut ruangan


Di dalam hatinya berkata." Jika perbuatan ku ini ketahuan, dan bisa di temukan penyebabnya, bisa gawat, apalagi kalau tuan muda tahu, akulah yang telah melakukanya"


Tapi aku yakin, virus yang ku masukkan ini, belum ada penangkalnya, jadi tak mungkin bisa dihancurkan dengan begitu mudah. siapa orang yang akan mampu menghancurkan virus itu?"


"Ini gawat, aku tidak bisa tinggal diam!" Batinnya kembali dalam hati, sambil pura pura memeriksa komputernya, padahal sedang mencari tahu, siapa orang yang telah menggagalkan rencananya itu


Sementara di bagian lain, Dion juga tidak mau tinggal diam, dia juga memeriksa komputer induk, yang di operasikan oleh Rams, tapi tetap tidak menemukan apa apa di sana


Karena tidak menemukan apa apa, Dion menjadi Penasaran. Sepanjang pengetahuannya, selain komputer induk, yang berfungsi sebagai server, masih ada lagi komputer lain, yang difungsikan untuk server cadangan, apabila yang lain sedang terkena virus


Hal itu biasa dilakukan di sebuah ruang kendali, yang selalu Dion baca, baik itu di buku buku fiksi, ataupun di buku pengetahuan tentang komputer dan server


Karena usaha pertamanya gagal, Dion masih belum mau menyerah, tiba tiba pandangannya tertuju ke suatu tempat, yang bentuknya sedikit aneh, dan menempel di dinding


Dion segera mendekatinya dan mendapati, bahwa benda aneh tersebut adalah sebuah tombol


Penasaran dengan benda itu, Dion pun menyentuh tombol tersebut, tetapi ada sedikit penolakan. Penolakan itu ternyata adalah, suatu bentuk antisipasi atau berjaga jaga, jika ada orang lain yang menemukannya


Karena rasa penasarannya yang semakin tinggi, Dion kembali menyentuh benda tersebut dan ajaib, setelah Dion menyentuhnya, tiba tiba saja muncul sebuah pintu transparan, yang orang lain tidak akan tahu jika tidak berada di dekatnya


Tidak ada satupun orang orang Dion yang menyadari keadaan itu, karena semuanya sedang sibuk, membantu mencari asal muasal penyebab komputer di ruang kendali itu diserang oleh virus


Setelah pintu transparan itu terbuka, Dion segera memasukinya, dan sekali lagi ajaib, pintu tersebut menghilang dengan sendirinya


Saat ini, Dion tengah berada di sebuah ruangan yang cukup luas, dan tidak tahu, dimana letak ruangan itu, karena setahu Dion, bangunan ruang kendali itu, berbatasan langsung dengan sebuah bukit yang tidak begitu tinggi. Jadi mungkinkah ruangan yang dia tempati saat ini, berada di dalam Bukit itu sendiri?


Sedangkan di tengah tengah ruangan tersebut, terdapat sebuah meja yang berukuran besar, lengkap dengan kursi nya, dan di atasnya, ada benda yang mirip dengan komputer

__ADS_1


Dion segera mendekati benda tersebut dan mendapati, bahwa apa yang dilihatnya itu memang benar benar komputer


Kalau dilihat secara sekilas, benda itu tidak mirip seperti komputer, tetapi jika diteliti dengan cermat, barulah akan terlihat, bahwa benda itu memang benar benar komputer


Tidak ada yang menyangka, bahwa benda yang kelihatan usang itu adalah komputer, karena keadaannya yang tertutup kain


Dion menemukannya pun secara tidak sengaja, karena secara asal asalan, Dion memencet tombol yang menempel di dinding ruangan kendali itu


Begitu tombol itu ditekan, Dion terkejut karena di depannya, ada sebuah pintu transparan, yang menghubungkan ruang kendali dengan ruang yang saat ini ditempatinya


Di tengah ruangan itu, Dion melihat ada sebuah komputer yang diletakkan diatas meja besar


Komputer itu belum pernah dioperasikan sama sekali, Dion sebagai pemilik villa itu juga tidak tahu, bagaimana komputer itu bisa ada di sana, karena dia juga baru pertama kali tinggal di villa tersebut


Karena rasa penasaran yang tinggi, Dion segera membuka kain yang menutup komputer itu, lalu menghidupkannya


Dalam sepersekian detik, komputer itu pun menyala dengan baik, dan meminta kode verifikasi dari Dion


Secara acak, Dion mengetikan namanya berikut dengan tanggal lahirnya, dan ajaib, komputer tersebut merespon lalu terbuka dengan sempurna


Di layar komputer tersebut terpampang tulisan yang berbunyi" Write down Mahesa Birawa, Destroy anonymous and undesirable virus" atau kira kira artinya " Masukkan nama Mahesa Birawa, hancurkan virus yang tidak diketahui namanya dan tidak di inginkan."


Hanya membutuhkan waktu 1 menit, pemrosesan data itupun selesai, dan tiba tiba saja, seluruh komputer yang tadi terkena virus berangsur angsur pulih kembali


"Ajaib! Ini benar benar ajaib!. komputer kita, berhasil memperbaiki diri sendiri. virus yang menyerang nya pun telah dihancurkan seluruhnya." Ucap Rams keheranan


Walaupun Rams sebagai seorang ahli komputer, dan hacker nomor satu di dunia, tapi saat ini, tidak bisa menangkis serangan virus tersebut dalam masa singkat


Sekitar 3 menit, seluruh komputer itu diserang oleh virus jahat yang tidak diketahui namanya. Rams dengan sedaya upaya, berusaha membersihkan virus tersebut dengan kode kode unik yang diciptakannya sendiri


Ketika dia hampir selesai mengerjakan kode kode itu, tiba tiba saja komputernya menyala terang, dan mengindikasikan sedang diperbaiki


Peristiwa itu tentu saja mengejutkan semua orang termasuk juga Rams


"Tapi dimana tuan muda, kenapa dia tidak ada di ruangan ini?" Guman Rams lirih


Sementara itu, di ruang yang Dion tempati, komputer yang tadi dioperasikannya, tidak berhenti di situ saja. Komputer itu terus memproses data rahasia, dari mana dan siapa yang telah memasukkan virus tersebut ke komputer lainnya

__ADS_1


Empat puluh lima detik setelah itu, di layar komputer tersebut, terpampang nama dan data virus yang tadi menyerang, berikut dengan gambar orang yang telah memasukkannya


"Kurang ajar! Ternyata ada penghianat dalam tim peretas itu, pantas saja seluruh komputer terserang oleh virus. Ini tidak bisa dibiarkan!" Ucap Dion geram, sambil mengklik tombol kirim yang tersedia di layar komputer itu


Dalam sekejap, gambar orang berikut data dan nama virus tersebut, terkirim ke seluruh komputer yang ada di dalam ruang kendali tersebut


Satu detik kemudian, timbul kegaduhan di sana, rata rata mereka berkata." Tidak mungkin!. Bagaimana orang yang sangat di percaya, akan menjadi seorang penghianat busuk seperti ini?" Ucap mereka di hati masing masing sambil mengarahkan pandangannya ke orang yang dimaksud


"Ini semuanya tidak benar, aku tidak pernah melakukan apapun, aku tetap setia kepada tuan muda Dion." Ucapnya membela diri


"Mau mengelak apa kau!. Di seluruh layar komputer ini, sudah jelas jelas terpampang gambar mu, juga data data mu, berikut dengan virus yang kau masukkan itu!" Ucap Rams geram


"Bukan aku pelakunya bos, sungguh aku tidak pernah melakukannya, percayalah bos!" Ucapnya dengan terbata bata


"Masih belum mau mengakuinya. Dasar badjingan!. Plak ! plak !" Bantah Ram geram sambil menampar wajah penghianat itu


Di tengah keributan tersebut, Dion tiba tiba saja muncul kembali di tempatnya semula, dan saat itu juga, pintu transparan yang tadi dimasukinya menghilang begitu saja


Semua orang yang melihatnya menjadi terkejut, karena Dion tiba tiba telah ada di sana. Setelah sekian lama dia dicari oleh mereka, tapi tetap tidak bisa ditemukan oleh mereka, sekarang malah Dion berdiri di tempat semula dengan tenang


"Tahan dia dan bawa ke sini!" Perintah Dion kepada mereka


"Baik tuan!" jawab mereka serempak


Plak ! plak !


Tanpa berkata sedikitpun, Dion menampar wajah penghianat itu cukup keras, hingga membuatnya terdorong sampai menabrak dinding


Tidak berhenti sampai disitu saja, Dion kembali melayangkan tendangan kaki kanannya, ke arah dada penghianat tersebut dengan kuat


Buk!


"Argh !" Keluhnya kesakitan


Masih belum cukup juga, Dion kembali melancarkan aksinya, Kali ini, bukan hanya sekali tendangannya masuk ke tubuh penghianat itu, tapi berkali kali, sampai membuat penghianat tersebut tumbang, dan nafasnya terengah engah walau tidak pingsan


Melihat penghianat tersebut tumbang, Dion kembali berniat ingin menghajarnya tapi tiba tiba

__ADS_1


"Tunggu tuan muda!. Jangan siksa lagi, aku mengaku, bahwa akulah orang yang telah memasukkan virus itu ke dalam komputer komputer di ruangan ini." Ucapnya sambil menahan sakit


"Robin!. Kau tahu apa yang harus dilakukan pada penghianat itu?" Ucap Dion dingin


__ADS_2