
Tiga hari kemudian
Leon dan Burgon sudah kembali ke kota Golden City, serta sudah melaporkan peristiwa tewasnya Jasmine kepada Dion, dan apa yang terjadi, semua juga telah disampaikan pada Dion, termasuk takluknya seluruh anak buah Melviano yang masih hidup itu
Mendengar berita tersebut, Dion menjadi sangat senang sekali, karena dalam penanganan masalah itu, Leon dan yang lainnya, telah bersikap dan bertindak sangat bijaksana sekali
Atas prestasinya itu, Dion memberikan bonus dan penghargaan, kepada 250 pengawal, yang ikut dalam penaklukan tersebut, termasuk juga pada Leon dan Burgon
***
Seperti yang diceritakan sebelumnya, saat Leon berhasil mengalahkan Bram sahabatnya itu, seluruh anak buahnya menyerah, dan menyatakan takluk serta tunduk, dan bersedia menjadi bagian dari Birawa Group
Setelah mengatur bekas anak buah Bram, termasuk penanganan jasad Jasmine dan Melviano, serta puluhan anak buahnya itu. Leon dan Burgon, serta beberapa orang orangnya, memasuki lorong panjang melalui pintu rahasia, yang terdapat di balik lemari besar yang ada di rumah itu
"Luar biasa kerja kalian, dan tidak terpikirkan sebelumnya, kalau kalian bisa membuat lorong sepanjang ini." Ucap Leon merasa kagum, saat sudah memasuki lorong tersebut
"Ini biasa saja bos!. Masih ada yang lebih luar biasa dari pada ini semua. Ditengah lorong ada ruangan yang sangat luas, tempat para anggota tinggal." Jawab Dika bangga
"Hebat!. Aku jadi ingin cepat sampai kesana!" Seru Leon termasuk juga Burgon memuji hasil karya mereka
"Inilah tempatnya bos!" Lapor Dika sekali lagi bangga
"Benar benar sangat luar biasa! Ditempat seperti ini, terdapat maha karya yang sangat hebat. Kerja kalian patut diacungi jempol!" Respon Leon dan Burgon tidak main main
"Terimakasih bos!. Tempat ini sekarang telah menjadi milik Birawa Group, karena pemilik sebelumnya telah tiada." Jawab Dika sedih
"Apakah kau menyesal karena telah berada di bawah perintah kami?" Tanya Leon yang sempat melihat semburat kesedihan di wajah Dika tadi
"Tidak bos!, saya hanya berterima kasih, karena telah lepas dari tekanan yang selama ini kami rasakan!" Respon Dika cepat
"Sudah sudah!, jangan diceritakan lagi. Aku tahu apa yang kau maksudkan itu. Ayo kita lanjutkan ke tempat lain!" Sergah Leon tanggap
"Baik bos!" Respon Dika cepat
Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit, mereka sudah berada dipermukaan. dimana lokasi tersebut digunakan sebagai pabrik berbagai macam kebutuhan hidup manusia, termasuk juga sandang dan pangan
"Inilah tempat usaha tuan Melviano dulu. Dari usaha inilah dia menjadi pengusaha besar, dan menguasai pangsa pasar di kota ini."
"Selain tempat ini, masih ada belasan usaha, yang dimiliki oleh tuan Melviano itu, beberapa diantaranya adalah perkebunan dan usaha ritel, transportasi serta perbankan, dan yang terakhir adalah usaha perhotelan." Ucap Dika melaporkan apa adanya
"Apakah Melviano mempunyai keturunan?" Tanya Burgon tiba tiba
"Tidak ada bos!, kecuali anak tiri dari perempuan yang baru dibawanya sebulan lalu. Itupun mereka belum resmi menikah, dan rencananya akan dilangsungkan sepuluh hari lagi. tapi.." Ucap Dika ragu ragu
"Tapi kenapa?" Desak Burgon ingin tahu
"Nona Jasmine selalu menghalangi rencana pernikahan itu!" Jawab Dika apa adanya
__ADS_1
"Jadi dimana anak dan perempuan itu sekarang? Apakah mereka bersembunyi disini?" Tanya Burgon penasaran
"Mereka sudah melarikan diri satu jam lalu, dengan membawa surat surat rumah dan perusahaan palsu, juga membawa buku tabungan juga ATM pribadi milik tuan Melviano." Jawab Dika berterus terang
"Biarkan saja tindakan bodohnya itu!. Pihak bank tidak akan melayani orang yang bukan pengguna kartu tersebut kecuali, kalau dia mengetahui nomor pin kartu itu." Respon Leon sambil tersenyum sinis
"Ayo kita kembali!" Perintah Leon tegas
***
Setelah berada dipermukaan, Leon sebagai ketua tim penaklukan itu, dengan tegasnya berkata. " Mulai hari ini, rumah serta seluruh aset Melviano, akan dikelola oleh Birawa Group!"
"Hidup kalian, akan dijamin dari hasil usaha perusahaan, bekas milik tuan kalian dulu itu."
"Kalian tetap menempati ruang bawah tanah untuk sementara. Setelah dilaporkan kepada tuan besar Dion, kemungkinan kalian akan dibuatkan tempat tinggal permanen dipermukaan."
"Sedangkan rumah ini, akan ditempati oleh para intelijen, juga pengawal Birawa Group, yang akan dikirim kesini, tiga atau empat hari dari sekarang."
"Sementara Dika, akan mengatur tugas tugas kalian, dan menentukan dimana posisi kalian nanti akan ditempatkan."
"Mulai hari ini, kalian bukan lagi gangster bawah tanah, tapi bagian dari Birawa Group, dan bekerja pada Birawa Group juga"
"Jangan bertindak melawan hukum karena resikonya mati!"
"Sementara pengawal yang akan ditugaskan disini belum datang, maka aku akan meninggalkan 50 orang orang ku disini, termasuk delapan intelijen ku ini"
***
Nun jauh disana, di kota Paris Prancis, Tommy sedang memberikan pengarahan pada anak buah nya, yang dengan patuhnya mendengar semua pengarahan itu
"Sudah hampir sebulan aku memegang posisi ketua di organisasi ini, sampai sekarang, belum juga menemukan kemajuan yang berarti dalam organisasi kita."
"Sementara di pihak Dion, mereka terus menambah anggota yang diambil dari kota Paris ini."
"Keadaan tersebut memaksa kita untuk mencari solusi, agar kelompok mereka tidak semakin berkembang !" Ucap Tommy dalam pengarahannya itu
"Apakah diantara kalian ada yang bisa memberi solusi?" Tanya Tommy menguji nyali anak buah nya tersebut
"Maaf tuan Tommy!. Walau kelompok mereka semakin besar. Tapi mereka tidak mengusik kita. Mereka hanya mengawasi dan mengawal kelompok yang lain ketika bekerja."
"Jadi menurut ku, keberadaan mereka tidak membahayakan kelompok kita." Ucap salah seorang anak buahnya memberi masukan
"Mereka memang tidak menggangu kita, tapi keberadaan kelompok itu telah membuat ruang gerak kita jadi terbatas!"
"Aku ingin mereka keluar dari Paris, dan kembali ke negaranya!" Reaksi Tommy kurang senang
"Kalau itu yang tuan pikirkan, saya rasa kita belum atau tidak mampu melakukannya, karena jumlah pengawalnya saja hampir mencapai lima ratus orang, khusus di kota Paris ini saja. Sedang di kota kota lain, kita belum tahu lagi."
__ADS_1
"Jika mereka digabung, kemungkinan jumlah mereka bisa mencapai 1.000 sampai 1.200 orang." Jawab John Piere, komandan pengawal Tommy dengan lancar
"Aku jadi semakin tidak tenang dengan adanya mereka, Walau tidak mengganggu, tapi aku yakin, mereka sedang mengawasi kita, dan kalau kita bergerak, dalam sekejap saja, kelompok kita akan ditumpas habis oleh mereka."
"Keadaan ini benar benar membuat kita jadi serba salah!" Sanggah Tommy kesal
"Untuk sementara waktu, selagi mereka tidak mengganggu kita, menurut ku kita harus bergerak secara diam diam, untuk merongrong ketenangan hidup dan usaha mereka, tapi menggunakan tangan orang lain." Usul komandan lainnya pada Tommy
"Coba jelaskan dengan rinci, gangguan apa yang bisa membuat mereka tidak tenang tinggal di Perancis ini?" Tanya Tommy penasaran
"Kita bayar kelompok lain, yang bukan dari kota ini, untuk mengacau orang orang yang bertugas mengantar barang ekspedisi ke kota atau negara lain."
"Saat mereka sedang tidak dalam pengawalan ketat, kita suruh kelompok itu, untuk merampok barang kiriman perusahaan tersebut, begitu juga dengan ekspedisi lainnya."
"Dengan kondisi ini, diharapkan ketenangan mereka menjadi terganggu, dan mungkin akan memindahkan perusahaan mereka ke tempat lain." Ucap Xavier memberi usul
"Dengan mencegat ekspedisi mereka, apalagi merampoknya, tentu perusahaan akan mengirim pengawal untuk mengawal tim itu, juga untuk menangkap siapa pelaku perampokan tersebut."
"Apakah kau tak berpikir ke arah itu?" Bantah Tommy menyangkal pendapat dari Xavier tersebut
Suasana menjadi hening, sesaat setelah Tommy berkata seperti itu. Semua menjadi serba salah, dan tidak tahu apa yang akan mereka lakukan lagi, begitu juga dengan Tommy
"Hanya beberapa bagian usul mu yang bisa diterima. yaitu menyewa kelompok lain, yang tujuannya hanya untuk mengganggu ekspedisi mereka saja, tetapi tidak sampai merampok barang barang yang mereka bawa itu." Ucap Tommy ketika suasana hening terus saja berlanjut
"Maaf tuan Tommy, jika saya menyela. Barang barang mereka tentu akan dibawa dengan menggunakan kapal laut. Tentu saja mereka akan membawa barang barang tersebut ke pelabuhan." Ucap Andre memberi usul
"Maksudmu?" Tanya Tommy penasaran
"Kita cari orang orang yang bisa kita bayar disana dengan bayaran tinggi, yang tugasnya adalah untuk meng cancel setiap barang yang akan mereka kirimkan itu, atau memindahkan barang tersebut ke tempat lain, dengan alasan barang yang akan mereka kirimkan tersebut ilegal."
"Kalau ilegal itu tidak mungkin. Mereka adalah perusahaan besar, dan sudah diakui oleh dunia. Tapi kalau hanya sekedar meng-cancel keberangkatan barang barang mereka, itu bisa saja terjadi!" Respon Tommy cepat
"Bagaimana kalau kita susupkan beberapa orang diantara kita, untuk masuk kedalam tim ekspedisi itu?" Usul Armand, seorang komandan pengawal Tommy, selain dari John Pierre
"Aku rasa itu sangat sulit untuk dilakukan, karena seleksi untuk masuk kedalam perusahaan tersebut sangat ketat sekali." Bantah Andre mematahkan pendapat dari Armand tadi
"Atau begini saja tuan. Kita susupkan orang yang akan masuk dalam tim pengawalan mereka, tetapi orang tersebut sudah kita bayar, dengan bayaran yang jauh lebih tinggi dari bayaran perusahaan tersebut." Ucap Basten mencoba memberi solusi
"Jika mereka sanggup dan mau, maka tugas mereka adalah untuk memata matai pergerakan mereka, dan mencari sisi lemah dari perusahaan tersebut!" Sambung Basten lagi
"Aku setuju dengan pendapat Basten ini. Kita susupkan orang orang yang akan menjadi tim pengawal mereka."
"Walau nantinya mereka bekerja pada perusahaan tersebut, tetapi sejatinya mereka adalah orang orang kita."
"Sebagai tambahan, tugas mereka adalah untuk memecah belah dan mengadu domba antar sesama pengawal, terutama pengawal yang berasal dari kota ini." Ucap Xavier mencoba mengalah, dan mendukung pendapat lain
"Baiklah kalau begitu. Beberapa pendapat kalian bisa aku terima. Mengenai rencana itu agar bisa terlaksana, aku serahkan tugas itu kepada Xavier dan dan John Piere, untuk menjadi pemimpinnya." Ucap Tommy sudah mulai merasa lega
__ADS_1