
"Tuan besar!. Apakah ini tidak salah?. Saya merasa belum pantas menyandang jabatan tinggi tersebut."
"Bukankah masih ada senior senior saya, yang bisa dijadikan direktur di perusahaan ini?" Respon Cena sadar diri
"Apakah kau meragukan keputusan ku Cena?" Tanya Dion tidak senang
"Saya tidak berani tuan besar!. Tapi..?" Jawab Cena putus putus
"Dengarkan kalian semua!. Pengangkatan Cena sebagai direktur tinggi di perusahaan ini, adalah hak ku sebagai pemilik perusahaan!"
"Apakah diantara kalian para senior-seniornya ini, ada yang keberatan dengan keputusanku?" Tanya Dion tegas
"Tidak tuan besar!. Kami mendukung keputusan anda!" Jawab seluruh petinggi perusahaan serempak
"Bagus!. Selanjutnya tentang pemilihan enam orang manajer pengganti para pengkhianat itu, akan dilakukan oleh Cena."
"Bukan pemilihan asal asalan saja, tapi melalui tes yang harus dilakukan dengan sangat ketat."
"Mengapa harus dilakukan?. Itu karena perusahaan tambang ini dan sejenisnya, menempati urutan kedua, setelah tambang emas Teluk Berlian, dalam menyumbang kekayaan Birawa Group terbesar selama ini!"
"Perusahaan serupa sudah pernah di tutup sebelumnya, tapi setelah ditemukan lokasi baru di propinsi lain, maka aku putuskan untuk membuka perusahaan baru. yaitu di tempat ini."
"Hasilnya sangat memuaskan. Tapi akibat dari keserakahan segelintir orang, perusahaan ini kembali merugi."
"Untung orang orang kepercayaan ku di kota emas, mengetahui kecurangan mereka."
"Dan hasilnya seperti yang kalian lihat barusan!"
"Para penghianat tersebut, telah menerima ganjaran nya, dan sudah dimiskinkan!"
"Ibarat sudah jatuh ketimpa tangga pula!"
"Untuk itu, berhati hatilah kalian semua, terutama kau Cena!"
"Jangan coba-coba main api denganku!"
"Jika ketahuan, maka aku juga tidak akan segan-segan untuk menghabisi mu!, walaupun kau anak dari ketua pengawal keluargaku!"
"Dan itu tidak menjadi penghalang untuk ku bertindak tegas!" Ucap Dion mantap, dan cukup membuat orang orang yang mendengarnya merinding ketakutan
"Apakah kau paham Sena?" Tanya Dion ingin jawaban pasti darinya
"Saya paham dan mengerti tuan besar."
"Saya akan melaksanakan tugas itu dengan baik, amanah serta bertanggung jawab ." Jawab Cena cukup mantap
"Bagus!. Itu jawaban yang aku ingin dengar selama ini!" Respon Dion senang. Kemudian memandang ke arah Ivory, lalu berkata.
"Istriku!. Sesuai dengan rencana awal kita, hari ini rencana tersebut sudah terlaksana dengan baik"
"Besok kita akan melaksanakan rencana kedua pula."
"Apakah kau sudah siap?" Tanya Dion pada istrinya
"Kapanpun Ivo siap pa!" Jawab Ivory mantap
"Bagus!. Itu baru keren!" Respon Dion cepat sambil menunjukkan jempolnya pada Ivory pertanda memuji
"Dengarkan kalian semua!. Aku baru mendapat info dari dewa obat dan dewa medis, bahwa mereka saat ini tengah berada di pedalaman Kalimantan, daerah yang tidak berpenghuni sama sekali."
"Besok kami dan rombongan, akan pergi menyusul mereka ke sana."
"Sementara mereka sedang mempersiapkan helipad juga mendirikan tenda tenda. Maka kalian juga tolong siapkan perbekalan tambahan, yang sekiranya nanti bakal diperlukan di sana."
"Sekarang kalian boleh bubar dan segera kerjakan perintah!" Ucap Dion tegas
"Siap tuan besar!" Jawab seluruh yang ada di ruangan itu serempak, termasuk Iron, Adiwilaga juga Abhicandra
***
Sore harinya, Iron mengunjungi kediaman Cena yang berada di tengah kota, untuk menemui keluarga, terutama cucunya tersebut
__ADS_1
Kepergiannya itu, juga ditemani oleh Adiwilaga dan Abhicandra, untuk melihat cucu sulung dari Iron, apakah ada kemungkinan bisa di obati atau tidak
Sedangkan Dion dan Ivory, tetap berada di wisma, mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, dalam petualangan pertamanya di hutan pedalaman Kalimantan nanti
Tepat pukul 6 sore menjelang malam. Iron, Abhicandra dan Adiwilaga, serta 20 orang pengawal elit, telah kembali ke wisma dalam hutan, lokasi dimana pertambangan emas dan intan tersebut berada
Tapi walau berada di dalam hutan, jalan yang menghubungkan antara lokasi pertambangan dengan kota terdekat, cukup lebar sekali, bahkan sudah diaspal segala, lengkap dengan lampu penerangan jalannya juga
Malah dalam radius setiap 500 meter, didirikan pos-pos penjagaan, yang di jaga oleh 6 sampai 10 orang sekuriti, yang diambil dari masyarakat tempatan
Jadi sepanjang jalan itu, keamanannya cukup terjamin, karena mereka berjaga 24 jam secara bergantian, dengan gaji lumayan tinggi
Malam itu, Dion berencana memanggil anak buahnya untuk dimintai pendapatnya
Maka setelah makan, Dion memanggil Iron, Abhicandra dan Adiwilaga serta Hans untuk menghadap. Sedangkan Ivory, tengah sibuk melakukan terapi, yang dilakukan oleh dua orang terapis profesional, yang merangkap sebagai pengawal pribadinya
"Bagaimana kesehatan cucu sulung mu paman Iron, apakah ada kemajuan untuk disembuhkan?" Tanya Dion ingin tahu
"Berkat kemampuan dari senior Abi, penyakit cucu ku telah berhasil disembuhkan tuan besar."
"Bahkan penyebab penderitanya, telah berhasil di hancurkan." Jawab Iron berterus terang
"Memang apa penyakitnya, sampai sedramatis begitu?" Tanya Dion penasaran pula
"Maaf tuan besar, kalau saya salah dalam mendiagnosanya."
"Bukan maksud untuk melebih lebihkan atau mengada ngada serta mengarang cerita."
"Ada energi negatif, yang mencoba menguasai tubuh anak tersebut, karena di dalam tubuhnya, banyak terdapat ion negatif, yang sangat disukai oleh energi kasat mata itu."
"Tapi setelah melakukan serangkaian pengobatan, akhirnya energi negatif pada tubuh anak tersebut bisa dihilangkan, dan sekarang tubuhnya kembali normal, tanpa gangguan apapun." Jawab Abhicandra apa adanya
"Hum!. Cukup menarik juga!" Respon Dion penuh misteri dan tanda tanya besar
"Lalu untuk selanjutnya, apakah paman Iron masih butuh bantuan dari senior Abi?" Ucap Dion
"Untuk sementara sudah lebih dari cukup tuan besar. dan cucu saya pun sudah sembuh 100 persen juga."
"Jika di kemudian hari ada kejanggalan yang ditemukan, segera pecat dan hukum dia jika memang terbukti bersalah!" Ucap Iron tegas dan penuh harap pada tuan besarnya itu
"Paman tenang saja!. Aku yakin, anak mu itu orang baik serta jujur, dan tidak akan berkhianat pada ku juga pada perusahaan."
"Tapi jika apa yang paman katakan itu memang benar terjadi, aku pasti akan menghukum serta memecatnya!" Jawab Dion lugas dan tegas
"Terima kasih tuan besar." Respon Iron senang
"Tidak masalah paman Iron." Sambutnya
"Untuk keberangkatan kita besok, tinggal menunggu informasi dari dewa obat juga anak buahnya itu saja."
"Jika mereka mengatakan siap, maka saat itu juga kita berangkat ke sana." Ucap Dion yakin sekali
"Maaf tuan besar jika saya menyela!" Ucap Adiwilaga mencoba memberikan usul
"Silakan paman!" Jawabnya
"Untuk keberangkatan kita besok, apa tidak sebaiknya kita membawa penunjuk jalan atau cenayang, yang diambil dari penduduk asli sini, untuk ikut serta dalam petualangan kita itu nanti?" Ucap Adiwilaga dengan usul bagusnya tersebut
"Terima kasih atas usul paman. Kebetulan apa yang paman usulkan itu, sudah ada orangnya, tapi bukan cenayang yang dimaksud!" Jawab Dion berterus terang
"Jadi bagaimana tuan besar?. Apa malam ini kami perlu mencari orang tersebut?" Tanya Adiwilaga kurang puas
"Bukankah sudah ada orangnya?. Apakah paman melupakan si mata dewa ini?" Tanya Dion pula
"Apa yang tuan katakan itu memang benar dan saya tidak meragukannya."
"Tapi alangkah lebih baik, kalau kita mengikutsertakan, seorang cenayang yang berasal dari sini, untuk membantu tugas dari Abi ini?" Sanggah Adiwilaga masih tetap ngotot juga
"Baiklah kalau itu keinginan paman. Aku ikut saja apa maunya."
"Tapi paman harus bisa menemukan orang tersebut malam ini juga!"
__ADS_1
"Apakah paman sanggup?" Tanya Dion padanya Adiwilaga
"Akan saya usahakan tuan besar!" Jawab Adiwilaga cepat
"Baik!. Sekarang kalian bertiga boleh pergi, karena aku mau istirahat." Respon Dion senang
"Siap tuan besar!" Jawab ketiganya serempak
Sesaat kemudian, ketiga senior para pengawal Dion dan keluarganya itu, bergegas keluar dari dalam wisma utama, yang ditempati oleh Dion serta Ivory, kecuali Hans
Sedangkan mereka bertiga, kembali ke wisma satunya lagi, tempat dimana ratusan anak buahnya berada, dan tidur di tempat tersebut
***
Pagi harinya, aktivitas di lokasi pertambangan itu berlangsung tidak seperti biasanya
Banyak dari mereka berlalu lalang, dan kelihatan sangat sibuk sekali
Ada yang mengangkut barang ada yang mengangkut peralatan tenda, senjata dan lain sebagainya
Sementara di bagian lain, belasan pengawal, yang dibantu oleh belasan karyawan tambang, tampak sedang memindahkan bahan makanan, ke dalam helikopter super puma yang cukup besar dan lebar tersebut
Kegiatan mereka, dipantau oleh Dion dan ketiga pengawalnya termasuk Hans, pengawal pribadinya tersebut yang tidak banyak diceritakan di muka
"Tampaknya persiapan untuk berangkat sudah siap dilakukan."
"Tinggal menunggu aba aba dari rombongan pertama baru kita bergerak."
Beef! beef!. Bunyi nada dering handphone Dion terdengar sembab
Tanpa berbasa basi lagi, Dion langsung mengangkat panggilan tersebut dan berkata.
"Segera laporkan kesiapan kalian, apakah semuanya sudah beres atau belum?" Tanya Dion langsung pada intinya
"Kami sudah siap tuan besar, dan tuan serta rombongan, sudah boleh berangkat sekarang." Jawab pemandu penghubung rombongan cukup jelas, melalui sambungan telepon satelitnya
"Baik!. Kami akan segera berangkat."
"Tunjukkan titik koordinatnya, agar mudah ditemukan!"
"Siap tuan besar!" Jawab pemandu tersebut tegas
Tak lama sesudah itu, dilayar handphone cerdas milik Dion, tertera rute serta titik koordinat, lokasi dimana rombongan pertama berada, kemudian diteruskan pada enam orang pilot helikopter sebagai panduan mereka
Satu menit kemudian, Dion memerintahkan pada bawahannya, untuk mengatur yang lain, agar memasuki helikopter, untuk berangkat menuju ke tempat rombongan pertama
Sepuluh menit kemudian, enam helikopter tersebut, sudah mengudara di angkasa, dan sedang menuju ke lokasi yang di tunjuk oleh pemandu
Ternyata mereka tengah berada di sekitar pegunungan M, Propinsi KS. Dimana tempat tersebut banyak menyimpan kekayaan, berupa hasil hutan alam maupun sumber daya mineral dan batu bara
Bukan hanya itu saja pegunungan tersebut juga banyak terdapat tanaman berkhasiat langka, mulai dari akar, batang pohon, daun dan buah, seperti pasak bumi, kayu manis, serta tapak Barito
Selain itu masih ada bahan obat lain seperti matoa, Jualing, Bilaran tapah, racun ayam dan mundar
Tanaman tersebut mempunyai senyawa anti oksidan, untuk pengobatan penyakit kanker, jantung dan sebagainya
Seperti Bilaran tapah, yang daunnya berbau khas serta pahit, bisa digunakan untuk mengobati kanker payudara, dengan cara meminum rebusan daunnya saja
Selain itu, daun Bilaran tapah, bisa juga digunakan sebagai obat anti bengkak dan luka, dengan cara dibalurkan pada area yang sakit dengan cara dihaluskan terlebih dahulu
Sedangkan Jualing, atau micromelum minulum istilah latinnya, adalah tanaman perdu setinggi 3 sampai 15 meter, dengan ciri kulit batang licin dan berwarna gelap, dengan daun yang beraroma sangat khas serta menyengat
Sementara mundar, atau bahasa latinnya disebut Garcia forbesii king, adalah jenis buah buahan lokal, yang kaya akan antioksidan, yang bisa digunakan untuk mengobati kanker, diabetes, stroke alzheimer serta antibakteri
Pegunungan tersebut berada di tenggara Kalimantan, membentang di bagian Utara Selatan, sepanjang 600 kilometer persegi, hingga perbatasan provinsi KT dan provinsi KTm , seluas kurang lebih 9.113.43 kilometer persegi
Pegunungan yang sangat luas itu, banyak terdapat beragam tanaman obat atau herbal, yang sangat dibutuhkan untuk pengobatan dan dunia medis
Di tempat itulah sekarang, dewa obat dan dewa medis serta 100 anak buahnya sedang berada, dan ke tempat itu juga Dion serta rombongan juga sedang menuju ke sana
Setelah terbang sekitar 45 menit, rombongan tersebut akhirnya sampai, dan mendarat dengan selamat tanpa kurang satu apapun
__ADS_1