Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Selamatkan putri saya


__ADS_3

"Benar benar manusia brengsek!" Maki paman Wijaya kesal


"Selama enam bulan, aku telah di bohongi oleh laki laki tersebut, dan ini tidak boleh dibiarkan!" Ucapnya lagi


"Tuan besar!. Saya serahkan masalah ini pada tuan, dan tolong selamatkan putri saya, agar tidak terjerumus dalam masalah besar." Pinta paman Wijaya tulus


"Baiklah paman Wijaya, itu masalah kecil!" Respon Dion enteng


"Saudara Robin !, karena Burgon tidak ada di sini. perintahkan padanya, untuk mencari dan menemukan orang ini!"


"Aku ingin dalam waktu 3x24 jam, orang tersebut sudah berhasil di temukan!"


"Pergilah!" Ucap Dion memberi perintah


"Baik tuan besar!" Jawab Robin patuh. Kemudian meminta izin untuk meninggalkan tempat tersebut, guna menemui temannya yang saat ini entah berada dimana


Sepeninggal Robin, pembicaraan Dion, tuan Birawa dan teman temannya itu, terus saja berlanjut. Banyak hal yang mereka bicarakan.


Salah satunya adalah tentang rencana tuan Birawa, ingin menjodohkan para pengawal keluarganya, dengan anak gadis teman temannya itu


"Besok!, kalian bawa anak gadis kalian itu untuk menghadiri pesta khusus kawula muda."


"Aku berniat ingin mengumpulkan mereka dalam satu tempat, agar bisa saling mengenal satu sama lain, siapa tahu acara tersebut bisa mencari ajang mencari jodoh." Ucap tuan Birawa dengan ide briliannya tersebut


"Hahahaha!. Kalau begitu aku juga mau ikut!. Kebetulan sudah terlalu lama menduda!" Respon Togar dengan sikap cueknya itu


"Hus!. Itu acara khusus untuk anak muda. Orang tua seperti kita, mana boleh ikut?" Jawab Pambudi kesal


"Apa salahnya kalau aku mau ikut?, toh aku belum tua tua amat!" Sanggah Togar tak mau mengalah


"Memang berapa usia mu Togar?" Tanya Pambudi geli


"Ah baru 65 tahun. Masih belum terlalu tua kan?" Jawabnya bermuka tembok


"Hahahaha!. Itu namanya masih anak anak kawan!" Ejek salah seorang temannya memutar balikkan kata


"Anak anak belum pantas untuk ikut pesta orang tua!" Ujarnya lagi


"Kau lihat!. Di sini yang paling muda, adalah senior Mahesh!"


"Dalam usianya yang hampir menginjak 77 tahun, tapi penampilannya masih oke. Masih kelihatan muda!. Kau lihat itu!" Bantah Togar sengit, dengan sengaja membalikkan kata tua menjadi muda


"Dia lain!. Tim medisnya banyak, bahkan aku dengar, dewa obat alias tabib sakti telah bergabung dalam timnya."


"Dengan adanya orang itu. mana bisa senior Mahesh sakit, walau hanya sekedar pilek?" Bantah temannya lagi


"Ah terserah kau sajalah Budi!" Ucap Tagor malas meladeni


"Boleh atau tidaknya kau ikut, itu tergantung dari keputusan senior kita!" Jawab Pambudi merasa kalah debat dengan Togar


"Untuk masalah itu, aku harap kau bersabar, seminggu lagi aku akan mengadakan dua macam pesta."


"Satu khusus untuk kawula muda, dan yang satunya lagi khusus untuk yang sudah berumur seperti kita."


"Kebetulan karyawan ku banyak yang sudah menjanda. Kau tinggal pilih satu atau dua diantaranya kalau mereka mau!" Ucap tuan Birawa menengahi


"Kalau seminggu lagi akan ada pesta, lalu bagaimana dengan besok?. Apakah akan ada dua kali pesta?" Tanya Togar terlalu semangat


"Ya jelas tidak lah!. Rencana untuk besok dibatalkan, dan akan di alihkan pada minggu depan, agar pengaturannya dan penggunaan waktunya tidak mubasir."

__ADS_1


"Banyak hal yang harus dipikirkan juga dikerjakan diawal tahun baru ini."


"Aku ingin seluruh anak buah cucuku, termasuk kalian ini, dapat merasakan kesenangan sesaat, guna melepaskan rasa lelah setelah setahun bertugas."


"Hitung hitung sebagai cuti tahunan untuk mereka, sekaligus bonus tahun baru, dengan mencarikan jodoh buat mereka pula." Ucap tuan Birawa bersemangat


"Kakekku benar paman semua!, dan aku setuju dengan gagasannya."


"Untuk itu mari kita persiapkan, rencana dalam bentuk apa kedua pesta itu nanti akan di adakan."


"Aku harap paman semua bisa berpartisipasi dalam perhelatan tersebut."


"Siapa tahu paman Togar dan paman Delvin, bisa menemukan jodohnya kembali." Ucap Dion membesarkan hati mereka


"Tapi jangan lupa, ikutkan juga putra dan putri kalian, untuk ikut berpartisipasi dalam pesta itu nanti!" Ucap Dion lagi


"Sip lah tuan besar!. Itu masalah mudah!"


"Aku akan membawa putraku yang paling tampan, walau sedikit malu malu, juga dua orang anak anak gadis ku untuk mengikuti pesta tersebut."


"Aku harap mereka akan menemukan jodohnya di pesta itu!" Ucap Togar kembali bersemangat


"Memangnya kenapa sampai ketiga anak mu itu belum menikah, apakah mereka terlalu jelek Togar?" Tanya Delvin penasaran dan memang, dia benar-benar tidak tahu tentang itu


"Eits sembarangan kalau ngomong !. Jangan salah kau!. Ketiga anak ku itu workaholic tahu?"


"Mereka lebih mementingkan karir dari pada kepentingan pribadi."


"Wajah mereka lumayan cantik! Bahkan menurut penilaian teman teman ku yang lain, wajah anak gadis ku sangat cantik."


"Kalau kau melihatnya, pasti akan dibuat terkagum kagum! Tapi jangan coba coba untuk naksir ya!" Bantah Togar cepat, dengan ciri khasnya sebagai seseorang yang berasal dari suku tertentu


"Kau jangan khawatir lah!. Paling paling kalau aku naksir, aku akan mengambil dua duanya sekaligus." Jawab Delvin cuek


***


Waktu terus berlalu, tidak terasa sudah hampir empat jam mereka telah berbincang bincang, dan banyak menghasilkan kesepakatan bersama


Uang bantuan pun sudah mereka terima dalam bentuk tunai, yang dimasukkan ke dalam dua buah tas besar dan akan diantar ke kediaman mereka masing masing sebagai pengawalan


Sementara pesta pun masih terus berlanjut, para pengawal Dion dan keluarganya, benar benar menikmati pesta tersebut


Untuk sejenak, mereka melupakan rasa lelah selama setahun, dalam menjalankan tugas pengawalan pada keluarga tuan Birawa dan perusahaannya


Mumpung tengah diadakan pesta besar, kenapa tidak mereka manfaatkan waktu tersebut untuk bersenang senang. Itulah pikiran mereka yang ada saat ini


Maka jadilah pesta tersebut, menjadi ajang untuk saling mendekatkan diri, dan lebih saling mengenal satu sama lain


***


Keesokan harinya, Burgon yang diberi tugas untuk menemukan keberadaan Vincent, sudah melakukan tugasnya itu dengan baik


Bahkan sepuluh menit setelah diperintahkan, dia langsung mengumpulkan anak buahnya, untuk memberitahukan perintah tersebut pada mereka semua


"Cari dan temukan orang ini!. Kalau dia melawan, paksa dengan kekerasan, tapi jangan sampai membuatnya mati!" Perintah ya tegas


"Gunakan teknologi untuk melacak keberadaannya!"


"Kebetulan orang tua dari gadis malang tersebut, sudah memberikan nomor kontak orang yang kita jadikan target

__ADS_1


"Mudah-mudahan hal itu memudahkan kerja kalian dalam pencarian tersebut!"


"Sekarang bubar!, dan persiapkan peralatan yang di perlukan dalam penyelidikan itu!" Ucap Burgon memberi perintah


"Baik!" Jawab mereka serempak


"Ada ada saja dunia punya cerita. Mati satu tumbuh seribu!"


"Dasar orang brengsek!. Mau anak gadis orang, tapi maunya di beri fasilitas."


"Laki laki macam apa itu?. Buat malu komunitas laki laki saja!"


"Para jomblo saja, masih berpikir dua kali untuk melamar anak gadis orang!"


"Tapi yang ini malah memanfaatkan kelemahan orang lain!"


"Mentang mentang digandrungi dengan cinta buta, malah ngelunjak begini!"


"Kalau itu aku!. Sudah lama ku patahkan tangan dan kakinya, jika perlu habisi!" Ucap Burgon pada diri sendiri


"Lapor ketua!" Sapa seseorang yang dari arah belakangnya


"Ada apa Tomo?. Bukankah kau sudah aku berikan tugas untuk mencari si bedebah itu?"


"Tapi kenapa kau kembali lagi?" Respon Burgon keheranan dan sedikit terkejut, sekaligus ingin tahu


"Maaf ketua!. Orang yang sedang kita cari, menurut kabar sedang berada di kota B, bersembunyi di sebuah penginapan tak jauh dari lokasi hotel milik Birawa Group!" Jawab Tomo apa adanya


"Bagaimana kau bisa tahu secepat itu Tomo?. Padahal baru saja pergi dari sini?" Tanya Burgon penasaran


"Sambil pergi tadi, saya kirim poto poto tersebut ke beberapa teman teman ku di beberapa kota, dan kebetulan teman ku itu ada yang bekerja di sebuah penginapan, rumah makan serta di hotel hotel kelas melati serta bintang lima."


"Tak lama setelah saya mengirimkan foto tersebut, salah seorang dari mereka mengatakan, bahwa dia melihat orang tersebut ada di sebuah penginapan di kota B."


"Dan kebetulan yang menjadi resepsionis nya waktu itu adalah dia sendiri."


"Apakah teman mu itu ada mengatakan, bahwa Vincent datang bersama orang orangnya?" Tanya Burgon ingin tahu


"Tidak ketua!. Tapi dia ada mengatakan, bahwa satu setengah jam setelah orang itu masuk, datang serombongan orang lain, beranggotakan sekitar 35 orang, yang rata rata berwajah tidak bersahabat" Jawab Tomo berterus terang


"Apakah kemungkinan besar, orang orang tersebut adalah anak buahnya sendiri?" Tanya Burgon bernada lirih


"Kalau untuk itu, saya kurang tahu ketua!" Jawab Tomo apa adanya


"Tapi teman ku itu ada mengatakan, bahwa tiga diantara mereka, mendatangi kamar Vincent, dan masuk ke dalamnya dalam jangka waktu yang cukup lama." Ujarnya lagi


"Hum!. Cukup menarik!. Baiklah kalau begitu ceritanya!" Respon Burgon senang


"Cepat kau terus kan berita ini kepada teman-temanmu, agar menuju ke kota B."


"Setelah dipastikan bahwa orang tersebut memang adalah target yang sedang kita cari, segera hubungi aku." Ucap Burgon memberi perintah


"Baik ketua!" Jawab Tomo patuh


***


Satu jam kemudian, Tomo sudah menghubungi ketuanya, dan menginformasikan, bahwa Vincent, target yang sedang mereka cari, memang ada di penginapan tersebut, dan menginap di kamar 132


Tanpa membuang waktu lagi, Burgon dan anak buahnya yang lain, segera pergi ke kota B, tapi tidak langsung menuju ke penginapan tersebut

__ADS_1


Informasi ini juga dia teruskan kepada Dion, untuk meminta petunjuk serta keputusan


"Tangkap orang itu, dan bawa kemari!" Perintah tegas Dion pada anak buahnya


__ADS_2