Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
77. Berkunjung


__ADS_3

"Selamat pagi tuan muda!. Tiger dan kedua anaknya sudah ada di depan gerbang, apakah yang bersangkutan diperbolehkan masuk?" Tanya Hans sopan


"Disuruh masuk saja. aku akan menunggu di ruang tamu.dan jangan lupa, panggil Govin kesini!" Jawab Dion tegas


"Baik tuan muda!" Jawab Hans Sopan sambil membungkuk ke arah Dion


Setelah memberi perintah, Dion bergegas pergi ke ruang tamu, untuk menyambut kedatangan sahabatnya, Tiger


Tak lama setelah itu, orang yang sedang ditunggu oleh Dion pun tiba, mereka bertiga langsung membungkuk ke arah Dion, yang sedang duduk di sofa mewah yang ada di ruang tamu villanya


Dion tidak sempat berdiri, karena saat itu, dia sedang tidak fokus memandang ke arah depan. Dia sedang asyik mengotak atik handphonenya, memeriksa beberapa laporan keuangan, yang sudah lama di kirimkan oleh Erisha si dewi akuntan


Penghormatan yang tiba tiba tersebut, tentu saja mengejutkan Dion, hingga dia terpaku diam, apalagi setelah melihat Maya Angelina yang saat itu berdiri di samping kiri ayahnya. Saat itu dia kelihatan sangat cantik sekali


Pandangan Dion tidak lepas dari Maya, hingga membuat Maya tersipu malu, sampai beberapa detik kemudian, baru Dion tersadar akan perbuatan yang tidak terpuji nya itu


Buru buru Dion berdiri dan berjalan mendekati sahabatnya Tiger dengan berkata." Selamat datang tuan Tiger dan kalian berdua. Aku sangat senang, karena kalian mau menerima undangan ku, untuk datang ke pondok ini. Mari silakan duduk!" Ucap Dion ramah kepada mereka, tapi hatinya berdebar debar tidak karuan


"Tuan terlalu merendah, ini bukan pondok lagi tuan, tapi istana. Selama hidupku, baru pertama kali ini melihat villa yang begitu besar, megah dan indah seperti ini. Tuan adalah orang yang sangat beruntung dalam hidup." Ucap Tiger penuh kekaguman,sambil menuju sofa mewah untuk duduk


"Ini biasa saja teman. Ayo semuanya duduk!" Jawab Dion sambil mempersilakan mereka semua duduk


Setelah semuanya duduk, Tiger tidak bisa tidak untuk tidak kagum dan takjub dalam hatinya, pada kebaikan Dion pada mereka. Betapa tidak, masih muda, kaya dan baik lagi, ditambah kharismanya yang sangat luar biasa, dan dilengkapi pula dengan para pengawalnya yang bertebaran di mana mana, sungguh benar benar manusia yang sangat beruntung di bumi


Tanpa malu malu lagu Tiger berkata. "Suatu kehormatan yang sangat besar bagi kami, karena mendapat undangan dari tuan muda. Sungguh kami tidak menyangka, bahwa tuan muda akan bersikap begitu baik pada kami." Ucap Tiger senang bukan kepalang


"Biasa saja teman, jangan terlalu formal, dan jangan dipikirkan masalah itu lagi. Sebagai seorang sahabat dan mitra kerja nantinya, tentu kita harus bersikap baik satu sama lain, ditambah lagi tuan Tiger telah dengan sukarela melepaskan tanahnya kepada kami." Ucap Dion menanggapi pernyataan sahabatnya, Tiger tadi dengan tersenyum


"Maafkan saya tuan muda jika saya lancang, sejujurnya saya tidak enak hati mendapat panggilan kahomatan seperti itu dari tuan, sebaiknya panggil nama saya saja, Tiger, jangan tuan, karena saya tidak pantas menerimanya." Jawab Tiger merendah dan tidak enak hati


"Kenapa begitu tuan Tiger?" Tanya Dion penasaran

__ADS_1


"Tuan adalah cucu dari penolong ku, dan penerus keluarga tuan besar Birawa, yang sudah ku anggap sebagai dewa penolong ku, jadi tidak pantas jika tuan merendahkan diri dihadapan ku." Jawab Tiger kembali tidak enak hati


"Baiklah kalau begitu! mulai hari ini, aku akan memanggilmu dengan sebutan paman. Bagaimana?" Ucap Dion memberi solusi


"Itu jauh lebih baik tuan muda." Jawab Tiger senang


"Hahahahaha! Tawa mereka serempak menggema, hingga memperlihatkan gigi Dion yang putih, dan tanpa sengaja menampilkan sisi romantisnya yang sangat menggoda


Maya yang melihatnya jadi tersipu malu, bunga bunga dihatinya yang sempat layu, kini bagai tersiram air dingin dan bersemi kembali. Besar nian harapan Maya untuk mendapatkan perhatian Dion saat ini


Tapi sebagai seorang wanita, dia malu untuk mengungkapkan perasaannya pada orang lain, apalagi dia belum pernah jatuh cinta dan berhubungan dengan siapapun, kecuali pada Dion


"Maaf sekali lagi jika kami lancang tuan muda, kalau boleh kami tahu, ada keperluan apakah tuan muda sampai bersusah payah mengundang kami ke sini?" Ucap Tiger bertanya pada Dion, sebagai basa basi saja


"Oh tentang masalah itu, bukan apa apa juga paman, hanya untuk bersilaturahmi saja, sekalian mengecek kemajuan pengobatan yang sedang di jalani oleh anak paman ini, siapa namanya?" Jawab Dion sambil mengerutkan kulit keningnya


"Rudolf, nama saya Rudolf tuan, dan ini adik ku Maya" Ucapnya tiba tiba menjawab pertanyaan Dion tadi. dia berharap akan mendapat perhatian dari Dion sesudahnya


"Jadi bagaimana kemajuan kakimu, apakah sudah tidak sakit lagi dan sudah bisa digunakan untuk berjalan? Aku lihat kau masih menggunakan tongkat ketika berjalan." Tanya Dion ingin tahu


"Sebenarnya sudah tidak sakit lagi tuan, tapi karena masih trauma, jadi saya masih menggunakan tongkat ini ketika berjalan." Jawab Rudolf sopan


"Begitu ya?" Jawab Dion sangat singkat


Setelah Dion selesai mengucapkan kalimat itu, tak lama kemudian Govin pun datang, dan langsung berdiri di samping tuannya


"Coba kau periksa kaki Rudolf itu, apakah sudah sembuh atau belum, dan pastikan agar tidak salah!" Titah Dion pada Govin, si dewa medis itu


"Baik tuan!" Jawab Govin singkat dan langsung mendekati Rudolf


Rudolf yang didekati oleh anak buah Dion menjadi tidak enak hati, kemudian dia berdiri untuk menyambut kedatangan Govin itu

__ADS_1


Setelah memeriksa sekitar 7 menit, Govin tersenyum puas, kemudian berkata." Kakimu sudah tidak apa apa lagi, dan dinyatakan sembuh 100%. Jadi kau tidak perlu lagi menggunakan tongkat ini ketika berjalan." Ucapnya cukup jelas


"Benarkah paman! kalau begitu saya sangat berterima kasih sekali" Jawab Rudolf dengan wajah berseri seri, sambil berdiri dan berjalan di sekitaran ruang tamu itu, tanpa segan segan lagi karena terlalu senang


"Terima kasih tuan muda, terima kasih paman Govin." Ucap Rudolf sambil membungkukkan badannya kearah Dion dan Govin


Tiger dan Maya juga senang, ketika melihat anak dan saudaranya kini telah sembuh. Tidak bisa disembunyikan lagi rasa senangnya terhadap kesembuhan Rudolf itu


Sebagai bentuk terima kasih, Tiger dan Maya beserta Rudolf, mengekspresikannya dengan membungkukkan separuh badannya kearah Dion lalu berkata." Terima kasih tuan muda, karena kebaikan tuan lah, kaki anak saya kini telah sembuh." Ucap Tiger penuh hormat


"Tidak apa apa paman, itu juga karena usaha dari Govin ini. Dia selama ini dikenal sebagai si dewa medis, mungkin tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan nya." Jawab Dion secara tulus, memuji anak buahnya, Govin


Waktu pun terus berlalu, dan tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 12.20, dan sudah waktunya untuk santap siang


Dion mengajak Tiger dan kedua anaknya beserta Govin, untuk makan bersama di ruang makan, tetapi Govin dengan sopan menolaknya, dengan alasan, masih ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan


Dion, Tiger dan kedua anaknya saja yang saat ini ada di ruang makan mewah itu, dan sekarang sedang menikmati menu hidangan yang telah tersedia di sana


Setelah makan, Tiger memutuskan untuk kembali ke hotelnya, tetapi dicegah oleh Dion, karena masih ada beberapa hal penting yang akan dibicarakan pada Tiger


Mau tidak mau, tiger harus menyetujui saran dari Dion itu, karena dia juga penasaran, apa yang akan dibicarakan oleh tuan muda Dion dengannya


"Begini paman, aku berencana ingin mengembangkan daerah mu, menjadi tempat tujuan wisata berskala besar. Tapi apakah ada prospek yang bagus di sana untuk dikembangkan?" Tanya Dion membuka pembicaraannya


"Yang benar tuan!, apakah tuan tidak bercanda?" Tanya Tiger ragu ragu


"Apakah aku kelihatannya sedang bercanda, dan memangnya ada apa, sampai paman sampai terkejut seperti itu?" Tanya Dion menanggapi keraguan Tiger tersebut


"Bukan apa apa tuan muda. Selama ini, tidak ada satupun investor yang mau menginvestasikan uangnya ke sana, hanya sekedar untuk mengembangkan desa itu menjadi satu tempat tujuan wisata." Ucap Tiger terus terang


"Memangnya ada apa di sana paman?" Tanya Dion semakin penasaran

__ADS_1


__ADS_2