Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Hati orang siapa tahu


__ADS_3

Apakah perkataan mu itu bisa dipercaya?" Tanya Braga ingin menguji keseriusan temannya itu


"Sejak kapan kau tidak percaya padaku Brave?" Reaksi Wolf malah balik bertanya


"Aku hanya menguji mu saja, karena aku takut kau sengaja memanfaatkan ku, untuk mendapatkan semua keinginan mu itu!" Sanggah Braga sambil tersenyum


"Apakah penghinaan Birawa itu tidak membekas di hati mu Brave?" Tanya Wolf mencoba mengingatkan temannya itu


"Baiklah! baiklah!. Aku akan melaksanakan keinginanmu itu. Tapi dengan syarat. Setelah kau berhasil, kita bagi dua perusahaan Birawa Group itu!" Reaksi Braga terkesan mengalah, tidak mau berdebat lagi dengan sahabatnya itu


"Deal!. Sebagai tambahan atau bonus kesungguhan ku ini. Salah satu anak gadis ku, akan aku jodohkan dengan anak mu itu. Setelah mereka dewasa, kita nikahkan mereka berdua. Bagaimana?" Ucap Wolf diluar perkiraan


"Aku setuju! dan itu rencana bagus!" Respon Braga senang


"Untuk kesepakatan kita. Toast!"


"Toast!"


Ting!. dua gelas kaca bergambar burung Hong beradu di udara, menandakan kerjasama mereka telah disepakati berdua


"Kau tunggu saja hasilnya. Tapi jangan lupa, hubungi orang orangmu itu, agar membuat skenario, seolah olah kejadian itu alami, agar cucu Birawa itu tidak curiga." Ucap Braga mengatur strategi


"Beres!.Kalau untuk masalah itu, kau percayakan saja padaku. Oke?" Sambut Wolf yakin


"Deal!"


"Deal!" Ucap mereka sambil berjabat tangan, dan tertawa renyah penuh kemenangan


***


"Lihat!. Itu anak yang akan kita culik. Awasi pengawalnya." Ucap ketua kelompok penculik tiba tiba


"Sangat kebetulan sekali!. Anak itu sedang tidak dalam pengawalan."


"Cepat bergerak, dan tangkap anak tersebut sebelum pengawal nya kembali!" Perintah Samuel tegas


Tanpa membuang waktu lagi, empat orang berbadan tegap, berpenutup kepala ,segera meluruh ke arah Dion kecil, kemudian menangkapnya tanpa perlawanan, lalu dimasukkan kedalam mobil


Kejadian penculikan itu, terjadinya sangat singkat sekali. Tidak sampai satu menit, Dion sudah berada dalam mobil mereka, dengan mulut tersumpal kain, dan segera dibawa ke arah barat


Satu menit kemudian, sopir merangkap pengawal nya Dion datang dari arah berlainan, karena dia habis buang hajat kecil


Tapi begitu dia sampai, anak yang dikawal nya itu sudah tidak ada lagi di gerbang sekolah. Kondisi itu tentu saja membuat nya panik, kemudian berlari ke sana kemari untuk menemukan keberadaan Dion, bahkan sempat bertanya kepada seorang wanita paruh baya, yang baru keluar dari balik pagar sekolah tersebut


"Maaf bu!. Apakah ibu melihat seorang anak kecil kisaran 10 tahun, berdiri di dekat pintu gerbang ini tadi?" Tanya pengawal tersebut dengan ekspresi khawatir


"Anda siapa?" Tanya ibu paruh baya itu curiga


"Saya pengawal anak itu, sekaligus sopir nya." Jawabnya cepat


"Barusan ada 4 orang laki laki menangkap dan memasukkannya ke dalam mobil. Tak lama kemudian, mereka pergi dengan membawa anak itu ke arah barat." Jawab wanita itu apa adanya


"Gawat!. Ini penculikan. Jika tuan Birawa mengetahui kejadian ini, habislah aku!" Batinnya dalam hati, kemudian mengarahkan pandangannya ke wanita tersebut, lalu berkata.


"Terima kasih bu atas informasinya!" Ucapnya cepat, kemudian bergegas memasuki mobil untuk mengejar penculik itu


"Tunggu!" Empat orang yang menculik anak itu memakai penutup kepala. Kenderaan yang mereka bawa itu nomornya bukan dari wilayah kota ini. Tapi seperti dari wilayah kota bagian barat." Ucap wanita itu menebak nebak saja


"Terima kasih!" Jawab pengawal itu datar dan buru buru pergi


"Duh, dasar sudah pikun! Kenapa dia tidak menanyakan nomor kendaraan mobil mobil itu tadi, atau aku yang tidak mengatakan masalah itu ya?" Guman wanita paruh baya itu seperti orang linglung


"Ah sudahlah!, lebih baik aku pergi saja dari sini daripada terlibat!" Ucapnya lirih


"Lapor tuan besar!. Tuan muda Dion diculik!" Ucapnya dalam telepon ketakutan

__ADS_1


"Apa!. Bagaimana itu bisa terjadi?. Bukankah cucuku itu berada dalam pengawasan mu?. Tapi kenapa sampai bisa diculik oleh orang lain?" Respon Birawa panik sekaligus marah


"Maafkan saya tuan besar!. Tadi waktu penculikan itu, saya sedang buang hajat kecil, jadi saya tidak tahu siapa yang telah menculik tuan muda." Jawab pengawal tersebut membela diri


"Aku tidak mau tahu!. Temukan tuan muda mu itu, bagaimanapun caranya!" Perintah Birawa tidak main main, kemudian mematikan teleponnya, lalu menghubungi Bima anaknya tersebut


"Bim!. Anakmu telah diculik oleh seseorang, dan pengawalnya tidak tahu siapa yang telah menculiknya itu!" ucap Birawa apa adanya


"Apa!. Kapan terjadinya ayah? Tanya Bima terkejut


"Ayah juga tidak tahu!, tapi pengawal tersebut mengatakan, kejadiannya belum lama. Sekarang dia sedang melakukan pengejaran.!" Jawab Birawa bingung


"Siapa orang yang telah berani berurusan dengan keluarga kita?" Tanya Bima geram


"Mungkin mereka berasal dari sindikat perdagangan manusia, atau gangster yang hanya ingin mendapatkan uang tebusan dari kita." Jawab Birawa menerka nerka saja. Kemudian menyambung perkataannya lagi


"Pelan pelan kasi tahu istrimu tentang penculikan ini! Agar dua tidak shock." Ucap Birawa memberi usul pada Bima anaknya tersebut. Kemudian dia memberi perintah kepada Bima


"Kerahkan seluruh pengawal keluarga kita, untuk mencari keberadaan Dion, dimanapun dia berada."


"Ayah akan menghubungi jenderal polisi juga tentara, untuk meminta bantuannya." Ucap Birawa dengan tekad kuat. Kemudian memanggil sekuriti yang berjaga di depan pintu kantornya itu


"Sekuriti. Cepat panggil para pengawal untuk datang ke sini segera!" Teriak Birawa memberi perintah


"Baik tuan besar!." Jawab sekuriti itu patuh


Tak lama kemudian, 5 orang pengawal datang menghadap Birawa dengan terburu buru


"Tuan muda Dion telah diculik, dan saat ini sedang menuju ke arah barat. Aku curiga dia di bawa ke kota B, atau kota S atau ke kota kota lainnya."


"Cari dan temukan tuan muda kalian itu, dan tangkap orang yang telah berani menculik cucuku tersebut!" Perintah Birawa tegas


"Bawa seluruh anak buah kalian, untuk memburu para penculik itu. Temukan dan bunuh!" Perintah Birawa tegas sekaligus geram dan marah


"Kalian semua!. Cepat naik ke mobil!, dan bawa senjata senjata kalian. Kita akan berburu penjahat yang telah berani menculik tuan muda Dion!" Perintahnya tegas


***


Sementara itu orang orang yang menculik Dion berhenti di di sebuah desa, yang jaraknya lumayan jauh dari kota, dan memasuki sebuah rumah pinggir hutan, yang cukup terpencil dari rumah rumah lainnya


Setelah masuk ke rumah tersebut, Dion dimasukkan kedalam kamar berjendela kayu, tapi cukup kuat


"Cepat kau hubungi sepasang suami istri itu, agar datang kesini, dan mengambil anak tersebut!" Perintah Samuel tegas


"Siap komandan!" Jawab anak buahnya patuh, kemudian cepat cepat pergi dari rumah itu


Karena jarak rumah tersebut dari rumah pinggir hutan itu lumayan jauh, makan waktu dua jam lebih baru sampai kesana


Jalan yang dilalui pun jalan kecil, hanya bisa dengan jalan kaki, atau kenderaan roda dua karena desa tersebut jalan jalannya belum beraspal dan tidak bisa dilalui oleh mobil


Lima jam kemudian, dua orang yang dicari pun datang, dan langsung masuk kedalam rumah untuk menjemput Dion


Namun orang yang dicari sudah tidak ada lagi didalam kamarnya


"Bagaimana bisa terjadi?. Bukankan aku sudah menugaskan mu untuk tetap mengawasi anak itu, tapi kenapa sekarang dia menghilang. Dasar bodoh!


Plak! buk!


Tamparan keras mendarat diwajah seorang pengawal, disertai dengan tendangan kuat kearah perutnya, hingga membuat pengawal tersebut terdorong ke belakang, dan jatuh terjerembab ke lantai tanah rumah itu


"Cepat cari anak sialan itu!. Kalau dia hilang, nyawa kita taruhannya!" Ucap Samuel dengan ekspresi marah


Tanpa diperintah dua kali, belasan orang pengawal anggota gangster pimpinan Braga tersebut, bergegas keluar dari rumah itu, Kemudian menyebar ke semua tempat, termasuk ke dalam hutan


Hampir lima jam nonstop mereka mencari keberadaan Dion, di merata tempat, terutama di desa dan kedalaman hutan. Tapi Dion tetap tidak bisa ditemukan

__ADS_1


Lalu dimana Dion sebenarnya?


Pada saat itu jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Cuaca saat itu sangat mendung sekali, dan diperkirakan akan turun hujan


Tubuh kecil Dion terus saja berlari, menyusuri gelapnya malam di hutan itu. padahal hujan sedang turun dengan derasnya


Beberapa kali kaki Dion tersangkut akar pohon, atau jatuh terjerembab di lubang galian binatang hutan, sampai membuat tubuh kecilnya kelelahan. Tapi Dion belum juga mau berhenti dari pelariannya. Hingga tanpa disengaja, Dion jatuh ke sungai berair deras, dan hanyut dibawa arus


"Tolong! tolong!" Teriak Dion sekuat tenaga diantara timbul tenggelam di dalam sungai berarus deras tersebut


Duk!


"Aaarrrggkh!" Teriak Dion kesakitan ketika kepalanya terbentur kayu cukup besar ditengah sungai itu, mungkin baru saja roboh karena longsor


Akibat kepalanya terbentur kayu, Dion tidak sadarkan diri didalam sungai itu, dan berlangsung hingga ke pagi


"Tubuh siapa itu?" Tanya seorang pria kisaran 50 tahun keheranan


"Anak kecil!. Jangan jangan itu anak yang akan dititipkan pada kami!" Ucapnya senang, kemudian bergegas menghampiri tubuh Dion yang tersangkut di dahan pohon yang tumbang itu


"Baik aku periksa denyut nadi anak ini dulu, mudah mudahan dia masih hidup." Ucapnya khawatir


"Oh ternyata anak ini masih hidup!. Hebat! walau masih kecil, tapi daya tubuhnya cukup kuat. Luar biasa!" Ucapnya kagum


"Aku harus segera menyelamatkannya, dan membawa anak ini ke rumah ku."


"Hahahaha!" Tawanya lepas membahana di dalam hutan lebat itu sendirian


"Pucuk dicinta ulam pun tiba. susah susah mencari, eh malah datang sendiri menemuiku. Kalau sudah jodoh tidak kemana!" Ucapnya sambil menyeringai dingin


***


Lima tahun kemudian


Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, saat ini Dion sudah berumur 15 tahun dan sudah menamatkan pendidikan SMP nya. Jadi selama waktu itu, Dion tinggal dengan orang yang telah menyelamatkannya dari kematian. Walau sebenarnya adalah anak buah Wolf, mantan karyawan Birawa Group, yang dipecat karena korupsi


Keberadaan Dion sudah diketahui oleh Wolf juga Braga, dan mereka tetap membiarkan Dion hidup secara alami di desa itu


Tiap bulan wolf mengirimkan uang untuk biaya hidup Dion dan orang suruhannya itu, tanpa disadari oleh Dion


Sementara Birawa, Bima dan Ambarwati, tidak mengetahui kalau Dion masih hidup. dan saat ini sedang berada di tangan anak buah Wolf, mantan karyawan perusahaan nya sendiri


***


Waktu terus berlalu. Dion telah tumbuh menjadi laki laki yang cukup tampan dan gagah serta kuat


Tubuhnya sejak SMP, telah ditempa dengan latihan keras dalam ilmu bela diri, seperti pencak silat tradisional, Taekwondo, karate dan ilmu kanuragan tingkat tinggi lainnya. Seperti ilmu tenaga dalam, yang dipelajari dari para ahlinya. Hingga mencapai gelar master tenaga dalam, akibat ketekunannya berlatih


Bahkan Dion waktu kuliah, sempat mempelajari ilmu bela diri terkenal lainnya. seperti Wing Chun, Kung fu, Judo Aikido dan Krav Maga, walau belum begitu ahli, tapi cukup membuatnya menjadi seorang laki laki tangguh pada masanya dulu


***


"Ini saatnya aku menjalankan rencanaku, untuk mendapatkan Dion!" Ucap seorang kakek tua pada diri sendiri


"Sebelum ingatannya pulih. aku harus membuat Dion takluk padaku!" Sambung ucapannya lagi


"Samuel!. Cepat hubungi Tommy dan kawan kawannya itu. Serahkan bungkusan kecil ini pada nya."


"Katakan pada Tommy, dan kelompoknya itu, agar menaburkan bubuk tak berbau ini di makanan yang akan dimakan oleh Dion!" Ucapnya memberi perintah


"Setelah Dion memakannya. satu jam kemudian, dia akan merasa sakit dan pusing. Katakan pada mereka, untuk berpura pura ingin menghabisi Dion, dan mengarahkannya ke depan rumahku."


"Setelah Dion berada persis di depan rumah atau hampir mendekati. Katakan pada mereka, untuk tidak mengejarnya lagi."


"Untuk urusan selanjutnya. Serahkan padaku." Ucap kakek tua tersebut, yang ternyata adalah Wolf, sambil menyeringai buas

__ADS_1


__ADS_2