Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
28. Penyitaan


__ADS_3

"Kesempatan tidak datang dua kali, hari ini tangan dan jari, besok leher dan jantung yang ku minta." Kata Dion tanpa ekspresi


"Terima kasih tuan muda. kami mengaku tunduk dan setia pada tuan dengan taruhan nyawa."


"Baik. ikrar kalian ku terima. Sekarang kalian boleh pergi."


"Terima kasih tuan muda." Ucap mereka serentak sambil kembali menempelkan dahinya ke lantai


Lima menit kemudian.seluruh kekacauan telah teratasi, tidak ada lagi noda darah dan patahan kaki meja, serta makanan yang sempat tertumpah di lantai, semuanya telah dibereskan oleh orang orangnya Dion, dibantu oleh anak buah Brandy yang fisiknya masih kuat


Kekacauan yang terjadi di ruang pesta, telah didengar oleh karyawan hotel, juga manajer yang saat ini sedang bertugas


Tapi mereka tidak berani datang, karena adanya orang orang kuat di sana, dan juga karena hadirnya nona Ivory, sang sekretaris, sekaligus orang yang berkuasa di hotel itu


"Ada apa ya? Kenapa orang orang kepercayaan tuan Birawa datang ke hotel ini, apakah karena ingin menghadiri pesta tuan Brian, kalau itu memang benar, sungguh beruntung sekali dia."


"Tapi yang kudengar, mereka bukan datang untuk tuan Brian, tapi ingin membuat perhitungan dengannya."


"Dari mana kau tahu berita itu?"


"Tadi ada salah seorang tamu yang mengabarkan, bahwa telah terjadi kekacauan diruang pesta. Apakah sudah teratasi atau belum, aku tidak tahu."


"Sudahlah, itu bukan urusan kita, lagian yang datang itu bukan orang yang seenaknya bisa kita singgung. Ayo bekerja lagi!" Ujarnya tegas


***


Sementara itu, ke enam petinggi Birawa Group, masih setia menemani tuan muda mereka, untuk menyelesaikan urusan di hotel tersebut


Empat dari 10 manajer dan kepala staf hotel, terkena pemutusan hubungan kerja, alias dipecat, setelah mereka terbukti bersalah, karena telah menggelapkan uang perusahaan di hotel itu


Semua aset aset mereka disita, dan mereka benar benar dimiskinkan, sehingga akan berdampak pada kehidupan mereka mendatang


Sementara general manager hotel, William, hanya terkena penurunan status, dari orang nomor satu di hotel, menjadi manager biasa, yang menangani bidang pemasaran kamar hotel, itupun ditempatkan di hotel lain

__ADS_1


Dia masih tidak mengerti, mengapa dia mendapat hukuman itu, Ivory cuma mengatakan, bahwa ada penyegaran di tubuh perusahaan dan promosi jabatan


William tidak bisa berbuat apa apa. Dia hanya orang gaji di hotel itu, Tuan Birawa lah yang memiliki hotel tersebut, dan dia mempunyai hak penuh atas hotelnya


Melalui tangan kanannya Ivory, dia bisa berbuat apa saja di perusahaan itu, termasuk mengangkat dan memberhentikan siapa saja yang dikehendaki


Padahal sejatinya adalah, pergantian general manager hotel, dan penurunan statusnya adalah atas perintah Dion, yang sejak semula kurang menyukai si William itu, karena sedikit banyak pernah menyinggung nya, di pertemuan mereka pertama kali


Alasan lain adalah, karena dia tidak mau statusnya diketahui oleh William, karena Dion mengetahui adanya niat yang kurang baik pada diri si William itu, oleh karenanya, ia memerintahkan kepada Ivory untuk memindahkan William ke tempat lain


Setelah itu, Ivory, didampingi oleh Iron, Hans, Leon, Robin dan Burgon, mengadakan rapat dadakan, untuk mengumumkan kepada seluruh manajer dan staf hotel, bahwa ada pergantian pimpinan dan pemilik hotel itu


Sementara Dion kembali ke suite nya, dan menunggu perkembangan rencananya. Saat ini dia masih bekerja di belakang layar, dan dia masih mengandalkan mereka untuk melaksanakan rencananya


"Aku mengumpulkan kalian di sini adalah untuk menegaskan, bahwa telah terjadi pemecatan terhadap 4 orang manager di hotel ini, dan memindahkan William ke tempat tugas baru di hotel lain."


"Empat orang satpam yang telah terbukti bersalah, karena telah memprovokasi seseorang di ruangan pesta, telah resmi dipecat dengan tidak hormat, dan dijebloskan ke penjara atas tuduhan penganiayaan."


"Aku ingin menyampaikan satu hal yang paling penting di sini yaitu, perusahaan Birawa Group, telah memiliki pemimpin baru, yang menggantikan tuan besar Mahesa Birawa, karena pensiun."


"Oleh karena itu, kalian dan Kita semua, wajib menghormati pemilik baru tersebut, tapi untuk beberapa minggu kedepan, pemilik baru perusahaan ini, belum mau menampilkan dirinya ke publik."


"Yang terakhir, kudengar ada seorang tamu agung, yang telah menyewa kamar suite selama 1 minggu. Aku memerintahkan untuk mengembalikan uang sewa yang telah di bayarnya. Jangan bertanya kenapa, lakukan saja seperti apa yang telah aku perintahkan."


"Baik nona. Semua perintah nona akan kami patuhi dan laksanakan." Jawab petinggi hotel The South East tersebut serempak


Walau di hati masing masing, masih menyimpan tanda tanya besar, tentang pengalihan nama perusahaan, juga pergantian manajer hotel, tapi mereka enggan menanyakannya


Apa lagi tentang pengembalian uang sewa suite, yang sudah terlanjur dibayarkan kepada pihak hotel


Pemberitahuan itu tentu saja membuat mereka shock tak percaya, tapi karena itu adalah perintah dari nona Ivory, maka mereka tetap harus melaksanakannya


***

__ADS_1


Kediaman keluarga besar Wolf


"Habis sudah. Gara gara Dion sialan itu, semua rencana menjadi berantakan. Brian dan Jasmine ditangkap setelah dipecat, Vincent ditahan di hotel itu, sedangkan kita diusir dari sana seperti pengemis."


"Semua ini gara gara Dion, manusia tidak berguna itu. Sial.! Benar benar sial!" Ucap nenek Wolf, melampiaskan kekesalannya, dan seluruhnya ditimpakan pada Dion


Hal itu terjadi karena nenek Wolf, juga anak cucunya, termasuk juga tamu tamu terhormat lainnya, diusir seperti pengemis, dan diperlakukan seperti pesakitan di pesta keluarga mereka sendiri


Ruangan pesta itu telah di booking jauh hari sebelumnya, dengan harga mahal. tapi tetap saja mereka di usir dari sana. padahal mereka berasal dari keluarga kelas atas di kota B


Tapi nama besar keluarga mereka, Hanya dipandang sebelah mata oleh Ivory dan orang orangnya. Jadilah mereka seperti pengemis di pesta tersebut


Everly yang terkenal cerewet dan Judes, perempuan pemuja harta itu ikut menimpali perkataan mertuanya, nenek Wolf itu


"Ibu, semua aset termasuk perusahaan kita, telah disita oleh Ivory, dan vincent tidak diketahui saat ini berada di mana."


"Ibu juga sudah tahu tentang itu. Yang ibu tak habis pikir, bagaimana Jasmine dan suaminya Brian bisa dituduh telah menggelapkan uang perusahaan, padahal mereka telah berjasa bagi kebesaran perusahaan itu sendiri."


"Nenek! Kalau perusahaan kita diambil alih oleh Ivory, Lalu bagaimana kita kedepannya. Aku tidak mau hidup miskin." Ucap Chalista uring uringan


"Mau bagaimana lagi, Kita tidak bisa melawan mereka, lagi pula orang yang kita harapkan untuk bisa menyokong keluarga kita telah dipecat, juga ditangkap serta dipenjarakan oleh mereka."


"Jadi kita harus bagaimana nek.?" Rengek Chalista yang semakin menambah suasana menjadi tegang


"Nenek juga tidak tahu. kita masih punya rumah ini. kita bisa jual dan uangnya dijadikan modal usaha untuk sementara."


"Kalau rumah ini dijual. lalu kita mau tinggal dimana nek."


"Kau diam lah dulu Lista. jangan menambah pikiran nenek semakin kusut. nenek akan cari cara, agar suatu saat nanti. rumah ini bisa kita tebus kembali


"Jadi kita....?


Belum sampai ucapan Chalista selesai. tiba tiba masuk serombongan orang ke rumah mereka, yang terdiri dari 2 orang wanita, dan 8 orang laki laki yang tidak dikenali, sambil membawa map berwarna merah, yang berisi surat penyitaan rumah

__ADS_1


Dua di antara 10 orang itu sepertinya petugas penyitaan dari pengadilan. Mereka semua masuk tanpa permisi terlebih dahulu, dan langsung membuka suara


"Nyonya Wolf, Ini surat penyitaan rumah keluarga Wolf. yang telah dikeluarkan oleh pengadilan. Dalam surat itu tertulis, kalian diharuskan keluar dari rumah ini tanpa syarat, dan tidak diberikan waktu untuk berkemas. Saat ini juga, kalian harus keluar." Ujar salah seorang dari mereka dengan wajah garang dan mimik menakutkan


__ADS_2