
Kafe bambu kota B, sekitar pukul 7 malam diwaktu yang sama
Pram dan kawan kawannya, saat ini tengah makan malam di kafe tersebut dengan lahap
Sepertinya, mereka sedang menunggu seseorang, untuk bertemu di kafe bambu tersebut, guna menyepakati bisnis yang sebentar lagi akan mereka sepakati
Di atas meja yang mereka tempati, terdapat sebuah tas berukuran sedang, dengan isinya yang terlihat penuh, mungkin isinya pakaian atau uang, tidak ada yang tau, kecuali mereka sendiri
Kafe ini pernah dipakai oleh Dion dan Emily, untuk saling berbagi cerita, hampir setahun yang lalu, saat Dion belum menjadi orang kaya, dibangun di jalur sibuk, hingga hampir tiap hari, pengunjungnya selalu penuh
Sekarang ini, kafe tersebut telah berubah menjadi restoran mewah, tapi tidak meninggalkan kesan hijau, asri dan rimbun, serta tertata rapi
Malam ini, di sebuah gazebo cukup besar, yang letaknya berada di atas kolam, Pram dan keempat kawannya itu, terlihat sedang gelisah, karena orang yang sedang mereka tunggu itu, belum juga menampakkan batang hidung nya, padahal sesuai perjanjian, mereka akan ketemu tepat pukul 7 malam
Karena orang yang ditunggu belum juga datang, Pram menjadi sangat kesal dan marah, lalu melampiaskan kekesalannya itu pada salah seorang anak buahnya, dengan cara mencengkram kerah bajunya kuat kuat, hingga membuat anak buahnya itu kesulitan bernafas. lalu dia berkata..
"Kau tidak akan bisa lolos dari jerat dendam ku Eric. Kelubang semut pun kau akan ku cari!" Ucap Pram sambil melepaskan cengkeraman nya itu
"Uhuk! uhuk !" Apakah kau ingin membunuh ku Pram?" Protes anak buahnya itu tidak terima
"Aku hanya kesal saja pada orang itu, hampir satu jam kita menunggu, tapi batang hidungnya belum juga muncul." Jawab Pram cuek
"Kalau pun iya, jangan aku yang kau jadikan pelampiasan nya. Apa kau tidak melihat aku sedang makan?" Protesnya lagi lebih menohok
"Maaf! maaf!" Respon Pram menyesali kebodohannya itu, lalu mengedarkan pandangannya ke arah kejauhan, siapa tau orang yang sedang ditunggunya itu telah muncul
Siapa sebenarnya orang yang sedang di tunggu oleh Pram tersebut, Apakah dia begitu penting, sehingga Pram rela menunggunya sekian lama?
Nicholas atau Nick, itulah nama orang yang sedang ditunggu oleh Pram di restoran bambu tersebut. Tinggal dan menetap di kota J, tapi rumahnya jarang ada orang yang tau
Pekerjaannya adalah ketua gangster bawah tanah, anggotanya berjumlah 450 orang, punya banyak usaha, dari yang legal sampai yang ilegal
Mereka juga dikenal oleh beberapa kalangan elit, sebagai pembunuh bayaran tingkat tinggi, yang hanya mau membunuh target jika dibayar dengan harga mahal
Di kota B, namanya memang tidak begitu dikenal, tapi di kota J, namanya sudah tidak asing lagi, yang malang melintang di dunia gangster bawah tanah, orang yang telah ditaklukan oleh Robin, Hans, Iron, Leon dan Burgon, pengawal tingkat tinggi keluarga Birawa itu
__ADS_1
Saat ini, dia merupakan bawahan mereka, tapi tidak langsung bekerja padanya, dan tidak termasuk pengawal keluarga Birawa
Dia lebih suka bekerja sendiri. Iron dan Robin, pernah menawarkan kepadanya, agar menjadi pengawal keluarga Birawa, tapi dia menolaknya mentah mentah, karena dia tidak mau terikat oleh siapapun
Tapi dia berjanji, bahwa dia tidak akan pernah berani mengusik keluarga Birawa, juga orang-orangnya.Jika ketahuan dia mengusik orang Iron, atau pengawal pengawal tuan Birawa lainnya, maka dia rela dihukum mati
Tapi malam ini, dia telah berjanji kepada seseorang, yang sanggup membayarnya dengan harga tinggi, untuk menghabisi seseorang, yang ilmu bela dirinya biasa biasa saja
Nick tidak tahu, siapa orang yang akan dibunuhnya itu, karena Pram tidak memberikan informasi yang jelas, dia hanya mengatakan, ingin menghabisi nyawa seseorang, karena telah berani menyinggung nya di bar
Tepat pukul 8 malam, Nick datang menemui Pram. Dia datang tidak sendiri, tapi ditemani oleh 4 orang temannya yang lain
Tubuh mereka rata rata terlihat kuat, berperawakan tinggi tegap, dan sedikit kekar. Sedangkan Nick sendiri, tubuhnya kekar dan berotot, ada tato naga di lengan kanannya
Ketika melihat Nick datang, Pram buru buru berdiri, untuk menyambutnya, kemudian mempersilahkan nya duduk di kursi yang sudah disediakan dari tadi
Sedangkan 4 orang temannya itu, duduk di tempat lain, begitu juga dengan anak buah Pram, langsung pindah tempat
Tentu saja di atas meja yang tadi mereka gunakan untuk makan, berserak piring piring kotor dan makanan sisa, ini membuat Nick tidak senang, dan ingin segera pergi karena tersinggung
Setelah selesai, tanpa basa basi lagi, Nick langsung berkata." Aku tidak punya banyak waktu. Cepat katakan!, siapa orang yang ingin kau bunuh, dan dimana tempat tinggalnya, karena besok atau lusa, aku harus kembali ke kota J." Ucap Nick tanpa membuang waktu lagi
"Lihat lah sendiri orang dalam poto ini." Jawab Pram cepat sambil memberikan sebuah poto kepada Nick
Nick dengan cepat merebut kertas persegi itu, dan mengamati poto seseorang di dalamnya, lalu berkata. "Baiklah!. ini masalah mudah, aku tidak perlu turun tangan. cukup satu anak buah ku saja, sudah beres!" Ujarnya meremehkan orang yang ada dalam gambar itu
"Bagus!. Aku ingin malam ini juga, atau paling lambat besok, bedebah ini sudah mati, tidak peduli bagaimana caranya kau menghabisinya!" Respon Pram senang
"Ini separoh bayarannya, yang separoh nya lagi besok, setelah kau membunuhnya." Sambung Pram lagi mendominasi, lalu berkata lagi
"Jangan sampai ada jejak yang tertinggal. Segera setelah dia mati, cepat pergi dari kota ini." Ujarnya
"Aku tidak mau terlibat, aku harus kelihatan bersih." Sambungnya lagi terkesan mau enak sendiri. Nampak benar kalau Pram mau namanya tetap bersih
"Sisa pembayaran, akan aku transfer kalau tidak sempat, atau langsung di antar ke markas mu. Anak buah ku akan stand by dengan uang itu. kau tenang saja!" Ucap Pram menjamin kesungguhannya itu
__ADS_1
"Baik!, deal!"
"Deal!" Jawab Pram cepat
***
Restoran mewah kota B, pada saat yang sama, sekitar pukul 7.30 malam
Sementara itu, Eric yang menjadi target pembunuhan, sedang tidak bertugas, karena giliran nya masih satu minggu lagi, bertepatan dengan kepulangan tuan Birawa dan Dion nanti
Sebagai komandan elit pasukan pengawal keluarga Birawa, dia diberi kebebasan untuk pergi kemana saja, begitu juga mau tinggal dimana, itu terserah Eric, sepanjang masih berada di dalam kota B, termasuk malam ini
Sedangkan pengawal yang ditugaskan untuk menjaga vila, dan aset aset perusahaan Birawa Group lainnya, yang tersebar di kota B, dan sekitarnya, terdiri dari pengawal tingkat rendah dan menengah, dengan satu komandan, serta sepuluh pengawal elit tingkat dua, sedangkan pengawal elit tingkat satu, hanya datang jika ada gangguan
Sembilan puluh persen pengawal, baik tingkat rendah maupun tingkat tinggi, tinggal di apartemen khusus pengawal di kota B, tak jauh dari lokasi vila
Penempatan para pengawal itu, tentu tempatnya berbeda beda, sesuai dengan tingkatan mereka masing masing
Iron, Hans, Robin, Leon Burgon dan pengawal tingkat tinggi level pertama lainnya, termasuk, Awan, Bumi dan langit, tinggal di vila milik Dion, kalau mereka kebetulan sedang berada di kota B, Kalau Ivory, tentu saja tinggal di hotel bintang lima
Sedangkan komandan tim, serta pengawal elit tingkat pertama, tinggal di bangunan mewah samping vila milik Dion, ada juga yang menginap di hotel bintang tiga dan empat
Saat ini, Eric dan sepuluh orang orang nya, ditambah dengan trio gadis Shanghai, Anjani, dan beberapa pengawal elit lainnya, termasuk empat gadis karateka sabuk hitam, sedang makan malam di restoran mewah di kota B itu
Eric, sebagai tuan rumah, tentu saja yang menjadi bandarnya
Di kesempatan ini, mereka berpakaian biasa biasa saja, simpel dan tidak ribet, termasuk tiga pendekar atau petarung kipas berlainan warna itu, tapi tetap kelihatan elegan dan rapi
Ke restoran itulah, Nick dan keempat kawannya itu, sedang menuju, dan pura pura ingin juga
Tapi kedatangannya sedikit terlambat, karena Eric dan yang lain sudah selesai makan, dan bersiap siap ingin meninggalkan restoran itu
Karena tidak mau kehilangan targetnya, Nick menyuruh kepada empat orang anak buahnya untuk menangkap Eric saat itu juga, tapi langkahnya di hadang oleh Anjani dan tiga gadis Shanghai itu
Karena menganggap empat orang gadis tersebut lemah, maka mereka terus saja maju mendekati Eric, dengan tatapan garang
__ADS_1
Namun apa yang terjadi sedudahnya?