Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Mengobati penyakit raja


__ADS_3

"Itu sudah semestinya yang mulia!"


"Kebetulan saya mempunyai sedikit kemampuan, Maka saya bisa mengobati penyakit anak anda!" Jawab Dragon merendah


"Tuan dewa terlalu merendah. Di negara ini, mungkin tidak ada orang yang kemampuannya seperti anda."


"Jika pun ada!, kebanyakan suka berbuat jahat. Kecuali para penegak keadilan juga pengabdi Tuhannya!" Sambut raja Mongkut Kittirong berterus terang


Tak lama kemudian raja berkata lagi. "Kalau boleh kami tahu. Apa yang akan tuan lakukan pada orang orang itu?" Tanyanya kemudian


"Saya cuma ingin memastikan, apakah orang orang anda mengenal dua orang ini atau tidak?" Jawab Dragon enteng


"Maksud anda dua orang berjas hitam itu?" Tanya raja sekedar ingin ketegasan


"Benar yang mulia!"


"Silakan mengutus orang orang anda untuk turun kemari, dan memeriksa siapa tahu ada yang kenal dengan mereka." Jawab Dragon cepat


"Kalian bertiga!. Cepat turun dan periksa apakah orang itu kalian kenal atau tidak!" Ucap raja memberi perintah


"Baik yang mulia!" Jawab tiga orang penting negara Thailand itu serempak. Kemudian keluar dari ruang isolasi, dan menemui Dragon


"Ayah dan yang lainnya boleh turun. Tiga jam lagi kita akan kembali ke kota emas." Ucap Dragon melalui pikirannya


"Baiklah anak ku!. Ayah akan turun sekarang!" Jawab Dion cepat


Tak lama kemudian sebelum mereka sampai. Dragon mengerahkan kemampuan Wahyu Taqwa nya, dan dikirim pada Jigong Naidong beserta 18 murid muridnya


Mendadak tubuh tubuh mereka bereaksi, dan melakukan perlawanan kekuatan mistis dari dalam, Saat melawan itu, Dragon sedang berusaha mencabut serta memusnahkan ilmu sihir orang orang tersebut


Satu menit kemudian. Seluruh kemampuan sihir Jigong dan anak buahnya telah berhasil di cabut, dan tidak menyisakan apa apa lagi


Sekarang tubuh mereka sama seperti orang kebanyakan. Lemah dan tidak punya kemampuan dalam. Jika mereka berniat mempelajari sihir lagi, maka formasi kematian yang dipasang oleh Dragon di tubuh mereka akan bereaksi, dan membunuh pemiliknya sendiri


Setelah mengerjakan semua itu, kebetulan Dion juga orang orangnya sudah ada di dekat Dragon. Begitu juga dengan Sangkok Yap, Siringkot Trakea. Thanom Nopadon, juga kepala kepolisian setempat


Tak lama setelah mereka sampai, Dragon segera berkata. "Silakan tuan tuan periksa dan kenali, siapa kedua orang ini." Ucap Dragon pada tiga orang penting negara Thailand tersebut


"Aaron! Asnee!" Teriak perdana menteri sedikit kuat, dan membalikkan tubuh kedua orang itu untuk memeriksa kartu pengenalnya. Kemudian bereaksi kembali


"Benar!. Ini memang mereka!" Ucapnya lagi. Kemudian memandang ke arah tiga orang rekannya


"Ini sungguh tidak terduga!. Orang kepercayaan raja membelot dan memusuhi keluarganya sendiri!"


"Padahal mereka masih ada hubungannya dengan keluarga kerajaan!"


"Jika raja tahu tentang ini, tentu dia akan sangat marah sekali, dan aku yakin keluarganya akan diasingkan!" Ucapnya lagi


"Anda benar. Kami juga memikirkan tentang itu!" Jawab Thanom Nopadon mengiyakan


"Jadi apakah kita akan melaporkan kejadian ini pada yang mulia?" Tanya Siringkot Trakea pada kepala polisi negara tersebut


"Tentu saja!. Dan pastinya dengan segala resiko yang akan mereka tanggung, begitu pula dengan keluarganya!" Jawab Aroon Tanawat, kepala kepolisian Thailand tegas


"Tuan dewa!. Apakah pekerjaan anda sudah selesai?" Tanya Sangkok Yap datang menyela, hanya sekedar ingin tahu saja


"Tentunya sudah!. Dan ini saatnya untuk kami kembali ke negara kami!" Jawab Dragon berterus terang


"Kenapa secepat itu tuan penguasa juga tuan dewa?" Tanya Sangkok Yap merasa kecewa


"Ada pekerjaan penting yang harus kami lakukan di sana!. Dan itu sudah tidak bisa ditunda lagi!" Jawab Dion tegas


"Kalau begitu mari kita temui raja kami, dan melaporkan tentang itu padanya!" Jawab perdana menteri sudah mulai memahami situasi

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan orang orang ini?. Apakah akan dibiarkan begitu saja?" Tanya Siringkot Trakea butuh penjelasan


"Anda jangan khawatir!. Walau mereka bangun nanti, mereka sudah bukan siapa siapa lagi"


"Seluruh kekuatan orang orang tersebut sudah saya cabut, dan membuangnya jauh jauh dari kehidupan mereka!" Respon Dragon cepat. Menjelaskan apa yang telah dilakukannya pada Jigong Naidong dan orang orangnya


"Lagipula sudah ada yang mengurusnya." Ucapnya lagi. Sambil memandang pada pengawal ayahnya tersebut


Tak lama kemudian, tempat tersebut telah bersih, dan hanya tinggal mereka saja yang ada


Setelah itu, Sangkok Yap mengajak Dion, Dragon dan sepuluh orang orangnya untuk menemui Mongkut Kittirong, yang sedang menunggu berita dari orang orangnya


Tak lama kemudian mereka sudah berada di ruang tempat raja dan keluarganya duduk itu


Tempat tersebut memang di siapkan untuk raja, saat ingin melihat prajuritnya berlatih keterampilan tempurnya


Ruang yang disiapkan itu lumayan lebar dan luas. Jadi mampu menampung orang dalam jumlah banyak


"Tuan Dion juga tuan dewa!" Terima kasih sekali lagi, karena telah membereskan kekacauan dalam keluarga kerajaan juga negara ini!"


"Untuk itu kami berencana, mengundang anda secara resmi, dalam acara yang akan kami adakan besok malam!"


"Jadi kami mohon agar anda semua bisa hadir dalam acara tersebut." Ucap raja Mongkut penuh harap


"Maaf tuan raja!. Sungguh kami tidak bisa memenuhi undangan tersebut, karena tiga jam lagi kami harus kembali ke negara kami." Jawab Dion mewakili semuanya


"Kenapa begitu?. Padahal ada hal penting yang akan kami bicarakan dengan anda, Terutama dengan putra anda itu!" Sambut Mongkut Kittirong dengan ekspresi kecewa


"Maafkan saya tuan raja!" Masalah pribadi itu lebih baik kita bicarakan ketika saatnya tiba."


"Lagipula kami berdua masih kecil, dan jauh dari kata dewasa."


"Jadi masih ada waktu lain untuk membicarakan masalah itu." Jawab Dragon cukup bijaksana


"Besok atau lusa adik ku akan lahir. Jadi kami semua harus berada di sana saat itu!" Jawab Dragon berterus terang


"Ternyata begitu. Maafkan kami yang terkesan memaksakan kehendak itu!" Respon raja tersebut sudah memahami keadaan


"Oh ya tuan raja!. Maaf juga jika kami bertanya." Ucap Dion dengan ekspresi serius


"Silakan tuan penguasa!" Jawab raja cepat


"Apakah ada kuota untuk perusahaan ku, mengembangkan sayapnya di negara ini?" Ucap Dion masih mengambang


"Kalau boleh tahu usaha apa itu tuan Dion?" Tanya Mongkut Kittirong bersemangat


"Menurut informasi dari anak ku. Ada beberapa buah hotel dan mall yang menarik perhatiannya."


"Jika memungkinkan, bisakah tempat tempat itu kami beli?"Tanya Dion berterus terang


"Tentu saja bisa tuan penguasa !. Silakan anda bicarakan dengan perdana menteri ini!"


"Saya yakin dia dan orang orangnya bisa membuat hotel hotel tersebut menjadi milik anda."


"Sebagai raja,. Saya sangat senang dan mendukung rencana anda tersebut!" Jawab raja Kittirong bersemangat. Kemudian berkata kepada orangnya


"Perdana menteri!. Urus masalah ini, dan buat itu menjadi mudah!"


"Aku ingin tuan tuan tamu penting kita mendapatkan tempat di negara kita!" Ucap raja memberi perintah


"Baik yang mulia!" Jawab perdana menteri patuh


Sementara itu, Anong Acha yang sedang duduk di atas kursinya hanya terpaku diam. Dia tidak menyangka, bahwa Dragon yang baru dikenalkan tersebut, akan pergi secepat itu

__ADS_1


Dia merasa nyaman saat memandang wajah Dragon tersebut. Baginya Dragon adalah orang baik. Dan entah mengapa dia merasa suka pada sahabat baru nya itu


"Tuan raja, permaisuri, pangeran, dan putri Acha!"


"Jika ada kesempatan lain, maka kami akan datang lagi ke sini!"


"Tapi untuk hari ini, kami harus kembali lagi ke Indonesia!" Ucap Dragon tegas, mewakili ayah juga orang orangnya itu


"Tapi sebelum kami kembali ada satu hal yang akan disampaikan oleh dewa obat pada tuan raja." Ucap Dragon menyambung kata


"Dewa obat!. Siapakah itu?" Respon raja Mongkut Kittirong penasaran


"Saya orangnya yang mulia!" Jawab Pai Zu Xian cepat


"Apa yang akan anda katakan dewa obat?" Tanya raja ingin tahu


"Menurut penglihatan ku, anda mengidap penyakit lambung. Dan jika dibiarkan akan menjadi penyakit serius!"


"Selain itu, anda juga mengalami sesak nafas, akibat penggunaan anti biotik secara terus menerus "


"Pinggang anda juga terasa nyeri, saat terlalu lama duduk atau beraktifitas!"


"Akibat lain dari masalah masalah tersebut, bisa mempengaruhi jantung anda!"


"Jika dibiarkan terlalu lama, saya takut akan mempengaruhi kondisi anda ke depan." Jawab Pai Zu Xian sambil menjelaskan dan apa adanya


"Bagaimana anda bisa tahu apa yang saya derita dewa obat?"


"Padahal kita baru pertama kali bertemu?" Tanya Mongkut Kittirong penasaran


"Itu mudah tuan raja!. Wajah anda agak pucat. nafas memburu, dada sesak dan jalan pun sedikit kesulitan. Seperti menahan sakit yang sengaja disembunyikan!" Jawab Pai Zu Xian mendekati kenyataan


"Ya anda benar!. Apa yang tuan sampaikan itu memang sering aku alami."


"Sudah banyak dokter dan orang pintar yang mengobati ku."


"Tapi semuanya pulang dengan rasa kecewa!"


"Mudah mudahan dewa obat bisa mengobati ku, dengan kemampuan dewa anda itu." Respon Mongkut Kittirong penuh pengharapan


"Tuan besar!" Ucap Pai Zu Xian ingin penegasan


"Lakukanlah dewa obat!. Keberangkatan kita bisa ditunda sampai nanti malam!" Reaksi Dion cukup mengerti keadaan


"Draco!. Bantu kakek dewa tabib dengan kemampuan Wahyu Taqwa mu itu. Agar pengobatan berjalan lancar, dan bisa dipersingkat waktunya." Ucap Dion memberi perintah


"Baik ayah!" Jawab Dragon patuh. Kemudian mengangguk kearah dewa obat, agar melakukan sesuatu


Tak lama kemudian dewa obat itu pun berkata "Baiklah tuan raja!. Saya akan mengobati penyakit anda itu!"


"Saya harap anda siap, dan bisa menahan rasa sakit saat pengobatan itu."


"Tapi sebelumnya, mohon Anda meminum obat ini, dan biarkan isinya menyembuhkan anda dari dalam!" Ucap Pai Zu Xian menjelaskan


"Baiklah dewa obat, Saya akan meminumnya !" Jawab raja Mongkut tegas dan tidak ada curiga sedikitpun


Sesaat kemudian. Obat tersebut sudah masuk ke perut raja dan segera bereaksi. Tapi untuk mencegah rasa sakit yang berlebihan. Dragon mengirimkan aura penyembuhannya, untuk menambah efek obat menjadi lebih manjur, sekaligus menekan rasa sakit yang dirasakan oleh raja


Beberapa saat kemudian. Terdengar teriakan dari mulut raja. Dan berlangsung sampai beberapa kali


Perdana menteri, panglima, kepala polisi negara, serta kepala kepolisian setempat, dan yang lain merasa khawatir, melihat kondisi rajanya tersebut


Ingin mereka datang menolong, atau menghentikan pengobatan tersebut. Tapi melihat keseriusan Dragon dan Dewa obat, mereka segera mengurungkan niatnya

__ADS_1


"Argh!" Teriak raja sekeras-kerasnya, dan tubuhnya terkulai tidak sadarkan diri


__ADS_2