
"Berani kau memasuki wilayah ku?" Ucap Iron marah
"Aku hanya ingin mencari hiburan saja. bukan mencampuri urusan mu di sini!" Jawab Braga tegas
"Aku tidak mau tahu. Cepat keluar dari tempat ini. Aku tidak mau anak ku terganggu karena kedatangan kalian!" Bantah Iron ketus
"Bos!" Ucap anak buah Braga geram
"Tahan!. Jangan mencari masalah. Ini wilayah mereka!" Jawab Braga cepat
"Ayo kita keluar!" Perintah Braga tegas. Tapi anak buahnya tetap membandel, malah berkata dengan nada penuh ancaman
"Hari ini kalian kami lepaskan. Tapi jika nanti kita bertemu lagi, aku pastikan kalian akan mati!" Ucap Alvaro cukup berani
Plak! Buk !
"Uuugghh!" Keluh Alvaro kesakitan, saat wajah dan dadanya dipukul cukup keras oleh anak buah Iron
"Tahan Robin!. jangan cari masalah!" Ucap Iron mencoba menerangkan anak buahnya itu
"Ketua boleh saja bersabar, tetapi aku tidak!. Orang seperti ini patut diberi pelajaran!" Sanggah Robin kesal
"Kalian sudah menabuh genderang perang dan permusuhan dengan kelompok ku!. Maka bersiap siaplah untuk mati!" Ancam Braga marah, ketika melihat anak buahnya dipukul seperti itu
"Kami sudah lama siap!, bahkan jika saat ini kau berani melawan. Aku pastikan, disinilah kuburan mu!" Jawab Robin tidak kenal takut
"Ayo kita pergi!. Jangan ladeni mereka!" Reaksi Braga sambil menahan marah, Kemudian segera meninggalkan KTV milik kelompok Iron itu
"Awasi mereka!. Aku takut mereka akan kembali dengan membawa bala bantuan lebih banyak lagi!" Perintah Iron tegas
"Baik ketua!" Jawab Robin patuh
"Mana Hans, Leon dan Bram?" Tanya Iron sebelum Robin pergi
"Ketiganya sedang berada di luar ketua. Mungkin mereka tidak tahu masalah ini." Jawab Robin apa adanya
"Perintahkan mereka untuk menjaga gedung ini!. Jangan biarkan kelompok Braga masuk atau menyusup kesini lagi!" Perintah tegas Iron dibarengi rasa cemas
"Siap ketua!" Jawab Robin cepat. Kemudian buru buru pergi meninggalkan kamar karaoke
"Huh!. Padahal aku hanya ingin menyenangkan anakku saja, dengan membawanya kesini untuk merayakan hari ulang tahun nya itu. Tapi tidak kusangka, akan terjadi masalah seperti ini." Batin Iron dalam hati
"Maafkan ayah ya nak!. Kalau di hari ulang tahun mu ini. Ayah hanya merayakannya di tempat seperti ini." Ucap Iron sedih
"Arya senang disini yah. Karena Arya bisa bernyanyi sepuasnya." Jawab anaknya kalem
"Terima kasih nak!" Reaksi Iron senang
Tok! tok! tok!
"Siapa?" Ucap Iron waspada, sambil mengeluarkan pistol dari balik bajunya
"Ini Robin ketua!" Jawab orang yang ada di balik pintu itu cepat
"Ada apa kau datang terburu buru seperti ini?, dan seperti orang yang sedang ketakutan?" Tanya Iron penasaran
"Apa yang ditakutkan telah terjadi. Braga dan orang orangnya sudah sampai ke tempat ini, dan sekarang mereka sedang berada di bawah, untuk masuk ke gedung ini!" Jawab Robin cepat
"Apa!. Bagaimana bisa secepat ini?. Lalu bagaimana anak buah kita yang lain?" Tanya Iron khawatir
"Saat ini mereka sedang berhadapan dengan anak buah Braga, tapi belum ada pertarungan." Jawab Robin apa adanya
"Sebaiknya ketua cepat turun, untuk meredakan kesalahpahaman itu." Ucap Robin memberi usul
"Berapa jumlah mereka?" Tanya Iron penasaran
"Diperkirakan lebih dari 150 orang ketua!" Jawab Robin apa adanya
"Apa!. Lalu bagaimana dengan orang kita?. Apakah jumlahnya cukup?" Tanya Iron khawatir
"Jumlah kita hampir seimbang ketua. kalaupun ada perbedaan, cuma sedikit."
"Baik!. Mari kita turun!." Ucap Iron cepat, kemudian berkata pada anaknya
"Arya!. Kau tetap di ruangan ini, dan jangan menampakan diri sebelum ayah datang!"
"Tapi ayah!"
"Tidak ada tapi tapi. Cepat masuk!"
"Baik ayah!" Jawab Arya patuh
***
__ADS_1
Sementara itu, di luar gedung KTV tersebut, terlihat ratusan orang yang sedang berdiri saling berhadap hadapan
Di depan barisan itu berdiri Braga, Samuel dan Alvaro, dengan posisi tegak, mata liar dan tangan di pinggang. Sedang mengawasi sekumpulan orang yang ada di depannya itu
"Mana ketua kalian!" Tanya Braga dengan sikap sombong
"Tidak perlu ada ketua. Kami saja sudah cukup untuk menghabisi kalian!. Jawab Hans sambil mengepalkan tangannya erat erat
"Sombong!. Kau pikir dengan keahlianmu melempar pisau dapur itu, sudah mampu menakuti ku?" Respon Braga sambil tersenyum sinis
"Boleh kita buktikan!" Jawab Hans kesal, kemudian dengan gerakan cepat, melemparkan pisau ke arah Braga, dan tepat mengenai punggung tangan kirinya hingga berdarah
"Kurang ajar!. Akan aku cincang tubuh mu! dan akan ku potong tangan kurang ajar mu itu!" Teriak Braga kuat, sambil menahan sakit
"Tunggu apa lagi! Serang!" Ucap Braga memberi perintah
"Hentikan!" Teriak Iron dengan suara kuat
"Kenapa kau datang lagi?. Bukankah kita sudah mempunyai perjanjian. tidak boleh mengusik satu sama lain?" Tanya Iron marah
"Salah satu anak buahmu telah menabuh genderang perang. Jadi aku tidak mungkin diam saja!" Jawab Braga ketus
"Itu bukan salahnya!. Tapi mulut anak buahmu itu yang terlalu lancang. dan berani mengancamku!" Sanggah Iron tak kalah ketus
"Serahkan anak buah mu itu. maka masalah ini ku anggap selesai!" Jawab Braga seenaknya sendiri
"Hiiaaaatt!" Teriak Robin marah sambil, melancarkan serangannya kearah Braga. karena dialah orang yang diinginkan oleh si Braga itu
"Kau mau membawaku Brave!. Langkahi dulu mayat ku!" Ucap Robin geram
Des! buk! plak!
Tiga kali serangan Robin bisa ditangkis oleh Braga, dengan tangan kanannya. Sedang tangan kirinya tidak bisa dia gunakan, karena luka
Tiga kali serangan Robin bisa ditangkis, tapi serangan berikutnya luput dari perhatian Braga, maka
Buk!
"Aaarrrkkh!"
"Badjingan!. Berani nya kau!" Teriak Braga marah, kemudian mengeluarkan pistol dari balik bajunya dan langsung menembak Robin
Jleb!
"Aaarrrkkh!"
"Cepat habis! mereka!" Perintah Braga tegas, kepada seluruh anak buahnya itu
Dor! dor! dor!
Buk!
Jleb!
Des!
Bunyi tembakan, pukulan, tendangan dan tusukan pedang, mengiringi pertarungan itu
Banyak anak buah Iron apalagi Braga yang menjadi korban. Kedua belah pihak saling menjatuhkan satu sama lain.Tapi posisi anak buah buah Iron tidak menguntungkan
Selain kalah jumlah. Mereka juga minim senjata api. Hanya mengandalkan kekuatan Iron, Robin, Hans, Leon dan Bram. Manalah cukup jika harus berhadapan dengan senjata api. Jadi posisi mereka semakin terdesak
Kalau tadi jumlah anak buah Iron masih banyak. sekarang tinggal setengahnya saja. Imbang dengan jumlah anak buah Braga, yang sudah banyak mati terbunuh itu
"Alva!. Cepat naik keatas, dan sandera anak si badjingan ini!, biar dia tahu sakitnya kehilangan orang yang disayang!" Perintah Braga disela sela pertarungan tidak seimbangnya dengan Iron
"Jangan mimpi!. kau tidak akan aku biarkan kesana!" Reaksi Iron marah, sambil melancarkan serangannya kearah Braga, dan tepat mengenai sasarannya
Begitu sudah menjatuhkan musuhnya. Iron melompat kearah Alvaro dan menendang punggungnya hingga terjatuh ke tanah
Dor!
Sebuah tembakan menyerempet bahu kiri Iron hingga membuat gerakannya terhenti seketika, walau tidak sampai jatuh
Ketika orang tersebut ingin menembak Iron lagi, datang pertolongan dari Leon, dengan menembak orang itu di kepalanya hingga tembus kebelakang. Seketika itu juga dia mati
Alvaro yang tadi terkena tendangan itu, saat ini sudah memasuki gedung, dan sedang menuju keruangan Arya
Tidak mau anaknya kenapa kenapa. Iron secara membabi buta, walau bahunya terasa sakit, kembali menyerang anak buah Braga, yang mencoba menghalanginya untuk masuk kedalam gedung.
Geram karena langkahnya dihalangi oleh mereka. Iron melancarkan serangan pamungkasnya, dengan meninju sekuat tenaga dada lawannya masing masing , sampai membuat mereka terjengkang jatuh ke tanah dan mati seketika
Tanpa memperdulikan nasib musuh musuhnya itu. Iron bergegas masuk ke dalam gedung, meninggalkan anak buahnya, yang sedang berjibaku menghadapi lawan lawan kuatnya itu
__ADS_1
Diantara anak buahnya tersebut adalah Bram. level kekuatannya berada di bawah Robin juga Leon. Saat ini dia sedang berhadapan dengan dua orang pengawal level tinggi, yang mempunyai teknik sama dengannya
Menghadapi musuh musuhnya itu, Bram menjadi kewalahan, hingga satu serangan kuat dari mereka, tidak mampu dia tangkis. Akibatnya tubuh Bram terlempar ke rerimbunan tanaman hias, dan Diam tidak bergerak disitu
Dua orang lawannya menganggap bahwa Bram sudah mati. Jadi tidak memeriksa kondisi Bram lagi. Mereka langsung membantu teman temannya yang lain, untuk menghabisi anak buah Iron
Sementara itu. Alvaro atau Alva, dan sepuluh anak buahnya tersebut, sudah berada di ruang KTV, dimana Arya sedang berada. Tapi kedatangan mereka terlambat, karena Arya sudah tidak ada di ruangannya lagi
"Sialan!. Kemana perginya anak itu?" Ucap Alva kesal
"Cepat menyebar!, dan cari anak itu di setiap kamar gedung ini, dan temukan anak tersebut!" Ucap Alva memberi perintah.Kemudian berlalu dari tempat itu
Dua menit kemudian, Iron datang dengan tergopoh gopoh, dan langsung masuk ke ruangan KTV
"Dimana Arya?" Ucapnya panik, kemudian keluar dari ruangan itu, dan mencarinya di keberadaan anaknya
***
Di ruangan tertutup lain, gedung KTV tersebut. Birawa sedang duduk sambil menikmati sampanye yang ada diatas meja. Sedangkan dua orang pengawalnya itu, dia suruh untuk bernyanyi
Ketika sedang asyik minum itulah, datang seorang anak kecil berumur sekitar 10 tahun, dan langsung masuk ke ruangannya begitu saja
Kedatangan anak tersebut, tentu saja membuat Birawa, yang saat ini sudah mulai mabuk, menjadi sangat terkejut sekali. kemudian bertanya kepada anak tersebut
"Kau siapa anak kecil?" Tanya Birawa keheranan, sambil menggeleng gelengkan kepalanya karena pusing
"Saya Arya tuan. Ayahku sedang berkelahi diluar sana. Jadi aku takut sendirian di dalam kamar ku tadi. Maka aku keluar." Jawab Arya dengan ciri khas anak anak
"Ada pertarungan?. Kenapa aku tidak bisa mendengarnya?" Tanya Birawa sekali lagi keheranan
"Tempat ini kedap suara tuan.Jadi kita tidak bisa mendengarnya." Jawab salah seorang pengawalnya dengan sikap sopan
"Cepat kau periksa keadaan di luar!. Apakah benar apa yang dikatakan oleh anak ini!" Perintah Birawa pada pengawalnya itu
"Baik tuan!" Jawab pengawal tersebut patuh
Tapi sebelum pengawal itu sempat keluar. Alva dan beberapa anak buahnya masuk keruangan itu secara tiba tiba, dan langsung berkata.
"Ternyata disini kau sembunyi anak kecil!" Ujarnya kesal
"Ayo ikut kami!" Ucapnya lagi dengan ekspresi marah
"Tunggu!" Siapa kalian?. Anak ini berada dibawah perlindungan ku!" Ucap Birawa tegas
"Siapa kau orang tua?. Jangan menghalangi tugas ku!" Reaksi Alva ketus
"Aku Birawa dan ini pengawal ku." Jawabnya berani
"Oh kebetulan bertemu dengan penipu seperti mu disini!. Bos Braga pasti akan senang jika mendapat kiriman kepalamu nanti!" Reaksi Alva senang, tapi mulutnya mencibir ke arah Birawa, yang disangkanya palsu itu
"Jadi kalian anak buah Braga si penghianat itu?" Tanya Birawa sambil mengepalkan tangannya erat erat
"Jangan kurang ajar kau! Memangnya kau siapa, berani menyebut namanya begitu saja?. Ha!" Reaksinya keras bercampur marah
"Sudah aku katakan!. Aku Birawa, mantan bosnya dulu! Paham?" Jawab Birawa geram
"Hahahaha!. Aku kira kau hanya menggertak ku saja tadi. Tidak disangka pemilik perusahaan besar itu, sekarang sedang ada di depanku, dan nyawanya ada ditanganku pula!" Responnya senang sambil tertawa lepas
"Sungguh keberuntungan besar ku hari ini, mendapatkan dua mangsa besar sekaligus!" Ucapnya bertambah senang
"Jangan kurang ajar kau!" Respon pengawal Birawa marah
Dor! dor!
Dua tubuh terjatuh kelantai, ketika timah panas menembus batok kepalanya, hingga tembus kebelakang, dan seketika itu juga mereka mati
"Hahahaha!. Sekarang hanya tinggal kau dan anak kecil itu. Aku tidak akan membunuhmu Birawa, jika kau mau menyerahkan anak kecil itu pada ku!" Ucapnya memberi pilihan
"Tidak!. Walau kau sudah membunuh pengawalku. Aku tidak akan menyerahkan anak kecil ini padamu!" Jawab Birawa cukup berani
"Hebat juga kau!. Dengan jawabanmu itu, aku sudah tidak berminat lagi pada anak tersebut. Lebih baik aku bunuh saja dia!" Ancamnya sambil mengarahkan moncong senjata nya itu ke arah Arya, dan..
Dor!
Tubuh Arya tetap berdiri di ruangan itu, tapi bahu kiri Birawa bagian atas, terkenal tembakan kuat, hingga tembus ke depan, walau belum sampai roboh
Melihat tembakannya tidak berhasil karena dihalangi oleh Birawa, Alva sekali lagi mengarahkan moncong senjatanya itu ke arah Birawa, dengan niat ingin membunuh nya dulu, baru kemudian Arya
Tapi saat genting seperti itu, Iron tiba tiba saja masuk dari pintu samping, dan langsung berlari kearah Birawa, berniat menjadikan tubuhnya sebagai tameng, untuk melindungi Birawa dan anaknya tersebut
Dor!
Dor! dor ! dor ! dor !
__ADS_1
Tubuh Iron ambruk kelantai, ketika terjangan peluru mengenai perutnya dari arah belakang, disusul oleh robohnya tubuh Alva dan ketiga anak buahnya itu
Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?.dan kenapa bukan hanya Iron saja yang mati, malah musuhnya juga mati. Kita tunggu episode berikutnya