Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Dion terluka


__ADS_3

Tujuh puluh empat anak buah Gordon segera membentuk formasi mengepung, 30 orang berlarian ke arah kanan, dan 30 orang lagi berlarian ke sebelah kiri, sedangkan sisanya tetap berada di tempat semula, bersama dengan Gordon, tuannya itu


Sedangkan di pihak Dion, hanya memajukan 13 orang saja, tidak jadi 20 orang, seperti rencana semula, karena hanya dengan sejumlah itu, sudah lebih dari cukup, untuk menghadapi anak buah Gordon tersebut. Sementara sisanya mundur ke belakang, termasuk Dion dan Hans


Diantara 13 orang yang maju itu, terdapat Bumi, Awan dan Langit, tiga orang yang sudah dikenal mempunyai keahlian tinggi dalam seni bertarung, baik menggunakan senjata tajam, maupun dengan tangan kosong


Tindakan Dion yang hanya memajukan 13 orang itu, tentu saja membuat Gordon dan anak buahnya merasa tersinggung, tapi apa boleh buat, karena itu keputusan lawan, mereka mau tidak mau harus terima, walau merasa direndahkan seperti itu, mungkin itu satu keberuntungan besar bagi pihaknya


Namun sebaliknya, kondisi seperti itu membuat hati mereka sakit, karena dianggap rendah oleh lawan, hingga tanpa sadar, tangan mereka bergetar, gigi saling bertaut, hati dongkol, mata memerah, dan kaki sudah tidak sabar ingin berlari, agar bisa segera melampiaskan sakit hatinya pada orang yang telah meremehkannya itu, tiba tiba...


"Serang! dan hancurkan kesombongan mereka!" Teriak Seorang komandan bawahan Gordon dengan antusias


Segera setelah itu, puluhan orang meluruh ke arah 13 anak buah Dion tersebut, tapi mereka malah tenang tenang saja. Barulah setelah penyerang tersebut dekat, Langit sebagai komandan tertinggi dalam tim itu, segera memerintahkan kepada rekan rekannya untuk bergerak


Pertarungan segera pecah diantara mereka. Bumi, Awan dan Langit bahu membahu saling bergantian memimpin jalannya pertarungan itu


Di suatu kesempatan, serangan ganda tangan kiri dan kanan Awan, berhasil merobohkan dua orang yang mencoba membokong nya dari samping, ketika dia sedang melancarkan serangan kakinya ke arah dada lawan


Serangan yang mendadak itu, tentu saja membuat dua penyerangnya terpental kebelakang, dengan dada remuk dan mati seketika


Sementara lawannya yang lain, terkena tendangan kuat di ulu hati, hingga membuatnya terdorong dan langsung ambruk ketanah.mati!


Bumi begitu juga, serangan cepatnya tidak mampu di antisipasi oleh lawan lawannya. Mereka bagai semut yang mendatangi api, belum sempat lari sudah terkena pukulan, tendangan dan tamparan mematikan dari lawan yang dihadapinya


Banyak diantara mereka langsung terkapar di tanah dan tidak bergerak lagi, langsung mati


Sementara di bagian Langit, dengan entengnya dia menangkis, mengelak dan menyerang lawan dengan pukulan yang sangat mematikan


Baginya, lawan lawannya itu hanya sekumpulan sampah yang tidak berguna, hanya sekali tiup sudah beterbangan di udara dan langsung mati


Begitu juga dengan 9 rekannya yang lain. Rata rata mereka tidak mengalami kesulitan yang berarti, ketika menghadapi lawan dalam jumlah banyak itu


Dengan entengnya mereka merobohkan lawan satu persatu. Ada yang patah tangannya, ada yang kepalanya berubah posisi, ada pula yang dadanya remuk, dan ada juga yang perutnya tembus karena tertusuk oleh belatinya sendiri


Hanya dalam waktu singkat, lebih sepertiga anak buah Gordon tewas, yang tersisa tinggal 17 orang saja, itupun banyak yang sudah mengalami luka, sedangkan di pihak Dion, tak seorangpun yang terluka, malah mereka masih segar bugar, walau sedikit kelelahan


Melihat kejadian itu, barulah mata Gordon terbuka. Selama ini dia menyangka, bahwa anak buahnya itu sulit untuk dikalahkan, karena mereka adalah petarung pilihan yang sengaja dibawanya untuk mencari Dion, orang yang telah menghabisi teman baiknya, Jack Napoleon itu


Tapi nyatanya, hanya menghadapi 13 orang saja, mereka sudah kalah, bahkan sangat telak sekali, apalagi kalau menghadapi semuanya, mungkin hanya dalam waktu singkat, anak buahnya akan mati seluruhnya


Tanpa disadari, kaki Gordon gemetar, bibirnya menggigil seperti kedinginan matanya menyiratkan rasa takut yang teramat dalam. Mau lari tidak mungkin apalagi mau bertarung


Ditengah kegalauannya itu, Dion berkata." Menyerah lah Gordon, sebelum terlambat!"


"Apa katamu? menyerah! Tidak akan pernah!" Jawabnya cukup berani, walau sebenarnya hatinya bergetar hebat, takut ketika melihat aura kematian yang keluar dari sorot mata Dion, yang diarahkan padanya


"Ternyata orang itu tidak sesederhana penampilannya. Dia benar benar kuat, anak buahnya saja kuat begitu, apalagi tuannya, mungkin seni bertarungnya sudah tidak bisa di ukur lagi." Kata hati Gordon sudah mulai gentar

__ADS_1


"Tapi sebagai seorang petarung yang sudah malang melintang di berbagai kejuaraan, aku tidak boleh lemah seperti ini. Bagaimanapun, aku harus menghadapinya." Kembali hatinya berkata seperti itu hanya untuk sekedar menghibur nya saja


"Lagi pula aku mempunyai teknik pamungkas yang jarang sekali aku gunakan, kecuali kalau berhadapan dengan lawan yang benar benar kuat. Kali ini, aku harus menggunakan itu padanya."


"Bagaimana Gordon? apakah kau menerima tawaran ku?" Tanya Dion membuyarkan lamunannya


"Dengar Dion! Aku akui, anak buah mu memang kuat, tapi bagiku, mereka bukan lawan yang sebanding dengan ku!"


"Jadi aku menantang mu secara pribadi, untuk melakukan duel penentuan. Apakah kau atau aku yang akan mati di sini!" Jawabnya tegas


"Dengan senang hati Gordon, Katakan dengan cara bagaimana kau ingin mati!" Sambut Dion sambil memprovokasi


"Jangan hanya sesumbar seperti itu. Ayo kita buktikan!" Balas Gordon terpancing emosi


"Tapi tunggu dulu, agar kau tidak penasaran, bagaimana aku bisa menemukan mu, dan mengetahui bahwa orang yang telah mencelakai saudaraku itu adalah kau!"


"Selama kurang lebih satu bulan, sejak kematian temanku itu, aku terus mencari informasi melalui para hacker ku, untuk mendeteksi, aliran dana yang dimiliki oleh temanku itu mengalir ke mana."


"Setelah dipastikan bahwa aliran dana itu menuju ke Asia Tenggara, maka aku memerintahkan kepada para hacker ku, untuk terus mencari titik koordinat pelakunya."


"Dengan usaha yang maksimal dan cukup lama, akhirnya anak buah ku menemukan titik koordinatnya, dan itu mengarah padamu."


"Karena kau merupakan orang yang sudah terkenal di dunia, tentu saja gambar dan video mu bertebaran di dunia maya, dari situlah kami mengambil salah satu gambar mu itu dan mencocokkannya dengan mu sekarang."


"Tapi tidak ku sangka, begitu ingin meretas akun pribadi Bank mu, hacker ku tidak mampu menembus sistem pertahanannya, bahkan sistem pertahanan para hacker ku, berhasil kalian hancurkan. Jadi tahniah buat orang orang mu itu."


"Aku di sini bukan untuk berceramah sepertimu Gordon, tapi untuk membungkam mulut sombong mu itu!" Jawab Dion ketus


"Mengenai penasaran mu itu, nanti bisa kau tanyakan kepada temanmu itu di neraka, oke!" Ledek Dion cukup mengena


"Hiaaa !


Tanpa aba aba lagi, Gordon menyerang Dion yang berjarak hanya 3 meter darinya itu, dengan pukulan tangan kanannya, yang melaju lurus ke arah dadanya, disertai gerakan super cepat


Sesaat Dion terkesiap ketika melihat teknik yang digunakan oleh Gordon itu. Teknik itu merupakan sebuah teknik yang sangat berbahaya dan mematikan, kalau tidak salah itu merupakan teknik pukulan Bacon, yang berasal dari Peru


Apabila pukulan itu mengenai lawan, tak ayal lawannya akan mati seketika atau setidaknya terluka parah


Gerakan yang dilakukan oleh Gordon itu sangat cepat, sehingga Dion tidak sempat untuk menangkisnya, maka, Buk!.


Dada Dion terkena pukulan yang sangat kuat dan mematikan itu, hingga membuat tubuhnya terpental cukup deras ke belakang


"Tuan muda !"


"Tuan muda !"


Teriak Hans dan anak buahnya yang lain panik

__ADS_1


"Uhuk! Dion memuntahkan darah segar dari mulutnya, tapi dia masih mempunyai kesadaran tidak sampai pingsan


"Tidak ku sangka, pukulannya sekuat itu, memang benar benar pukulan yang berbahaya. Aku tidak boleh lengah lagi." Batin Dion dalam hati, sambil menyeka darah yang keluar dari mulutnya itu, dan mengusap dada nya yang barusan terkena pukulan


Walau pukulan itu sangat kuat dan mematikan, tapi belum mampu membuat Dion terbunuh, dengan sisa tenaganya, Dion berusaha berdiri, dibantu oleh Hans dan yang lain


Gordon yang melihat serangan terkuatnya berhasil melukai Dion, jadi tertawa terbahak bahak, hatinya senang bukan main, setelah berhasil melukai Dion begitu parah


"Hahahaha!.Ternyata kau tidak sekuat yang ku perkirakan, hanya sekali serang sudah kalah dan terluka parah!" Tawanya lepas sambil mengejek Dion


Dengan menyeka darah yang keluar dari mulutnya, Dion membalas hinaan Gordon tersebut, dengan berkata. "Jangan senang dulu, aku belum kalah, tadi cuma pemanasan saja!. Pukulan mu itu, memang bisa melukaiku, tapi belum mampu untuk membuatku mati" Ucapnya menghibur diri sendiri


"Hahaha! Begitulah tabiat orang yang akan mati, berlagak sok kuat. Aku yakin! bila kau terkena serangan itu lagi, maka kau akan mati saat itu juga!" Lagi lagi Gordon tertawa senang atas kemenangan nya itu


"Tuan muda!, biarlah aku yang akan menggantikan anda untuk melawannya." Ucap Hans mengajukan diri kepada Dion


"Tidak perlu! aku masih mampu melawannya!" Jawab Dion enteng, kemudian dia maju melangkah, mendekati Gordon yang sedang tersenyum puas itu


"Sekarang aku tidak akan main main lagi! Akan aku buktikan, bahwa perkataan ku bukan bualan semata. Ayo maju!" Tantang Dion cukup berani


Tanpa menjawab sepatah kata pun, Gordon kembali melancarkan serangan yang sama pada Dion


Mengandalkan kecepatan geraknya, Gordon kembali melancarkan pukulannya ke arah dada Dion, berharap jika terkena pukulan itu lagi, maka Dion akan mati saat itu juga


Dion yang sudah mendapat pukulan kuat tersebut, tidak mau menganggap remeh lagi, maka Dion menerapkan satu teknik yang pernah ditontonnya di film anime dan sudah sering dipraktekkan nya dulu


Ketika tinju Gordon hampir dekat dengannya, Dion menyambutnya dengan pukulan yang hampir sama


Dion menerapkan kuda kuda yang cukup kuat, dengan cara menempatkan kaki kiri di depan, dan kaki kanan digeser sedikit ke belakang, siku ditekuk dengan posisi tinju dekat samping perutnya


Kemudian memfokuskan kekuatan pukulannya pada lengan dan tangannya, lalu tinju itu meluncur menyambut pukulan Gordon tersebut dengan kekuatan penuh


Akibatnya, dua kekuatan beradu di udara, dan, Kraaakk!. "Aaaarrrggh!" Saat itu juga, kaki kanan Dion menghantam dada Gordon dengan kuat, lalu, Buuk! "Uuuughh!" Keluh kesakitan Gordon terdengar


Akibat benturan tinju, dan tendangan yang sangat kuat di dada, tubuh Gordon hilang keseimbangan. Pergelangan tangannya patah, dan dadanya memar, terkena tendangan lurus yang sangat kuat dari Dion


Karena posisinya sangat lemah saat menyerang itu, tubuhnya Gordon terpental ke belakang dan berguling guling di tanah


Sementara Dion hanya bergeser sedikit kebelakang, tanpa mengalami luka sedikitpun, cuma ngilu saja di pergelangan tangannya


Sekarang keadaan mereka seri satu lawan satu


Gordon yang tidak menyangka serangannya mampu ditangkis oleh Dion, dengan pukulan yang hampir sama, menjadi terkejut, sampai lupa ada darah yang keluar dari mulutnya itu


Kini anak buahnya pula yang panik, ketika melihat tuan mereka terluka lebih parah dari lawannya itu


Serentak mereka ingin maju menghajar Dion, tapi langkah mereka terhenti, ketika melihat Awan, Langit dan Bumi maju untuk menghadang mereka, seketika niat untuk menyerang Dion, mereka urungkan begitu saja

__ADS_1


__ADS_2