Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Kesal tapi senang


__ADS_3

"Draco?" Respon Dion sedikit keras, hingga membuat anaknya tersentak dari lamunannya


"Apakah mungkin?" Ucapnya lagi


"Mungkin saja tuan besar!. Karena dari kejadian batu mustika itu saja, kita bisa mengetahui, ada sesuatu yang tidak kita pahami, dalam alam bawah sadar tuan muda."


"Bukankah aneh!. kalau hanya batu kecil saja kita tidak bisa mengangkatnya, kecuali yang ada pertalian darah dengannya."


"Dari itu saja, kita sudah bisa menyimpulkan, bahwa tuan muda Draco, mempunyai kelebihan yang kita sendiri tidak punya." Jawab Deon panjang lebar dan apa adanya


"Cukup masuk akal. Sekarang mari kita tanyakan, apa yang dia rasakan dan lihat dalam mata batinnya itu." Respon tuan Birawa cepat


"Cucu buyut eyang!, coba kau jelaskan secara terperinci, apa saja yang kau lihat dan rasakan dalam mata batin mu itu, tentang masalah yang sedang kita bicarakan ini." Ucap tuan Birawa selanjutnya


"Menurut Draco, akan ada bahaya besar yang datang ke tempat kita dalam beberapa hari ke depan ."


"Tapi bahaya apa itu kurang begitu jelas terlihat!"


"Draco cuma melihat, seperti apa yang ayah juga lihat dalam mimpinya tersebut." Jawabnya apa adanya


"Apakah kau tidak melihat rupa wajah orang itu, yang katanya menyerupai api kecil yang di ikuti oleh ribuan api kecil lainnya?" Tanya tuan Birawa ingin tahu


"Draco cuma melihat ada seorang lelaki muda yang cukup tampan, walau kulit tubuhnya tidak begitu putih, tapi mempunyai perawakan tinggi tegap, yang wajahnya tertutup dengan kain yang terbuat dari api."


"Tapi sekilas Draco seperti melihat, orang itu menyeringai jahat ke arah Draco, dan mengacungkan senjata api ke arah ayah juga mama."


"Mereka berniat akan membunuh ayah juga mama, tapi kakek buyut mencegahnya."


"Terus!" ucap tuan Birawa penasaran


"Karena niatnya tidak kesampaian, orang itu menyuruh anak buahnya untuk membakar apa saja yang ada di kota kita ini, dan hampir meratakan seluruh bangunannya."


"Karena marah, ayah juga paman paman yang ada ini, menghajar orang tersebut hingga mati, begitu juga dengan ribuan anak buahnya itu."


"Akhirnya kekacauan yang di sebabkan oleh mereka pun padam, tapi meninggalkan bekas yang lumayan parah."


"Hampir separoh kota ini habis terbakar, dan banyak orang yang menjadi korban, termasuk para pengawal kita." Ucap Dragon apa adanya


"Paman Deon!. Apakah menurutmu, cerita ini bisa di terima dan masuk akal? Tanya Dion ingin tahu


"Diterima dan masuk akal atau tidaknya. itu tergantung dari persepsi kita dalam memahami cerita itu."


"Kalau kita tidak mempercayainya, ya kita lupakan saja, dan anggap itu hanya khayalan dan bunga bunga tidur."


"Tapi jika kita mempercayainya, menurut paman, sebaiknya tuan besar, melalui para petinggi dan anak buah tuan yang lain, segera mencari tahu, tentang kebenaran berita ini."


"Mungkin tuan besar bisa menugaskan pada teman kami Burgon, untuk menyelidikinya, karena pekerjaan memantau juga mencari informasi, adalah tugasnya."


"Jadi kita serahkan saja pada saudara Burgon untuk menyelidiki dan mencari orang dengan ciri ciri tersebut, agar kita bisa mencegahnya secara dini."

__ADS_1


"Aku setuju dengan usul mu itu paman!"


"Cuma masalahnya adalah, gambaran orang itu masih kabur. karena kita belum pernah melihatnya."


"Mohon maaf tuan senior, juga tuan besar jika saya menyela." Ucap Iron tiba tiba


"Silakan paman Iron!" Jawab Dion cepat


"Menurut ku, sebaiknya kita perketat pengawasan, dan pantau setiap orang yang akan dan mau memasuki kota ini. termasuk orang orang yang sudah ada sebelumnya."


"Selidiki apakah mereka adalah calon musuh itu."


"Jika kedapatan mereka membuka usaha atau mengunjungi kota kita ini dengan niat lain, maka kita tangkap orang tersebut dan interogasi dengan cepat." Jawab Iron cukup lancar


"Kalau menurut ku selain dari usul itu, saya juga mengusulkan. agar untuk sementara waktu, kita batasi peluang orang luar untuk membuka usaha di kota ini."


"Karena kemungkinan besar, orang baru itulah musuh yang di lihat oleh tuan muda juga tuan besar." Ucap Deon menimpali pendapat dari Iron itu, dengan firasat bagusnya tersebut


"Betul juga apa yang di katakan oleh paman Iron juga paman Deon. kedua duanya kita jalankan."


"Jadi dengan ini aku perintahkan pada Burgon, untuk menyebar para intelijen kita, guna mengawasi setiap gerak gerik orang orang yang ada di kota, juga yang akan memasuki kota kita ini."


"Jangan biarkan siapa pun orangnya, walaupun orang tersebut ingin membeli properti, apalagi yang berniat ingin membuka usaha baru di sini."


"Lakukan interogasi, dan tangkap orang tersebut, kalau masih juga bersikeras ingin memasuki kota kita."


"Aku tidak mau kecolongan, dan tidak mau kejadian seperti yang di ramalkan bakal terjadi di kota ku, juga kota kita ini!" Ucap Dion tegas


Setelah semuanya pergi, kecuali Hans juga Leon, yang memang sengaja tidak di izinkan untuk pergi, Dion segera berkata.


"Tiga hari lagi, anak ku akan memulai pendidikannya di perguruan itu."


"Aku perintahkan pada mu Leon, untuk mengajari sedikit gerakan padanya, untuk menyambung pelajaran yang sudah paman pamannya ajarkan dulu. agar gerakannya tidak lupa."


"Besok aku ingin melihat latihan semua gerakan yang telah kalian ajarkan itu."


"Aku tidak mau anak ku menjadi lemah karena sudah cukup lama dia tidak berlatih."


"Beritakan masalah ini pada seluruh pengawal, yang sempat memberikan tehnik tehnik nya pada Dragon."


"Besok adalah waktunya untuk anak ku berlatih, dan menunjukkan semua keterampilan yang telah dipelajarinya selama ini." Ucap Dion memberi perintah


"Baik tuan Besar!' Jawab mereka serempak, kemudian keluar dari ruangan itu untuk menemui teman temannya yang sudah terlanjur keluar tersebut


Sepeninggal Hans juga Leon, tuan Birawa berkata.


"Menurut kakek, sebaiknya kau juga fokus pada penyelidikan itu, tidak melulu menyerahkan tugas tersebut pada orang orang kita!"


"Selain itu, kau juga harus fokus pada rencana pembangunan yang akan dan telah di bangun itu. karena kakek lihat, dalam beberapa hari ini, kau terlalu sibuk dalam menangani masalah lain."

__ADS_1


"Apa tidak sebaiknya kau panggil James ,Shio Lung juga si Erisha itu!'


"Tanyakan padanya tentang kemajuan pembangunan yang ditangani oleh mereka di sana."


"Kakek dan istrimu ini, juga ingin tahu, sudah sampai di mana kemajuan yang telah di capai oleh mereka, dalam beberapa hari atau minggu ini." Ucap tuan Birawa memberi usul


"Baik kek, akan Dion lakukan setelah ini."


"Jangan menunggu nanti atau besok, hari ini juga terutama setelah malam, mereka bertiga sudah ada di villa ini untuk memberi laporan!' ucap tuan Birawa tegas


"Siap kakek ku yang bawel tapi tampan!" Respon Dion menggoda kakek nya tersebut, lalu bergegas mengajak Ivory untuk meninggalkan tempat itu dengan meninggalkan anaknya Draco


"Huh dasar menyebalkan!' Gerutu tuan Birawa kesal


"Kau lihatlah ayah mu itu!. Selalu benar meledek eyang mu ini. Hingga membuat buyut kesal!" Ucap tuan Birawa emosi, tapi seperti di buat buat


"Kesal atau suka uyut?. Karena ayah meledek uyut dengan kata tampan. Memangnya uyut tampan ya?" Jawab Dragon dengan mimik wajah lucu khas anak anak, lalu ikut kabur dari tempat itu meninggalkan uyutnya yang sedang terpana diam


"Dasar cucu dan anak tidak ada akhlak!. Bisa bisanya meledek aku yang memang ganteng ini!" Ucap tuan Birawa pede sekali, kemudian tersenyum geli sendiri, dan meninggalkan tempat tersebut dengan langkah terburu buru


***


Desa Argomulyo, tempat bakal Dragon menuntut ilmu kanuragan, sekitar pukul 7.30 malam


"Apakah persiapan menyambut pewaris perguruan ini telah kau lakukan Argani?" Tanya pak Sambudi atau Gentala dengan mimik wajah serius


"Sampai sejauh ini sudah guru, bahkan panitianya sudah di bentuk." Jawab Argani, murid senior dalam angkatannya itu, dengan wajah penuh keyakinan


"Bagus kalau begitu!.Guru senang mendengarnya."


"Menurut informasi yang berhasil kita kumpulkan, tuan muda Draco tidak datang sendiri"


"Dia akan di dampingi oleh ayah juga ibunya itu, berikut para pengawalnya tersebut." Sambung Argani menambahkan berita


"Kalau tentang masalah itu, guru juga sudah tahu, tapi yang masih menjadi tanda tanya besar bagi kita, apakah para pengawal itu akan ikut tinggal di sini atau tidak, itu yang perlu kita cari tahu." Respon Gentala cepat


"Tapi menurut ku, mereka pasti akan tetap tinggal di sini, guna memastikan tuan muda mereka selamat sampai dia selesai menuntut ilmu di sini," Ujarnya lagi


"Jika demikian adanya, sepertinya mereka tidak mempercayai kekuatan kita guru!' Ucap salah seorang guru muda di perguruan itu dengan sikap meremehkan


"Kau jangan lupa Danu, mereka itu bukan pengawal sembarangan!."


"Kalau aku saja berhadapan dengan salah satu di antara mereka, belum tentu aku akan menang dengan mudah."


"Jadi saran ku, kau jangan pernah meremehkan kemampuan mereka, atau menganggap bahwa ilmu mu itu sudah sangat tinggi."


"Apalagi orang yang akan mereka kawal keselamatannya itu, adalah pewaris yang sangat berharga, dan cuma satu satunya yang keluarga itu miliki."


"Jadi ketika nanti mereka datang, kau jangan pernah mencari masalah dengan mereka!" Ucap Gentala sedikit kecewa, dengan sikap yang di tunjukkan oleh anak buahnya itu

__ADS_1


"Baik guru!"Jawabnya patuh, tapi seringainya seperti tidak terima


__ADS_2