
"Huh!. Lepaskan?. Enak saja!."
"Justru aku ingin menikahkan kalian di alam baka!" Jawab Toasmali geram. Kemudian tanpa terduga, kakinya melayang ke wajah istri juga selingkuhannya tersebut, dan..
Bug!
Bug!
"Argh!" Pekik Mala kaget dan kesakitan sekali
"Beraninya kau mengotori wajah cantik ku dengan kaki kotor mu itu Tuas!"
"Jika orang tua ku tahu tentang ini, pasti mereka akan marah, dan akan mengirimkan orang orangnya untuk memerangi suku mu!"
"Ini bisa terjadi perang antar suku dan saudara Tuas!"
"Kau ingat itu!" Ucap Mala kesal, lalu mengeluarkan kata kata tersebut, untuk menakut nakuti kepala desa, agar tidak bertindak lebih
"Untuk perempuan yang sudah kotor seperti mu. Ayah sendiri yang akan menghukum mu Mala!" Ucap seseorang yang tiba tiba datang menyeruak, dan membelah kerumunan
"Ayah mertua!" Respon Tuas kaget. Kemudian meminta maaf pada orang yang baru datang tersebut, dan mencium tangannya pertanda bakti
"Kau tidak salah Tuas!. Anakku yang salah!"
"Hukuman mereka berdua adalah mati!" Jawab Dak Dhamma, ayah dari Mala tersebut dengan ekspresi dingin
"Baik ayah!" Reaksi Tuas cepat
"Para penduduk desa!. Kalian semua sudah pada tahu, apa yang dilakukan oleh dua orang manusia ini!"
"Mereka telah berani mengotori adat kita!"
"Oleh karena itu aku perintahkan!. Segera laksanakan hukum adat, bagi dua orang manusia yang berani mengkhianati pernikahan!" Ucap Tuas tegas dan tidak ada kesan ragu ragu
"Tunggu sebentar!, dan hentikan tindakan kalian !" Teriak seseorang dengan suara kuat
"Perempuan ini boleh kalian hukum!. Tapi untuk Mali, kami masih membutuhkan keterangan darinya!" Ucapnya lagi
"Panglima Burgon!. Apa yang anda katakan?"
"Ini sudah keputusan adat desa, dan tidak boleh di tunda tunda!" Jawab Kepala desa berniat protes
"Iya kami tahu itu!. Tapi mohon pengertiannya!"
"Orang ini adalah mata mata sebuah organisasi internasional!"
"Dia telah membocorkan sesuatu yang tidak boleh orang luar tahu pada pimpinannya!"
"Jika dia dihukum adat dan mati saat ini juga. Maka kami akan kehilangan kesempatan untuk menginterogasi nya!"
"Oleh karena itu mohon tunda sebentar hukumannya. Agar tuan muda kami bisa bertanya padanya!" Jawab Burgon berterus terang
Sontak saja mata semua orang memandang pada Dragon, yang disebutkan oleh Burgon barusan. dan menunggu apa yang akan dilakukannya pada Mali
Tak lama kemudian, Dragon mengambil sikap diam dan terlihat sedang melakukan sesuatu. dan tiba tiba
Wus!
Muncul di hadapan semua orang, dua orang yang mempunyai perbawa kuat. dan menggetarkan hati semua yang memandangnya
Dia adalah Dion Mahesa Birawa, dan Hans, pengawal setianya itu. yang memang sengaja didatangkan oleh Dragon, agar bisa mengambil keputusan tentang permasalahan tersebut
"Selamat datang tuan besar!" Ucap seluruh pengawalnya dengan sikap tunduk
"Terima kasih!" Respon Dion dingin. kemudian memandang wajah Mali dengan kening sedikit berkerut
"Ternyata kau masih hidup Pedro!"
"Ku beri kau satu kesempatan hidup, agar kau dapat memperbaiki kesalahan. Malah kau ulangi lagi kesalahan yang sama!"
"Kalau masalah ini sudah tersurat sejak lama. Aku pastikan kau mati saat berkhianat itu!"
__ADS_1
"Sekarang telah terbukti, bahwa kau telah mengkhianati kemurahan ku, bahkan mengkhianati saudara mu sendiri!"
"Maka hukuman terbaik buat mu adalah mati!"
"Tapi sebelum kau mati. Masih ada informasi yang ingin kami dapatkan darimu!"
"Sekarang katakan!. Kenapa kau melakukan ini mali?" Ucap dan tanya Dion dengan aura yang sangat mengintimidasi
"Hahahaha!. Jangan harap kau bisa mendapatkan informasi dariku tuan besar!"
"Aku lebih memilih mati dari pada mengkhianati orang baik itu!"
"Kau bunuh pun aku tidak takut!" Jawab Mali membandel
Wus!
Kretek!
Belum juga kering mulut Mali berbicara. Dragon sudah mencengkeram kepalanya cukup kuat. Kemudian menarik semua informasi yang ada di kepalanya, hingga membuat tubuh Mali kelojotan menahan sakit
Tak lama kemudian, tubuhnya lunglai dan jatuh ke tanah
"Sudah ku dapatkan semuanya ayah!"
"Sekarang tubuhnya tidak berguna lagi buat kita!" Ucap Dragon pada ayahnya
"Terima kasih anakku!" Jawab Dion senang. Kemudian berkata pada orang orang yang ada di situ
"Tugas kami sudah selesai!. Aku serahkan Mali atau Pedro ini pada kalian!"
"Sekarang kami pamit undur. Dan kembali ke pertambangan!" Ucap Dion pada mereka
"Mohon bersabar sedikit tuan besar!"
"Kami mohon maaf, karena tidak menyambut tuan juga putra tuan sebagaimana mestinya!"
"Setelah ini selesai, mohon tuan sudi menghadiri undangan dari kami!" Ucap Toasmali selaku kepala desa dengan ekspresi penuh harap
"Kami mohon maaf juga kepala desa. Jika tidak bisa memenuhi permintaan itu!"
"Untuk itu kami mohon pamit!" Jawab Dion dengan penolakan halusnya. Kemudian pergi begitu saja, dan menghilang dari pandangan semua orang, dan pergi bersama dengan Dragon anaknya tersebut
Sepeninggal tuan besarnya itu, Burgon mengalihkan perhatiannya pada anak buahnya kemudian berkata. "Kita kembali ke pertambangan!" Ujarnya
"Baik!" Jawab anak buahnya serempak. Kemudian berlarian memasuki mobil mobil mereka, untuk kembali ke pertambangan
***
Keesokan harinya. Berita yang sangat menghebohkan penduduk desa itu mulai berangsur tidak dibicarakan lagi. Mereka kembali tenggelam dalam kesibukannya masing masing
Mala dan Mali, sepasang sejoli yang dimabuk asmara, sudah mendapatkan hukumannya masing masing
Berdasarkan hukum adat setempat. Tubuh keduanya harus dimasukkan ke dalam karung, dan dibuang ke ngarai curam yang ada di daerah tersebut. dan diperkirakan keduanya mati saat sampai di dasarnya
Kini berakhir sudah perjalanan hidup mereka berdua, yang sedang dimabuk cinta, dan matipun harus berdua juga
Toasmali yang mendapati istrinya berselingkuh, sejujurnya sangat sedih sekali. Mala lah yang selama ini menemaninya meniti karir, dalam usaha dagangnya itu
Walau mereka belum dikaruniai anak, tapi Tuas sudah cukup bahagia. Namun tidak begitu adanya dengan Mala. Setiap hari dia mengeluh, dan bertanya, kapan Tuas bisa memberikannya seorang anak
Tapi berusaha sekuat apapun. Tuas tidak kunjung bisa memberikannya seorang anak, bahkan Mali juga demikian
Kini nasi sudah menjadi bubur. Apa yang di cita citakan oleh Mala tidak kesampaian juga, sampai dia dihukum mati seperti itu
***
"Kurang ajar!. Informasi dari Mali telah terputus!. Padahal dia satu satunya orang yang bisa kita harapkan saat ini!"
"Jika keberadaannya tidak bisa kita temukan, bagaimana penyelidikan selanjutnya bisa kita dapatkan?" Ucap Ronin kesal
"Mungkin sebaiknya untuk saat ini, kita diamkan saja masalah itu, sampai keadaan mereda."
__ADS_1
"Setelah itu baru kita bergerak secara diam diam!" Jawab Angkara mencoba memberi usul
"Lalu bagaimana dengan tuan besar kita!. Apakah dia mau menunggu?" Tanya Ronin protes, atas usul dari saudara seperguruannya itu
"Ya mau bagaimana lagi!. Keadaan memaksa kita untuk berbuat demikian!"
"Jika kita nekat keluar, dan menunjukkan jati diri kita. Mudah bagi anak kecil itu untuk menemukan, bahkan menghabisi kita!" Jawab Angkara mencoba membela diri
"Hah!, Sial!. Bagaimana seorang anak kecil mampu mengintimidasi kita?"
"Jelas aku tidak terima. Tidak terima!!!." Teriak Ronin marah
"Ah sudahlah!. Lebih baik kita masuk, dan pelajari ilmu yang belum bisa kita kuasai itu!"
"Siapa tahu dengan ilmu itu, kekuatan anak kecil tersebut bisa kita lawan. dan syukur syukur bisa menghabisinya!" Ucap Angkara sudah mulai merasa bosan, dan mencoba meredakan kemarahan dari saudara seperguruannya tersebut
***
Satu minggu kemudian. Tepatnya di gurun Nevada, berbatasan dengan Oregon di barat laut. Idaho di timur laut. California di barat dan Utah di timur
Leopard dan ayahnya, di dampingi pula oleh Ranggas Pati anaknya itu. terlihat sedang berbincang bincang serius.Tapi yang lebih banyak berbicara adalah Tejamaya ayahnya tersebut
Di tempat itu juga hadir puluhan petinggi organisasi, termasuk juga Ronin dan Angkara
"Sudah hampir delapan bulan keberadaan pemimpin tertinggi belum juga di temukan!"
"Percuma mempunyai badan intelijen terbaik dan terbanyak di dunia!. Tapi mencari seorang Tohpati saja tidak bisa!" Ucap Tejamaya merasa geram
"Jika ini terus di biarkan, maka reputasi organisasi kita akan tercemar, dan dunia akan mentertawakan kita!"
"Aku tidak mau reputasi kita hancur. dan enam buah kasino yang kita miliki, akan di tinggalkan oleh para penjudi karena keamanannya sudah tidak terjamin!"
"Untuk itu, apakah diantara yang hadir ini, ada yang bisa memberikan solusi?" Tanya Tejamaya sudah sangat muak sekali, dengan keadaan yang selama ini terus menguras pikirannya
Kemudian memandang pada Robin serta Angkara, untuk mencari. apakah mereka berdua mempunyai solusi yang diinginkannya
Tapi ditunggu sekian lama, solusi yang di inginkan dari keduanya tidak juga datang. Dan akhirnya Tejamaya menjadi marah. kemudian berkata.
"Kalian berdua yang paling tahu tentang masalah ini!"
"Tiga ketua dalam kelompok mu, yang bertugas untuk mendampingi, tentu tahu cerita hilangnya pemimpin besar!"
"Tapi sayangnya tiga orang bodoh itu juga ikut hilang berikut anak buahnya itu!"
"Pedro yang diharapkan sebagai informan kita, juga tidak ada kabarnya!"
"Sebenarnya siapa orang yang telah kalian singgung itu Ronin?" Ucap dan tanya Tejamaya merasa kesal
"Ini bermula saat ketua Bajra di kota J mencari gara gara dengan pemilik Birawa Group!"
"Dan saat itu dia berusaha mengalahkan pemiliknya, dengan mengeluarkan empat manusia setengah robot."
"Dan pada akhirnya dia kalah juga.Tapi tiba-tiba datang anaknya, lalu menghancurkan empat buah robot itu!"
"Sejak saat itu dunia mengetahui tentang anak itu. Namanya Dragon. Mempunyai kekuatan supranatural, dan sangat dicari oleh Miyazawa dan orang orangnya saat itu!"
"Tapi mereka semuanya kalah, bahkan petarung andalannya juga tewas!"
"Sekarang mereka sudah menguasai wilayah timur, dan merebut bukit yang dijadikan tempat latihan pemimpin besar."
"Sejak saat itu, keberadaan pemimpin tidak bisa di ketahui. termasuk tiga ketua juga orang orangnya!" Ucap Ronin mencoba menjelaskan kronologi kejadiannya
"Tampilkan profil anak tersebut di komputer!" Ucap Tejamaya memberi perintah
"Maaf tuan besar!. Komputer yang digunakan untuk mencari jati diri anak tersebut meledak. saat digunakan untuk mencari data-data anak itu!"
"Dicoba dengan komputer lain juga demikian!"
"Seperti ada kekuatan yang menghalanginya!" Ucap kepala hacker yang membawahi ribuan peretas lainnya berterus terang
"Cukup aneh!. Jika komputer saja bisa meledak. berarti keberadaan anak tersebut sangat dilindungi sekali!"
__ADS_1
"Ini tidak bisa dibiarkan!. Walau bagaimanapun, aku harus bisa mendapatkan informasinya, serta mempelajari apa kekuatan yang digunakan olehnya tersebut!" Ucap Tejamaya dengan ekspresi kesal
"Kakek!. Serahkan masalah ini pada ku!. Itu hanya masalah kecil!" Ucap Ranggas Pati cukup jumawa sekali