
"Hentikan Torangga!, Lupakan dendam mu itu. Dia bukan lawan mu!" Teriak Bramantyo kuat, mengingatkan sahabat, sekaligus anak buahnya tersebut
"Jika kau nekat meneruskan niat mu untuk membalas dendam, aku takut kau akan mati terbunuh. Percayalah!. Orang itu bukan lawan mu!" Ucapnya lagi dengan ekspresi khawatir
"Aku tidak percaya ada orang yang tidak bisa kukalahkan!. Aku Torangga, akan mengadu nyawa dengan mu Burgon!" Ucapnya dengan suara lantang
"Hiaaaattt!" Teriaknya kuat, dan langsung melancarkan serangan pamungkasnya kearah Burgon
Des! plak! buk! des!
Dua kali pukulan dan dua kali tendangan kuat, diarahkan pada tubuh Burgon, tapi tak satupun yang mengenainya. Padahal selama ini belum ada yang mampu menahannya apalagi menangkisnya
Tapi bagi Burgon. Serangan yang dianggap kuat oleh pemiliknya itu, dianggap bagai jurus pemula yang sedang belajar silat
Empat serangan berturut turut yang dilancarkan oleh Torangga dengan mudah dia tangkis, tanpa mengalami kesulitan sama sekali. Malah tindakan dari Burgon itu membuat tangan dan kaki Torangga merasa kesakitan dan ngilu
Menyadari serangannya tidak mengenai sasaran, membuat Torangga gelap mata. Dengan nekat dia menyerang Burgon dengan cara membabi buta, akibatnya satu pukulan telak dari Burgon, masuk mengenai dadanya, hingga membuatnya sesak untuk beberapa saat
Untuk beberapa saat tubuhnya terpaku diam, sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan. Sudah banyak serangan yang ia lancarkan, tapi tak satupun mengenai tubuh Burgon
"Benar benar orang kuat!" Batinnya dalam hati
"Bagai mana Torangga?. Apakah pertarungan yang membosankan ini, akan kita lanjutkan atau tidak?. Atau bagaimana kalau kau menyerah saja, dan akui bahwa aku lebih kuat dan kau lemah!" Ucap Burgon mengejek keadaan lawannya itu
"Kau jangan senang dulu Burgon!. Aku belum kalah, dan masih ada tehnik ku yang belum aku keluarkan!" Respon Torangga kesal
"Aku yakin kali ini kau pasti mati!" Sambungnya lagi dengan tekad kuat dan yakin sekali
"Aku ingin melihat, bagaimana rupa tehnik yang sangat kau banggakan itu."
"Aku jadi berpikir. jangan jangan dengan tehnik kacangan mu itu, kau mengalahkan lawan lawan lemah mu tersebut, dan sekarang akan kau coba pula padaku."
"Aku dudah tidak sabar ingin mencicipinya. siapa tahu memang kuat!" Ledek Burgon merendahkan ucapan Torangga itu
"Baik!. karena kau yang memaksa, maka jangan salahkan aku, jika kau akan mati karena nya!" Reaksi Torangga kesal
"Perhatikan ini!"
Ucap Torangga, sambil mengembangkan kedua kakinya kesamping, dengan telapak tangan terkepal erat, wajahnya memerah dan berkerut dalam, seperti sedang mengangkat beban berat
Tiba tiba ada seberkas cahaya kemerahan keluar dari ubun ubunnya, walau hanya sesaat, tapi bisa dilihat oleh Dion, Iron.Hans dan Leon. termasuk juga oleh Burgon.
Mendadak tubuh Torangga menjadi terlihat kuat, sangat berbeda sekali dari sebelumnya, dan hanya bisa dilihat oleh Dion serta yang lainnya tadi
Setelah semua persiapan selesai, Torangga tersenyum sinis atau lebih tepatnya menyeringai bengis kearah Burgon lalu berkata.
"Bersiaplah untuk mati!" Ucapnya dengan aura intimidasi yang sangat kentara sekali
__ADS_1
Tapi Burgon tidaklah menjadi takut atau cemas. Dengan entengnya dia berkata. "Itukah teknik yang kau banggakan itu Torangga?"
"Jika memang itulah yang kau maksudkan, maka aku akan sangat kecewa sekali. Dan salah besar, jika kau beranggapan, teknik lemah mu itu akan mampu membunuhku!" Respon Burgon sambil tersnyum mengejek
"Terima ini!" Ucap Torangga geram, kemudian berlari kencang kearah Burgon, sambil melancarkan tinjunya ke arah tubuhnya
Burgon yang melihat serangan itu semula tersenyum sinis, tapi begitu serangan itu sudah dekat, barulah dia merasakan ancaman kematian dari serangan tersebut
Dengan tergesa gesa dia menangkis serangan Torangga, tapi sudah terlambat. Tubuh Burgon terdorong dua langkah kebelakang, dengan posisi yang sangat tidak menguntungkan
Kesempatan itu dimanfaatkan sekali oleh Torangga untuk menghajar Burgon, dengan harapan kali ini serangannya benar benar masuk dan mengenai tubuh Burgon
Torangga yakin, jika kali ini Burgon menangkis sekali lagi serangannya, maka bisa dipastikan, tangannya akan patah, atau menimal terkilir
Lalu dengan gerakan cepat, tubuh Torangga melenting keudara dengan lincahnya. dan turun kearah Burgon yang sedang tidak siap itu.lalu...
Buk!
Tubuh Torangga terpental jauh, karena terkena tendangan kuat dari seseorang, dan jatuh didepan Bagaspati, walau tidak sampai terluka
Dengan bersusah payah, Torangga berusaha untuk berdiri, dengan bantuan kursi yang ada didekat Bagaspati itu
Tapi secara tidak terduga. tinju Torangga yang masih bergetar itu, melayang ke wajah Bagaspati dan..
Jdar!
Kedua biji matanya hancur, hidungnya patah dan keningnya tidak berbentuk lagi, saat itu juga Bagaspati mati
"Manusia Iblis!" Teriak Burgon marah, yang tadi dalam keadaan terdesak, tapi bisa membalikkan keadaaan
Ketika tinju Torangga hampir mengenai wajahnya, dengan gerakan yang tidak terduga, Burgon menghindar sedikit kesamping, dan tinjunya masuk, serta mengenai dada Torangga, hingga membuatnya terpental jauh, dan jatuh di dekat Bagaspati menantunya itu
Semua orang ang melihat tindakan berlebihan dari Torangga pada Bagaspati itu menjadi geram, termasuk juga Bramantyo. Tapi dia tidak bisa berbuat apa apa, karena itu urusan keluarga sendiri
Jika Torangga membunuh Bagaspati, mungkin karena dia merasa kecewa, disebabkan Bagaspati tidak menjaga anaknya dengan baik, malah membiarkan anaknya mati terbunuh
Tapi bagi Burgon itu merupakan penghinaan, karena dianggap remeh oleh lawannya. Pukulan yang seharusnya diarahkan padanya tersebut, malah di pukulkan pada Bagaspati, yang dalam keadaan lemah. hingga membuat nya mati secara menggenaskan oleh mertuanya sendiri
"Kau cukup beruntung Burgon!. karena pukulan itu tidak mengenai tubuh atau wajah mu. Jika itu kuarahkan padamu, maka kau akan bernasip sama dengan menantu sampah seperti dia!" Ucap Torangga bangga
"Belum tentu!. Ayo arahkan pukulan kebanggaan mu itu padaku. Aku akan menyambutnya dengan satu tangan saja!" Balas Burgon tidak mau kalah
"Maaf tuan besar!. Kulihat Burgon seperti sedang mengulur ngulur waktu saja, untuk mengatur strategi, dan memperlajari kelemahan dari teknik Torangga itu. Dan sepertinya dia tidak tega untuk menghabisi Torangga tersebut."
"Jika tuan mengijinkan, saya ingin menggantikan Burgon, untuk memberi pelajaran pada Torangga yang sombong itu!" Ucap Leon meminta pendapat
"Terserah mu saja!. Lakukan yang terbaik!" Jawab Dion datar, seperti sudah kesal melihat pertarungan anak buahnya dengan Torangga, yang banyak menghabiskan waktu mereka di dalam gua itu
__ADS_1
"Burgon!, Kau mundurlah!. Biar aku saja yang akan memberikan pelajaran pada orang sombong itu. Aku yakin kau tidak tega untuk menghabisi Torangga!" Ucap Leon meminta agar Burgon mundur
"Aku masih belum kalah, dan tidak akan kalah!. Aku yang akan menyelesaikan urusan balas dendam ini, agar dia puas!" Respon Burgon tidak terima.
Tapi kemudian dia memandang kearah tuannya. disitu dia mendapati, bahwa Dion menyetujui usul dari Leon. Bukan karena menganggap bahwa Burgon lemah, tapi tidak sampai hati untuk menghabisi Torangga tersebut
"Biklah kalau begitu!" Ucap Burgon tiba tiba
"Kau berurusanlah dengan kawanku ini. Lampiaskan kekesalan mu padanya, karena kau tidak mampu menjatuhkan ku dari tadi. maka aku menyerahkan pertarungan kita pada nya."
"Lakukan yang terbaik!" Ucapnya lagi, kemudian berbaur dengan kelompoknya
"Ayo kita mulai!. Kebetulan tangan ku sudah gatal, dan ingin meremukkan wajah seseorang. Jangan banyak bacot lagi. Mulailah!" Tantang Leon sangat jumawa sekali
"Jangan salahkan aku!. kalau nasipmu akan sama seperti sampah itu!" Respon Torangga geram, sambil menunjuk jasad Bagaspati yang wajahnya hancur itu
"Hiaaatt!"
Tubuh Torangga melenting ke udara, dan turun dengan satu kaki didepan, melakukan tendangan lurus sambil turun kearah tubuh Leon.dan..
Plak!
Buk!
Buk!
Tendangan lurus kaki Torangga berhasil di tahan oleh Leon. Kemudian dengan gerakan memutar. tinju Leon meluncur kearah pinggang Torangga, dan telak mengenainya
Tubuh Torangga yang masih berada diudara itu jadi kehilangan keseimbangan. Saat itulah tendangan kaki kanan Leon masuk dan mengenai dadanya dengan telak
Tubuh yang sudah kehilangan keseimbanga itu bertambah oleng, dan akhirnya jatuh ketanah berbatu
Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Leon untuk melumpuhkan Torangga dengan satu tendangan lagi. Tapi serangan tersebut berhaasil dihindari olehnya, dengan cara berguling menjauh. kemudian dengan gerakan cepat dia berdiri
Tidak mau kecolongan, kembali Torangga memperaktekkan gerakan seperti tadi, dan tak lama kemudian, dia berlari dengan gerakan cepat kearah Leon, lalu melancarkan tinjunya ke arah dadanya
Des!
Buk!
Buk!
Tubuh Leon tetap berdiri ditempatnya. Tapi tubuh Torangga melambung ke udara setinggi satu meter. Kehilangan keseimbangan, karena berbenturan dengan tinju Leon.
Sedetik kemudian, tendanga kaki kanan Leon masuk dan mengenai dagunya dengan telak.
Belum cukup juga, Leon kembali menendang tubuh Torangga yang sedang terangkat itu dengan sekuat tenaga, dan akibatnya, tubuh Torangga terangkat lebih tinggi keudara, Lalu jatuh di dekat kaki Bramantyo bosnya itu
__ADS_1
Tangan Torangga terangkat ke udara, seperti ingin menggapai tangan bosnya tersebut. Tapi sebelum sampai, nyawanya keburu terlepas dari badan, dan langsung mati